Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP50-S2// Cemburu


__ADS_3

Abel masih berdiri di depan kaca, merapikannya riasannya yang sedikit berantakan karena air mata. Pagi pertama di kota T membuatnya terkejut. Seorang yang ingin dihindarinya malah datang menemuinya.


Abel mulai berusaha memahami semua perkataan Davin. Berarti pertunangan Bang Davin dengan Kayla dibatalkan. Kejutan satu lagi yang membuat Abel juga tak percaya. Nolan mencinta dia? Bagaimana bisa? selama ini Abel hanya menganggapnya sahabat yang berbeda dari yang lain. Ia sangat garang tapi perhatian dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Abel menutup wajahnya, bagaimana dia bisa terjebak dalam cinta dengan dua bersaudara? Pasti ini sangat berat untuk Nolan ataupun Bang Davin. Bagaimana nanti kalau dia bertemu Nolan. Pasti ada perasaan canggung akan muncul, ia tidak bisa lagi meledek Nolan atau mengerjai si songong .


Kenapa tadi Bang Davin bilang mereka sudah menerima semuanya dan memberi kesempatan pada Bang Davin mendapatkan cintaku lagi. Apa Bang Davin sudah menyelesaikan masalahnya dengan Kayla dan Nolan. Setelah lepas dari tanggung jawabnya bang Davin berusaha memperbaiki kembali hatiku yang di sakiti karena adiknya.


Hati Abel kembali dilema, ia baru saja perlahan bangkit dari keterpurukannya. Sekarang harus memikirkan lagi kenyataan baru tentang Davin. Dari hati yang paling dalam Abel masih sangat mencintai Davin, Davin laki-laki pertama yang masuk ke dalam hatinya. Bahkan jika ada alat pengukur kadar cinta pasti akan menunjukkan kadar cinta Abel tidak berkurang. Tapi disisi lain hatinya masih tersakiti lukanya seolah belum mengering. Seolah masih ada bekas-bekas rasa sakit yang menyayat hatinya seandainya ada di dunia ini obat pengering luka hati, Abel lah orang pertama yang akan beli. Karena lukanya yang kadang membuatnya merasa sangat di khianati.


Abel mencoba kuat kembali, dia akan meminta jawaban dan memantapkan hatinya di sepertiga malam yang akhir nanti. Dia akan meminta petunjuk dari Sang Pemilik Kehidupan dengan beristhikarah.


Tok tok tok


Suara dari balik pintu membuyarkan lamunan Abel. Abel bergegas membukakan pintu yang ia kunci dari dalam.


"Sudah siap...," seru Miranda dari balik pintu.


"Sudah Tante," jawab Abel. Sekarang keduanya berjalan beriringan menuju kantor yang berada disebelah rumah Miranda.


"Kenapa Kau dan Davin," tanya Miranda penasaran. Tadinya dia sudah menguping tapi dia ingin lebih tahu jelasnnya.


"Tidak apa Tante, hanya masalah biasa," balas Abel tak ingin memperpanjang masalah dengan bercerita pada Miranda.


"Kalau kamu nggak mau lagi sama Davin, Tante akan carikan laki-laki yang lebih kaya dari Davin yang bisa memberi keuntungan pada perusahaan kita." Ujar Miranda bahagia.


"Astaghfirullah Tante, Abel cari pasangan hidup bukan dari harta dan kekayaan tapi dari ketulusan dan akhlaknya," balas Abel.


"Ya ampun, kamu memang mirip Papa kamu. Lihat istri pilihan Papa kamu, wanita kampung yang nggak asal usulnya. Mama tiri kamu sekarang." Ejek Miranda. Abel menghembuskan nafasnya kasar.


"Tante, Mama Riri wanita Sholeha yang nggak serakah, bagi Abel dia Ibu terbaik setelah Mama Amanda," jawab Abel menyindir miranda. Kini Abel berjalan lebih cepat ke depan menuju kantor.


Keduanya sudah ada di kantor, Abel memasuki ruangan Miranda. Menunggu rekan bisnisnya yang akan meminta persetujuan kerjasama.


Tak lama berselang seseorang mengetuk pintu. Meminta ijin ada seseorang yang ingin menemui Abel selaku pentinggi utama perusahaan. Empat orang laki-laki dewasa masuk kedalam ruangan, satu diantara terlihat paling mentereng di antara yang lain. Dipertemuan bisnis kedua Abel ini, dia mulai terbiasa. Apakah semua rekan bisnisnya muda-muda seperti ini, contohnya rekan bisnis pertamanya perwakilan dari Adiguna grup yaitu bang Davin.


"Pak Karel, kau sendiri yang menghadiri pertemuan ini jauh-jauh," sapa Miranda menyambut rekannya.

__ADS_1


"Ya, Bu Wilson. Aku dengar dokumen akan di tanda tangani pemilik langsung WP, aku tidak akan melewatkan kesempatan ini." Balas lelaki paling mencolok di antara teamnya.


"Ya anda benar, ini keponakanku pemiliknya." Miranda memperkenalkan Abel. Abel hanya menunduk sopan menghormati.


"Abel, dia adalah Pak Karel Admajaya, beliau anak Presdir perusahaan Admajaya yang berkerja sama dengan perusahaan kita dipengolahan TBS," ujar Miranda.


"Ternyata pemilik WP masih muda, maaf Bu aku pikir anda adalah sekretaris Bu Wilson." Jawab lelaki yang paling ganteng di antara empat orang bernama Karel.


"Tidak masalah Pak ...." Balas Abel bersikap formal.


Kini pertemuan bisnis pun berlangsung beberapa jam, disela-sela tayangan di layar. Mata laki-laki bernama Karel sesekali memperhatikan pemilik WP yang jauh diluar dugaannya. Ada seperti rasa mengagumin kelokan rupa wanita itu.


Miranda dan Abel ikut mengantar kepulangan rekan bisnisnya usai pertemuan berakhir.


"Ibu Miranda dan Ibu Abelia, jika kalian ada waktu saya ingin mengajak kalian makan malam bersama untuk merayakan kesepakatan kerja sama kita," tanya Karel sebelum masuk kedalam lift.


"Tentu bisa, ya kan Abel." Miranda melirik ke arah Abel agar memberi kode mengiyakan.


Abel pun terpaksa tersenyum mengiyakan mengikuti arahan Miranda. Karel pun menghilang dari pandangan Abel dan Miranda saat pintu lift tertutup.


"Abel, bagaimana menurut kamu Pak Karel, kamu suka. dia pewaris Admajaya grup," ucap Miranda.


"Ih Abel!" Jawab Miranda geram di usili ponakannya yang sekarang malah melenggang pergi sebelum sempat dirayunya.


*****


Sementara di kota yang sama dan waktu yang menjelang sore. Davin baru bisa menikmati makan siangnya di tepi kolam renang salah satu hotel terbaik di Kota T. Ia akan menetap sementara dikota ini sampai Abel mengambil keputusan. Ia berharap perasaannya terbalaskan dan Abel menerima kembali dirinya. Hatinya masih kalut meskipun ia masih punya harapan. Ia sangat berharap Abel bisa kembali padanya dan memulai lagi semua dari awal. Ia Kembali ke kota B dan berusaha meluruskan semua masalah dan meminta restu Ervan.


Davin masih mengaduk-aduk makan siangnya diresto hotel. Rasanya akhir-akhir ini pola makanya sedikit terganggu.


"Davin kau disini," seseorang memanggilnya.


"Karel!" Davin terkejut dan senang melihat sahabat lama sekaligus rekan bisnisnya.


"Boleh bergabung," Karel duduk dikursi yang berhadapan dengan Davin. Davin pun dengan senang mengiyakan.

__ADS_1


"Karel, kenapa kau bisa terdampar dikota ini. Sedang menambah lahan pertambangan atau perkebunan sawit," tanya Davin.


"Iya salah satu dari itu, tapi aku lebih penasaran dengan pemilik baru perusahaan Wilson Palm."


Davin langsung menatap tajam seseorang dihadapannya. "Karel, siapa yang kau maksud pemilik baru Wilson palm."


"Namanya Abelia, teryata benar dia masih muda dan cantik. Aku berencana ingin mendekatinya," kata Karel sambil tertawa kecil.


Davin langsung berdiri menunjuk orang dihadapannya. "Karel! jangan kau berani-berani mendekatinya, dia milikku!" suara keras Davin yang merasa cemburu membuat tamu lain memperhatikan mejanya. Tapi keduanya terlihat tak perduli.


"Hai bung, kenapa kau emosi dan mengaku-gaku, aku dengar dia bukan milik siapa-siapa. Dia single," jawab Karel santai seolah mengejek.


"Karel, jangan pernah dekati Abel," Davin memilih pergi meninggalkan Karel merasa kesal. Meskipun Karel terus memanggilnya merasa Davin menjadi aneh.


Davin melangkah dengan kesal menuju kamarnya. Kini selain cemas memikirkan keputusan Abel, sekarang masalah Davin bertambah lagi dengan adanya Karel yang ingin berusaha mendekati Abel, hal itu menyalakan Api cemburu di dadanya. Ia berharap semoga saja ucapan Karel tidak sungguh-sungguh.


.


.


.


.


.


.


.


.


NEXT......


Nanti lagi ya....

__ADS_1


Terimakasih udah sabar nunggu up dari author 🙏


Beri semangat author pencet LIKE tombol jempol, ketik KOMENT, yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. loph U ❤️


__ADS_2