Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Stella dan Hendrico


__ADS_3

Stella dan Retno semalam saling chat, selain saling bertanya kabar juga karena ajang curhat satu sama lain.


Kebetulan hari ini hari libur nasional (author engga tahu libur nasional apaan, pokoknya gitu aja yah), maka Stella meminta Randi untuk mengantarkan ke tempat sahabatnya.


Dan pikirnya juga sampai hari ini suaminya tidak ada kabar berita maka diapun ingin membebaskan perasan sesaknya.


"Ran, antar mamih yuk hari ini mamih mau liburan sambil mau ngerumpi sama sahabat mamih," pinta Stella kepada anaknya.


"Kemana sih mih, tadinya Randi mau rebahan seharian mumpung libur," tampak malas Randi diajak mamihnya.


"Duh ya ampun, mamih minta tolong sesekali anterin mamih repot banget yah banyak alasan, kalau ada masalah baru mohon-mohon ke mamih.


Giliran mamih minta tolong anter susah banget," omel panjang lebar Stella membuat telinga Randi mau pecah.


Akhirnya dengan malas dia mengiyakan mau mengantar mamihnya.


Seperti biasa sebelum kemana-mana pasti menjemput sahabatnya dahulu yaitu Nico.


Setelah Nico bersama mereka baru melaju ke tempat tujuan.


" Mamih, minta lokasinya dong kan belum tahu rumahnya," kata Randi dan segera Stella minta Retno berbagi lokasi lewat handphonenya.


Mereka melaju sambil mengikuti petunjuk arah.


Sementara walau libur nasional toko tetap buka, karena ada permintaan pelanggan kalau tutup hari minggu saja.


"Ini disini Ran berhentinya, betul engga yah, kok toko yah, sebentar mamih telepon dulu," dan Stellapun menelepon sahabatnya.


Tak lama dari pinggir toko keluar seorang wanita memakai kaos T-shirt dan celana pendek selutut bersandal jepit tapi jelas itu adalah Retno dosennya Randi dan Nico.


Serentak kedua pria muda itu terkejut, sementara Stella turun dengan gembiranya.


Setelah memarkirkan mobil, Randi dan Nicopun turun, karena panas dan haus mereka menuju toko mencari minuman ringan.


Pas masuk toko, ternyata ada gadis yang waktu itu makan siang bersama dosen mereka.


Langsung sumringah Randi, lantas mendekatinya lalu berbasa basi sambil pesan minuman ringan kemudian duduk di tumpukan karung beras.


Saat bersamaan papa turun dari atas, kemudian melihat ada temannya Nancy yang sedang duduk di karung beras dan papa segera minta Wawan naik ke atas membawakan kursi untuk mereka.


"Neno, disini kost kamu, aduh enak juga yah kamarnya sih hanya tempatnya dari luar kurang tampak mewah saja," Stella mengomentari kamar Retno.


" Ya lumayanlah, fasilitasnya oke, harga sewa lumayan terjangkau per bulannya dan ada yang bersih-bersih," Retno menjelaskan kondisi kostnya kepada Stella.


" Cuma sebelah kamar saja sih, sombong sekali, perempuan muda, dandan seksi, merokok, pulang tengah malam, bangun siang lalu pergi, engga tahulah kerja apa. Tapi sebulan ini sih tidak terlihat batang hidungnya".


Lalu Stella menimpali," Kalau perempuan begitu biasanya wanita simpanan pejabat atau pengusaha kaya".


Retno menggidikan bahunya, tidak tahu dan tidak peduli dengan perempuan itu.


Lalu Stella menanyakan yang mana pacarnya Retno, sambil malu-malu lalu Retno mengajaknya ke toko.


"Mas, ini kenalin Stella sahabatku, Stella ini mas Yohan dan ini Nancy anaknya mas Yohan biasa dipanggil Nanan".


Kemudian Stellapun menyalami ayah dan anak itu.


Lalu Stella juga mengenalkan Randi anaknya dan juga Nico sahabatnya Randi kepada Yohan.


"Ini loh pak Yohan anak saya yang waktu itu bikin rusuh di kampus, Retno pasti cerita kan sama bapak," Kata Stella menceritakan kisah Randi beberapa waktu lalu.


Otomatis Randi tampak bete ketika mamihnya bilang seperti itu.


"Tidak apa bu, lelaki semua pasti pernah mengalami seperti itu, kalau ada masalah berat dan merasa tidak ada solusi pasti larinya ke minuman keras. Saya waktu muda dulu juga pernah, tapi segera sadar tidak ada gunanya".


"Sebisa mungkin kamu juga jangan mendekati lagi yang namanya minuman keras apalagi sampai terjerumus narkoba, malah tambah masalah dan merugikan hidupmu yah nak," Yohan berbagi pengalaman dan memberi nasehat.


"Nah betul bapak Yohan sih, memang harusnya begitu. Lain dengan papihnya dia sih. Kadang pulang ke rumah dalam kondisi mabuk. Entahlah saya juga malas memikirkannya," Stella mengungkapkan rasa kecewanya.


"Sudahlah kok jadi pada curhat, ayo sudan kita kekamarku, dan kalian bagaimana?" ajak Retno bertanya kepada Randi dan Nico.


"Tak apa bu, kami di sini saja, ngobrol sama Nanan.. Ya kan Sis..," kata Randi sambil menaikkan alisnya kepada Nancy.


Dan dibalasnya dengan cengiran oleh Nancy.


"Gini saja, daripada kalian ngobrol tidak jelas, Nanan sama teman berdua beli makanan yah, sebentar lagi makan siang," Kata Yohan.


"Idiiihh.. bukan teman Nanan kaleee...," Nancy menampik sambil menjulurkan lidah.


"Nanan kebiasaan!" tegur Yohan.


Akhirnya mereka bertigapun berangkat membeli lauk makan siang.


(Stttt...!!! yang bayar Papa yah bukan uang Tante Neno atau ibu Stella...sorry yah...)


" Pak!!! ikut mangkal didepan sini boleh ya pak," seorang penjual ketoprak tiba-tiba masuk toko dan minta ijin berjualan di depan toko.


Karena baik hati, Yohan mengijinkannya.


Lalu menyuruh Wawan membelinya untuk makan siangnya Wawan, lalu Wawan disuruh mengajak hansip atau teman Wawan lainnya yang mau ikut silahkan pesan nanti Yohan yang membayar.


"Tumben kang, ada ketoprak lewat sini," seraya Wawan berkata kepada penjual ketoprak.


"Iya Kang, saya juga baru lewat sini pas ada tempat teduh numpang mangkal yah Kang," penjual ketoprak menjelaskan kepada Wawan.


Tak lama pak Dadang Hansip pun meluncur merapat, dan ketika ketoprak sedang dibuat tampak mang Dohiri tukang becak juga lewat dan auto dipanggil juga oleh Wawan atas perintah boss nya.


Ketika ketiganya sedang menikmati ketoprak, penjual ketoprak mengajak mereka berbincang," Kang ini dibelakang kost-kost an yah?".


Dijawab oleh Wawan," Iya Kang tapi khusus karyawan".


Lalu penjual ketoprak bertanya lagi, " Wah banyak perempuan cantik dong kang?".


"Kebanyakan sih bapak-bapak, yang perempuan cuma 2 orang, yang satu dosen sudah agak tua tapi calon istri boss saya, satu lagi sih seperti cewek simpanan gitu, benar tidak Pak Dadang," Wawan mendeskripsikan tentang suasana kost dan pak Dadang yang merasa disebut namanya ikut mengangguk-angguk.


" Seksi dong kalau simpanan sih yah, emang pernah ada yang lihat boss yang jadi kekasihnya?" tanya penjual ketoprak lagi.


"Pernah sih sekali- sekali datang tapi tidak lama, cuma beberapa jam lalu pergi lagi. Kan tidak ada surat nikah sih boss engga mau kalau bawa orang bukan pasangan yang jelas sampai menginap" Wawan kembali menjelaskan.


"Oh gitu, pengen tahu saya perempuan simpanan itu seperti apa? Ada engga kang sekarang siapa tahu mau beli ketoprak?" Kata penjual ketoprak bercanda tapi seakan menyelidiki.


"Engga ada, sudah hampir sebulan lebih engga pulang ke kost kayaknya keluar negeri sama pacarnya".


Setelah yang bertiga selesai makan, penjual ketoprak tampak bicara sendiri.


"Kijang 1 lapor kepada Kijang 2, info sekitar target belum ada".


Dan di telinganya terdengar suara


"Kijang 2 kepada Kijang 1, info tim Elang target baru tiba di bandara"


Hendrico dan Peggy baru tiba di Bandara SH di kota Jakarta.


Setelah hampir1 bulan pergi ke beberapa negara di Eropa yaitu Swiss, Swedia, Bulgaria lalu kembali ke Indonesia.


Namun setibanya di bandara dia mencoba menghubungi anak buahnya tetapi tak satupun yang tersambung.


Pikirannya mulai kalut, sesungguhnya dia masih akan ke Brazil namun karena mendapat info dirinya dicari polisi di luar negeri maka dia segera kembali ke Indonesia.


"Sayang sepertinya kita kembali ke rencana awal kembali ke Bandung menggunakan mobilmu".

__ADS_1


Lalu dia mencoba menghubungi anak buahnya lagi.


"Aku heran mengapa tidak ada satupun anak buahku bisa dihubungi. Sialan mereka," kata Hendrico dengan kesal.


"Ya sudah aku bereskan dulu masalah parkir dan lainnya, kau tunggu di sana yah sayang," Kata Peggy sambil berlalu.


Semua mata memandang ketika dia berjalan menggunakan dress panjang dengan belahan di bagian depan setinggi paha.


Setelah beres beberapa urusan, mereka segera menuju mobilnya yang terparkir hampir 1 bulan lamanya.


Segera mereka melajukan kendaraannya keluar bandara menuju tol ke kota Bandung


Di telinga penjual ketoprak terdengar ,"Monitor semua team info dari team Elang target menuju wilayah Bandung, info terkini seluruh pengawal target sudah diciduk team Tiger".


Setelah selesai membantu Nancy mencuci piring, Randi berkata kepada Yohan yang saat itu tengah bercengkrama di meja makan dengan Stella mamihnya dan Ibu Retno.


"Oom Yohan maaf ijin sore ini boleh engga saya dan Nico mengajak Nancy jalan-jalan dan nonton ke mall?".


Ketiga orang tua itu semuanya menatap Randi, dan Yohan menjawab," Silahkan saja kalau Nancy nya mau, boleh saja asal jangan pulang terlalu malam".


Dengan gembira Randi berkata," Siap Oom, pulang pasti pulang pagi".


Mendengar itu sang mamih langsung auto menjewer.


"Becanda mih, ya Tante Neno yah," sambil menatap dosennya dan menyebutnya tante.


Kemudian sore itu, ketiga anak muda ijin pergi berjalan-jalan ke mall sementara yang tua masih asik bercengkrama tapi pindah lokasi ke depan kamar Retno.


Saat matahari mulai terbenam yang pria ijin ke depan menutup toko dan lain-lainnya, lalu kedua ibu-ibu rumpi masuk ke kamar sambil masih tetap ngerumpi.


"Aku sih setuju banget Neno kamu sama Yohan, orangnya asik diajak ngobrol ternyata".


"Tadi cerita politik, hukum, kriminal dan cerita apapun nyambung. Oke lah dia tuh. Jadi kapan kalian nikah?" Celoteh Stella saat masuk kamar.


"Gimana mau nikah, udah tua gini usiaku tapi keluargaku tampak tidak setuju," kata Retno.


" Karena mereka tidak tahu Neno, seharusnya kamu berani bawa dia dan kau perkenalkan ke keluarganya mas Ar. Tunjukkan kalau Yohan tidak seperti yang Sanjaya sampaikan," saran Stella.


"Pingin sih cuma aku takut kalau misal mas Ar sama mba Lulu juga berprasangka sama dengan Sanjaya, nanti jauh-jauh ke sana dan malah membuat Yohan terhina lagi bagaimana ?" kata Retno.


"Iya juga yah, Neno, kau tetap sabar dan yakin yah ada solusinya nanti pasti," Stella menyakinkan sahabatnya.


"Nanti kita mau makan keluar atau di sini saja ?" Retno bertanya kepada Stella.


"Aku sih engga mau kemana-mana lah, enak disini kamar kost mu kayak hotel. Di depan ada teras bisa ngobrol. Mending duduk di depan kamar siapa tahu ada tukang jualan lewat," Stella tampak menikmati suasana kamar Retno.


Dan akhirnya mereka berdua kembali ke teras depan sambil tetap ngerumpi.


Tak lama Yohan tampak menghampiri mereka, dan terlihat tampan dan wangi habis mandi.


Dilihatnya dua perempuan masih berantakan belum mandi, dan dia bertanya," Ini gadis- gadis belum pada mandi ?".


Keduanya tertawa dan bilang males mau mandi asik ngerumpi, bahkan Stella malah berencana sesekali menginap.


Dia benar-benar menikmati kebersamaan dengan Retno dan Yohan.


Saat mengobrol bertiga, tiba-tiba ada penjual sate ayam menawarkan dagangannya di pintu pagar.


Dan ketiganya pun memanggilnya masuk ke dalam.


Lalu masing-masing pesan satu porsian, dan melanjutkan ceritanya kembali.


Mencium aroma sate ayam dibakar, tak lama dari kamar lainpun bermunculan dan ikut memesan.


Memang di kost-kost an ini penghuninya jarang keluar kamar, pergi pagi pulang malam, atau keluar sekedar beli makan atau beli sesuatu dan masuk kamar lagi.


"Oh ada yang sewa sih, cuma orangnya jarang ada. Ini juga udah lama engga balik," kata Yohan apa adanya.


" Boss besar mungkin yah yang sewanya?" tanya tukang sate lagi.


" Engga tau sih, perempuan kok?" jawab Yohan.


"Celaka, sialan, gawat bisa bahaya kita," kata Hendrico ketika diberitahu bahwa pabriknya di geledah polisi dan beberapa staf penting yang ada saat itu ditangkap polisi.


"Tenang sayang, kau tinggal di kost aku sementara, nanti aku bilang sama si tua bangka yang punya kost kalau kita baru menikah di luar negeri," kata Peggy mencoba menenangkan Hendrico.


" Brengsek!!! Siapa yang mencoba menghancurkan aku yah. Kurang ajar Aaarrgghhh !!!" Teriak Hendrico.


Dan mereka terus melaju menuju ke kota Bandung ke tempat kost Peggy, dan rencananya Hendrico akan bersembunyi di kostnya Peggy.


"Sayang apakah dari tadi ada yang mengikuti kita?" tanya Hendrico.


Lalu Peggy menoleh ke belakang mobil, mengamati apakah ada mobil menguntit mereka, dan setelah dirasa tidak ada merekapun merasa aman.


Padahal mereka tidak tahu, bahwa kepolisian mengamati mereka melalui satelit dan yang mengamati adalah team Elang.


Pak Dadang hansip tampak ngobrol dengan penjual ketoprak yang masih mangkal di sana.


Padahal hari sudah beranjak malam, penjual ketoprak bilang dia sendiri di kota ini dan keluarganya di kampung jadi bebas berdagang sampai jam berapapun sehabisnya ketoprak dibeli orang.


Kemudian mereka mulai berbincang ngalor ngidul sambil sesekali penjual ketoprak menanyakan soal penghuni kost wanita seksi itu.


"Sering lihat yang seksi dong pak di kost sana?" tanya penjual ketoprak kepada pak Dadang hansip.


"Pernah sih cuma sombong orangnya, mobilnya ganti-gantj terus. Sama pulangnya malam terus. Engga paham saya kerja apa itu perempuan. Nanti saya asal sebut kan engga enak," pak Dadang hansip membuka obrolan.


"Yang penting sih mata jadi seger lihat yang seksi".


"Betul pak, coba ada orangnya saya juga mau dong ngintip," kata penjual ketoprak lagi.


Selagi mereka ngobrol tiba- tiba ada dua orang naik motor skuter, lalu blup...blup...motor skuternya mogok dekat pos kamling.


Lalu di tolong oleh pak Dadang hansip dan penjual ketoprak di dorong ke pos kamling.


" Ada- ada saja nih, tiba-tiba mogok. sudahlah istirahat dulu di sinilah," kata pengemudi skuter kepada temannya yang tadi dibonceng.


"Iyalah bro, kebetulan ada mang ketoprak nih. Mang 2 porsi, cepat yah mang lapar nih!!!," orang yang dibonceng memesan ketoprak.


Tanpa Pak Dadang sadari, penjual ketoprak menaikan jari tengahnya kepada mereka berdua sambil menyeberang menuju gerobaknya.


"Mang jangan pedes-pedes yah," lanjutnya lagi tapi tampak menahan tawa.


Yohan memang baik hati, orang belum mengenalnya selalu mengira dia angkuh.


Selain itu, dia termasuk orang yang memiliki toleransi beragama yang tinggi.


Dia menyediakan fasilitas Musholla dan tempat wudhu yang bersih untuk pelanggan toko atau untuk tamunya di deretan kamar kost di belakang.


Selain itu, ada toilet bersih dan boleh digunakan oleh pak Dadang hansip atau orang yang sedang di pos kamling.


Tukang sate baru saja minta ijin untuk melaksanakan ibadahnya di musholla kost tersebut.


Karena asik ngobrol Yohan tidak sadar bahwa tukang sate sudah lama tidak kembali padahal gerobaknya masih ada di halaman rumahnya.


Dibenaknya mungkin tukang sate masih beribadah.


Padahal saat ini tukang sate tengah bersembunyi dan tampak bersiap-siap.


Tak berapa lama di telinga penjual ketoprak, tukang sate dan dua orang yang motornya mogok terdengar pesan,

__ADS_1


"Seluruh tim Kijang tolong monitor, info dari tim Elang target meluncur mendekati titik temu".


Masih tanpa disadari pak Dadang hansip juga yang sedang menikmati kopinya, kedua orang tadi dan penjual ketoprakpun tampak bersiaga.


Mereka tampak bersembunyi dibalik tembok dan pagar rumah Yohan sambil semuanya memegang pistol.


Tak lama muncul mobil jenis Jeep memasuki halaman kost-kost an milik Yohan.


Di sana masih ada Stella, Retno dan Yohan yang masih asik berbincang.


Kemudian mobil itu berhenti di depan mereka dan turunlah seorang pria yang sangat dikenal oleh Stella dan Retno.


Keduanya terkejut dan secara bersamaan menyebut," Hendrico !?".


Yang empunya nama langsung menoleh ke arah suara yang menyebut namanya.


Dan dia juga terperanjat disana ada istrinya dan juga mantan kekasihnya.


Melihat kekasihnya tampak bingung, sang wanita muda menghampiri Hendrico dan memegang tangannya untuk menunjukkan siapa dirinya.


Ketika suasana masih diliputi keterkejutan sekonyong-konyong menjadi semakin bertambah lagi rasa terkejut.


Penjual ketoprak, tukang sate dan dua orang yang motornya mogok serentak berlari ke arah Hendrico dan wanita muda itu, sambil mengacungkan senjata dan serentak berteriak,


"POLISI !!! ANGKAT TANGAN KALIAN !!!".


Nancy terheran- heran ketika melihat banyak kerumunan orang dan juga mobil polisi di depan rumahnya.


Melihat hal itu Nancy langsung loncat turun dari mobil, padahal saat itu Randi belum benar-benar memarkirkan mobilnya.


Nancy berlari dengan kencang mencoba menyeruak dan menerobos kerumunan orang dan juga polisi yang sedang berjaga.


Nico mengejar Nancy, dia khawatir terjadi sesuatu juga dengan Nancy.


Pikiran Nancy kalut, takut terjadi sesuatu atas papanya.


Dia mencoba mencari papanya,


tak lama terlihat papanya sedang berdiri di samping Retno.


Sementara terlihat tante Stella yang sedang menangis di pelukan Retno.


Dia bertanya-tanya ada apakah yang sesungguhnya terjadi.


Dia menghampiri papanya dan memeluknya.


Randi segera menyusulnya, dan dia langsung lemas saat melihat ada papihnya dan wanita simpanannya yang sedang digelandang memasuki mobil polisi dalam keadaan tangan diborgol.


Lalu dia mencari mamihnya dan segera dia menghambur memeluk mamihnya yang sedang menangis.


Beberapa hari sebelumnya tersiar berita di seluruh media massa.


Polisi telah menggerebek sebuah pabrik di kabupaten Bandung yang terletak di daerah agak terpencil.


Dan benar saja itu pabrik narkoba jenis Sabu dan juga pil Ekstasi.


Seluruh orang yang ada di pabrik tersebut ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.


Dan hasil penyelidikan pabrik tersebut milik pengusaha sukses yang bernama Hendrico Angkasa.


Dia sudah lama menjadi incaran kepolisian RI dan juga kepolisian di luar negeri.


Ternyata selain pengusaha batu bara yang sukses, pria bernama Hendrico Angkasa juga memiliki usaha haram yaitu pabrik Narkoba.


Selama menjalankan dua bisnis yang berbeda haram dan halal.


Dan bisnis haramnya itu dibantu peredarannya oleh seorang wanita muda bernama Wahyuni atau lebih dikenal bernama Peggy Amelia.


Wanita itu adalah seorang penari telanjang panggilan, dia melakukan transaksi narkoba sambil menjajakan kemolekan tubuhnya.


Sehingga orang-orang yang melihat dia menari sekaligus membeli barang haram itu dengan harga selangit.


Peggy menjalankan aksinya selama ini di Jakarta, apabila terasa tidak aman dan terasa sedang diintai polisi dia segera kabur ke Bandung dan menyamar sebagai penyanyi klub malam.


Begitupun selama ini Hendrico dan Peggy pergi keluar negeri itu untuk melakukan transaksi jual beli narkoba dalam jumlah besar dengan sejumlah mafia.


Dan tugasnya saat Hendrico bernegoisasi dengan mafia, maka Peggy tampil menggoda calon pembeli sehingga nilai transaksi narkobanya naik.


Bahkan dia juga bersedia menemani bercinta semalam dengan pembeli dengan transaksi tertinggi.


Sungguh kehidupan keduanya sangat nista sekali.


Berdasarkan Undang-Undang Narkotika yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahwa seorang yang memproduksi bahkan mengedarkan narkoba bukan untuk sebagaimana mestinya maka dikenakan pasal berlapis bahkan terancam hukuman seumur hidup atau bahkan hukuman mati.


Dan akhirnya Stellapun tidak sanggup lagi menjadi istri Hendrico dan atas bantuan pengacaranya dia mengajukan gugatan cerai.


Dia sama sekali tidak menyangka selama ini dia dan anaknya diberi nafkah dari hasil uang haram.


Sesuai keputusan pengadilan semuanya harta yang bergerak maupun tidak bergerak yang dimiliki dan atas nama Hendrico Angkasa disita oleh negara.


Dan Stella tidak mempedulikan hal itu, sudah terlalu muak dia membayangkan selama ini ternyata mantan suaminya adalah penjahat yang menghancurkan masa depan orang banyak.


Suatu saat Stella pernah mencari kesibukan dengan berdagang perhiasan berlian, dan dari hasil dagangnya dia sempat membeli 1 buah kendaraan yang dibeli atas namanya sehingga terbebas dari ancaman penyitaan.


Setelah seluruh urusan selesai, Stella kembali ke rumah bekas orang tuanya yang selama jni kosong bersama Randi anaknya.


Dan sekarang yang menjadi beban pikiran adalah bagaimana caranya membiayai kuliah anaknya.


Ada sedikit perhiasan miliknya yang dulu pernah menjadi barang dagangan yang belum terjual lalu segera dikumpulkan dan dia jual ke toko perhiasan dan emas.


Tenyata hasilnya cukup lumayan untuk dia bisa membuka usaha lain.


Namun usaha apakah yang harus dilakukannya dengan jumlah uang yang dimilikinya saat ini.


Dia harus segera memutar otaknya karena bagaimanapun dia tidak ingin kuliah Randi sampai kandas.


Hari sabtu pagi tidak seperti biasanya toko tutup, kemarin Yohan sudah meminta Wawan untuk berbelanja ke pasar induk dengan menyewa angkot milik Juned tetangga mereka.


Dan Yohan juga sudah menitipkan uang dan juga minta tolong Wawan menjaga rumah dan tokonya selama 3 hari ke depan.


Yohan bersama Retno dan Nancy akan ke Tasikmalaya kampung halamannya Yohan.


Kebetulan pada awal minggu depan ada libur nasional yang menyambung dari hari minggu sebelumnya.


Sehingga mereka bisa liburan cukup lama.


Saat ini sedang menunggu Stella, Randi dan Nico yang akan menjemput mereka.


Mobil milik Stella lebih besar muatannya, jadi Stella menyarankan untuk gabung di satu mobil saja.


Ketika sudah sampai di depan toko, segera Yohan, Retno dan Nancy naik ke dalam mobil Stella dan meluncur menuju kota Tasikmalaya.


Rencananya mereka akan menginap dan Stella akan mencoba mencari pengrajin kain bordir khas kota Tasikmalaya untuk diajak bekerjasama memasok kainnya untuk dijual di kota Bandung nantinya.


Stella berencana membuka butik dan toko kain di rumah bekas orang tuanya.


Ssmentara Yohan juga punya rencana untuk memperkenalkan Retno kepada Mila adik bungsunya.


Dan juga tak lupa akan mengunjungi untuk menyekar ke makam Yasinta.

__ADS_1


__ADS_2