
⚠️ Warning! 🔞, untuk 21+ ke atas ya, kalian yang belum cukup umur bisa baca ulang waktu Raffa masih 8 tahun 😁
Aline
Aku rasanya enggak sanggup buka mata lihat tangan Raffa yang udah buka kancing piyama satu persatu. Ini dada princess rasanya udah dag dig dug enggak karuan. Bulu roma aja ya sudah meremang saat sentuhan pertama. Princess jadi lemah.
Tiba - tiba tubuh ini jadi berbalik menghadap ke arah mas suami. Princess cuma bisa nunduk sambil remas selimut nggak berani tatap muka sama Raffa.
"Lin?" tangan Raffa lagi-lagi coba nerobos selimut yang nutupi tubuhku dengan kancing piyama yang sudah terbuka.
"A-ku ... ta-kut Mas."
"Hah," Raffa angkat dagu aku. "Saya nakutin ya kayak Mbak Kunti?"
Aku geleng cepat! Ih ... Raffa nggak nyambung. "Aku takut begitu!" sumpah nih, princess beneran merinding! Bisa stop nggak sih ehem sama mas suami.
"Kita tunda besok bisa nggak." Aku coba nawar, hobi para istri kan nawar kali aja dapat kemurahan.
"Udah nanggung Sayang, sepertinya nggak bisa," sahutnya.
"Mas ...," belum sempat selesai ngomong, aku yang cantik ini langsung didekap erat sama Raffa sampai dada kita kayak magnet berlawan kutub saling menempel.
Aku langsung tutup mata, karena yang aku rasakan di bibir dan sekitarnya, mendapat puluhan kecupan basah suami yang selalu buat nagih dan tubuhku mendadak lembek seperti jelly.
__ADS_1
Tubuh ini kayak nggak bisa sama sekali nolak sentuhan, rabahan dan gelitikan suami yang membuat aku kayak melayang-layang di atas awan di taburi bunga-bunga sakura.
Perlahan tapi pasti princess merasa hawa dingin menyentuh permukaan kulit entah sejak kapan pakaianku sudah raib dilucuti Raffa. Princess langsung tarik selimut yang terjuntai di lantai nutupi badan polos ini.
Tapi usaha yang sia-sia, Raffa turunkan lagi selimut yang menghalangi tubuh ini.
Malu Cin! Ini mas suami lagi ndusel-ndusel di di dada yang polos, buat princess jadi semeriwing dari ujung rambut sampai kaki, panas dingin enak, eh ....
Aduh bahaya! Princess rasanya mau kabur, tapi tubuh sama pikiran nggak sikron, nih badan rasanya pasrah aja gitu, dari kecupan dan belaian si pemiliknya.
Astagfirullah. Ini tubuh princess kenapa berkedut- kedut aneh ya, princess semakin erat tuh re-mas rambut suami yang masih nggak pindah mengekplor dada. Demi apa! Nih mulut sebisa mungkin princess rem agar nggak tercipta suara yang aneh-aneh. Bukannya apa, princess geli sendiri dengernya berasa ca-bul.
"Buka mata Lin," suara Raffa langsung refleks buat princess melek.
"Jangan gigit bibir kamu begitu, nanti luka."
Raffa yang ada di atas princess malah tertawa maskulin, "'Itu wajar Sayang, mende-sah aja di depan suamimu. Jangan gigit bibir bawah lagi, aku nggak mau bibir kamu terluka." Princess cuma bisa mangut mengiyakan.
"Kamu siap?" tanyanya lagi setelah beberapa menit buat tubuh princess gemetaran.
"Aku ambil nafas dulu,"
Belum selesai membuang nafas, Mas suami lepas kaos atas dan langsung turunkan aja celana pendek yang dipakai. Alhasil sekarang giliran princess yang lihat tubuh polos suami secara live tanpa sensor. Sek-si, satu kata untuk mas suami dengan tubuh yang lumayan berotot untuk postur tubuhnya.
__ADS_1
Mata suci princess akhirnya ternodai milik suami sendiri.
Princess refleks tutup mata lagi. Aku takut lihat ke bawah, ada benda yang sudah tegak lurus membentuk sudut siku - siku.
"Sayang, buka mata, semuanya milik kamu seutuhnya," Raffa memberi kecupan lagi di lekukan leher yang buat tubuh ini merinding lagi.
"Lin kita mulai sekarang? sepertinya udah sama-sama siap?" ucap Raffa sambil tangannya mulai membelai area terlarang yang membuat princess nggak bisa lagi nahan untuk keluarkan suara horor.
"Ahhhh ...." Begitulah bunyinya.
Mami! Princess nggak bisa di giniin!
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung ....