
Beberapa hari setelah kepulangan dari Seoul aktivitas dirumah keluarga Ervan kembali seperti biasa.
Malam ini pasutri Ervan dan Riri sedang sibuk di laptop masing-masing di ruang TV. Riri melihat laptop sambil sesekali mengalihkan pandangannya ke buku.
Ervan menutup laptopnya usai mengerjakan pekerjaannya, melihat waktu yang sudah semakin malam.
"Udah selesai sayang." Tanya Ervan pada Riri yang serius melihat laptopnya.
"Sebentar lagi Mas, Mas kalau mau tidur duluan aja, ini udah malam Mas besok kerja." Balas Riri masih tidak bergeming.
"Oh ya sayang, Tiara suka oleh-oleh dari kamu." Ujar Ervan.
"Hmmmm, Syukur kalo dia suka," Balas Riri yang masih serius melihat buku dan laptop.
Karena melihat istrinya yang sangat serius dan tidak terlalu memperdulikan keberadaannya Ervan memilih terlebih dulu naik ke kamar.
Hanya 30 menit berada dikamar tanpa istrinya, dia turun lagi ke lantai bawah.
"Sayang, Ayo tidur yuk." Kata Ervan duduk di samping Riri lagi.
"Tanggung Mas sebantar lagi ya, Riri mau cepat setor sama pak dosen." Jawab Riri tanpa menyebutkan nama Adrian.
"Suamimu ini nggak bisa tidur sebelum di nina boboin." Kata Ervan yang melingkarkan tangan ke perut istrinya dan mencium lekuk lehernya.
Dengan terpaksa Riri menutup laptop menunda pekerjaanya karena tangan suaminya mulai masuk kedalam baju meraba kemana-kemana.
"Mas, mau gendong." Ucap Riri manja.
"Kenapa istri Mas jadi manja gini?." Balas Ervan.
"Nggak mau? ya udah Riri suruh Pak Amin aja." Ancam Riri.
"Enak aja suruh Pak Amin, siapa yang nggak mau sayang, mau banget lah." Ervan langsung mengangkat tubuh istrinya menaiki tangga menunju kamar.
Sesampai dikamar Ervan langsung membaringkan tubuh indah istrinya di atas ranjang. Riri tidak melepaskan tangannya yang melingkari leher suaminya. Dia malah menarik wajah suaminya mendekatkan ke wajahnya. Riri langsung mencium bibir suaminya dengan lembut. Tanpa pikir panjang Ervan membalas ciuman juga dengan lumatan yang dalam dan lembut.
Tapi kali ini Ervan merasa istrinya sangat bergairah, dia bahkan tidak memberi kesempatan padanya untuk bicara karena istrinya terus menciumnya dengan panas.
"Ayo Mas, tadi katanya mau ngapain." Kata Riri yang tiba-tiba jadi berubah agresif.
Kenapa ini Riri jadi agresif begini. Ervan
Malam panjang pun dimulai dengan penuh desahan dan rintihan kedua pasangan ini.
******
Keesokannya paginya Riri mengantar ke halaman rumah, anak dan suaminya yang akan melakukan aktivitas masing-masing.
"Hati-hati Mas." Riri mencium punggung tangan Suaminya. Di susul Abel mencium tangan ibunya.
Mobil Ervan berangsur-angsur mejauh meninggalkan rumah dan Riri menurunkan lambaian tangannya.
Kini dia akan melanjutkan kembali susunan skripsinya yang ditagih oleh Adrian dengan penuh konsentrasi tanpa ganguan lagi dari suaminya.
Tanpa terasa hingga sore hari Riri sudah menyusun skripsinya hingga dua bab dan berlembar-lembar. Saatnya membantu Bi Mina menyiapkan makan malam keluarganya.
*********
__ADS_1
Ditempat yang berbeda Rika dan Rio sedang asik menikmati waktunya untuk menonton film di bioskop salah satu mall di kota B usai pulang dari sekolah.
Beberapa jam menonton film bergenre horor membuat Rika merasa lapar dan meminta pada Rio untuk menyantap makanan dulu sebelum pulang.
"Mas kita makan ayam goreng aja." Kata Rika menunjuk salah satu resto makanan cepat saji.
"Ya udah." Balas Rio.
Rika memilih resto makanan cepat saji yang ada di salah satu mall dan memilih duduk diluar ruangan sambil menikmati pemandangan laut di belakang Mall.
"Selamat makan mas, bismillah." kata Rika yang akan menyuap ayam goreng ke mulutnya. Setelah menaruh ayam goreng mata Rika melihat wajah tak asing di kedai kopi sebelah restonya.
"Itu kayak Mas Ervan ya, nggak sama Riri." Kata Rika pada Rio.
"Mana sih dek," Tanya Rio.
Rika menunjuk ke arah Ervan. Selang beberapa detik seorang wanita cantik memakai jeans hitam dan baju Maroon datang dan langsung duduk di hadapan Ervan.
"Tuh kan bener Mas, dia janjian sama si kuntilanak." Ucap Rika yang sangat mengenal wajah wanita itu.
"Kamu sembarang dek, Jangan asal sebut nama orang, memang wanita itu siapa? cantik kok dia." Balas Rio.
"Dia itu mantan pacarnya suami Riri yang gagal move on, liat aja tuh kayak nggak ada cowok lain aja, sudah jadi suami orang masih aja di uber." Kata Rika kesal yang menghilangkan nafsu makannya.
"Kamu nggak boleh berprasangka buruk dek, siapa tahu mereka ada tujuan lain." Sahut Rio lagi.
"Mas Ervan juga gatel banget jadi laki, istrinya di rumah ngurus anaknya, dia malah lagi nongkrong sama mantan." Ujar Rika lagi kesel.
"Aku harus telepon Riri."
"Tapi ini lain ceritanya Mas," Rika mengambil ponselnya mencari kontak Riri menyambungkan video call.
Riri : Assalamu'alaikum, tumben vc.
"Wa'alaikumusalam Ri, tahu Suamimu dimana?" tanya Rika.
Riri : Kenapa tanya Mas Ervan, dia kerja lah.
"Yakin kerja, tuh liat lagi apa dia, nongkrong sama mantan." Rika mengarahkan kamera ponselnya ke arah yang dimaksud.
Terlihat laki-laki yang memang suaminya bersama wanita yang dikenalnya duduk berhadapan.
Riri : Rika, Mas Ervan sama Bu Tiara kan partner kerja wajar lah kalau mereka bersama bisa jadi mereka bosan kerja dikantor. Udah nggak usah salah paham.
"Kamu nggak curiga atau marah." Rika heran melihat sikap tenang Riri.
Riri : Udah nggak usah dipikirin aku percaya sama suamiku, selamat berkencan sama pak Rio
Telepon terputus. Rika jadi lebih tenang setelah memberitahukan pada Riri apa yang dia lihat, meskipun respon sahabatnya terlihat santai dan tidak mempunyai perasaan was-was.
"Aneh, kenapa Riri santai aja," ucap Rika.
"Tuh kan dek, kamu aja curigaan sama suami orang." Kata Rio.
*******
Dirumah Riri.
__ADS_1
Riri menata makanan yang sudah dia masak untuk suami dan anaknya di meja makan, menunggu suaminya kembali ke rumah tapi belum muncul juga dari balik pintu. Membuat Riri teringat telepon dari Rika yang mengabarkan suaminya bersama mantan pacarnya. Riri yang awalnya tenang menjadi gusar, seolah ada bisikan yang membuatnya tidak setegar tadi. Dia mondat mandir di depan meja makan, rasa tenangnya berubah menjadi kecemasan.
Dia meraih ponselnya langsung menghubungi suaminya.
Suara dari balik telephon terdengar. "Assalamu'alaikum..".
Ervan : Wa'alaikumusalam..
"Mas belum pulang, Mas dimana?" tanya Riri berpura tak tahu keberadaan suaminya.
Ervan : Sebentar lagi pulang, ini ada urusan yang harus diselesaikan.
''Sama siapa?'' Tanya Riri lagi menguji suaminya.
Ervan : Sama teman
''Laki - laki atau perempuan??"
Ervan : Semua laki - laki.
Deg. Riri terperangan seolah tidak percaya dengan jawaban dari suamianya yang tidak berkata jujur. Sampai tidak dia sadari ponsel yang ada digenggamannya terlepas dan jatuh ke lantai.
Kenapa kamu bohong Mas? aku percaya sama kamu? kenapa Mas nggak jujur sama aku kalau mas bersama bu Tiara. Riri
Pikiran Riri sudah melayang kemana-mana, tiba-tiba tubuhnya gemetar, pandangannya mendadak kabur, kepala terasa berat dan semua menjadi gelap.
BRUUK.
"Mbak Riri!" Bi Mina dari dapur langsung bergegas menghampiri Riri yang sudah tergeletak dilantai.
"Nak Abel! mama pingsan!" Teriak Bi Mina.
Abel langsung turun dari lantai dua melihat teriakan Bi Mina. Keduanya membopong tubuh Riri ke sofa.
"Ma, Ma bangun! bangun!" Abel terus panik dan menangis karena ada rasa trauma melihat seseorang yang tergeletak.
"Kita tunggu Papa ya, tadi bibi udah telpon." Kata Bi Mina yang menenangkan Abel yang menangis histeris.
Tak lama berselang Ervan masuk dari pintu utama dengan cemas dan tergesa-gesa disusul seorang dokter laki-laki yang merupakan dokter keluarga Wijaya.
.
.
.
.
.
. Next.........
Zen tetap tenang ya nggak ada pelakor kok😁😁😁😁, author hanya mengikuti kerangka cerita yang udah dibuat.😁😁😁😁
Makasih udah baca dan sabar nunggu up dari author
Jangan lupa Like, koment dan vote author ya .🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1