Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP21-S2// Panik


__ADS_3

Siapakah orang yang membahayakan dirinya dan merelakan tubuhnya tersakiti untuk menahan hantamam tubuhku ini. Begitu yang ada dipikiran Abel yang perlahan memberanikan diri membuka mata ketika memastikan mobil benar-benar berhenti di posisi 90 derajat.


Betapa terkejutnya Abel melihat tubuhnya menindih tubuh Nolan dengan posisi yang sangat kacau. Bagaimana bisa Nolan berada didepan mobil bukankah ia melompat dari mobil bersama lucky? Berapa detik kah waktu yang dibutuhkan Nolan untuk bisa terpikir melompat ke sisi depan dengan kondisi yang sangat sulit seperti tadi? Apakah lagi-lagi ia menjadi superhero untuk dirinya untuk kesekian kalinya. Tapi ini keadaan yang bisa membahayakan raga jiwa dan keselamatannya. Abel terpana sebentar berargumentasi dengan pikirannya yang penuh tanda tanya.


"Arrkkhhhhhh...." Rintih Nolan seperti menahan sakit terdengar ditelinga Abel yang posisinya sekarang diatas tubuh Nolan.


Dengan sekuat tenaga dia merangkak karena posisi aneh ini sangat membuatnya malu dan risih meskipun dalam kondisi darurat. Seandainya ini kondisi normal dengan posisinya yang sekarang, Abel mungkin sudah diseret oleh Papanya ke KUA untuk di nikahkan paksa dengan lelaki songong ini. Begitu sekiranya isi kepala Abel.


"Nolan Aku akan coba bangun." Kata Abel yang sekarang berusaha sekuat tenaga berdiri mencari pegangan apapun untuk tidak menempel dengan tubuh Nolan.


Kini posisi Abel sudah sedikit menjauh dari Nolan dengan tahanan dari tangannya. Karena sangat sulit untuk keluar dibelakangnya dia terhalang Jok mobil.


"Nolan, apa kau baik-baik saja." Kata Abel tiba-tiba panik melihat wajah Nolan meringis dan pucat pasih penuh keringat di dahinya.


"Abelia, dimana isi kepalamu, Apa kondisi begini aku terlihat baik." Bentak Nolan dengan kaku seperti biasa meskipun ia kesakitan.


Abel hanya mendengus, bagaimana bisa kondisi seperti ini kata-katanya masih seperti seblak.


"Tenang saja, sebentar lagi mobil kita akan ditarik aku sudah mengirimkan tanda darurat" Kata Soni yang juga terperangkap dalam mobil yang miring ini. Secara spontan Abel dan Nolan menoleh ke arah Soni yang kondisi dan posisinya tak kalah aneh dengan dirinya.


"Abel bisa kah kau angkat lututmu yang hampir mengenai 'itu ku." Desis Nolan sambil meringis.


"Ahhh, Nolan saat seperti ini kenapa kamu berpikir mesum." Abel berteriak sembari refleks mendorong bahu Nolan, dia kesal mengira Nolan bercanda disaat darurat begini.


"Ahhkk, bunuh saja aku Abel," Nolan merintih menahan sakit dibahu yang seperti patah akibat dorongan Abel.


"Mesum dari mananya, itu sakit, cepat pindahkan lututmu itu lebih menyakitkan daripada bahuku yang sepertinya patah." Keluh Nolan dengan wajah yang semakin pucat.


Dengan seketika Abel melihat lututnya yang menimpa paha Nolan, dengan gerakan cepat Abel mengubah posisi lututnya sedikit ke bawah meskipun jaraknya hanya beberapa centimeter saja karena ruang geraknya yang sangat terbatas.


Abel hanya berharap dirinya segera diangkat dari musibah mengenaskan diruang sempit ini bersama si songong.


Beberapa menit, badan Abel seperti ditarik seseorang dari belakang. Tim penolong dari lokasi kerja datang mengevakuasi dirinya dan orang yang terjebak di mobil. Abel bernafas lega terlepas dari situasi ini. Berbeda dengan keadaan si songong sepertinya ia tidak baik. Ia terlihat sangat kesakitan saat tim penolong berusaha mengangkat dirinya.


******

__ADS_1


Abel kini berada di UGD klinik perusahaan dilokasi kerja, semua yang terjebak di dalam mobil mendapat penanganan medis. Tapi Abel merasa sangat baik-baik saja, sekarang dia malah penasaran dengan keadaan Nolan. Dia pun minta ijin bangkit dari ranjang karena merasa seribu persen sehat. Dia melihat Nolan yang mendapat pertolongan dililit di bahunya beberapa perban dan kayu medis penyangga. Menurut pihak klinik Nolan yang mengalami luka paling serius. Ia mengalami patah tulang di bagian bahunya dan harus dibawa ke rumah sakit di kota B yang lebih canggih untuk operasi.


"Dokter, bagaimana keadaan Nolan." Tanya Abel pada dokter yang merawat tadi.


"Patah dibagian tulang bahu, kita sudah melakukan pertolongan pertama untuk nanti di operasi di rumah sakit. Menurut informasi sebentar lagi ia akan dijemput pihak keluarga untuk dirujuk ke RS." Kata dokter. kemudian dokter pergi.


Abel perlahan menghampiri Nolan, yang setengah terbaring di atas ranjang.


"Nolan, bagaimana keadaanmu, apa sudah lebih baik." Kata Abel memberanikan diri.


"Tentu saja masih sakit, apa kau tidak tahu kalau tulangku patah." cetus Nolan lagi dengan gaya kasarnya.


Abel mencoba sabar dan bersikap tenang, mengingat kebaikan Nolan yang mempertaruhkan keselamatannya sendiri demi menolongnya. Bagi Abel, Itu adalah aksi terheroik dalam hidupnya selama ini.


"Nolan, kenapa kau menolongku, kau bisa saja melompat keluar bersama lucky." Tanya Abel lagi. Nolan menatap kearahnya.


Karena aku mencintaimu Abelia, aku tidak ingin orang yang aku cintai terluka. Batin Nolan.


"Pertanyaan bodoh apa itu Abel, tentu saja karena jiwa kemanusiaan," jawab Nolan lagi.


"Benarkah? apakah kau akan melakukan hal yang sama pada kak Soni dan lucky."


Kesabaran Abel mulai menipis, kali ini dia memilih diam dan mengurangi rasa simpatinya yang besar pada Nolan. Karena yang Abel simpulkan dari semuanya adalah alasan utama Nolan menolongnya hanya karena jiwa kemanusiaan.


Tak lama berselang lelaki tampan yang masih mengenakan jas berjalan terburu-buru mendatangi Abel dan Nolan.


Abel sangat terkejut melihat Davin dengannya raut wajah cemas yang sampai di SBJ secepat itu. Ia mengabari Davin sejam yang lalu sedangkan perjalanan dari kota B ke pelosok ini butuh waktu 2 sampai 3 jam.


"Sayang, kamu nggak apa-apa." Kata Davin refleks menangkap wajah Abel dengan kedua tangannya.


Abel hanya terpaku diam melihat perlakuan kekasihnya itu. Sedangkan Nolan memalingkan wajahnya ke segala arah tak kuat melihat pemandangan di depannya.


"Bang Davin, Nolan yang terluka." Kata Abel menunjuk ke arah Nolan dengat ekor matanya.


Dengan cepat Davin langsung mengalihkan pandangannya ke arah Nolan.

__ADS_1


"Nolan, apakah sakit, kau tahan ya sebentar lagi kita akan ke rumah sakit kau akan segera mendapatkan pengobatan terbaik." Kata Davin panik memegang bahu Nolan yang terbalut perban.


"Bang Davin kenapa cemas gitu, ini udah biasa." Jawab Nolan yang tidak ingin kakaknya panik.


"Nolan bagaimana tidak apa-apa, lihat tanganmu patah. Aku akan memanggil petugas medis kita segera ke kota B." Kata Davin.


"Bang Davin aku pasti baik-baik saja tenang saja."


"Papa dan mama akan pulang lebih awal, setelah aku mengabari keadaanmu." Seru Davin.


Abel memperhatikan kedekatan Nolan dan kekasihnya. Davin nampak sangat panik dengan keadaan Nolan, itu menandakan betapa dekatnya kakak beradik ini. Dia tersenyum sendiri, membayangkan sebentar lagi dirinya akan menjadi bagian dari dua orang ini.


"Ceritakan semua setelah kita sampai di kota B." Ujar Davin pada Abel membangunkan lamunan Abel. Abel menganguk.


"Sayang, jaga Nolan sebentar, aku mau memastikan helikopter medis yang membawa Nolan sudah siap." Seru Davin.


"Ya Bang," Balas Abel, pantas saja bang Davin cepat sampai, dia kesini menggunakan helikopter. batin Abel.


*****


Abel, Nolan dan Davin pergi meninggalkan SBJ menggunakan satu helikopter yang sama yang akan berhenti helipad di atas gedung rumah sakit Slm di kota B.


.


.


.


.


Next.....


Note: maaf ya kalau nggak berkenan dengan part Nolan dan Abel karena Abel muslimah berhijab. author hanya memberikan gambaran situasi yang memang terjadi ketika kecelakaan itu terjadi.


baik-baik ya bang Nolan πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


terima kasih udah sabar nunggu Up dari author. up 2 loh


beri semangat author pencet LIKE ketik KOMENT yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalianπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ Loph U ❀️


__ADS_2