
Dari kecil, hidupku selalu di atur sama mami dan papi. Waktu SD aku dan Raffa sama-sama sekolah di PM independen school, sekolah khusus pegawai perusahaan yang penuh dengan kegiatan, dan tekanan agar muridnya terlatih dan tak terpengaruh dengan lingkungan luar. Waktu SMP juga sama, begitu pula SMA.
Waktu kuliah pun juga tak banyak berubah, aku pikir akan bebas dari segala tekanan, tapi kenyataannya pun nggak. Aku di Perancis nggak jauh beda, malah aku di sana sama saja seperti di penjara. Selesai kuliah, kembali ke asrama putri.
Kadang aku ingin seperti teman-temanku yang lain, bisa mengenal manusia berjakun, berkencan atau melakukan hal lain seperti layaknya wanita sesusiaku di Prancis, tapi aku nggak bisa seperti itu.
Papi selalu bilang sama aku, aku sudah dipilihkan orang yang tepat untuk jadi suamiku. Papi sudah menjamin jodohku adalah yang terbaik dari yang terbaik. Itu sebabnya, Papi selalu melarang aku dekat dengan laki-laki atau laki-laki yang mau dekat sama aku.
Sejak saat itu aku memutuskan fokus untuk kuliah dan mendalami ilmu desain. Aku percaya pilihan Papi. Aku hanya nunggu jodoh pilihan Papi dan mami datang, seperti Cinderella yang nunggu pengerannya untuk di jadikan seorang princess kemudian happy ending.
Kadang princess berpikir, apa aku bodoh? Bisa sepasrah itu.
Lagi-lagi airmata princess tanpa permisi jatuh di pipi yang mulus ini. Jadi melow lagi. Ya, semalam aku bersama Raffa, princess menangis karena meratapi nasib sih. Mau nikah saja, masih ada drama dalam kehidupan princess.
Apakah pernikahan bahagia seperti negeri dongeng yang princess harapkan hanya akan jadi harapan saja?
Apakah Raffa calon suamiku, akan memiliki perasaan yang sama denganku setelah kita menikah? Atau malah sebaliknya! Aduh jadi gundah gulana gini, padahal sebentar lagi Princess mau fitting baju pengantin.
"Lin, Raffa udah ...." Suara Mami yang main nyelonong saja masuk ke kamarku.
Buru-buru aku menyeka air mataku yang menetes cantik di pipi ini.
"Sayang," Mami langsung meluk aku yang masih duduk di meja rias.
Mami melepaskan pelukannya, ia hapus sisa air mata princess yang nggak kena seka tangan.
"Sayang, anak mami. Kamu sedih ya mau nikah? Kamu pasti sedih ya akan pergi dari rumah ini bersama suamimu meninggalkan papi sama mami," ucap mami yang mendadak lembut.
Princess hanya mengangguk agar tidak membuat Mami kecewa. Padahal itu sangat jauh dari fakta, bukan itu alasan Aline Mami, aku sedih karena penikahan ini tidak sepenuhnya direlakan dua belah pihak.
"Sayang, mami juga sebenarnya sedih, sebentar lagi mami sama Papi akan melepaskan anak kit
gadis kita satu-satunya untuk bersama suaminya. Tapi mami lega, calon suami kamu adalah Raffa, laki-laki dewasa yang alim, baik dan juga penyayang. Dia Suami yang tepat buat kamu." Ungkapan hati mami yang membuatku hati princess merasa makin nyeri.
"Amin mi, doain Aline ya, agar diberi rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah," jawabku. Hanya bersikap semuanya akan baik-baik saja adalah yang terbaik dan tidak memupuskan harapan mami. Mami langsung meluk princess lagi.
"Ngemeng-ngemeng Raffa udah nunggu Aline buat fitting baju kan?"
"Ya Ampun! Mami sampai lupa, cepat keluar kasihan Raffa udah nunggu," seru mami. Beliau bangun dan melangkah keluar. Aku ikut mengekor di belakang mami.
Raffa langsung berdiri setelah menyadari keberadaan hawa sejuk munculnya calon istri.
"Tante kita langsung keluar," pamit Raffa lalu langsung pergi keluar gitu aja.
Dasar ya calon suami, pengen princess sentil rasanya, seenaknya keluar gitu aja enggak nungguin Princess.
Princess cium punggung tangan mami dan buru-buru keluar rumah mengejar Raffa.
...****************...
"Loh Raf, kita mau kemana?" tanyaku melihat mobil Raffa yang tidak berjalan ke arah butik yang di maksud.
"Kita ke tempat pengacara saya dulu!" jawab Raffa.
Princess cuma bisa geleng-geleng kepala. Itu lagi kan yang Raffa ingat.
Princess diam saja tak mau berkomentar apapun. Tak lama kemudian mobil berhenti di salah satu bangunan kantor notaris.
"Kamu tunggu disini, sebentar lagi saya kembali," ucap Raffa.
"Iya!" jawabku kesal. Padahal princess udah penasaran banget sama baju pengantin yang akan kita pakai.
Tak lama setelah turun, Raffa kembali lagi ke dalam mobil dengan map merah di tangannya. Raffa langsung sodorkan ke princess map merah itu.
"Baca! itu perjanjian pranikah kita," ucap Raffa.
Tanpa berkata apa-apa, princess buka map merah itu membaca karena penasaran.
...----------------...
...PERJANJIAN PRANIKAH JODOH PILIHAN ORANG TUA...
Saya calon suami yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama : Haidar Raffa Siddiq Wijaya
Umur : 24 tahun
Pekerjaan : Direktur Pengembang PT. Wilson Palm.
Jenis Kelamin : Laki-laki (Tulen)
Status : Dijamin perjaka
bersedia selaku pihak pertama, dan saya sebagai calon istri bertanda tangan dibawah ini,
Nama : Caroline Shania Bagaskoro
Umur : 23 Tahun
Pekerjaan : Penganguran Berpenghasilan (katanya)
Jenis Kelamin : Perempuan (Tulen)
Status : Perawan 101%
bersedia selaku pihak kedua.
Perjanjian ini dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak dengan kekuatan hukum yang ada. Adapun pasal-pasal yang mengatur perjanjian yang telah di sepakati adalah sebagai berikut:
...PASAL 1...
...MUTLAK...
Pihak pertama dan pihak kedua menjalankan pernikahan atas perjodohan yang di sepakati kedua orang tua kedua belah pihak.
Setelah berlangsungnya pernikahan, dan mendengar teriakan 'Sah' dari saksi, pihak pertama dan pihak kedua wajib berfoto Selfi tersenyum bersama penghulu sambil menunjukkan buku KUA sebagai bukti.
Perjanjian ini berlaku enam bulan terhitung dari hari pernikahan ini berlangsung dan akan diperpanjang jika kedua pihak masih terikat pernikahan.
__ADS_1
...PASAL 2...
...KEWAJIBAN...
Mengatur tugas dan kewajiban yang harus di lakukan pihak pertama dan pihak kedua adalah sebagai berikut.
...PASAL 2A...
...KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA...
Pihak pertama melakukan perannya sebagai suami dengan memberikan pengayoman, perhatian dan kasih sayang kepada pihak kedua.
Pihak pertama wajib memberikan nafkah lahir minimal sebesar 10 juta perhari dan nafkah batin minimal dua hari sekali.
Pihak pertama wajib mencampuri urusan pribadi ataupun umum pihak keduan. Pihak Pertama wajib terlibat dalam urusan apapun yang menyangkut pihak kedua.
Pihak pertama wajib mendapatkan asupan gizi 4 sehat 5 sempurna dari pihak kedua untuk kelangsungan hidup. Dikerjakan sendiri dengan senang hati oleh pihak kedua yang bersiaga 24 jam.
Pihak pertama tidak melarang melakukan pekerjaan ghaib pihak kedua selama tidak bersama pihak pertama.
Pihak pertama selalu benar dalam segala hal menyangkut pihak kedua.
...PASAL 2B...
...KEWAJIBAN PIHAK KEDUA...
Pihak kedua wajib patuh dan mentaati aturan pihak pertama.
Pihak kedua wajib menjalankan tugasnya sebagai istri dengan senang hati tanpa mengeluh pada pihak pertama.
Pihak kedua tidak boleh menolak setuhan, dekapan, kecupan, remasan, celupan, dan hal-hal apapun yang berhubungan dengan 21 plus lainnya yang akan dilakukan pihak pertama.
Pihak kedua berkewajiban menjaga kebersihan rumah, merawat, memberi kenyamanan kepada pihak pertama ketika di rumah.
Pihak kedua berkewajiban mengatur anggaran rumah tangga dengan baik, benar dan terperinci dan memberi laporan pada pihak pertama.
Pihak kedua diperbolehkan menjalankan pekerjaan ghaibnya selama tidak bersama pihak pertama.
Pihak kedua melarang keras pihak pertama melakukan pernikahan kedua, ketiga apalagi keempat. Jika terbukti melanggar akan di kenakan sanksi sesuai pasal 5.
...PASAL 3...
...HAK...
Mengatur hak-hak yang diberikan pada pihak pertama dan pihak kedua sebagai berikut.
...PASAL 3A...
...HAK PIHAK PERTAMA...
Pihak pertama berhak sepenuhnya atas pihak kedua dari ujung rambut hingga ujung kaki karena sudah mendapat label halal dari KUA setempat.
Pihak pertama berhak melakukan adegan 21 plus kepada pihak kedua kapan saja dan dimana saja berada.
__ADS_1
Pihak pertama berhak atas masalah pribadinya tanpa campur tangan pihak kedua.
...PASAL 3B...
...HAK PIHAK KEDUA...
Selain hak bernafas, pihak kedua hanya mendapat hak atas persetujuan pihak pertama.
Pihak kedua berhak untuk menjalankan pekerjaan ghaibnya sesuai ijin yang diberikan pihak pertama.
Pihak kedua berhak melibatkan pihak pertama atas masalah pribadinya.
...PASAL 4...
...KEGIATAN SUAMI ISTRI...
Pihak pertama dan pihak kedua melakukan kegiatan 18 dan 21 plus sesuai kesepakatan bersama dan disesuaikan kondisi.
Pergi berdua setiap ada kegiatan acara keluarga atau acara resmi yang berhubungan dengan pihak pertama dan pihak kedua.
Pihak pertama dan pihak kedua harus selalu terlihat romantis dan harmonis di depan keluarga.
...PASAL 5...
...SANKSI...
Kedua belah pihak diberikan denda jika melanggar perjanjian.
Pihak pertama memberikan sanksi 50 kali kecupan kering, 25 kecupan basah dan 25 kali sisanya hal 21 plus lainnya, kepada pihak kedua jika terdapat melanggar salah satu pasal.
Pihak kedua memberikan denda sebesar satu milyar dollar tanpa nego jika pihak pertama terbukti melanggar pasal 2B ayat 8.
Demikian surat perjanjian pranikah yang dibuat secara sadar oleh kedua belah pihak. Adapun
penambah pasal dan lainnya akan ditambahkan secepatnya sesuai peraturan yang ada.
Yang bertanda tangan,
Pihak pertama,
Haidar Raffa Siddiq Wijaya
^^^Pihak kedua,^^^
^^^Caroline Shania Bagaskoro^^^
...----------------...
Princess mengangga lebar setelah membaca isi perjanjian dalam map merah ini.
"RAFFAAAAA!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung .....