
Pagi yang cerah berselimut awan biru, secerah hati Abel hari ini. Entah kenapa senyum terus mengembang dari bibirnya. Jika dia saja dia tidak berada dalam mobil, pasti seseorang akan mengangapnya orang kurang waras. Sejak semalam dalam pikiran hanya ada bayangan pernikahan di hutan pinus dengan banyak bunga putih seperti pernikahan pasangan vampire dan manusis di film fantasi kesukanya.
Abel masih tidak percaya dirinya akan menjadi pengantin di umurnya yang masih 20 tahun, kalau Allah memtakdirkan memang jodoh. Tapi tidak masalah meski masih muda, jika memang sudah jodohnya itu lebih baik daripada nanti melakukan hal dilarang agama.
Tanpa terasa, lamunan bahagianya harus berakhir karena dia sudah tiba dikantor PPN tempatnya magang. Dia segera bergegas masuk ke dalam kantor karena tugas maganganya pasti sangat menumpuk, dia absen beberapa hari karena kabur ke kota T yang berujung dia kembali lagi pada kekasihnya.
Abel masuk ke dalam ruangannya dan langsung dengan sigap membuka layar computer, datang lebih pagi adalah solusi tepat untuk bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Karena setelah ini ia juga harus memikir hal lain, pernikahan Pamannya dan sahabatnya. Juga kalau takdir menghendaki pernikahannya dengan Davin.
“Pagi, yang bolos berhari-hari akhirnya muncul,” tegur Sony yang muncul dari balik pintu.
Abel memanyunkan bibirnya, “Kak Sony kangen ya.” Celetuk Abel.
“Males ah, kamu udah ada yang punya,” timpal Sony. Abel membalas dengan tertawa sambil mengetik tugasnya yang harus dikerjakan.
Suara langkah besar masuk ke dalam ruangan, ia langsung duduk di kursinya.
“Pagi….” Sapa Nolan. Ia terkejut melihat Abel duduk di kursi yang beberapa hari kosong.
“Pagi No,” jawab Abel yang sekarang mendadak menjadi malu ketika bertemu Nolan. Nolan hanya mengangguk terlihat canggung.
Mulut Abel yang biasanya bercuap dan memulai perdebatan dengan Nolan, entah kenapa mendadak padam terganti rasa canggung bercampur iba. Dengan kilat dalam pikirannya terlintas, bagaimana bisa nolan yang kaku dan keras kepala bisa jatuh cinta padanya. Dan yang lebih meyakitkan lagi, ia jatuh cinta dengan orang yang sama dengan kakaknya. Pasti tidak mudah untuk Nolan, hati memang tak punya mata untuk melihat tapi punya rasa pada siapapun.
Abel hanya bisa berharap Nolan akan bertemu dengan jodohnya yang baik dan tepat. Akhir-akhir ini Abel merasa Nolan sahabat terdekatnya, ia selalu bertemu dimana saja ia berada dan selalu ada ketika di bermasalah dengan Davin. Tapi sebentar lagi jika takdir yang membuatnya berjodoh dengan Davin, ia akan jadi saudara kan? Tidak akan ada lagi rasa canggung.
Suasana berbeda dikantor hari ini, Abel lebih fokus mengerjakan tugasnya yang mangkrak. Nolan juga sejak tadi hanya diam menatap layar komputernya, sebenarnya ia merasa malu setelah Abel tahu perasaanya. Ia hanya berharap Abel tidak mempermasalahkan hal itu dan menjalani semuanya normal seperti biasanya.
Tanpa terasa menjamah layar komputer sejak pagi, waktu makan siang telah tiba. Perut siapa saja pasti meronta minta diisi. Tadinya Davin sudah ingin menjemputnya tapi Abel menolak karena tidak mungkin meninggalkan kantor dengan perkerjaannya yang masih mengunung.
Sony bangkit terlebih dahulu, mengajak Nolan dan Abel untuk ke kantin. Sony pun melenggang keluar terlebih dahulu karena tidak ada yang merespon untuk makan siang. Ya, Nolan memilih menunggu Abel yang terlihat belum lapar. Tidak ada suara di dalam ruangan, hanya ada suara ketikan dari dari keybord computer.
“No, apa kau tidak makan.” Abel memilih membuka suara melihat hanya Nolan yang tinggal dalam ruangan.
“Kau sendiri?” tanya Nolan.
“Aku makan di sini saja pekerjaanku masih banyak,” balas Abel.
“Apa perlu aku temani, kita pesan saja makanan.” Nolan memberanikan diri, merasa kuatir dengan Abel. Abel terdiam belum ada respon.
“Ya,ampun maaf. Kau bukan anak-anak yang butuh teman untuk makan!” Nolan kembali ketus akan melenggang menutupi rasa malunya jika Abel menolak.
__ADS_1
“No, ayo kita makan bersama pesanlah makanan. Terserah apa saja yang penting pedas,” balas Abel tidak ingin mengecewakan Nolan. Nolan mengganguk, kemudian ia melenggang keluar ruangan.
Nolan memang keras tapi dia sangat perhatian pada siapapun, Abel memilih melanjutkan kembali pekerjaannya sambil menunggu Nolan yang membeli makanan.
Tak lama Nolan pergi, dia sudah datang kembali dengan bungkusan kotak ditangannya. Nolan menyodorkan satu kotak untuk Abel dan satu kotak untuk dirinya.
Keduanya kini menikmati makan siang dengan menu nasi padang. Rasa canggung yang sempat muncul mulai tidak tampak lagi, Abel memilih bersikap seperti biasa pada Nolan. Mungkin saat-saat seperti ini tidak akan ia jumpai lagi ketika magang selesai.
“Makasih No,” ucap Abel.
“hmmmm …,” balas Nolan singkat.
Kini Abel memperhatikan Nolan sekilas, dia jadi teringat saat pertama kali bertemu Nolan, ketika dia selalu menolongnya hingga sampai saat ini menjadi sahabat. Orang yang hanya tahu sisi luar Nolan pasti mengira ia arrogant padahal sebenarnya ia memiliki hati yang mulia. Seandainya Abel di beri kelebihan seperti Amoeba yang bisa membela diri, dia pasti sudah melakukan sejak awal dan memberikan bagian yang terbelah untuk Nolan.
“Abel, kamu harus sabar, secepatnya Bang Davin akan datang melamar kamu.” Nolan menyela berbicara ketika keduanya sama-sama makan.
Abel menjadi iba lagi, pasti tidak mudah bagi Nolan dan juga Bang Davin tapi keduanya berusaha saling mengerti. Abek terharu, sebentar lagi jika Allah mengijinkan dia akan berjodoh dengan Davin dan akan bersaudara dengan Nolan.
“Makasih No, aku percaya Bang Davin dan akan menunggunya….” Jawab Abel tersenyum salut dengan ketegaran Nolan.
"Oh ya, Bang Davin sudah mulai hafal beberapa ayat yang kamu minta, dia sekarang rajin belajar mengaji." cerita Nolan. Mendengar cerita Nolan Abel tersenyum, Davin bersungguh sungguh memenuhi syaratnya.
Keduanya pun melanjutkan makan siangnya usai mengobrol.
****
Semenatara di waktu yang sama tempat yang berbeda. Davin masuk ke ruangan Papanya di kantor Adiguna. Pak Hendrawan memperhatikan putranya duduk dihadapannya yang tidak seperti biasa masuk dengan buru-buru dan wajah ceria.
“Ada apa ini,” tanya Pak Hendrawan.
Davin mengambil nafas berusaha tenang, pasti mendengar ucapannya nanti papa pasti akan terpancing emosi.
“Pa, aku ingin besok Papa melamarkan Abel untukku,” ujar Davin.
“Tidak akan! papa tidak setuju dengan wanita pilihan kamu, apakah anak pengusaha dan anak pejabat di kota ini sudah tidak ada hingga mata kamu dibutakan oleh anak Ervan.” Pak Hendrawan mulai terpancing emosi.
Davin menghembuskan nafasnya kasar, “Davin sudah menduga jawaban Papa.” Jawab Davin santai.
__ADS_1
Pak Hendrawan menatap tajam putranya merasas heran Davin bersikap tenang.
“Pa, jika papa tidak mau melamar Abel untuk anakmu ini, Davin akan mengundurkan diri dari dewan dan otamatis Davin akan di coret sebagai penerus perusahaan besar Adiguna milik kakek.”
Plaaaak. Suara cangkir yang dijatuhkan Pak hedrawan ke lantai membuat Davin juga terkejut.
Pak hedrawan melotot ke arah Davin, “ Davin! Apa kau mengancam papamu! Apa kau sudah gila meninggalkan apa yang kita impikan dan perjuangkan selama ini demi wanita itu.”
“Nggak Pa ini sangat serius, bagi Davin tidak ada yang lebih berharga dari Abel. Davin tidak akan kehilangan dia lagi,” ujar Davin sambil melemparkan ke meja beberapa Map berisi surat pengunduran dirinya.
"Kamu keterlaluan Vin!" bentak Pak Hendrawan kesal.
"Selama ini Davin sudah menuruti semua kemauan Papa, sekarang aku ingin menuruti keinginanku sendiri."
Pak Hendrawan hanya memegangi kepalanya syok.
"Kalau papa setuju dengan keputusan Davin, tanda tangani saja. Jika Papa menolak Davin yang akan tanda tangan dan keluar dari daftar penerus Adiguna. Papa pikirkan dulu sampai besok malam." Davin berbalik dan pergi meninggalkan Papanya yang marah besar.
Maaf Pa, aku gunakan cara seperti ini untuk mendapatkan restumu. Aku yakin kau akan bersedia melamar Abel dari pada kehilangan Adiguna grup yang kau kembangankan dengan susah payah sampai seperti ini. Aku hanya tidak mau keluarga kita diluluhkan Abel karena dia pemilik perusahaan besar, aku ingin Abel meluluhkan keluarga kita dengan sikap manis dan akhlak baiknya.
.
.
.
.
.
.
.
Next,.....
author bocan dulu jam 2 ini🤧🤧,
sumber gambar @ruksanamirror
__ADS_1
terima kasih udah sabar dan setia nunggu up dari author 🙏
Beri semangat author pencet LIKE tombol jempol ketik KOMENT dua kata juga bisa, yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. loph U ❤️ selalu