
Aline
Aku enggak tahu si Raffa lagi kesambet apa ngajak istrinya untuk pergi nonton. Mungkin karena masakan princess yang mengunggah selera romantisnya atau karena ada maksud terselubung.
Sudahlah jangan terlalu banyak berpikir! Yang penting princess mau nikmati nonton bedua bareng suami di Velvet class sambil selonjoran. Aduh jadi sesenang ini ya princess, harusnya kan masih mode kesel.
"Kamu tunggu sini! Saya mau beli tiket." Raffa lepasin gandengan.
"Ikut Raf!" langsung ambil lengan suami lagi
"Kamu disini aja." Langsung enyah gitu aja ninggalin princess. Heran hobi banget ya ninggal istri, jadi sebelkan. Princess hempaskan tubuh ini di sofa nunggu suami.
"Kita pesan popcorn sama minum." Raffa tarik tangan princess untuk digiring ke counter makanan.
"Selamat datang kakak, ada yang bisa dibantu." Kita disambut dengan hangat oleh mbak-mbak pake topi dengan rambut kuncir kuda.
"Kamu mau yang manis atau yang gurih!"
"Yang manis aja."
"Yang gurih dua mbak."
Asem! Kenapa tadi nanya kalau mau pesan sesuka hati.
"Minumnya mau moccacino atau soda!"
"Air kran!" princess lagi sebel. Raffa nyegir aja lihat muka jelek Princess.
"Lemon jus dua mbak!"
Tuh kan! Memang suami princess yang eror found 4.
"Maaf Mas, Mbak pasangan yang lagi berantem ya. Bisa minta tolong jangan ngamuk di dalam ya. Kasian pengunjung lain nanti terganggu!" ucap Mbak penunggu kasir.
"Tenang mbak udah jinak kok, saya pawangnya." Raffa rangkul bahu princess.
Halo, suamiku yang dilahirkan untuk ngeselin princess. Memang princess yang cantiknya membahana seistana ratu kencana ini siluman ular putih apa, butuh pawang. Untung aja suamiku ganteng kalau nggak udah princess Kandangkan dan hanyutkan ke laut.
Kita akhirnya masuk ke gedung bioskop dan aku masih belum tahu mau nonton film apa yang penting kencan sama suami.
"Lah, bukan Velvet class?" princess kecewa.
"Lagi nggak muter film yang kita tonton, udah ikut aja sama suami!"
__ADS_1
"Kita nonton film apa sih?"
"Double genre," balasnya. Masalah princess nggak bisa nonton film horor, karena lihat mami nyegir aja udah bikin bulu kuduk ini merinding.
Kita sampai di kursi sesuai nomor di tiket. Ternyata Raffa pesan tempat sweet class dengan dua kursi penonton tertutup tanpa pembatas. Tempat duduknya berlokasi di pojok paling atas dengan pencahayaan yang kurang alias remang-remang meskipun lampu belum dimatikan. Pinter nih suami cari tempat duduk, lokasi yang strategis untuk bisa pegang sana pegang sini. Jadi nggak sabar kan mau pengang-pengangan sama suami. Buruan dong padamkan lampunya Eh... Princess kayak kurang setuhan banget ya. Skip....
Layar sudah memutar film yang akan kita tonton. Lampu juga sudah berlahan menjadi padam. Dari backsoundnya yang mencekam sepertinya ini bukan film komedi romantis atau action seperti harapan princess.
Benar! Raffa ternyata pilih film horor dengan pembukaan mbak-mbak bermandikan darah, film yang sukses buat princess nggak berani buka mata.
"Raf, kenapa kita nonton film begini sih! Katanya double genre." Princess protes masih ada mode kesel.
"Horor thriller, double genre kan. Kenapa, kamu takut?" tanyanya.
"Nggak takut sih, masih sereman mami kalo ngomel, cuma filmnya bikin kaget." Aslinya sih memang takut, tapi Princess sok kuat.
"Oh gitu. Beneran enggak takut, kenapa nggak lihat depan."
Raffa tolehkan kepala princess ke arah layar. Aku tetap tutup mata antisipasi kalau demit atau mbak Kuntinya muncul.
"Nggak ada apa-apa kok, buka dong matanya?" Aku ngelengkan kepala.
"Katanya nggak takut. Nggak seru ah!"
Princess beranikan buka mata disaat yang tidak tepat.
Princess langsung refleks ngumpet di ketek suami. Samar-samar aku denger suara Raffa cekikikan melihat kelakuaan istrinya yang benar-benar takut ini. Terlalu nih suami!
Raffa langsung lingkarankan tangan di tubuh princess yang meringkuk di dadanya.
"Saya peluk aja biar kamu nggak takut."
Tuh kan! Raffa punya maksud terselubung buat aku ketakutan. Dengan terpaksa istri yang dizolimi suami ini nurut. Aku beneran takut sama apapun yang berbau misteri. Princess dongak dikit, udah puas dari tadi dusel di dada suami tiap ada suara mencekam.
Princess lihat Raffa yang wajahnya manis banget kalo lagi anteng ini lihat ke layar. Bibirnya yang basah karena tetesan air lemon mengundang untuk ditempel terus di kecup-kecup. Apa aku singkat duluan ya, mumpung lampunya masih gelap. Eh .... Nggak tahu tempat princess.
Princess mau fokus aja lihatin wajah suami daripada terus natap layar, tenggorokan princess jadi kering karena berteriak terus setiap ada kemunculan demit atau mbak Kunti.
"Kenapa?" tanya Raffa yang mungkin aneh melihat princess yang mendadak diam. tumben nadanya lembut banget.
"Nggak kenapa-kenapa," balasku. Mas suami malah dekap tubuh ini makin kenceng.
"Saya peluk terus biar ngga takut," ucap Raffa sepertinya habis keselek biji lemon. Tumben ngomongnya halus banget sama istrinya. Langsung ndusel - ndusel lagi di dada suami.
__ADS_1
"Aku nggak takut kok, kaget!" Ngeles ya kan.
"Masa sih, tuh di samping kamu ada yang rambut panjang!"
"AHHhk!" Princess refleks berdiri dan jadi pusat perhatian bangku depan.
Raffa langsung cekikikan melihat Princess yang terpelojak.
"Ih .... Sebel!" Pukulan bertubi-tubi aku layangkan ke suami.
Raffa tahan tangan aku dan kembali tarik Princess untuk di rebahkan di dadanya. Tangannya kali ini dekapannya erat banget, sedangkan tangan satunya pegang dagu princess untuk di arahkan ke wajahnya. Posisi seperti ini asli buat jantung Princess nggak berhenti jughijaghijug.
Aku merasa jarak wajah kita makin dekat dan aku hanya bisa mejamkan mata saat merasakan sesuatu yang kenyal menerpa permukaan bibir. Lambat laun menjadi sentuhan yang basah. Rasanya sama seperti yang aku rasakan saat ciuman pertama dengan Raffa.
Begitu lembut, basah dan memabukkan, sampai aku merasa tulangku berubah menjadi jelly karena mendadak enggak mampu menopang tubuh princess yang lemah. Raffa semakin memperdalam setuhannya, mendekap tubuh mungil ini penuh hasrat. Kita berdua serasa tenggelam dalam kesibukan yang kita ciptakan sendiri tanpa peduli teriakan penonton saat kemunculan demit yang buat telinga princess jadi tuli.
Princess dorong tubuh suami karena diafragma princess perlu pasokan oksigen.
"Maaf, suamimu terlalu bersemangat." Raffa menyeka ujung bibirku yang belepotan basah karena ulahnya.
"Nggak apa-apa," balasku jadi malu begini.
"Kita lanjutkan nanti dirumah ya," ucapnya.
Aku cuma bisa ngangguk pasrah. Princess masih mode lemah karena perbuatan suami.
"Lebih ya?" sambung Raffa dengan suara di manja - manjain.
"Ih ... Mas ah!" Princess dorong dada Raffa malu. Kali ini, entah kenapa princess nggak bisa bilang tidak untuk Mas suami.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung .....
Ei moon mangap baru bisa update... Masih ada kesibukan di RL😘😘😘 mbebku....