Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Harus yakin


__ADS_3

Perkuliahan sedang diliburkan selama 3 hari setelah selesai ujian tengah semester kemarin.


Namun semua dosen dan tim administrasi kampus tetap masuk bekerja.


Dosen sibuk memeriksa hasil ujian dan tim administrasi juga berkutat mengelola semua laporan nilai didapat dari tiap dosen.


Karena akhir minggu ini semua harus segera diumumkan untuk diketahui semua mahasiswa.


Pagi itu ibu Nuraini tampak kedatangan dua orang tamu yang merupakan perwakilan dari NZ University yang berasal dari Selandia Baru.


Mereka memperkenalkan diri juga mereka memperlihatkan ID card tanda benar adalah utusan dari sana langsung.


Universitas NZ tersebut memang berada di negara Selandia Baru, sementara di negara-negara lain hanya membuka kantor cabang.


Setiap kantor cabang mencari dan menerima mahasiswa yang akan melakukan studi di sana.


Mereka juga ditugaskan mencari mahasiswa unggulan dari tiap sekolah menengah atau sekolah tinggi untuk direkrut melanjutkan studi di negara mereka.


Beberapa bulan ini Universitas tersebut memposting semacam kuis berupa 20 pertanyaan dalam bahasa Inggris.


Soal tersebut tampak sangat sederhana hanya seperti mencari kalimat yang benar.


Namun sesungguhny sangat sulit karena penuh jebakan.


Apabila ada seseorang yang bisa menjawab dengan benar kedua puluh soal tersebut, maka mereka akan menelusurinya.


Pagi itu mereka mendatangi Universitas BR karena berdasarkan data mereka ada salah satu mahasiswanya yang bisa mengisi kedua puluh soal tersebut dengan benar.


Rencananya mereka akan melakukan wawancara dan penawaran kepada mahasiswa tersebut.


Kedua orang ini tidak tahu kalau kampus sedang diliburkan.


Namun sekuriti mengatakan bahwa sesungguhnya semua pengajar dan karyawan tetap masuk untuk memeriksa hasil ujian kemarin.


Dan karena itu kedua orang tadi diantarkan oleh sekuriti ke ruangan ibu Nuraini.


Setelah bertemu dengan ibu Nuraini mereka menyampaikan maksud dan tujuannya, mencari seorang mahasiswa yang bernama Nancy Putri Atmaja jurusan Sastra Inggris.


Ibu Nuraini juga mempertanyakan alasan mencari mahasiswanya tersebut.


Merekapun menjelaskan dan Ibu Nuraini menjadi sangat senang mendengarnya.


Segera diapun meminta stafnya untuk menghubungi Nancy, namun setelah dicoba beberapa kali tampaknya telepon genggamnya tidak aktif.


Lalu beliau ingat kepada Ibu Retno karena kemarin ini baru tahu kalau ibu Retno ada hubungan spesial dengan ayahnya anak itu.


Lantas beliau menghubungi ibu Retno yang memang sedang berada di ruangannya juga saat itu.


Setelah mendengar informasi dari Ibu Nuraini betapa bahagianya dia Retno dan setelah menutup telepon langsung menghubungi sang kekasih untuk menanyakan keberadaan anaknya.


"Mas, maaf kalau Nanan ada di rumah?"tanya Retno melalui handphone nya kepada Yohan.


" Ada kok tapi masih ngorok di atas, kenapa sih sayang memangnya?" Tanya Yohan.


"Begini sayang, maaf aku minta tolong segera bangunkan dia untuk segera ke kampus sekarang juga ditunggu ibu Nuraini penting sekali.


Aku belum bisa menjelaskan padamu yang pasti berita baik. Tolong yah sayang."


Retno meminta Yohan untuk segera membangunkan Nancy.


Lalu segera Yohan naik ke atas membangunkan anaknya, dan memang gadis itu belum bangun dan Yohan segera membangunkannya.


Dipanggil-panggil susah sekali, akhirnya setelah diguncang-guncang tubuhnya baru melek.


"Apaan sih Pa, ganggu orang libur deh," katanya sambil mengucek mata dan wajahnya kucel tidak karuan.


"Cepat mandi, tadi tante Neno telepon papa kamu ditunggu di kampus sekarang penting," kata Papanya menjelaskan.


"Duh tante tuh ada apa sih yah ganggu orang libur tuh," rajuknya lagi dengan malas.


"Nih kamu tanya sendiri," kata papanya sambil menyambungkan teleponnya ke kontaknya Retno.


"Halo tante ini Nanan, ada apa sih Tan No nyuruh aku ke kampus kan libur," Nancy bertanya dengan sebal kepada Retno.


"Nan cepat ke kampus yah nak, ini ada orang utusan dari NZ University datang mau wawancara denganmu," Retno menjelaskan kepada Nancy.


"APA!!! Tan No serius?" pekik Nancy.


Terdengar Retno mengiyakan dan minta segera Nancy datang ke kampus.


Setelah menutup telepon, auto ngibrit ke kamar mandi.


" Pa... mana motorku?" tanya Nancy.


"Wah iya dipake Wawan nganter barang, kamu pakai ojek online saja yah," jawab papanya sambil sibuk melayani orang belanja.


Setelah menunggu sekitar 10 menit ojek online tiba, Nancy segera naik dan langsung cus tancap gas.


"Hei..!!Rotinya nih ketinggalan!!" teriak papanya.


Dan pasti tidak akan terdengar karena Nancy menyuruh driver ojek itu ngebut.


Sesampainya di kampus, Nancy menghubungi Retno lalu mereka bertemu di pintu utama dan mereka bersama-sama menuju ruang ibu Nuraini.


Tetapi oleh bagian administrasi mereka diarahkan ke ruang rapat dosen dan segera mereka menuju kesana.


Disana tampak ada satu wanita orang Indonesia bersama rekan prianya seorang asing kemungkinan dari negara sana.


Setelah bersalaman saling memperkenalkan diri, kemudian mereka duduk bersama di kursi ruang rapat tersebut.


"Maaf kalau ibu Retno ini siapanya saudari Nancy ini bu?" tanya wanita itu yang bernama Laura.


" Oh saya adalah pengajar di sini juga tapi berbeda fakultas dan kebetulan saya adalah walinya Nancy," Retno menjelaskan kepada ibu Laura.


Dan mereka memahami hubungan Nancy dan Retno, lalu mulai menjelaskan tentang maksud dan tujuan mereka kepada Nancy dan Retno.


"Saudari Nancy, beberapa waktu lalu anda pernah mengisi kuis yang terpampang di situs NZ University, apakah benar?" tanya ibu Laura.


Kemudian Nancy membenarkan perihal itu.

__ADS_1


"Ternyata anda mengisi semua soal dengan tepat, padahal itu bukan pertanyaan mudah. Maka kami mencoba mencari informasi tentang anda".


"Tadi juga kami sudah diperlihatkan pula transkrip nilai anda selama 4 semester terakhir, ternyata benar analisa kami bahwa anda termasuk mahasiswa yang pandai".


"Untuk itu teman saya Mr. Stephen Douglas ingin mewawancarai anda secara langsung untuk menilai sejauh mana kemampuan anda dalam menguasai bahasa Inggris".


"Apakah dalam hal ini anda bersedia diwawancara?" Ibu Laura menjelaskan maksudnya sekaligus meminta kesediaan Nancy untuk diwawancara rekan kerjanya tersebut.


"Kamu harus tenang yah nak, tarik nafas dan jawab setiap pertanyaan dengan sebaik mungkin".


"Tante yakin kamu bisa, berdoa dulu dalam hati dan selalu berusaha setenang mungkin dalam menjawab, Tan No menunggu di depan sini, ayo semangat nak...kamu bisa," Retno berusaha memberikan semangat kepada Nancy.


Dalam hati Retno berkata,


"Panggilan kekinian deh jadi Tan No.. Ada-ada saja Nanan tuh".


Wawancara akan segera dilaksanakan dan ibu Nuraini meminjamkan satu ruang kelas kosong untuk digunakan tempat wawancara.


Wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris, diawal Nancy diminta untuk menceritakan dirinya pribadi, keluarganya dan juga motivasi mengambil jurusan Sastra Inggris.


Kemudian menanyakan motivasi kemarin mengisi kuis di situs mereka, dan apa rencananya apabila Nancy bisa mendapatkan kesempatan melanjutkan studi di luar negeri.


Lalu apa juga cita-cita Nancy apabila sudah bisa mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi.


Nancy berusaha menjawab sebaik mungkin karena semua pertanyaan dalam bahasa Inggris dan wajib dijawab dengan bahasa Inggris juga.


Apabila ada yang tidak jelas dia minta dengan sopan kepada penanya untuk mengulang pertanyaannya.


Setelah mencerna beberapa detik baru menjawab dengan sebaik mungkin.


Setelah hampir 1 jam wawancara berlangsung tak lama mereka keluar ruangan.


Saat Nancy melihat Retno langsung menghambur memeluknya.


"Tan No..aduh lemes deh engga tahu apa hasilnya deh," katanya sambil memeluk Retno.


"Kita tunggu saja semoga hasilnya baik yah sayang," kata Retno sambil mengelus rambut Nancy.


Ibu Laura dan Mr. Stephen Douglas sudah masuk ke ruangan rapat dosen dan di sana ada ibu Nuraini.


Mereka bertiga tampak serius berdiskusi dan tak lama Nancy pun dipanggil ke dalam.


"Saudari Nancy dan Ibu Retno, terima kasih telah memberikan kami kesempatan mewawancarai saudari Nancy".


"Dari hasilnya sangat memuaskan sekali".


"Setelah kami berdiskusi dengan ibu Nuraini maka kami mencoba menyampaikan kepada saudari Nancy bahwa anda mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di NZ University".


Ibu Laura menyampaikan dan menjelaskan kepada Nancy.


Tentu saja membuat Nancy terkejut dan senang luar biasa.


"Namun ada syaratnya yang harus kami sampaikan karena tidak semudah itu juga untuk melanjutkan studi di NZ University tersebut," lanjutnya lagi.


Penawaran nya adalah bahwa awal tahun depan Nancy bisa segera masuk menjadi mahasiswa disana namun harus mengajukan berhenti dari Universitas BR.


Bila mampu maka pertengahan tahun depan bisa segera wisuda Strata 1 dengan ijazah NZ University.


Dan langsung melanjutkan S2, beasiswa 100% termasuk fasilitas tempat tinggal dan ada yang saku bulanan.


Wajib lulus dalam 2 tahun dan langsung ikatan dinas selama 3 tahun berupa mengajar di sub bagian NZ University yaitu antara menjadi guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama atau Sekolah Menengah Atas, atau bahkan bisa juga menjadi pengajar di universitas tersebut tergantung dari kepandaiannya.


Dan selama 6 bulan menyelesaikan studi strata 1, fasilitas tempat tinggal bayar sendiri hanya biaya studi ditanggung pihak Universitas.


Namun harus ada deposit sebesar minimal 100 juta rupiah untuk jaminan apabila mahasiswa tidak mampu melanjutkan studi dan mengundurkan diri.


Uang tersebut sebagai pengganti biaya studi, namun apabila lulus memuaskan dalam 6 bulan maka uang tersebut dikembalikan.


Setelah mendengar penjelasan dari Nancy dan Retno, Papa Yohan langsung menandatangi formulir dan surat persetujuan orang tua yang ada dihadapannya.


Tinggal urus Visa dan lain- lain yang tidak ditanggung oleh pihak NZ University dan harus mulai dari sekarang.


Dan yang terpenting adalah keyakinan diri bahwa dia akan mampu menjalani semua persyaratan dan melaksanakan nya dengan baik.


Lusa nanti Ferryansyah anak tertuanya Ardianto akan bertunangan dengan kekasihnya yang bernama Aida.


Maka Ardianto meminta agar adik dan kerabat lainnya yang di luar kota untuk bisa pulang ke Jakarta untuk membantu meramaikan acara lusa nanti.


Tak terkecuali Sanjaya dan istrinya pun sudah hadir di rumah Ardianto.


Siang itu mereka sedang duduk bercengkrama berempat, yaitu Ardianto dan Lulu bersama Sanjaya dan Mayang.


Setelah berbincang banyak tentang segala hal tiba- tiba tercetus soal Retno, dan akhirnya Ardianto angkat bicara,


" Jaya... Mayang... kemarin ini aku beberapa kali menghubungi Retno mengundang dia ke acara ini besok".


"Lalu kami mengobrol soal Yohan dan keluarganya. Panjang lebar dia bercerita sehingga membuatku berkesimpulan Yohan tidak seburuk yang kita duga rupanya".


"Dan aku yakin Retno jujur padaku karena dia tidak pandai berbohong".


Sanjaya menyimak lalu mencoba menyampaikan pendapatnya,


"Begini Ar mungkin tidak demikian, hanya aku dan Mayang punya kekhawatiran dia dimanfaatkan".


"Cuma itu saja, kasihan dia umur segitu belum juga ketemu jodoh. Aku cuma peduli sama dia Ar, walau bagaimana juga dia adikku juga kan".


"Aku yang minta dia gabung ke Universitasku, kalau sampai dimanfaatin orang kan kasihan sekali Ar".


Lalu Ardianto berkata lagi,


"Nanti mereka kemari kok, kita ajak Yohan bicara sebagai sesama lelaki".


Lalu ada yang nyeletuk, "Oke Ayah, Fer nanti ikutan yah".


Menjelang malam Retno, Yohan dan Nancy tiba, mereka naik taksi online dari stasiun.


Dan ketika masuk rumah mereka disambut biasa, dan diajak makan bersama.


Setelah makan Nancy diajak ngobrol oleh Tina, sementara Retno sudah pasti diculik Lulu dan Mayang.

__ADS_1


Diteras belakang rumah, Sanjaya bersama Ardianto dan Ferryansyah duduk berhadapan dengan Yohan.


Ardianto sebagai kakak tertuanya Retno bertanya tentang pekerjaan Yohan dan sebagainya.


Juga bertanya tentang keseriusan Yohan dan mempertanyakan tentang perbedaan pekerjaan dengan Retno.


Ardianto tidak ingin sampai ada masalah dengan adiknya.


Dan Yohanpun menjawab setiap pertanyaan dengan lugas, tegas dan tidak ada yang dia tutupi.


Dia menceritakan bagaimana kehidupannya selama ini.


Menceritakan pertemuannya dengan Retno seperti apa dan juga keseriusan dia untuk menikahi Retno.


Selain itu masalah pekerjaan menurutnya Retno punya keahlian mengajar dan dia punya keahlian berdagang.


Asal saling memahami tentu tidak akan jadi kendala.


" Maaf pak Ardianto dan pak Sanjaya, maaf kalau saya lancang. Saya punya anak perempuan, dan saya tidak mau anak perempuan saya sampai disakiti atau bahkan dimanfaatkan oleh lelaki".


"Oleh karena itu sayapun harus menghormati dan menghargai perempuan yang dekat dengan saya," akhirnya Yohan mulai mengutarakan ganjalan di hatinya.


Sanjaya dan Ardianto mengangguk- angguk memahami.


Lalu Yohan melanjutkan lagi,


"Saya memilih Retno bukan karena dia adalah seseorang dalam pekerjaannya, tapi saya melihat dia sebagai perempuan yang bijak dan rasional. Jarang perempuan seperti adik pak Ardianto".


"Retno orang yang teliti dia memperhitungkan segala hal dan tindakan, jadi sebenarnya sulit orang seperti dia untuk bisa dimanfaatkan orang lain".


Santai sih Yohan berkata tapi nyelekit.. kit...kit... yakin pasti ucapannya "mak jleb" untuk Sanjaya.


Sesungguhnya dibalik tembok teras belakang ada 5 orang perempuan yang sedang menguping.


Dan yang namanya sedang jadi topik bahagia sekali mendengar sang kekasih men skak mat sepupunya yang menilai buruk.


Sanjaya dan Ardianto terdiam mencerna apa yang disampaikan Yohan.


Lalu Ferryansyah memecah kebisuan," Jadi gini saja Ayah, kan Tante Neno juga bukan gadis belia, selama ini kita juga tahulah kualitas tante seperti apa".


"Menurut Ferry sih, kita serahkan kepada Oom Yohan dan Tante Neno. Makanya berencana menikah karena pasti punya alasan yang baik dan sudah dipikirkan matang".


"Bener engga Oom Yohan... Ayah sama Oom Jaya seperti engga pernah jatuh cinta aja nih...hahahahahha".


Dan merekapun tertawa bersama.


Lalu Sanjaya berdiri menyalami Yohan, dan Yohan menyambut salam Sanjaya. Kemudian dia menepuk-nepuk bahu Yohan.


Lalu yang dibalik tembokpun saling berpelukan, bahkan Mayang meminta maaf karena pernah memandang buruk terhadap mereka walau sebenarnya karena rasa pedulinya kepada Retno.


"Welcome to our family, be my sweet sister," Kata Tina sambil memeluk Nanan.


Tak lama rombongan dibalik tembok dipanggil Ardianto, dan akhirnya para pria tahu kalau pembicaraan mereka ada yang menguping.


Saat Sanjaya melihat Nancy lalu dia memanggilnya untuk mendekat," Ya pak Sanjaya, maaf ada yang bisa saya bantu?," tanya Nancy.


"Aduh jangan panggil pak dong nak, panggil saya oom..yah, saya mau minta maaf sudah mencoret namamu untuk menjadi kandidat beasiswa London, nanti Oom minta bu Nur untuk proses lagi..maafkan oom yah," kata Sanjaya dan Nancy mengangguk.


Tapi Retno dengan nada setengah menyindir langsung berkata," Telat mas Jaya, dia udah tanda tangan ke NZ".


Sanjaya mengenyitkan dahi, lalu Retno melanjutkan,


"Nancy dilamar sama NZ, awal tahun pindah ke sana dan nanti lulusannya bukan BR lagi tapi lulusan NZ".


Sanjaya kaget," Kok bisa, gimana caranya".


Kembali Retno menjelaskan dengan menggebu," Iyalah dia yang coba apply sendiri ke NZ via internet, dan kemudian NZ datang ke kampus lalu dia diwawancara dan lulus".


"Jadi dia ditantang 6 bulan beres strata 1, kalau berhasil langsung S2 beasiswa 100% dan juga mendapatkan kontrak kerja".


"Lebih menantang pokoknya, jadi aku dukung dia harus yakin bisa!".


Sanjayapun termanggu sambil menyesali keputusan bodohnya kemarin ini.


Malamnya Yohan dan Nancy diminta menginap di rumah Ardianto.


Yohan menempati kamar Ferryansyah dan Nancy dengan Tina.


Sebelum pamit ke kamar tidur, Yohan berbisik kepada Retno,


"Kamu judes sekali sama Sanjaya,".


"Biarin saja aku sebel sama dia," tukas Retno.


"Kalo lagi judes kamu tambah gemesin, jadi pengen bobo peluk deh," bisik Yohan menggoda, dan pinggangnya pun terasa perih ada tangan yang mencubit.


Keesokan harinya Ardianto mengajak Retno dan Yohan mengunjungi makam orang tua mereka dan juga makam adik keduanya.


"Ini makam adik saya dan istrinya. Waktu itu kami tamasya dengan menggunakan 2 mobil berbeda. Retno ikut dimobil kami, sementara bapak dan ibu ikut di mobil Bambang".


"Pulang tamasya di jalan tol, mobil mereka ditabrak truk yang kehilangan kendali karena rem blong. Bapak beserta Bambang dan istrinya meninggal seketika, ibu terluka dan menjadi lumpuh".


"Karena teringat selalu dengan bapak dan Bambang, kondisi ibu semakin lama semakin menurun dan menyusul berpulang," Ardianto menceritakan kepada Yohan tentang keluarga mereka yang sudah mendahului.


"Kami tiga bersaudara, saya anak tertua, Eka Ardianto Handoyo, lalu almarhum adik saya Dwi Bambang Handoko dan adik bungsu kami Tri Retno Handayani".


"Yohan saya minta kamu harus berjanji menjaga dan mencintai adik saya yah. Jangan sakiti dia, banyak luka dia sepanjang perjalanan hidupnya".


"Maaf kemarin ini sampai ada kecurigaan terhadapmu karena kami takut dia menderita lagi".


Yohanpun berjanji akan selalu menjadi pria terbaik bagi Retno.


Lalu Ardianto berkata dengan cukup tegas lagi," Saya minta kalian segera menikah dalam waktu dekat, kalau bisa sebelum akhir tahun ini".


"Kamu segera urus segala persyaratan agar pernikahan segera dilalukan".


Mendengar itu Yohan berkata,


"Baik mas Ar, saya akan segera mempersiapkan pernikahan kami".

__ADS_1


__ADS_2