
Ditempat yang berbeda Minggu malam ini di apartemen PM, Adrian bersantai di sofa menunggu Tiara yang sedang di pantry membuat kopi pertamanya.
"My first cofffe..." Kata Tiara membawa secangkir kopi yang diberikan kepada Adrian.
Adrian menerima secangkir kopi dari Tiara, dia nampak ragu untuk meminum. Tiara memberi kode dengan matanya agar Adrian segera meminum kopinya.
Adrian langsung saja meminum kopi di cangkirnya pelan.
"Gimana enak..." Tanya Tiara ragu melihat wajah Adrian berubah.
"E-nak sayang...." Balas Adrian. "Masa sih...." Tiara tersenyum bahagia, Tiara meraih cangkir Adrian berusaha agar tidak diambil, tapi Adrian gagal mencegahnya.
"Jangan dimin...." Adrian belum selesai menyelesaikan Kalimatnya, Tiara sudah meneguk isi cangkir.
Buuurrrrr. Dia menyemburkan kopi yang dia minum ke lantai.
"Kenapa kamu nggak bilang kalau kopi ini rasanya seperti racun!!! pahit sekali, sepertinya aku kasih bubuk kopinya terlalu banyak ...." Kata Tiara menjulurkan lidah mengelap dengan tissue.
"Walaupun mengandung sianida aku akan tetap minum kopi buatan kamu..." Jawab Adrian.
"Tuh Kan mulai ngacaunya, coba jujur pasti aku lebih berusaha lagi belajar....." Balas Tiara.
"Ya Sayang, hari ini aku yang buat deh, sambil nunggu kamu mahir bikin kopi..." Kata Adrian berdiri menuju pantry.
Tiara menghampiri Adrian di pantry, dia duduk di kursi melihat kekasihnya membuat kopi.
"Jangan diperhatikan gitu dong, nanti tambah jatuh cinta Loh...." Kata Adrian melirik ke Tiara. Tiara melempar lap yang ada didepannya pada Adrian.
"Oh ya Tiara, besok kita jadi ya berangkat ke ibukota...." Sambung Adrian.
"Ya...aku udah pesan tiketnya PP..."
"Kenapa kamu yang pesan tiketnya, kan aku sudah bilang aku aja.."
"Nggak apa-apa sekalian boking buat karyawan yang mau kesana..."
Adrian menghampiri Tiara, dia berdiri di hadapannya. "Selesai, coba...." kata Adrian menempelkan cangkir ke mulut Tiara.
"Delicious...." Kata Tiara mengagumi kopi buatan Adrian.
kini keduanya kembali duduk disofa ruang tamu membawa cangkir masing-masing, keduanya duduk berhadapan di atas sofa.
"Adrian sebenarnya, ada yang mau aku omongin sama kamu tentang masa lalu aku, setelah aku pikir entah baik atau tidak, nanti akan berpengaruh atau tidak, aku harus jujur sama kamu, aku nggak mau ada kekecewaan atau apapun setelah kita menikah nanti ...."
"Apa ?? Kenapa kamu jadi serius begitu..." Balas Adrian memegangi pipi Tiara.
"Kamu tahu Kan, aku menghabiskan banyak waktu di Prancis cukup lama, sebelum akhirnya berlabuh ditugaskan di kota ini...."
"Terus, sekarang Masalahnya apa?"
"Kehidupan sosial disana berbeda dengan kehidupan disini, maksud aku pergaulannya
__ADS_1
...."
"Kenapa berbelit-belit, bicara saja to the poin...."
Tiara nampak ragu. "Adrian, aku tidak sempurna menjadi seorang istri, a-ku kehilangan hal terpenting yang dimiliki wanita sebelum aku bersuami. aku kehilangan kesucianku, saat aku di Prancis, aku sangat kacau, aku terbawa suasana disana mengikuti alur kehidupan disana."
"Setidak aku sudah berusaha jujur sama kamu, di negeri ini kesucian adalah hal utamanya dalam pernikahan. setelah ini apapun keputusan kamu aku terima...."
Adrian berpaling, meneguk secangkir kopi yang ada dimeja. Dia terlihat berpikir sejenak. Kini pandangannya kembali menatap kekasihnya.
"Seharusnya kamu simpan rapat-rapat kesalahan kamu...."
Tiara mulai putus asa, dia menahan air matanya yang akan menetes, selanjutnya dia tahu apa yang akan terjadi.
"Seperti yang aku bilang di awal, aku tidak ingin ada kekecewaan setelah ada pernikahan." Kata Tiara berusaha tegar.
Adrian mengengam tangan Tiara. "Kalau kamu pikir dengan kamu jujur bisa merubah keputusan aku, kamu salah! kejujuran kamu nggak berpengaruh sama sekali..."
"Apa?? Adrian what do you say?" Tiara sangat terkejut.
"Tiara aku ingin menikahi kamu bukan mendapatkan kesucian kamu, tapi aku mencintai kamu, aku ingin menyempurnakan ibadahku bersama kamu, kita berubah bersama jadi manusia yang lebih baik, aku ingin jalani hari-hari ku bersama kamu, kita saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing..."
"Adrian, I Love you." Kata Tiara memeluk Adrian dihadapannya kali ini dia tidak bisa lagi bersikap kuat, air matanya mengalir membasahi pipinya. Tiara merasa sangat terharu dengan sikap bijak Adrian.
"Nggak ragu lagi kan, marry me..." Kata Adrian. Tiara bangkit dari pelukan Adrian, mengangguk tersenyum senang.
"Sayang, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan bukan hanya kamu, aku juga, aku nggak sebaik ini dari lahir, aku juga pernah berbuat dosa dan salah di masa lalu...."
"Sweet. Adrian, keluargaku juga hancur dari dulu, ayahku pria kebangsaan Prancis pergi meninggalkan kita ke negaranya nggak pernah kembali, jadi mommy ku berusaha sendirian membesarkan aku dan adikku dengan tegas dan keras menjadikan hati kami kuat menghadapi apapun dan tidak boleh lemah karena cinta, supaya jadi wanita karir yang setinggi-tingginya." Cerita Tiara.
"Sayang aku ngerti pasti ibu kamu trauma maka nya dia bersikap seperti itu. Aku pikir tidak ada keluarga yang lebih menyedihkan daripada keluargaku..." Balas Adrian.
"Benarkah! ayahmu adalah pejabat pemerintahan di kota ini, bagaimana bisa ada masalah dalam keluarga kalian..."
"Tiara, jika dalam keluargaku tidak ada masalah, untuk apa aku pergi dari rumah dan menyicil apartemen..."
"Really!! Apa masalahnya..."
"Bapakku nikah lagi sama wanita yang jauh lebih muda ....kamu tahu siapa istri bapakku."
"Siapa...." Tiara penasaran.
"Mantan pacar aku yang pernah nolak nikah sama aku, jadi hidup aku udah kayak judul sinetron, ibu tiri ku mantan pacarku, menyedihkan banget kan sayang hidup aku..."
Tiara menutup mulutnya malah tertawa kecil mendengar perkataan Adrian.
"Kamu kok malah ketawa sih, bukannya prihatin sayang...." Adrian berpura kesal.
Tiara mengandeng lengan Adrian. "Ya maaf-maaf, ibu tiri kamu Aneh aja sayang pilih yang lebih matang..."
"Jangan bahas itu lagi, kita bahas gimana caranya supaya mommy kamu bisa izinkan kamu secepat nikah sama aku...."
__ADS_1
"Ya- ya, nanti aku bujuk Mommy....." Ujar Tiara.
"Sekarang aku harus beritahu Ervan, kalau besok dia harus keluar kota gantikan aku..."
Tiara meraih ponsel mengirim pesan.
Tiba-tiba ART Tiara menyajikan cemilan pastri yang baru di beli si seberang jalan Apartemen.
"Permisi Pak, Bu..." Susi menaruh di atas meja piring berisi pastri.
"Silahkan Pak dimakan pastrinya..." Kata Art itu pada Adrian tapi Adrian tidak bergeming malah melihat ke arah yang lain.
"Susi..." Tiara mengibaskan tangannya mengintruksikan Susi pergi. Susi menunduk dan kembali ke belakang.
"Sayang, tadi Susi ngomong sama kamu nggak di hiraukan" Kata Tiara kasihan melihat Susi.
"Emang tadi ada Susi..." Tanya Adrian.
"Kamu nggak lihat Susi didepan kamu..." Balas Tiara heran.
"Nggak tahu sayang, soalnya mata aku nggak bisa lihat wanita lain selain kamu..." Celetuk Adrian.
Tiara mencubit paha Adrian. "Stop ampun...".
"Sayang, Tadi pagi aku nggak sarapan, tadi siang aku nggak makan..."
"Kenapa begitu....."
"Aku kenyang mikirin kamu, tapi malam ini aku beneran lapar ayo keluar cari makan...."
Adrian berdiri menarik tangan Tiara.
"Bilang aja lapar pake ngegombal dulu...." Kata Tiara mengandung tangan kekasihnya melangkah keluar apartemen menyusuri koridor apartemen.
.
.
.
.
.
.
Next........
Terimakasih udah sabar nunggu up dari authorππππ
Jangan lupa ya Like , koment , Vote selalu Thor tunggu πππ
__ADS_1