Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Season - Terlalu Manis


__ADS_3

Aline


Princess sungguh enggak nyangka sudah ehem sama Mas suami. Princess yang tadinya kekeh mau tahan-tahan akhirnya jebol juga pertahanan.


Tahu nggak sih, malam setelah kita ehem, badan princess rasanya kayak habis di timpa sama kebo. Tulang-tulang princess udah kayak puzzle, remuk berkeping-keping. Gimana enggak remuk, kita selesaikan tiga ronde permainan dalam semalaman. Setelah sholat subuh, baru princess bisa tidur pulas kayak bayi sampai menjelang siang. Mas suami juga bolos enggak masuk kerja karena kelelahan. Jadinya kita seharian bermalas-malasan sambil manja-manjaan di tempat tidur. Eh.


Beberapa hari ini memang banyak aura-aura positif yang berubah. Seperti pagi ini, semalam princess tidur nyenyak banget. Entah karena tidur di ranjang king size bareng suami atau karena tidur lelap sambil didekap suami. Kalau begini tiap pagi, rasanya princess nggak mau cepat-cepat buka mata. Maunya nyusep aja terus di dada suami.


"Pagi Sayang," suara serak khas bangun tidur Raffa yang buat princess gagal tutup mata lagi.


"Pagi," balas princess langsung dapat kejutan morning kiss singkat di bibir ini.


Semenjak dapat jatah, Raffa jadi berubah 360 derajat. Dia jadi lembut banget ngomongnya sama princess, perhatian, dan banyak hal lain yang dilakukan hingga buat princess nggak bisa berkutik karena kelakuannya.


"Tidurnya nyenyak semalam?" tanyanya sambil belai-belai pipi princess.


"Nyenyak, apalagi di pelukin kamu gini Mas," jawabku langsung perut erat tubuh suami.


Raffa langsung aja nyosor jidatku, tangannya angkat dagu ini, bibir candu Raffa mulai aktif kecup pipi, hidung, dan sekarang turun ke bibir yang siap terbuka untuk suami. Tuh kan, princess jadi candu rasa bibir Raffa meksipun kita berdua masih mode bau joging karena baru bangun tidur.


Siapa yang mau mau nolak kecupan lembut dan menggairahkan dari suami seganteng Raffa, bikin mood booster pagi-pagi.


Tapi gawat! Kalau begini terus, kita bisa berlanjut ke sesi selanjutnya dan Raffa bisa bolos kerja lagi hari ini. Bisa nggak baik dong untuk isi dompet istri yang disuruh nganggur ini.


Aku dorong pelan tubuh Raffa, kali ini sedikit jauhkan wajah biar nggak keterusan.


"Udah Mas, kamu harus kerja hari ini, nanti kak Abel marah kamu bolos kerja lagi."


Raffa malah terkekeh, ini tangannya malah tarik lagi tubuh princess yang sudah susah payah menjauh.


"Malas kerja sayang, pengennya begini terus sama kamu!"


Ya, ya ini suami malah ndusel-ndusel ke dada. Heran, Suka banget sih nyungsep ke area itu.


"Mas, kamu jangan begitu dong, Inget uang belanja harian aku mahal loh!" celoteh princess.


"Iya, iya istriku," sekarang dia cubit hidung princess lagi.


"Mas mandi dulu, terus kita sholat. Setelah itu aku mau masak untuk sarapan."


"Mandi sama-sama ya,"


"Ih Mas ... nanti pasti nggak cuma mandi, Mas mandi dulu sana."


Dan anehnya, Raffa akhirnya nurut, bisa ribet dan lama kalau masuk kamar mandi berdua.

__ADS_1


...****************...


Setelah sholat subuh berjamaah aku beresin tempat tidur dan siapin baju kerja untuk Raffa. Sambil nunggu Raffa yang masih di kamar mandi untuk bersiap ke kantor. Aku langsung menuju dapur untuk buat sarapan Mas Suami. Berhubung kemarin kita nggak keluar rumah seharian karena lagi sayang-sayangan. Princess masak aja bahan apa adanya yang ada di kulkas. Mulailah keluarkan bahan yang bisa di masak.


Princess buat aja kwitiau udang cumi plus sayur-sayuran. Tinggal finishing kasih saus tomat.


Tiba-tiba muncul aroma wangi parfum maskulin yang harumnya mendominasi seluruh penciuman princess di dapur. Tangannya erat banget peluk aku dari belakang, mana bibir candu itu bergerilya di leher princess. Aduk princess kan jadi keliyegan nggak konsen aduk kwitiau. Perbuatan siapa ini, kalau bukan Raffa yang memang jadi manja dan pengen nempel terus sama princess kayak adukan semen sama bata.


Bukannya apa, perbuatannya ini masih suka bikin efek samping jantung berdebar, tulang merapuh dan pikiran oleng.


"Masak apa Sayang." tanyanya. Sejak kemarin selesai ehem, Raffa terus panggil princess dengan sebutan 'sayang'.


"Masak kwitiau aja yang praktis, tapi kamu lepasin dulu Mas, aku jadi susah gerak nih,"


"Kalau enggak mau!"


Tangannya malah makin kenceng melilit perut ini.


"Mas, ini tinggal tambahin saus nanti rasanya hambar, kamu tunggu sebentar di meja makan ya."


"Maunya begini terus gimana? lagipula cukup lihatin kamu masakannya nggak akan hambar lagi."


Nih, Raffa lagi coba ngombalin princess.


"Kok begitu, jadi menurut kamu aku asem kayak saus tomat." Pura-pura ngambek .


Ya ampun. Bahagia gimana gitu, lihat suami yang lagi sikap manis gini. Jadi enggak sabar mau cepat malam, eh....


"Makanya Mas duduk dulu disana. Aku siapin sebentar."


Akhirnya Raffa nurut dan duduk manis di meja makan. Princess tinggal plating kwitiau rasa cinta, jangan lupa ditambahkan telur ceplok. Biar spesial.


"Siap!" princess taruh di depan Raffa.


Raffa lihatin isi piringannya.sambil mulai angkat sendok. "Sayang, mau di suapin."


"Makan sendiri aj Mas, manja ih," balasku geli. Suami kelewat manja nih kayak bayi. Bayi raksasa.


"Sayang," renggeknya meniru ekpresi wajah polos khas princess kalau lagi merajuk.


Princess yang nggak tahan lihat wajah polos suami, langsung meraih sendok, mengambil sedikit kwitiau dan langsung di daratkan ke arah mulut suami.


"Enak nggak?" tanyaku.


"Enak banget, nggak jauh beda sama masakan Mama," pujinya.

__ADS_1


"Masakan Mama memang the best Mas, princess tuh keweannya," balasku.


"Tapi kamu lebih the best jadi istri Sayang," jawabnya sambil raih tangan princess terus di cium.


Ya ampun, suamiku hari-hari terakhir sukses bikin princess meleleh kayak es krim yang belum di ji-lat.


"Nanti siang masak apa?" sambungnya lagi setelah menghabiskan separuh makanan yang princess suapin.


"Belum kepikiran, nanti aku kabarin setiap satu jam."


"Nanti kamu yang antar ke kantor ya."


"Lah! Kenapa nggak suruh supir jemput?" Tumben nih princess di suruh ke kantor.


"Saya maunya makan siang sama istri, kamu enggak mau?"


"Ya mau," balasku.


"Waktu Kita nikah kemarin, kita nggak banyak undang orang, termasuk orang-orang di kantor. Sekalian saya mau kenalkan sama mereka kalau punya istri secantik kamu."


Duh ... Nih! Otak princess jadi ngeblank. Suami belajar gombal dari siapa sih. Pasti kopi buatanku kebanyakan gula, suamiku jadi manis mami.


"Mas, bisa aja deh."


"Memang Fakta kok, istriku bidadariku."


"Udah ah Mas, Buruan sana kerja nanti telat loh." Bisa makin ngeblank otak princess kalau suami ngegombal terus nggak pergi-pergi.


"Kasih semangat pagi dulu untuk suami." Nih Raffa maju-majuin wajah maksudnya apa ya. Princess refleks cium pipi kanan suami karena nggak tahan lihat wajah suami yang di imut-imutin gitu.


"Loh, kok disitu aja. Disini juga." katanya sambil tunjuk bibir.


Belum sempat bersuara, mulut aku udah dibungkam bibir Raffa. Tuh kan, pagi-pagi Princess dibuat melting kayak lelehan lilin yang habis bakar.


Entah akan berakibat diabetas atau enggak, saat ini aku cuma mau nikmati manisnya hubungan rumah tangga kita. Aku merasa sudah lengkap menjadi seorang istri. Aku cuma bisa berharap akan tetap seperti ini dengan Raffa sampai kapanpun.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung ....


__ADS_2