Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Season 3 - SAH?


__ADS_3

Aline


Sore ini, mobil pengantin yang aku tumpangi sudah tiba di depan masjid yang akan dijadikan tempat akad nikah. Aduh perasaan aku jadi campur aduk antara mules, pusing, sama panas dingin.


Sebenarnya aku mau nikah atau kemah sih, badan jadi meriang begini.


Papi bukakan pintu mobil, diluar mobil aku sudah di sambut mama Riri dan keluarga Raffa yang lain yang princess belum kenal lebih jauh.


"Cantik sekali calon menantu Mama." Mama Riri langsung cium pipi kiri pipi kanan princess. Princess cuma bisa senyum anggun biar kalelman dikit jadi pengantin.


Para ibu-ibu ini langsung main rangkul tangan princess berjalan menuju masjid. Mami sebelah kanan, Mama Riri sebelah kiri. Princess di tuntun masuk ke dalam masjid.


Tangan Mami genggam jari aku erat banget seolah aku mau di bawa ke Pluto sama Raffa. Padahal jarak perumahan rumah kita, nggak jauh. Waktu aku kuliah di Prancis Mami nggak begini banget kayaknya.


Ya Allah! Tolong! Princess bisa kabur nggak sih! Jantung aku udah mulai nggak sikron nih, Jedag jedug nggak karuan saat kaki kanan masuk kedalam masjid.


Ada pengumuman dari MC, kalau mempelai pengantin wanita memasuki masjid. Semua mata bapak-bapak dan ibu-ibu lihat kearah Princess.


Princess denger lagi ocehan dari MC kalau mempelai pengantin pria sudah datang terlebih dulu ke dalam masjid.


Princess yang dari tadi nunduk nahan debaran jantung ini, langsung berusaha dongak dikit untuk lihat calon suami.


Di sudut jauh mata memandang, princess lihat calon suami yang ada di depan meja akad dekat mimbar. Meskipun jarak kita jauh, tapi princess bisa lihat Raffa dengan tampilan yang beda. Calon suami pakai baju jas basofi warna putih lengkap dengan peci warna putih. Calon imam banget calon suami. Nggak sabar mau di imami!


Princess melting pemirsa, Buruan Bang! Halalin adek!


Semua kembali ke posisi semula setelah MC memberitahu acara akad nikah akan segera di mulai. Princess sudah duduk dibarisan kaum emak-emak.


Sedangkan Raffa udah ada di depan meja penghulu bersama Papi dan juga dua saksi. Tadinya saksi dari keluarga aku adalah uncle Nolan suami Aunty Nes, tapi karena mendadak dan mereka satu keluarga masih berada negeri Jiran, mereka berhalangan hadir makanya di ganti oleh keluarga yang lain.


Suara lantunan ayat suci Alquran dan beberapa doa sudah di perdengarkan. Tibalah saat paling buat aku enggap, penghulu nyuruh Papi untuk jabat tangan Raffa.


Papi menjabat tangan Raffa dengan kuat. Tutup mata, Princess nggak kuat lihat sumpah!


"Ananda, Haidar Raffa Siddiq Wijaya bin Achmad Ervan Wijaya. Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku, Caroline Shania Bagaskoro binti Adrian Bagaskoro dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas senilai 500 gram dibayar tunai!"

__ADS_1


Hening ....


Senyap ...


Sunyi ...


"Saya terima nikah dan kawinnya Caroline Shania Bagaskoro binti Adrian Bagaskoro dengan Mas tersebut, Tunai!" Dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi?" tanya Pak penghulu.


"Sah," jawab saksi satu.


"Sah," jawab saksi dua.


"SAH!" teriak adik Raffa bersama kawanan rambut gondrong, disusul bacaan hamdalah dan suara riuh dari tamu undangan.


Telinga aku nggak salah denger kan! Udah SAH mami, Papi!


Kenapa Raffa yang ijab qobul, aku yang ngos-ngosan sambil pegangi dada yang rasanya udah mau meledak. Bagaimana dengan Raffa di depan sana.


"Alhamdulilah, barakallahulakuma ...." Penghulu mengucapkan doa-doa.


Baiklah setelah ini princess harus foto Selfie sambil tersenyum bersama pak penghulu dah jangan lupa pegang buku nikah.


Mama Riri dan Mami kompak berdiri.


"Ayo datangi suamimu," ajak mama Riri. Aduh denger kata suami, princess merona-merona gimana gitu.


Aku berdiri di dampingi mami dan Mama Riri untuk di sandingkan dengan Raffa.


Jadi malu-malu begini dikasih mahar pernikahan sama suami. Dilanjutkan acara pemakaian cincin pernikahan. Untuk pertama kalinya ini kita saling pegang-pegangan tangan. Aduh princess jadi salting. Apalagi pipi ini nggak tahu sudah semerah apa?


Tapi rada kesel sama Raffa, ekspresinya biasa aja, lihat istrinya yang sudah di make over secantik bidadari yang dilempar dari khayangan. Mungkin saking bahagianya sampai lupa puji istri.


Raffa ngulurkan tangan di depan aku. "Cium tangan suamimu dulu."

__ADS_1


Idih ... princess yang lagi mode malu langsung meraih tangan Raffa, mencium dengan lemah lembut tangan suami. Belum sempat tangan sama kepala princess menjauh, Raffa langsung nyosor jidat glowing princess di depan banyak orang tanpa nunggu kode dari MC.


Mentang-mentang udah sah ya, seenaknya cium-cium princess. Bukannya apa, ini nggak baik untuk kesehatan jantung princess.


"Auh ...," pekikku ketika ada tangan yang meraih pinggang ramping ini, untuk ikuti arahan fotografer.


"Nanti sampai hotel, kita langsung ke kamar berdua. Jangan terlalu lama di bawah." Bisik alam dari Mas suami di sela-sela sesi pemotretan. Bulu kuduk princess kenapa jadi merinding.


Rasanya princess mau teriak dan injak kaki Raffa. Tapi masih nggak lupa diri kalau lagi jadi pengantin. Omega! Udah nggak sabaran banget sih Bang!


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung .....


Part selanjutnya Ei usahakan up secepatnya...


mudahan target Ei tamatkan novel ini dalam sebulan terpenuhi 😘😘😘


Terima kasih semua loph-lophku udah baca sampai part ini. Kan Ei jadi terharu 😊😊


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘😘

__ADS_1


__ADS_2