Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP34-S2// Kontrak


__ADS_3

Mobil warna hitam yang terparkir dari kejauhan memperhatikan dua wanita yang mengobrol di depan rumah warna abu-abu. Melihat wajah gadis yang dicintai baik-baik saja membuatnya senang walau tidak melihat dari dekat.


Pandangan yang membuatnya senang kini sudah masuk ke dalam rumahnya.


"Bukankah wanita itu Miranda Wilson Pak, partner bisnis kita, kenapa dia bisa di rumah gadismu," Ujar Amar dari kursi kemudi.


"Aku tidak peduli dengan Miranda, aku hanya peduli pada Abel, kita pergi sekarang, seperti yang aku lihat dia baik-baik saja. Aku sedikit merasa tenang." Jawab Davin dari kursi penumpang belakang. Aspri langsung melajukan kendaraan seperti perintah Bos.


"Sepertinya adikmu sudah mulai mendekati gadismu Pak, kenapa Anda menyiksa diri sendiri dengan merelakan gadis itu untuk adik Anda Pak," tanya Amar yang tadi juga melihat saat Nolan bersama Abel.


"Itu yang aku harapkan, adikku bisa memiliki Abel dan dia bahagia," balas Davin singkat.


"Bagaimana dengan gadismu Pak, jika dia tidak menyukai adikmu." Tanya Amar lagi.


"Dia sekarang pasti sangat membenciku, adikku lah pasti akan mengisi hari-harinya. Rasa cinta Abel padaku pasti berlahan-lahan akan hilang." Jawab Davin.


"Bagiamana dengan Anda Pak?"


"Bukankah kau tahu sendiri aku menerima perjodohan dengan Kayla, dengan begitu adikku akan yakin aku sudah tidak menginginkan Abel lagi." Cerita Davin sambil memegangi kepalanya mendadak terselimuti rasa sakitnya lagi.


Tapi entah kapan aku bisa berhenti mencintainya, dia wanita pertama yang benar - benar aku cintai dan ingin aku miliki.


Amar pun berhenti bertanya melihat atasannya yang mulai kaku dan murung dengan suasana, Ia pun melanjutkan perjalanan ke kediaman Adiguna.


*****


Sementara di dalam rumah Ervan. Keluarga Ervan sedang memperhatikan layar televisi di ruang TV. Riri dan Ervan terkejut dengan kehadiran Miranda bersama Abel.


"Miranda, kenapa tidak memberitahu kalau kesini." Sapa Ervan.


Miranda duduk di sofa bergabung dengan keluarga Ervan. Riri dengan cekatan merangkul lengan suaminya, naluri keistriaannya tergelitik ketika suaminya duduk satu meja dengan seorang janda. Ervan hanya tersenyum geli dengan tingkah kekanakan istrinya.


"Semuanya, Abel mau ke kamar dulu." Seru Abel yang masih berdiri.


"Kakak, mungkin ada sesuatu yang disampaikan Tante Mira, duduklah disini dulu." Tegur Riri mencegah anaknya masuk kamar dalam keadaan sendirian, pasti dia akan menangis lagi.


Dengan terpaksa Abel duduk bersama yang lain. Menikmati minum teh sambil mengobrol masalah pembukaan lahan baru.


"Jadi gimana Miranda berapa banyak pembukaan lahan yang disetujui pemda." Tanya Ervan pada Miranda.


"Lumayan Van, masih ribuan hektar. Tapi ada yang menawarkan harga lebih murah dari Adiguna untuk pemasok perlengkapan pembukaan lahan." Seru Miranda.


Mendengar nama Adiguna hati Abel kembali nyeri, bisa tidak sehari tanpa dirinya memikirkan Davin, tapi itu sungguh sangat sulit. pikir Abel.


"Oh ya, berapa persen perbedaannya." Tanya Ervan lagi.

__ADS_1


"Sekitar sepuluh sampai dua puluh persen," Ujar Miranda. "Lumayan Van, tapi ada plus minusnya juga Van. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi Aku yakin Mas Ervin pasti lebih memilih Adiguna," tutur Miranda.


Ervan langsung diam, mendengar nama kakaknya dan Adiguna di satukan. Ervan sekilas melirik ke arah Abel, wajah anaknya masih murung.


"Bagaimana dengan pendapatmu," tanya Ervan.


"Aku lebih suka penawaran baru, tapi terkesan mengkhianati Adiguna yang delapan tahun bekerja sama dengan kita, bukankah sekarang bos kita menjalin kasih dengan direkturnya." Sindir Miranda pada Abel.


Abel langsung bangkit dari kursi. "Abel ke kamar dulu."


Abel langsung berlari menaiki tangga, entah kenapa Abel masih saja serapuh ini. Hal itu membuat Miranda jadi binggung dan melihat Ervan dan Riri penuh tanya.


"Kenapa dia, harusnya dia senang aku membahas kekasihnya," seru Miranda.


Ervan dan Riri saling bersitatap, "Miranda Davin sudah meninggalkan Abel." Balas Ervan.


"Apa! sudah ku duga, aku tidak kaget memang dia laki-laki seperti itu. Sekarang Abel yang harus kita tanya apakah dia masih mempertahankan kegadisannya." Balas Miranda berargumentasi sendiri yang menyulutkan emosi di wajah Ervan dan Riri.


"Apa maksudmu Miranda. Anakku tidak akan melakukan hal seperti itu, aku dan Riri sudah mendidik akhlaknya dengan baik." Jawab Ervan penuh emosi.


"Maaf Van, aku percaya sangat padamu. Sepertinya kontrak kita dengan Adiguna akan sampai hari ini, Aku akan menemui Abel." Ujar Miranda.


Ervan dan Riri mengangguk memberi izin Miranda menemui anak gadisnya.


Ceklek, pintu kamar terbuka. Nampak Abel yang duduk di atas sofa meringkuk memandang ke arah jendela.


Miranda sudah duduk disamping Abel. "Abel, Tante sudah tahu semuanya, Tante udah peringatan kamu sebelumnya tapi kamu nggak dengerin ucapan Tante," ujar Miranda, Abel hanya membalas senyum.


Sepertinya Abel masih sangat sakit hati, dia sangat pendiam sekarang. Beda dengan Abel yang sangat cerewet seperti biasanya. pikir Miranda.


"kamu masih perawan kan." Sambung Miranda lagi.


Abel angsung menoleh ke arah Miranda. "Tante, apa maksud tante? Abel nggak mungkin melakukan hal seperti itu begitu juga dengan Bang Davin, Tante yang terjadi biarlah terjadi...." Seru Abel sedikit kesal.


"Syukurlah laki-laki itu hanya meninggalkanmu. Abel, apa perlu kita tidak lanjutkan kontrak dengan Adiguna kita bisa bekerja sama dengan yang lain dengan biaya yang lebih murah," tungkas Miranda merasa kasian kepada keponakanya sekaligus mengambil keuntungan.


"Tante jangan pernah libatkan masalah hati dengan bisnis, itu sangat tidak profesional jika Om Ervin saja memilih berekan dengan Adiguna itu artinya mereka yang terbaik." Jelas Abel.


"Oke, kau memang Boss yang baik hati dan profesional." Balas Miranda kecewa karena gagal membujuk Abel memutus kontrak.


"Tante, bisa tinggalkan Abel sendiri, Abel mau istirahat."


"Tentu, besok pagi kita akan ke WPH," seru Miranda beranjak dan keluar dari kamar Abel.


Sementara Abel menuju ranjangnya berbaring, entah kenapa sangat merindukan Davin. Kenangan dengannya masih belum hilang sama sekali. Dia meraih selimut menutupi tubuhnya berharap matanya bisa terpejam malam ini.

__ADS_1


*******


Matahari pagi mulai muncul ke permukaan. Sepagi mungkin Nolan sudah bersiap di depan pintu kamar Davin. Semalaman ia tak mendapati kakaknya pulang dan langsung mengunci dirinya kamar


Davin sudah rapi dengan pakaian kerjanya mengingat persiapan rapat pagi ini. Ia keluar dari pintu kamarnya terkejut mendapati adiknya yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Bang Davin nggak bisa menghindar lagi dari aku." Seru Nolan.


"Ada Apa, aku tidak pernah menghindari siapapun," Balas Davin mengelak menutupi kebenaran.


"Bang aku hanya ingin tanya, bagaimana hubunganmu dengan Abel."


"Seperti yang sudah aku bilang, aku meninggalkannya dan akan bertunangan dengan Kayla. Apa masalahnya, bukankah aku sudah biasa meninggalkan banyak wanita," tutur Davin berpura tegas.


Nolan yang selalu tidak bisa menahan emosinya kepada siapapun, langsung menarik kemeja kakaknya menyudutkannya ke tembok.


"Kau mengingkari janjimu padaku Bang, kenapa kau menyakiti Abel, sebenarnya kau masih mencintainya kan dan dia juga mencintaimu, kenapa kau malah meninggalkannya, kenapa kau lakukan semua itu, kenapa!" Hardik Nolan.


Davin menepis kedua tangan adiknya kasar. "Nolan, harus berapa kali aku bilang alasannya, mulai sekarang jangan pernah bahas masalah Abel lagi denganku, aku muak dan tidak peduli!" Kata Davin berpura ia melangkah meninggalkan Nolan.


Nolan mengejar Davin dengan tangannya yang mengepal geram, rasa emosinya tidak bisa dibendung mendengar kenyataan orang yang dicintai tersakiti. Rasa emosi itu membuatnya tak sadar siapa orang yang ingin dihajarnya sekarang.


BUuukkkk. Kepalan tangan menghantam wajah seseorang.


.


.


.


.


.


Next......


Author potong udah kepanjangan, nanti kalian eneg 😁


Zen : Nanggung amat Thor 😤 nanggung


Thor : gua lanjutin sabar...


Zen : Buru ya Thor, nih hari ya😤


Thor : Ho'oh kalau ngga nyankut di awan nunggu repiew🙄🙄🙄

__ADS_1


Terimakasih udah sabar dan setia nunggu Up dari author, sorry telat up trauma review kemarin alasannya part author ada yg vulgar, vulgar dari manose🤧🤧🤧


Beri semangat Thor ini pencet LIKE ketik KOMMENT yang punya poin bagi VOTE seikhlas Kalian. Selalu Loph U ❤️


__ADS_2