Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 44 Kehidupan Baru


__ADS_3

Ervan keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian lengkap sambil mengeringakan rambutnya dengan handuk. Suasana hatinya sangat senang, senyuman tak lepas dari bibirnya. Melihat istrinya yang masih tertidur pulas dia melempar haduk ke meja dan melompat ke tempat tidur disamping istrinya. Membuka sedikit selimut yang dipakai Riri, ia melihat banyak tanda merah dibeberapa bagian tubuh istrinya ia pun tersenyum puas.


"Sayang bangun dulu, sholat subuh dulu." menggoyangkan bahu istrinya sambil gemas mencium keras leher istrinya yang tidak tertutup selimut.


"Ma...s udah bangun." Guman Riri pelan merasa geli dengan tingkah suaminya.


"Ya udah tinggal nunggu kamu bangun, ayo buruan mandi sayang, nanti lanjut tidur lagi" Masih menciumi pipi istrinya.


Riri mengeliat melihat seseorang disampingnya malah langsung memeluk dan menenggelamkan kepalanya di dada suaminya.


"Sayang mandi dulu sholat habis itu lanjut lagi kayak tadi malam." Ervan mengoda istrinya yang malah memeluknya erat.


"Mas mulai deh, ini aja badan Riri rasanya mau remuk semua." Guman Riri yang juga menahan nyeri disalah satu bagian tubuhnya.


"Ya nanti mas pijitin ya, sakit ya sayang." Tanya Ervan pada Riri mencium kepala istrinya. Riri menganguk.


Dengan menahan tubuhnya yang terasa pegal semua karena ulah suaminya semalam, Riri bangkit dari pelukan suaminya. Untuk menutupi tubuhnya ia meraih kemeja putih suaminya yang dekat dengan jangkauannya karena baju tidurnya entah dilempar kemana oleh suaminya.


"Kenapa ditutupi sayang, mas juga udah tahu semuanya." Kata Ervan yang lucu melihat Riri memakai bajunya.


"ah mas... Riri mau mandi dulu." Riri berjalan pelan sambil meringis menahan sakit menuju kamar mandi.


"AAAHHhhh!!" Teriak Riri di dalam kamar mandi. Ervan langsung menyusul kedalam kamar mandi mendengar teriakkan istrinya.


"Kenapa sayang?." kata Ervan cemas melihat istrinya berdiri didepan kaca.


"Mas ini apa, banyak banget Riri kayak habis digigit nyamuk raksasa." Kata Riri menunjuk beberapa tanda merah dibagian tubuhnya.


Ervan tertawa kecil melihat ekspresi istrinya. "Sayang itu namanya tanda cinta dari suamimu." Kata Ervan memeluk istrinya dari belakang membuat lagi tanda kepemilikan itu.


"Ya udah mas keluar dulu." Riri merasa tahu maksud suaminya selanjutnya.


"Mas temanin mandi ya." tergoda dengan tingkah istrinya.


"Nggak usah mas, Riri mandi sendiri aja ya, mas kan udah mandi." Balas Riri yang mengerti maksud suaminya karena tangannya sudah bergerilya kemana-mana.


"Nggak mau."


"Mandi aja ya nggak lebih." Riri pasrah.


"Mas nggak janji...." sambung Ervan lagi dengan senyum licik.

__ADS_1


Jangan bilang mau lagi, tolong ini aja masih sakit. batin Riri


Ervan tahu apa yang harus dilakukan didalam kamar mandi berdua dengan istrinya.


Setelah selesai dengan ritual mandi bersama suaminya, Riri keluar menggunakan kimono handuk mencari bajunya didalam tasnya dan melaksanakan sholat berjamaah dengan suaminya yang hampir tertinggal waktu subuh didalam kamar hotel.


Berada diatas sofa Ervan merebahkan kepalanya dipangkuan istrinya sambil melihat dari atas kamarnya pemandangan laut dipagi hari dari jendela, mereka menunggu sarapan yang minta diantar ke kamar.


"Mas Abel dikamar mana ya, ajak sarapan sama kita ya" kata Riri memecah keheningan sambil membelai rambut suaminya.


"Nggak mau ah sayang, biar aja dia makan sama yang lain nanti malah dia manja sama mamanya terus papanya suruh manja sama guling."


"Mas, kok gitu sama anak sendiri, masa iri sama Abel."


"Becanda sayang, ya udah mas panggil dia suruh kesini." Ervan bangkit dari tidurnya dan mengambil ponselnya.


Tak lama kemudian, sarapan yang dibawa pelayanan sudah ditata diatas meja. Riri dengan lahap memakan setiap makanan yang


tersaji. Riri memang merasa sangat lapar dari semalam.


"Pelan-pelan sayang." kata Ervan yang merasa kenyang melihat Riri makan dengan lahap karena ulahnya tadi malam dan tadi subuh.


"Mas nggak minum susu." Tanya Riri pada Ervan yang hanya bengong melihatnya makan.


"Tadi kan sudah sayang dikamar mandi." Balas Ervan tersenyum mengoda istrinya.


Riri melempar lap kearah suaminya yang ada dihadapannya. "Mas mulai kan, pikiran mesum."


Karena pintu yang tidak terkunci Abel masuk menghampiri orang tuanya. keduanya terkejut melihat kedatangan Abel.


"Cantik kamu kemana aja kemaren, mama nggak ketemu semalam." Kata Riri melihat Abel yang duduk disampingnya.


Gawat kalau anak ini cerita habis dikunci in, nanti aku bisa diomelin sama Riri. Ervan


"Ma, kemarin sebenarnya Abel mau kesini tidur sama mama tapi pintu........." aem Abel menerima suapan dari papanya sebelum melanjutkan cerita.


"Sini sayang, papa lama nggak nyuapin kamu." kata Ervan langsung mengandeng anaknya duduk di dekatnya. Riri heran melihat tingkah aneh suaminya.


"Papa aneh banget, tumben pakai mau suapin segala, kan Abel anak SMP bukan anak TK bisa makan sendiri."


"Sudah buka mulut jangan cerewet aahk..." Ervan terus menyuapi anaknya agar tidak bicara.

__ADS_1


"Nanti siang kita balik ke rumah ya, papa ada pekerjaan dari kantor." Kata Ervan pada anak dan istrinya.


Meraka menghabiskan sarapan dan mengemasi barang-barang karena akan meninggalkan hotel siang ini begitu pula keluarga besarnya.


********


Sore hari sebelum waktu ashar mereka sudah sampai dirumah mereka. Semua turun dari mobil masuk kedalam rumah. Dibalik pintu sudah ada Bi Mina yang menyambut kedatangan mereka dengan senyum bahagia.


"Assalamu'alaikum bi." Sapa Riri dan memeluk Bi Mina memasuki rumah.


"Waikumusalam salam pengantin baru, tambah cantik mbak Riri, tadi barang-barangnya mbak Riri dari rumah ibu sudah ditaruh diatas." jawab Bi Mina.


"Makasih bi, Riri mau keatas nyusul mas Ervan." kata Riri yang memang ditinggalkan oleh anak dan suaminya ke atas karena mereka ingin beristirahat lagi.


Riri berjalan pelan sambil mengingat waktu pertama kali dia datang kerumah ini beberapa bulan yang lalu, dan sekarang rumah ini menjadi tempat kehidupan barunya dimana dia akan tinggal bersama anak dan suaminya. Sambil tersenyum-senyum sendiri dia mengingat semua kejadian dirumahnya sekarang sebelum menjadi istri. Dia berharap semoga kedepannya rumah tangganya akan selalu diberikan oleh Allah sakinah, mawadah warahmah Sesuai doa dari semua orang.


Riri membuka handel pintu kamar suaminya, untuk pertama kalinya Riri masuk kedalam kamar suaminya walaupun dulu sering berada dirumah ini.


"Suprise..." Ervan membawa bucket bunga mawar putih ditangannya dan menyerahkan pada Riri. Riri tersenyum dan mengambil bucket bunganya.


Ervan memeluk Riri dari belakang melingkar dipinggangnya."Ini kamar kita sayang." mencium pipi istrinya.


"Dulu juga almarhum istri mas dikamar ini." Riri refleks begitu saja langsung menutup mulutnya.


"Nggak sayang, dulu aku dan Amanda tinggal dirumah pemberian orang tuanya setelah dia meninggal mas nggak sanggup tinggal dirumah itu lagi, mas pilih tinggal di apartemen pemberian kantor."


Riri mengajak suaminya duduk di tepi ranjang, sebenarnya Riri takut bertanya tentang Amanda tapi dia sangat penasaran.


"Jadi mas lama pindah kesini?." tanya Riri lagi.


"Sekitar dua tahunan, mas nggak suka lingkungan apartemen yang nggak baik untuk Abel, jadi mas putusin beli rumah disini terus renovasi sedikit."


"Mas, Riri boleh tahu foto Amanda, pasti dia cantik soalnya Abel cantik." Kata Riri lagi memberanikan diri lagi, memang dirumah ini tidak ada sama sekali foto ibu kandung Abel itu.


"Nanti aja ya sayang, mas mau kedepan dulu cek email dari kantor." kata Ervan tanpa senyum dibibirnya seperti tadi, dia berdiri meninggalkan Riri.


Kenapa mas Ervan jadi murung begitu?, apa aku salah ngomong ya, apa dia nggak suka ya aku bahas Amanda. Apa jasad dia belum ditemukan saat kecelakaan, terus nanti dia akan muncul merusak rumah tangga kita kayak disinetron TV. ya ampun Riri kamu memang konyol apa yang kamu pikirkan. Riri memukul kepalanya sendiri karena merasa merusak suasana.


Next........


Terimakasih Pembaca jangan lupa tinggalkan jejak dukung author like koment apalagi Vote vote vote please buat semangat author terus up 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2