Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP3-S2// Angkuh


__ADS_3

Raydan berjalan mengamati benda terbang seperti pesawat dengan empat baling-baling disetiap ujung. Dia terus berjalan hingga benda itu berhenti pada laki-laki yang memakai kaos putih celana pendek memainkan remote control. Benda yang diikuti Raydan sudah turun di rumput-rumput dekat dengan sang pemegang remote control.


Raydan menarik kaos putih yang dikenakan lelaki tampan dengan perawakan tinggi dan badan tegap. Dengan sigap lelaki itu menoleh seseorang yang menarik-narik kaosnya.


"Kakak icu mainan apa, pecawat bukan, heli juga bukan, kenapa bisa terbang." Oceh Raydan.


Lelaki itu menunduk badan didepan Raydan. "Adik kecil ini namanya drone bukan mainan." Katanya lembut menunjukkan drone pada Raydan.


"Oh namanya dron, nanti Ray minta belikan Papa..." Oceh Raydan lagi.


"Adik kecil, ini bukan buat mainan anak-anak, tapi untuk orang dewasa kayak kakak." Ujar Lelaki itu.


Anak siapa sih nih, kenapa tiba-tiba nyasar disini.


"Adik kecil, kenapa kamu tiba-tiba disini?" kata lelaki itu lagi pada Raydan.


"Ray tadi ikutin dron...." Balas Raydan menunjuk dron.


"Terus kamu kesini sama siapa, orang tua kamu mana?"


"Ray, sama kakak Abel..." Raydan menoleh kesana kemari binggung, baru menyadari sudah jauh berjalan dan kehilangan Kakaknya.


"Kakak Abel mana, Kakak Raffa, Kakaknya Ray mana... kakak... Kakak." Ray menangis.


"Kamu tenang ya, nama kamu Ray ya, panggil aja Kakak Bang Nolan ya, kamu jangan nangis, Abang bantu cari kakak kamu ya...." Hibur Nolan mulai melangkah.


Raydan menceritakan tempat terakhir sebelum dirinya mengikuti drone milik Nolan.


Parah nih Kakaknya, untung aku yang Nemu adeknya coba orang jahat atau punya niat buruk, lucu soalnya nih anak. Batin Nolan.


Nolan mulai mengikuti Raydan melangkah ke booth bakso yang dibeli tadi ketika sarapan. Tapi tetap tidaj menemukan juga sosok kakak yang dimaksud Raydan.


"Ray, udah jangan nangis, kamu jagoan kan, ada Abang disini, kita cari sampai dapat kakak kamu ya," hibur Nolan melihat Raydan yang menangis lagi.


Keduanya pun menyisir area lapangan dan jalan CFD, Nolan menjelaskan ciri-ciri kakaknya pada Nolan.


*****


Ditempat yang sama tapi letak yang berbeda, Abel masih berusaha mencari Raydan, tubuhnya mulai Letih bahkan lapar lagi padahal sudah sarapan. Dia memilih mengistirahatkan kakinya beberapa menit saja.


Harusnya kalau jalan dengan dua adiknya, dia harus menyiapkan alarm jadi kalau berjauhan bisa dilacak, begini sangat merepotkan sekali. Raydan dan Raffa anak dengan ciri yang berbeda. Raffa sangat usil jahil dan heboh. Sedangkan Raydan lebih diam kalem, dan menyenangi hal-hal baru.


Tenang Abel, kota ini adalah kota teraman dan ternyaman dihuni nomor satu di negeri ini dengan tingkat kriminalitas terendah, tidak akan terjadi sesuatu pada Raydan dia akan segera ketemu. Begitu kiranya pemikiran Abel menghibur diri sendiri yang hampir di ujung keputus asaan.

__ADS_1


Ponselnya berdering melihat nama yang muncul di balik telepon, Abel panik, binggung, stress. Dia lama mendengarkan deringan ponsel hingga mati. Tapi ponsel berdering lagi dan dia kembali panik, tapi tidak ada pilihan lain selain mengangkat teleponnya supaya mama tercintanya tidak kuatir.


"Raffa, kalau Mama telfon kamu diam aja, jangan ngomong sepatah katapun, kakak aja yang ngomong..." Ancam Abel pada Raffa yang suka heboh.


"Ya Kak..." Jawab Raffa.


"Jangan cerita apapun sama Mama atau Papa kalau telpon sebelum Raydan ketemu." Ancam Abel lagi. Raffa menganguk menandakan mengerti.


Ponsel kembali berdering, Abel cepat mengangkat telepon yang ke empat kalinya itu.


"Ya Ma," seru Abel.


πŸ“žRiri : Kamu kapan pulang?


"Sebentar lagi pulang Ma, ini masih mau main bocah-bocah."


πŸ“ž Riri : Semua baik-baik aja kan, Mama ngerasa nggak enak aja dari tadi...


"Baik Ma, semuanya sangat baik disini mereka senang..." Balas Abel terpaksa berbohong.


πŸ“ž Riri : Ya udah kalau gitu, Mama tenang, Mama tunggu kalian pulang, assalamu'alaikum.


"Ya Ma, wa'alaikumsalam." Balasnya lemah, menutup telepon.


"Raffa, jangan contoh Kakak, berbohong pada orang tua itu dosa..." Desis Abel pada Raffa.


"Kita istirahat sebentar, setelah ini kita keliling lagi..."


Abel tahu perbuatannya durhaka memang pada Mamanya, tapi ini demi meredam kepanikan semua orang sampai beberapa menit Raffa ketemu.


Abel menutup wajahnya pusing, menunduk.


"Ya Allah temukan Raydan ya Allah, jika memang laki-laki yang berhasil menemukan akan aku jadikan suami, kalau perempuan aku akan jadikan saudara, selain manis aku juga punya ribuan hektar perkebunan kelapa sawit tapi temukan dulu Raydan..." Gingau Abel berbicara sendiri tidak karuan mulai frustasi.


Baju Abel ditarik-tarik dari samping, dia masih menutup wajahnya dengan tangan tidak bergeming. Semakin terus ditarik Abel semakin kesal.


"Raffa bisa nggak..." Abel terperangah dan tak percaya ternyata doanya yang kacau langsung dikabulkan. Bukan Raffa yang menarik kaosnya tapi Raydan.


"RAYDAN!!!" Teriak Abel kegirangan langsung memeluk bocah kecil didepannya.


"Kamu kemana aja adekku yang ganteng, kakak panik banget." Kata Abel melepaskan pelukannya mencium kening Raydan.


Raydan menunjuk Mas-Mas ganteng berkaos putih yang tiba-tiba ada dihadapannya. Abel langsung berpikir apa Lelaki ganteng ini yang mengajak Raydan ya Allah doaku yang lebih mirip sumpah serapah terwujud, Abel mendekati Nolan yang bermuka datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Terima kasih, udah nemenin Raydan nemuin aku..." Kata Abel manis karena bagaimanapun lelaki ini yang sudah menemukan Raydan di tengah ribuan manusia.


"Kamu Kakaknya Ray!" Tanya Nolan dengan nada keras.


Abel membulatkan matanya kaget untuk pertama kalinya dalam hidup laki-laki berbicara kasar padanya. "Ya..." Jawab singkat padat dan gugup.


"Kamu bisa nggak sih jaga adek kamu!" Balas tak kalah lebih keras dari nada sebelumnya.


"Bisa..." Jawab Abel mulai kesal.


"Kalau bisa, nggak mungkin Ade kamu berkeliaran sendiri dikeramaian gini, untung aku yang nemuin, kalau orang lain yang punya niat jahat gimana! kamu nggak mikir!" Katanya lagi dengan nada yang sama kasar.


Abel terpojok tak bisa bicara lagi, dia memang salah tapi dia hanya meninggalkan beberapa menit.


"Lain kali kalau kesini mau tebar pesona jangan bawa adik-adik kamu!" Umpat Nolan lagi.


Darah Abel mendidih mendengar ucapan lelaki batu dihadapannya. "Tolong ya, jaga mulut kamu kalau ngomong..."


"Kamu tuh yang jaga adik-adik kamu dengan benar!" balas Nolan melengos ke arah Raffa membuat Abel semakin geram.


"Ray, Abang pergi dulu ya..." Katanya manis pada Raydan berbeda sekali ketika berbicara pada Abel.


Perlahan Nolan berlalu meninggalkan Abel dan adik-adiknya. Abel langsung mengambil kaca dari tas kecilnya. Memeriksa matanya apakah ada belek, dan menonjolkan giginya apakah ada kulit cabai yang tertinggal usai memakan bakso. Tapi semua terlihat cantik dan baik-baik saja. Hampir dia merasa ada yang aneh dengan wajahnya, untuk pertama kalinya ada laki-laki yang tak tertarik padanya, biasanya dia yang selalu membentak laki-laki tapi ini sebaliknya.


Tuh cowok aneh banget mulutnya pedes banget seblak level 30, memang dia udah nemuin Raydan tapi tetap dia kasar, bengis songong, dia manis sama Raydan tapi kasar banget sama aku. Seolah wajahku yang manis dan cantik ini nggak berpengaruh. Apakah dia juga akan sekasar itu kalau yang di hadapannya Selena Gomes atau Taylor Swift. Aku cabut sumpah serapahku, amit-amit punya suami Songong kayak dia meskipun ganteng. Gerutu Abel kesal hati.


"Kak, Ayo pulang..." Keluh Raydan dan Raffa bersamaan.


Abel langsung mengandeng adik-adiknya meski merasa senang sekaligus kesal, dia mengambil sepeda dan bergegas menuju parkir mobil untuk meninggalkan CFD.


.


.


.


Next...


Wajah baru kita kenalan dulu ya.


Nolan Putra Adiguna (22 tahun) masih berstatus mahasiswa semester 7 di Universitas B - Karena kejadian di masa lalunya membuatnya menjadi pribadi yang sangat keras, dingin, anarki kepada siapapun kecuali anak-anak. Nolan sangat suka dan menyayangi anak-anak kecil dibawah sepuluh tahun.


__ADS_1


sumber : @ponnawash


Jangan lupa kasih semangat author Like Koment, yang punya poin bisa sumbang VOTE. makasih ❀️ U


__ADS_2