Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP16-S2// Ungkapan


__ADS_3

Di perjalanan hanya ada suara musik yang pelan tanpa ada obrolan. Sesekali Abel melirik ke arah Davin, kemudian senyum - senyum sendiri sambil menunduk merasa malu.


"Abel bisa minta tolong ganti musiknya, pencet dilayar yang merah." Perintah Davin.


Abel mengangguk dan dengan cepat dia menyentuh tombol merah dilayar monitor mobil. Dengan cepat layar berubah jadi hitam dan tertulis dalam layar kalimat berwarna merah yang membuat jantung Abel berdebar lebih cepat lagi.


Saat tidak bersamamu yang aku rasakan hanyalah kerinduan. Cukup tiga kata yang bisa mewakili, Abelia I love you....


Membaca kalimat itu dalam hati, lagi-lagi membuatnya canggung dan malu. Apa ini nyata? untuk pertama kalinya Abel mendapatkan pengakuan cinta dari lawan jenisnya. Selama ini Abel selalu menutup diri untuk laki-laki manapun mendekatinya. Tapi, entah kenapa tidak dengan Davin, dia langsung terpikat pada pertemuan mereka yang dramatis ditengah kepulan asap.


"Abang baca ya...." Kata Davin yang juga mendadak gugup.


Abel hanya menunduk merasa malu, antara senang, binggung, gugup bercampur menjadi satu. Davin menepikan mobilnya sisi jalan. Hal yang dilakukan Davin membuat Abel semakin gugup saja. Mulut Abel seperti tergembok tidak berani menanyakan kenapa Davin berhenti tiba-tiba.


Davin menoleh kearah wanita cantik disampingnya. Memandanginya dengan lekat meskipun yang ia pandang hanya menunduk saja.


"Abelia, I love You....." Ucap Davin yang membuat bulu kuduk Abel semakin merinding.


Sejenak hanya ada keheningan, bibir Abel mendadak beku tak sanggup lagi rasanya berkata-kata.


"Cantik, balas dong, Abang terima apapun keputusan kamu," desak Davin melihat Abel yang hanya diam.


Abel memberanikan diri membuka mulut.


"I Lo-ve you too ...." Kata Abel terbata merasa malu tidak pernah setegang ini.


Davin yang mendengar ucapan Abel langsung memukul setir mobil sambil berkata 'Yes', Ia tidak menyangka Abel juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Ia tidak bisa menggambarkan sesenang apa perasaannya sekarang. Abel hanya tersenyum malu melihat orang yang ada disebelahnya.


"Tapi Bang Davin, Abel nggak boleh pacaran sama Papa." Ujar Abel.


"Ya malah bagus, Abang akan langsung ngelamar kamu secepatnya bukti keseriusan Abang sama kamu." Balas Davin.


"Gimana kalau Papa nggak setuju, terus gimana kuliah Abel Bang."


"Abel, banyak kok yang berumah tangga sambil kuliah, lagipula kota Y kesini hanya butuh perjalanan di udara satu jam. Kalau memang nggak memungkinkan Bang Davin bisa nunggu kamu sampai selesai kuliah, kalau Papa kamu, Bang Davin akan berjuang terus sampai dapat restu." Ujar Davin panjang dan lebar.


Abel tersenyum pada Davin, rasanya seperti mimpi saja dilamar, menikah, berumah tangga itu masih jauh dari anggan-anggan Abel sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa mengerem perasaan sekarang sedikit pun, dia benar-benar bahagia.


"Kita jalan ya....." Seru Davin mulai menarik perseneling dan mobil mulai berjalan kembali menyusuri jalanan.


"Maaf ya peryataan cinta Abang kacau sangat buruk untuk dikenang, Abang pakai plan B," seru Davin.


"Nggak kok, memang plan A nya apa." Tanya Abel.


"Tadinya Abang mau ajak ke roof top hotel, terus Abang bilang I love you pakai kembang api. tapi sudahlah yang penting Abang sudah lega sekarang." Seru Davin.

__ADS_1


Abel melamun membayangkan, indahnya kalau memang itu terjadi.


Davin memberanikan diri meraih tangan kanan Abel dan langsung mencium punggung tangannya singkat. Abel yang menyadari perlakukan Davin terhadap tangannya langsung menarik tangannya merasa malu, senang dan takut.


"Bang, Davin kita belum halal nggak boleh cium-cium apapun." Protes Abel menyimpan tangannya di balik tas.


"Cantik, Abang hanya cium tangan kamu."


"Bang Davin mungkin sekarang cuma cium tangan bisa jadi nanti pasti pengen cium yang lain."


"Memang boleh cium yang lain..." Canda Davin lagi.


Abel langsung meninju lengan Davin. "Sebelum kita halal nggak boleh pegang apapun!" oceh Abel


"Sedikit aja nggak boleh," goda Davin.


"Bang Davin!! perbuatan dosa besar di awali dari dosa yang kecil, jangan di ulangi lagi." Celoteh Abel.


"Maaf cantik, Abang kilaf, kalau gitu jangan salahkan Abang ya secepatnya akan ngelamar kamu." Seru Davin.


"Ya Abel tunggu...." Jawab Abel malu-malu dan senyum tak lepas dari bibirnya.


Ini kah yang namanya cinta, hati ini rasanya berbunga-bunga setiap detik. Semoga akan selalu bahagia seperti ini jika nanti memang di takdirkan berjodoh dengan Bang Davin. Begitu sekiranya perasaan bahagia Abel.


Abel turun dari mobil, disusul Davin yang membantu mengendong Raydan. Ervan sudah pasang badan di depan pintu utama dan megambil ahli Raydan yang tertidur dari gendongan Davin.


"Lain kali agak cepat sepuluh menit Vin, lihat sekarang udah jam sepuluh lewat sepuluh." Ujar Ervan.


"Ya Mas, tadi jalanan agak ramai." Balas Davin. Ervan mengangguk dan masuk ke dalam rumah.


"Makasih ya Bang Davin," Seru Abel.


"Ya, mimpiin Abang ya," Balas Davin.


"Nggak mau ah," elak Abel mengoda Davin.


"Kok gitu, Tapi Abang tetap mimpiin kamu kok." Goda Davin.


Abel tersenyum manis, "Bang Davin hati-hati, love you,"


Davin langsung berbunga di atas kepalanya mendengar ucapan Abel. Ia mendekatkan wajah ke telinga Abel.


"Love you too my beauty....." Bisik Davin di telinga Abel yang membuat senyum merekah di bibirnya.


"Hmmm lama banget pamitnya...." Suara Ervan dari balik pintu yang mengagetkan Davin dengan sigap ia menjauh dari Abel.

__ADS_1


"Ya Mas, ini mau pulang, assalamu'alaikum." Kata Davin berbalik dan menjauh menaiki mobilnya. Begitu pula Ervan yang masuk ke dalam rumah.


Abel menunggu didepan rumah hingga mobil Davin tak terlihat, dia pun masuk ke dalam rumah berlari ingin segera masuk kamar ingin mengingat kembali moment bahagia malam ini.


********


Ditempat yang berbeda, Davin masuk kedalam rumah megahnya dengan perasaan bahagia. Sesekali bibir bersiul mewakili rasa bahagianya malam ini.


"Gila ya Bang...." Tegur Nolan dari ruang tengah melihat kakaknya yang tersenyum sendiri.


Davin langsung bergabung duduk bersama adiknya. "Tumben udah dirumah biasanya masih diluar."


"Lagi males keluar, besok mau ke CFD pagi-pagi sekalian ketemu teman." Balas Nolan.


"Abang lagi happy banget ini, oh ya mungkin lusa Abang mau kenalin kamu sama calon kakak ipar kamu."


"Serius apa bohongan, anak siapa, anak kolega bisnis Papa atau anak pejabat kota ini," sindir Nolan.


"Bukan, kali ini satu-satunya dan wanita pertama yang Abang cinta." Ujar Davin.


"Serius, coba lihat mana fotonya." Seru Nolan.


"Sabar, Abang mau lihat dulu teman cewek kamu yang membuat adik Abang bisa juga jantungan, secantik apa dia." Goda Davin.


"Bang Davin dulu lah, malu aku Bang...."


"Ya udah bareng aja, biar adil...." Kata Davin mengeluarkan ponsel. Nolan mengiyakan dia pun meraih ponselnya di meja.


"Hitungan ketiga, satu, dua, tiga....." Davin menunjukkan dilayar ponselnya menampilkan swafoto dirinya dan Abel saat di resto.


.


.


.


.


Next........


team bang Davin pasti lagi Happy ini....Tolong team bang Nolan jangan lempari author pake botol plastik 🙈🙈🙈 cerita masih berlanjut....


Terima kasih udah sabar nunggu up dari author 🙏🙏🙏🙏


Beri author semangat pencet LIKE ketik KOMENT yang punya poin ayo bagi VOTE. yang ada waktu balik lagi ke beranda kasih rate 5. Loph ❤️ all

__ADS_1


__ADS_2