
Hari kedua berlangsung sama, hari ketiga juga sama, hingga hari ke tujuh. Riri merasa sedikit lebih tenang dibandingkan hari-hari berat sebelumnya, ia bisa melewati 7 hari tanpa berkomunikasi dengan Ervan apalagi sampai menampakan wajah. Meskipun tiap hari Riri mendapat puluhan pesan darinya yang tidak sekalipun Riri balas. Bahkan dengan Abel pun, Riri hanya sesekali bertemu disekolah tapi ia tidak menutup komunikasi dengannya. Ia masih sering bertukar pesan, Abel menceritakan keadaan ayahnya yang berubah. Akhir-akhir ini memang Riri terlihat lebih pendiam dari biasanya. Dia mulai terbiasa ketika tidak kuliah setiap selesai makan malam langsung masuk ke kamarnya, sebelum masuk kamar Bu Sinta mencegah Riri.
"Sekarang kamu nggak ngajar les lagi ri. lagi ada masalah." kata Bu Sinta yang mulai curiga dengan diamnya Riri akhir-akhir ini.
"Masih mau libur Bu, pengen di rumah dulu persiapan buat ujian tengah semester." balas Riri mencari alasan.
"Sebentar lagi kan kamu lulus Ri, habis itu apa rencana selanjutnya." Kata pak Saiful yang masih berada di meja makan.
"Ya paling kerja aja pak, belum kepikiran mau ngapain lagi." balas Riri.
"Nggak pengen nikah Ri, Kamu nikah aja ya, kemaren teman pengajian bapak banyak yang nanyain kamu buat jadi mantunya." kata pak Saiful lagi.
Riri langsung tersedak mendengar omongan bapaknya dan dengan cepat Bu sinta memberikan segelas air.
"Ya nggak tau pak, tergantung jodohnya aja nanti. Riri mau ke kamar dulu ya." Riri bergegas masuk kedalam kamarnya mengurung diri seperti hari-hari kemarin.
"Anak kamu sekarang jadi pendiam Bu." kata pak Saiful.
Bu Sinta hanya mengiyakannya karena memang sikap Riri berubah Minggu-minggu ini.
******
Ditempat yang berbeda Ervan sudah menunggu seseorang yang akan tiba dari luar kota untuk urusan pekerja, ia menjemputnya dibandara. Tak lama berselang orang yang ditunggu muncul dari pintu kedatangan, Ervan langsung membantu memegangi tas koper ukuran kecil yang di bawa di tangan satunya dan mengiringnya mengikuti langkahnya ke tempat mobilnya terparkir. Mereka masuk ke dalam mobil dan bersiap akan meninggalkan Bandara.
"Makasih sayang, udah jemput aku." Kata Tiara pada Ervan. Ervan hanya mengangguk dan tersenyum.
Kemudian mobil berlalu meninggalkan Bandara menyusuri jalanan yang diterangi cahaya lampu dipinggiran jalan.
"Semua baik-baik saja." Kata Tiara memecah keheningan sedari tadi kekasihnya tidak bicara satu patah kata pun.
"Aku merasa ada yang hilang dari hidupku Minggu ini, aku sangat merindukannya, aku rasa tidak ada orang yang lebih merindukannya selain aku." Entah kenapa kata itu langsung terlepas begitu saja dari mulut nya.
"Sayang, kamu kok jadi manis dan sok romantis gini, aku hanya pergi 4 hari." Balas Tiara senang langsung menyandarkan kepalanya di bahu Ervan dan merangkul tangan Ervan yang sedang mengemudi.
Ervan langsung seketika menoleh dan tersadar apa yang diucapkannya, disalah artikan pada orang yang salah.
Aku sedang bersama Tiara kenapa aku terus memikirkan Riri, kenapa aku selalu mengingat Riri setiap saat. Ervan
__ADS_1
"Tiara jangan begini, aku sedang menyetir, ini berbahaya." Kata Ervan yang meronta melepas tangan Tiara, seketika Tiara langsung melepaskan tangannya dan kembali duduk diposisi semula.
"Ya ...ya," balas Tiara.
"Nanti aku langsung pulang, Abel minta bantu ngerjakan tugas fisika, udah seminggu Riri nggak ngajar ke rumah." Kata Ervan.
"Dia nggak datang, dia nggak ketemu kamu. Baguslah," ucap Tiara sambil tersenyum.
Dia memang nggak akan datang lagi sayang, pengintai aku beri info dengan baik. Tiara
"Kenapa kamu terlihat senang." Kata Ervan sedikit kesal dengan perkataan Tiara.
"Karena aku nggak terlalu suka dengan wanita itu." Sahut Tiara lagi enggan menyebut nama Riri.
"Tiara, Riri gadis yang baik, dia sangat berarti buat aku."
"Apa maksud kamu!." Kata Tiara yang meninggi mendengar perkataan Ervan.
"Abel sayang sama Riri, maka nya Riri sangat berarti kan." Balas Ervan membohongi dirinya sendiri .
"Jangan bahas wanita itu lagi. Aku mau makan, kamu mau makan apa." kata Tiara mencoba Menganti topik pembicaraan.
"Bisa nggak kamu, jangan sebut nama wanita itu, siapa yang mau makan itu, makanan apa itu." balas Tiara bernada tinggi lagi.
Ervan memilih diam daripada terjadi keributan dan mengikuti keinginan Tiara memilih kafe yang dituju. Ervan memilih membungkus makanan dengan beralasan Abel menunggu nya pulang.
"Udah sampai, aku langsung balik ya." kata Ervan yang menghentikan mobilnya di depan lobby apartemen.
"Oke," Seperti sudah menjadi kebiasaan Tiara mendekatkan wajahnya ke arah Ervan. Tahu apa yang akan terjadi selanjutnya Ervan menahan wajah Tiara dengan kedua tangannya.
"Tiara, aku sudah bilang kita jangan terlalu sering melakukan ini lagi. istirahatlah kau pasti lelah." kata Ervan memilih alternatif mencium kening Tiara terpaksa karena sebenarnya ia ingin berubah jadi pribadi yang lebih baik.
"Kamu aneh sekarang." kata Tiara sedikit kecewa dan turun dari mobil.
Ervan berlalu meninggalkan apartemen dan pulang menuju rumahnya. Beberapa menit ia sampai di rumah dan langsung menepati janjinya membantu tugas anaknya di ruang TV. Beberapa menit suara motor terdengar dengan cepat Ervan berdiri.
"Mau kemana pa?" Abel terkejut melihat ayahnya yang langsung berdiri.
__ADS_1
"Mau buka pintu seperti nya ada yang datang." balas Ervan langsung bergegas ke pintu utama.
Dia berharap kali ini orang yang diharapkan nya muncul dibalik pintu.
"Ri..." katanya langsung terputus melihat seorang yang didepannya.
"Atas nama Abelia mas, roti bakar." kata driver ojek online yang memberikan Bungkusan pada Ervan. Ervan hanya terdiam mematung dan mengangguk kemudian driver itu pergi.
Kenapa aku jadi gila begini, Ri kamu dimana?aku mikirin kamu terus.
flashback on
Tiga hari tak bertemu Riri, Ervan tak bisa menahannya, dia hanya ingin sekali saja menatap wajah Riri walaupun itu dari kejauhan sekalipun. Dia melajukan mobilnya ke kampus universitas B tempat Riri kuliah karena hanya disana ia mungkin akan bertemu dengan Riri. ia memarkir mobil di depan gerbang. Didalam mobil dia melihat Setiap mahasiswa berhijab yang memakai motor merk sama seperti milik Riri. sesekali kalo dia bosan, dia turun untuk mengamati.
Disisi kampus yang berbeda, Riri berjalan menuju tempat parkir motornya. Dari jarak ini dia bisa melihat mobil hitam mengkilap yang tak asing baginya.
"Mobil mas Ervan, tapi dimana orangnya dia pasti didalam mobil atau sekitar sini." Riri langsung refleks membungkukan badan bersembunyi di balik motor.
"Ri, sampe segitu nya sih, bangun- bangun." kata Rika yang heran melihat sikap Riri kadang dia juga merasa kasian pada Riri saat ini.
"Nggak Rika, mas Ervan bisa liat nanti, nanti dia datang nemuin aku, aku nggak mau cari masalah sama Bu Tiara dia punya banyak mata yang bisa saja mergokin aku sama mas Ervan berdua, aku nggak mau Mereka dapat masalah gara-gara aku." jawab Riri hanya bisa menahan air matanya yang mengenang.
"Terus gimana?"
"Kamu keluar bawa motor aku, nanti aku jalan kaki lewat belakang gedung aula nanti kan tembusannya dekat gerbang, nanti kamu tunggu aku disitu ya." Ujar Riri yang bersiap memakai masker dan mulai berjalan.
Rika dengan sigap membawa motor Riri keluar kampus melewati gerbang dan mobil Ervan, ia sempat melihat Ervan yang ada di dalam mobil karena ia membuka kaca mobilnya. Rika menunggu Riri yang mungkin masih berjalan kaki dan tak lama yang di tunggu muncul dari jalan kecil yang samping kiri dan kanannya semak-semak.
"kasian banget sih, iya Ri itu memang mas Ervan dia ada di dalam mobil." kata Rika iba Melihat Riri.
"Ayo pulang. buru." Riri bergegas naik motornya dan berlalu meninggalkan kampus dengan perasaan kasihan pada Ervan yang tak berhenti mengirim pesan akan menemukannya di kampus.
Di sisi yang lain Ervan yang sudah hampir dua jam menunggu sambil sesekali meneguk kopi di tangannya, di depan gerbang kampus menyerah karena kampus mulai sepi dan mahasiswi mulai tidak terlihat padat. ia melajukan kendaraannya pulang dan berlalu meninggalkan kampus dengan kecewa.
satu hari berikutnya Ervan mengulangi hal yang sama, begitu sebaliknya juga Riri, sehingga mereka tidak bertemu satu sama lain.
flashback off
__ADS_1
next........
TERIMA KASIH PEMBACA JANGAN LUPA LIKE KOMEN APALAGI VOTE NYA BIKIN SEMANGAT AUTHOR 🙏🙏🙏🙏