
Setelah mendengar kabar kelahiran buah hati Riri dan Ervan, Bu Niah dan rombongan keluarga Wijaya langsung menghampiri mereka dirumah sakit Pagi ini. Sebelumnya mereka mampir ke rumah Ervan di citra**nd menjemput Abel.
"Assalamu'alaikum...." Sapa Bu Niah masuk ke ruang rawat inap bersama Abel dan Pak Toni.
"Wa'alaikumsalam..." Balas ke empat orang dalam ruangan bersamaan.
"Adek bayi Abel mana Ma..." Seru Abel semangat langsung melihat box bayi rumah sakit.
"De, ayo bangun, adek Raffa ganteng ini kakak..." Seru Abel sambil menciumi pipi adek bayinya yang lucu. Baby Raffa mengeliat menguap bangun mungkin merasa geli dicium berkali-kali oleh kakaknya.
"Omah mau gendong cucu Omah yang ganteng...." Bu Niah langsung mengangkat Baby Raffa, mencium dan menimangnya. Abel juga tidak mau kalah terus ingin mencium Baby Raffa saat di gendong Omahnya.
"Gedenya Ri bayimu, mirip sama Ervan benget ini..." Seru Bu Niah lagi.
"Matanya Mirip Riri Bu..." Ujar Bu Sinta tidak mau kalah.
"Mirip Ervan semua Bu..." Balas Bu Niah lagi.
"Mirip Riri sama Ervan namanya juga bapak ibunya..." Kata Pak Toni yang mendekati Bu Niah.
Bu Niah dan Bu Sinta pun mengakhiri perdebatan persentasi kemiripan Baby Raffa. Semua pun berbahagia dengan kelahiran Baby Raffa.
"Assalamu'alaikum....." Sapa Ervin baru tiba dengan Istrinya Vina serta kedua anaknya Devan dan Kayla. Semua orang menyahut membalas salam. "Wa'alaikumusalam..."
"Baby Raffa, sini Tante mau gendong..." Seru Vina langsung mengambil Baby Raffa dari tangan Bu Niah.
Kini ruangan rawat inap VVIP lantai tiga menjadi ramai karena dipenuhi oleh keluarga Wijaya yang heboh memuji tampan dan gemulnya Baby Raffa. Baby Raffa pun kini jadi pusat perhatian, semuanya berebut ingin mengendong Baby Raffa. Hingga Baby Raffa menangis mungkin merasa kehausan. Bu Niah segera memberi pada Riri untuk di susui.
"Alhamdulillah ASInya langsung keluar..." Seru Bu Niah.
"Ya Ma alhamdulilah, ini Baby Raffanya kuat nyusunya...." Balas Riri.
"Setelah ini kamu istrirahat Ri, biar air susunya banyak keluar.."
"Ya Ma..." Balas Riri.
"Semuanya bubar nanti kita kesini lagi, Riri biar istirahat dulu..." Kata Bu Niah pada anak dan cucunya.
Keluarga Ervin berpamit keluar, begitu pula dengan Bu sinta dan Pak Saiful yang akan pulang berisitirahat dan akan kembali lagi sore bergantian dengan Pak Toni dan Bu Niah.
Baby Raffa tertidur pulas di box bayinya usai menyusu, begitu pula dengan Riri yang ikut merebahkan diri karena tidak berisitirahat semalaman disamping suaminya yang sudah terlebih dulu duduk sambil memejamkan mata.
******
Sore hari, Ervan membantu istrinya yang mulai pulih untuk membersihkan diri usai melahirkan. Ia mengendong gaya bridal istrinya ke kamar mandi, dengan cekatan melepas baju Riri, mulai menggosok tubuhnya yang masih ada menempel bekas darah dengan lembut dari kepala hingga kaki.
"Mas, Riri jadi malu sama Mas..." Kata Riri.
"Kenapa malu sayang, kita sudah biasa mandi bersama..." Jawab Ervan sambil menguyuri tubuh istrinya menggunakan shower.
"Tapi kondisinya lain Mas, sekarang Riri bersimpah darah begini..."
"Sayang, yang Mas lakukan ini, nggak ada apa-apa nya dibandingkan perjuangan kamu setengah mati melahirkan Baby Raffa yang montok ke dunia..."
Riri tersenyum. "Itu sudah kondrat istri Mas, mengandung dan melahirkan anak suaminya..."
"Ya Sayang, kamu Mama yang luar biasa..." Ervan mencium kening istrinya.
Usai membersihkan diri dan membantu istrinya berganti baju, Ervan mengendong Riri lagi ke ranjang karena istrinya masih merasa nyeri dia area kewanitaannya saat berjalan.
Sedangkan Baby Raffa masih tertidur pulas ditemani kakaknya.
"Pa, Ma, Abel keluar mau jajan, sebentar lagi Omah sama Opah kesini..." Seru Abel yang beliuran sejak tadi melihat dari jendela berjejeran stan makanan di area CFD bersebelahan dengan RS ketika hari Minggu.
"Ya sayang, jangan lama-lama..." Kata Ervan.
Abel menciumi pipi Baby Raffa berulang kali sebelum keluar. "Kakak keluar sebentar ya dek..."
Tak lama berselang Abel keluar kamar, pintu terketuk dan nampak sahabat Riri, Rika datang bersama kekasihnya Rio.
"Rika, kok tahu aku disini, aku belum lihat Hp seharian..." Tanya Riri terkejut melihat Rika.
"Ya aku tahu dari IG stori Abel, Alhamdulillah nggak berojol waktu wisuda...." Kata Rika.
__ADS_1
"Selamat ya Bu Riri, Mas Ervan atas kelahiran putranya semoga jadi anak yang Sholeh, berbakti pada kedua orangtua," Ujar Rio.
"Amin..." Sahut Riri dan Ervan bersamaan.
"Terima kasih Pak Rio..." Jawab Riri.
"Aku mau gendong Raffa Ri.." Kata Rika mengangkat Baby Raffa dengan semangat dan menimang-nimang Baby Raffa.
"Rika, udah pantes tuh, jadi kapan nyusul..." Goda Ervan pada Rika.
"InsyaAllah secepatnya Mas, kan udah lulus..." jawab Rika, membuat Rio menjadi malu-malu.
"Amin, kita tunggu secepatnya undangannya..." Ujar Ervan.
Keempatnya kini saling bercanda dan berbagi cerita pengalaman Riri selama proses persalinan, suara hadle pintu terbuka. Dua orang lagi sahabat Ervan datang mengunjunginya.
"Assalamu'alaikum, selamat ya Bro..." Kata Adrian memeluk Ervan.
"Makasih Ya, mudahan cepat nyusul bro...." Balas Ervan melepas peluk sapaan sahabatnya.
"Amin, untung aja nggak berojol waktu wisuda kemarin..." Balas Adrian.
"Berdoa Bro, hadisnya kan begitu, tidak ada yang bisa merubah takdir kecuali Doa...." Ujar Ervan lagi. "Siap..." Adrian menepuk pundak Ervan.
"Selamat ya Riri..." Kata Tiara memeluk Riri, Rika yang menyaksikan kenyataan di depannya terkejut melihat Riri yang sekarang terlihat akrab dengan Tiara.
"Rika, kamu disini juga...." Kata Adrian.
"Ya lah Pak...." Jawab Rika.
"Sini gantian, saya mau gendong bayinya..."
"Emang bapak bisa..." Seru Rika.
"Bisa lah gendong bayi aja, kalau gandeng wanita lain selain istriku baru saya nggak bisa ..." celetuk Adrian.
"Bapak bisa aja..."
"Halo anak manis, lucunya anakmu Van..." Seru Adrian mengendong sambil memegangi pipi Baby Raffa.
"Bikinnya tiap waktu bro, jadinya ini terserah yang di Atas..."
Rika dan Rio pamit pulang terlebih dahulu setelah kedatangan pasangan Adrian dan Tiara. Ervan mengantarkan mereka ke depan pintu kamar.
Tiara dan Adrian masih asik melihat Baby Raffa yang kini berada dalam gendongan Ervan.
"Kamu mau gendong, biar cepat ketularan..." Kata Ervan menyodorkan Baby Raffa pada Tiara.
"Nggak Van aku nggak berani, dia masih kecil..." Balas Tiara.
"Ya latihan lah, masa kalah sama Adrian...."
"Nggak Van, aku takut..." Seru Tiara lagi.
"Sayang, sayang, kamu bikinnya aja semangat, gendong bayi masa takut, nanti kamu pasti gendong anak kamu juga sayang..." Ucap Adrian.
"Ya sekarang masih takut..." Ujar Tiara lagi.
oek..oek oek, baby Raffa terbangun mencari-cari sumber minumannya, Ervan memberikan pada Riri, Ervan menutup tirai mengelilingi ranjang, dia juga menyuruh Adrian dan Tiara menunggu di sofa karena Riri akan menyusui Baby Raffa dan beristirahat.
"Om Adrian..." Kata Abel senang melihat Adrian Ervan dan Tiara mengobrol di sofa.
"Eh ada, Calon dokter datang..." celetuk Adrian
"Siapa yang mau jadi dokter..." Oceh Abel mendekat duduk disamping Adrian.
"Om salah ya, soalnya kalau lihat kamu hati Om yang luka jadi sembuh..."
"Om bisa aja, dasar Deno Cogur..." Balas Abel.
Tiara dan Ervan hanya tertawa melihat keakraban kedua orang dewasa dan ABG tanggung ini.
"Abel itu apa yang kamu bawa..." Kata Tiara melihat Abel memakan sesuatu.
__ADS_1
"Ini namanya pentol Petir Tante..." Abel menunjukkan bulatan kecil dalam plastik terbalut warna merah cerah.
"Apa itu pentol Petir..." Kata Tiara yang asing mendengar nama makanannya.
"Itu sejenis bakso dikasih cabe pedes sayang..."
"Tante Mau, kalau mau Aku belikan dibawah..."
"Nggak usah, Tante maunya yang punya kamu aja..."
"Ini pedes banget Tante level 15, Tante yakin ini juga bekas Abel loh..."
"Nggak apa-apa sini..." Tiara langsung menyambar plastik Abel. Mengambil satu dan mencoba seperti ada kepuasan sendiri setelah memakan satu bulatan meskipun rasa panas menyelimuti mulutnya.
"Sejak kapan kamu suka makanan pedas sayang...." Kata Adrian heran tingkah tidak biasa istrinya.
"Iya..sejak kapan." Ervan juga heran melihat Tiara.
"Sejak tadi Abel bawa..." Balasnya mengipas mulutnya sambil meneguk air.
"Tanda-tanda bro, top memang nih si Ricard..." Seru Ervan senang menepuk pundak Adrian.
"Tapi sekarang aku maunya, kamu yang makan sampai habis sayang..." kata Tiara menyerahkan bungkusan pada Adrian.
"Gimana ceritanya sayang, kok jadi aku yang makan..."
"Habisin... habisin... habisin.." Goda Abel kegirangan.
Tiara terus memaksa begitu pula Ervan dan Abel yang semangat seperti ingin mengerjainya.
"Terbakar-bakar deh mulut..." balas Adrian terpaksa menuruti, mulai menyuap satu dengan ekpresi aneh.
Ketiganya nampak tertawa puas tapi pelan melihat ekspresi Adrian setiap suapan.
Sementara disudut yang lain di balik tirai, Riri sudah terbawa mimpi bersama Baby Raffa tanpa memperdulikan keriuhan di luar Tirai.
.
.
.
.
.
.
Next.........
Zen : Masih next aja Thor katanya mau Tamat..🤔🤔🤔
Thor : Satu Bab lagi Zen...😔😔
Zen : Serius Thor ???
Thor : Ya Serius, sedih ya...
Zen : Nggak Thor tapi 😭😭😭
Thor : itu namanya sedih 😒😒😒
Zen : Happy ending ya Thor, masih pengen lihat Baby Raffa Thor.
Thor : lihat kejutan nanti Zen Endingnya....
Zen : Awas aja Thor kalo Endingnya nggak sesuai 😈😈😈
Thor : 💃💃💃💃💃
Yang belum sempat lihat baby Raffa dibab 100 ya...
terima kasih udah sabar nunggu up dari author.🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like koment Vote biar kenceng up nya..