Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP40-S2// Pertunangan


__ADS_3

"Biar kuat lihat mantan bersanding sama yang lain." Balas lelaki yang sangat di kenal Abel itu melepaskan tangannya dari mata Abel.


Abel memutar badannya. "Paman! kapan kesini? nggak kasih kabar sama Abel." Abel kegirangan bertemu Angga.


"Baru pagi tadi, kebetulan sekali ketemu kamu disini."


"Paman kenapa bisa di sini. Paman cari buku," tanya Abel.


"Cari jodoh, ya iyalah cari buku disini Abel," balas Angga, Abel tertawa kecil mendengar ucapan pamannya.


Nolan memandang tidak suka dengan laki-laki dewasa yang begitu akrab bersama Abel.


"No, ini paman aku kenalin, Paman ini teman Abel." Abel saling memperkenalkan Nolan dan Angga.


Angga dan Nolan saling berjabat tangan memperkenalkan diri. Setelah tahu siapa Angga sebenarnya rasa cemburu yang tiba-tiba muncul mulai meredam.


"Kalian pulang berdua," tanya Angga dengan tatapan aneh. Abel dan Nolan mengganguk bersamaan.


"Maaf Nolan, sepertinya Abel akan pulang sama Aku aja. Hari mulai gelap sebentar lagi kumandang adzan Maghrib, Abel anak perempuan, lebih baik dia pulang bersama seorang yang memang mahromnya." Jelas Angga.


Nolan menunduk tak bisa menolak keinginan Paman Abel. "Ya, Paman."


"No, makasih ya." Abel melepaskan jaket Nolan dan menyerahkannya.


Nolan sedikit kecewa tidak bisa pulang bersama Abel, tapi yang dikatakan Pamannya benar adanya. Nolan menghidupkan mesin motornya, berpamitan dan perlahan mulai menjauh dari Abel dan Angga.


Abel dan Angga juga masuk kedalam mobil Angga. Mereka perlahan bergerak menjauhi ruko. Bertepatan dengan keluar area ruko terdengar kumandang adzan Maghrib. Angga menepikan mobilnya di salah satu masjid untuk menunaikan kewajiban mereka. Beberapa saat kemudian, mereka melanjutkan perjalanan usai menjalankan kewajiban.


"Abel, Paman senang kamu udah baik-baik aja." Angga membuka keheningan.


"Alhamdulillah Paman," balas Abel.


"Abel, dengarkan Paman. Ketika kita diberi ujian oleh Allah, sebagai mukmin seharusnya kita bersabar dan ikhlas menerima apa yang ditakdirkan oleh Allah. Kita jangan biarkan waktu kita dicuri untuk kesedihan. Kita introspeksi diri, mungkin Allah ingin memperingatkan kita bahwa perbuatan yang kita lakukan salah. Kita melakukan hal-hal yang mungkin mengarah ke hal yang maksiat." Nasehat Angga yang seperti Mama Riri ditelinga Abel.


Abel hanya mengangguk lagi-lagi mengeluarkan air mata. Kali ini dia menangis karena nasehat yang diberikan Angga, mungkin ada waktu ketika dia khilaf.

__ADS_1


"Ganti waktu kita untuk memikirkan seseorang yang membuat kita sakit dengan berdzikir dan meminta pengampunan pada pemilik kehidupan ini." Sambung Angga.


"Terima kasih Paman...." Abel mencoba tenang.


"InsyaAlloh akan ada ganti yang lebih baik lagi, wanita baik seperti kamu akan dapat jodoh laki-laki lebih baik lagi." Angga menepuk pundak Abel menguatkan.


"Amin." Balas Abel membalas senyuman merasa semangat. "Ngomong-ngomong Paman kesini dalam rangka apa." tanya Abel penuh curiga.


Angga mendadak salah tingkah dan malu-malu mendapat pertanyaan dari Abel. Abel menatap pamannya lekat-lekat meminta jawaban dari pertanyaannya yang belum ditanggapi.


"Kemarin Paman udah sudah memantapkan hati Paman dengan beberapa kali istikharah, Paman sudah menetapkan hati Paman untuk Rena, begitu pula dengan Rena yang dimantapkan hatinya oleh Allah untuk menjadikan Paman imamnya." Tutur Angga begitu senduh.


Abel tersenyum senang. "Alhamdulillah, Abel senang banget, akhirnya sahabat Abel punya calon suaminya yang Sholeh, baik, ganteng seperti Paman."


"Dalam waktu dekat Paman akan melamar Rena dan langsung meminangnya. Tapi melihat kondisi kamu tidak memungkinkan Paman cepat-cepat buat acara pernikahan." Seru Angga. Abel mengeryitkan dahinya merasa kesal.


"Paman sesuatu yang baik nggak boleh di tunda-tunda, lagipula Abel lah orang paling bahagia nanti di pernikahan kalian." Abel kegirangan mendengar kabar bahagia dari Pamannya seolah melupakan kesedihannya.


"Kalau gitu minta kado tiket bulan madu keliling Eropa plus akomodasinya ya Bu Bos." Canda Angga mengoda Abel.


"Nggak! nanti Abel bikinkan aja pondok ditengah-tengah kebun sawit, sama aja nggak ada yang ganggu." Canda Abel mengoda Pamannya.


Keduanya melanjutkan perjalanan dengan candaan dengan Abel yang terus menyerang Angga dengan godaan menyindir calon pengantin.


Abel merasa senang, ditengah rasa kalut perasaannya. Ada perasaan bahagia seseorang yang dekat dan disayanginya, Paman Angga dan sahabat Rena akan menyatu dalam ikatan halal.


Mungkin juga tak lama lagi sepupunya Kayla menemukan pendamping hidupnya yaitu Bang Davin. Sedangkan dirinya hanya bisa pasrah mengikhlaskan orang yang dicintainya. Sakit memang, tapi itulah takdir cintanya sekarang. Abel menepis ujung bening yang akan mengalir dan mencoba kuat menerima kenyataan sekarang.


Angga menyenggol lengan Abel yang terlihat bengong, ia berhasil membangunkan lamunannya dan menjahilinya lagi.


****


Sementara di tempat berbeda, disebuah restoran mewah di kota. Pak Hendrawan dan Bu Mitha sudah siap menunggu calon besannya. Tak lama menunggu, seseorang yang akan ditemuinya muncul dari balik pintu. Ervin dengan istrinya Vina dan juga Kayla yang nampak cantik dengan balutan dress renda berwarna putih.


"Apa kabar Pak Hendrawan," Ervin menyapa dan menyalami keluarga Adiguna. Begitu pula dengan anggota keluarga yang lain.

__ADS_1


"Dimana Davin," Tanya Vina yang tak melihat calon menantunya.


"Kita tunggu saja Davin masih dalam perjalanan, sebentar lagi dia akan datang. Ngomong-ngomong Kayla kau memang cantik pantas Davin langsung menerima perjodohan ini." Seru Bu Mitha.


"Terima kasih Tante." Balas Kayla tersenyum manis.


Kayla semakin penasaran dengan sosok Davin yang akan dijodohkan dengannya itu. Bagaimana dia? Apa lebih ganteng dari fotonya atau malah sebaliknya hanya fotonya saja menarik untuk mengelabuhi. Rasanya jantungnya berdegup kencang sebenarnya ia tidak suka dengan perjodohan ini. Tapi karena bujukan kedua orangtuanya Kayla terpaksa menerima tanpa tahu secara langsung calon suaminya.


"Itu Davin...." Pak Hendrawan menunjuk putranya memakai kemeja biru rapi yang terlihat dari balik pintu. Mata Kayla langsung tertuju pada seseorang yang di maksud.


Kayla mendadak tersenyum manis melihat Davin. Ternyata memang lebih tampan aslinya dan terlihat manis. Semoga tatapan yang manis sama dengan sifatnya. Doa Kayla dalam hatinya. Davin menyalami semuanya yang ada di meja, termasuk Kayla sambil melemparkan senyum manis. Entah kenapa hati Kayla berbunga seolah sudah tertarik dengan Davin pada pertemuan pertama yang nanti akan menjadi calon suaminya.


Kayla memang sangat cantik, jangkung dan anggun dari segi fisik. Berbeda dengan Kayla yang menaruh hati pada Davin ketika pertama bertemu. Davin sama sekali belum bisa menggeser nama Abel dalam hati dan pikirannya. Entah bagaimana nanti hidupnya dalam pernikahan, harus bersama dengan seseorang yang sama sekali tak ia cintai.


.


.


.


.


.


NEXT.......


Sorry author potong, kepanjangan nanti kalian eneg di sambung Zen....


Zen : Jangan lama Thor plisss plisss plisss πŸ€—πŸ€—


Thor : Iya Jamal 🀧🀧


Zen : Nih hari begadangThor plisss plisss plisss


Thor : Iye kalau cepat lolos repiewπŸ™„πŸ™„

__ADS_1


Terima kasih udah sabar nunggu up dari author πŸ™πŸ™


beri semangat author pencet LIKE ketik KOMMENT yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. loph U ❀️


__ADS_2