Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 37 Cincin


__ADS_3

Malam yang terasa lebih baik dari malam-malam sebelumnya, Ervan akan menemui seseorang bersama Abel, mereka berdua melajukan kendaraannya menyusuri jalanan yang cukup padat di jam sekian. Beberapa menit mobil mereka sudah berhenti di rumah sederhana warna cat biru. Ervan turun dari mobil berserta Abel. Beberapa kali mengetuk pintu dan mengucapkan salam orang yang ingin ia temui muncul di balik pintu.


"Abel kamu beda banget cantik kamu sayang." Kata Riri kaget yang melihat Abel Sekarang menggunakan jilbab pink langsung pakai.


"Kata papa kalau keluar rumah sekarang pakai jilbab biar cantik kayak Bu Riri." Balas Abel, Riri langsung memeluk Abel. Riri malu mendengar kata Abel.


Alhamdulillah mas Ervan bisa mengajarkan Abel jauh lebih baik. Riri


"Ri, Abel ngajakin makan bareng, kamu nggak ada kegiatan kan. kita udah kesini lesnya libur"


"Nggak ada mas, boleh." Kata Riri yang sebenarnya masih kesal dengan Ervan tapi karena ada Abel dia terpaksa mengiyakan.


Riri mempersilakan Abel dan Ervan masuk keruang tamu sambil menunggu Riri yang akan berganti baju. Beberapa menit wanita yang tadi ditunggu muncul dengan pakaian blouse pink santai seperti biasa dan celana kulot coklat dengan kerudung pashmina senada warna baju, mereka pun bergegas pergi tapi sebelumnya Riri sudah pamit dengan ibunya yang ada dirumah.


Mereka masuk kedalam mobil, Ervan duduk dikursi kemudi dan Riri berada disampingnya.


Abel duduk dibelakang yang sudah asik memainkan Hpnya.


"Kali ini aku yang cari tempat makannya Ri, aku nggak mau makan siomay lagi."


"Terserah mas," balas Riri yang masih jutek.


Kenapa kamu nggak ajak wanita mu itu mas malah ajak aku . Riri


"Oh ya Ri, aku punya kabar buat kamu, masalah aku sama Tiara sudah selesai, aku nggak nyangka akan secepat ini masalah ini selesai." kata Ervan pada Riri dan menjelaskan semuanya detailnya kepada Riri.


"Alhamdulillah mas aku seneng banget aku cemas banget sama Abel dari kemaren, aku yakin sekeras-kerasnya Bu Tiara pasti dia punya sisi wanita yang baik." kata Riri yang mulai tersenyum mendengar cerita Ervan.

__ADS_1


"Aku jadi makin nggak sabar ngelamar wanita yang aku cintai." balas Ervan tersenyum senang yang langsung membuyarkan kesenangan Riri.


"Semoga berhasil mas." Nada bicara Riri dengan memaksakan senyum.


Abel yang sudah tahu rencana selanjutnya hanya tertawa kecil melihat dua orang dewasa didepannya.


Papa usil banget sih, coba to the point aja. Abel


Ditengah perjalanan Ervan menghentikan mobilnya disalah satu toko perhiasan yang cukup terkenal dikota B.


"Kenapa berhenti disini mas, katanya mau makan." kata Riri yang terkejut melihat mobil terhenti.


"Bantu aku cari cincin ya." Kata Ervan pada Riri dan keluar dari mobil.


Ya Allah mas setega itu kamu sampai nyuruh aku bantu cari cincin segala, kapan sih aku berhenti cinta sama kamu mas kalau cinta sama kamu selalu bikin sesek, kamu memang cuma Anggap aku angin aja mas. Riri terus mengelus dadanya.


Mereka berdua masuk kedalam toko perhiasan disambut salah satu karyawan.


"Silahkan kakak." dia menunjukan tempat memilih perhiasan.


Sesekali ada karyawan yang menanyakan mau model seperti apa yang diinginkan.


"Pesanan yang kemarin," kata Ervan pada salah satu karyawan.


Karyawan toko langsung sigap menunjukkan kotak khusus berisi hanya beberapa 4 cincin ring putih dengan kristal kaca kecil ditengahnya berbagai ukuran yang terlihat sangat berkilau.


"Kita punyanya Ini mbak berliannya, satu karat." katanya menunjukkan beberapa jenis.

__ADS_1


"Ri, pilih aja yang paling kamu suka,"


"Memang ukuran tangannya sama, Jari Riri gede-gede Lo." kata Riri menunjukkan tangannya pada Ervan.


"Sama. pilih Ri, yang paling bagus, yang pas ditangan kamu dan yang kamu suka, aku pengen semuanya perfect." kata Ervan yang makin membuat Riri kesal.


Mas bisa nggak bunuh aku aja sekalian please. Riri


"Yang ini." Riri menunjukkan jari pada Ervan. Riri asal memilih saja yang pas ditangannya dia bahkan tidak menghiraukan penjelasan karyawan toko tentang kelebihan masing-masing cincin.


"oke, kita bungkus itu, lepas Ri." kata Ervan menuju kasir meninggal Riri.


"Ambil nih!" Riri dengan kesal refleks melepas cincinnya dan memberikan pada karyawan toko.


"Kalo yang kayak gini berapa sih mba." Kata Riri iseng bertanya harga 3 cincin yang tidak dipilih.


Betapa terkejutnya Riri mendengarkan satu cincin kecil sama dengan harga 5-6 motor karena memang kehidupan Riri yang sangat sederhana ia tak pernah mengenal barang-barang mahal apalagi barang mewah paling dia hanya beli perhiasan yang biasa-biasa saja. Selain itu yang dia tahu hanya berkerja untuk biaya kuliah dan tidak merepotkan orang tua. Riri jadi Semakin penasaran siapa wanita yang dicintai oleh Ervan bahkan Abel yang biasa terbuka padanya tidak mau mengakui.


Setelah dari toko perhiasan mereka melanjutkannya perjalanan.


"Coba pa liat cincinnya." kata Abel heboh meraih cincin yang ditangan Ervan.


Abel terlihat sangat bahagia juga. mungkin nanti mereka akan jadi kelurga bahagia dan aku akan tetep jadi guru les Abel yang melihat bapaknya mesra-mesraan lagi sama istri baru. Batin Riri melihat Abel yang terlihat semeringah bahagia.


Next…....


****Terimakasih kasih pembaca masih butuh saran dan kritik untuk novel ini.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like, koment. apalagi VOTE ditunggu πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™**


__ADS_2