
Mobil merah Adrian melaju meyusuri jalanan yang masih ramai dan padat dipenuhi pemandangan lampu pinggir jalan serta suara kalson dari pemakai jalanan.
"Pak kemana aja setahun? nggak seru bapak nggak ada, kita semua kangen sama bapak." Kata Riri memecah keheningan didalam mobil.
"Yang bener? kamu kangen nggak sama saya." Ujar Adrian.
"Saya orang pertama yang kangen sama bapak." Jawab Riri dengan nada bercanda karena memang mereka akrab.
"Hahaha, kamu masih nggak berubah ya Ri, masih lucu kayak dulu." lanjut Adrian.
"Emang Riri Sule apa pak, lucu." Jawab Riri menampakan wajah lucu. Diikuti tawa dari Adrian.
"Kamu udah lama tinggal di citr*land?" Tanya Adrian penasaran, karena yang dia tahu Riri dari keluarga sederhana yang tinggal ditimur kota.
"Baru sebulan sih pak." Jawab Riri.
Boleh juga sih Riri sekarang dia tinggal di perumahan elite, apa iya dia masih jadi guru honor disekolah? mungkin Riri kos didekat situ. Adrian.
"Teman saya ada juga yang tinggal disitu Ri." Ucap Adrian lagi.
"Oh ya pak di blok berapa, kalo saya diblok J." Balas Riri.
"Saya kurang tahu bloknya, kalau rumahnya tahu aja, istrinya juga kuliah dikampus kita."
"oh ya pak, saya belum terlalu mengenal banyak tetangga." Terang Riri pada Adrian.
"Oh ya, gimana disekolah betah kan ngajar di situ?" Tanya Adrian lagi merubah topik pembicaraan.
"Maaf pak, saya sudah resign dari sekolah." Kata Riri menyatukan tangannya.
Aduh jadi nggak enak sama pak Adrian yang sudah membawa kerja disekolah tapi aku malah resign. Riri
"Kenapa kamu resign nggak betah ya atau ada masalah lain." Tanya Adrian yang penasaran Riri sudah tidak mengajar lagi disekolah.
"Bukan pak, semuanya baik-baik aja, cuma saya nggak dibolehin suami kerja dulu." Balas Riri.
CHIIIIIITTTT decitan keras ban yang menyentuh aspal. Membuat tubuh keduanya terpental maju kedepan, untung ada sabuk pengaman yang menahan laju tubuh mereka.
Adrian menginjak rem mendadak mendengar Riri sudah bersuami, perasaannya sekarang menjadi tidak karuan.
"Kenapa direm mendadak Pak, jantung saya rasanya mau copot." Ucap Riri mengelus dadanya masih terkejut dengan kejadian tadi.
"Ta-di ada kucing, ya ada kucing lewat." kata Adrian mencari alasan ditengah kegusaran hatinya.
__ADS_1
"Masa sih, kok saya nggak liat ya?" balas Riri yang memang merasa tidak melihat kucing.
Adrian pun melanjutkan perjalanan yang tak akan lama sampai pada tujuannya.
"Serius kamu udah nikah?" Tanya Adrian dengan nada tegang.
"Ya pak, bener serius seribu persen." Sahut Riri masih dengan nada bercanda.
Perasaan Adrian hancur berkeping keping, dia merasa sangat kecewa penantiannya selama satu tahun terbayar dengan kenyataan yang pahit orang yang dicintai sudah menjadi milik orang lain. Penyesalan sempat tersirat dibenaknya karena dulu memilih menjalankan tugas dari Universitas ke kota Y.
Sial Siak Sial harusnya waktu itu aku dapatkan Riri dulu. Adrian terus mengutuki dirinya.
Setelah kejadian kucing lewat hampir tidak ada lagi suara tawa disepanjang jalan. Riri merasa heran melihat sikap Adrian yang mendadak serius tidak seperti biasanya. Kebisuan masih berlanjut hingga mobil Adrian memasuki gerbang perumahan Citr*land.
"Pak nanti ke kanan ya." Suara Riri memecah keheningan menunjukkan arah jalan ke rumahnya.
Beberapa menit berbelok-belok mobil sudah sampai didepan rumah lantai dua bercat abu putih yang sangat dikenal Adrian.
"Ini rumah kamu?" Tanya Adrian pada Riri.
Sial Sial apa iya Riri istrinya Ervan. Adrian
"Ya pak." Jawab Riri.
"Itu suami saya pulang." Riri menunjuk mobil suaminya dan bergegas melepas sabuk pengaman.
"Ini rumah Ervan kan, kamu istrinya Ervan." Kata Adrian yang menghalangi langkah Riri.
"Bapak kenal suami saya, ayo pak kita turun dulu." Riri turun dari mobil. Disusul Adrian yang keluar ingin mengobati rasa penasarannya.
Ervan turun dari mobil melihat istrinya bersama seorang laki-laki berkacamata yang nampak bukan sopir taksi online. Raganya memanas seperti terbakar api ketika melihat Adrian bersama Riri yang juga mengantarnya pulang. Ketiganya berada di depan pagar rumah.
"Mas, kenapa mas nggak cerita kalau kenal Pak Adrian." Seru Riri merangkul lengan suaminya dengan wajah cerianya yang semakin menyulutkan api cemburu ke tubuh Ervan.
Ervan hanya memantung melihat kedua orang didepannya ingin rasanya dia menjungkir balik mobil Adrian yang ada didepannya.
"Baru pulang bro, lembur ya." Kata Adrian yang juga bersikap tegang, mendadak kesal dengan sahabatnya setelah mengetahui faktanya.
"Ya, makasih ya bro, lain kali nggak perlu repot-repot ngantar istriku pulang." kata Ervan merangkul pinggang istrinya, yang juga mendadak bersikap dingin pada sahabatnya.
Pasti Ervan sudah tahu wanita yang kuceritakan waktu itu adalah istrinya, dia terlihat sama kesalnya dengan aku. Adrian
"Mas kok gitu sih, pak masuk dulu yuk, kita ngopi bareng" Kata polos Riri tanpa rasa bersalah yang tidak menyadari kobaran api kecemburuan dimata suaminya.
__ADS_1
"Lain kali aja Ri masih ada urusan lain." jawab Adrian.
"Bagus lah bro mungkin lain kali, lagi pula aku capek pengen istirahat." Balas Ervan.
"Ih mas kok gitu sih." Riri berkata pelan dan menyiku perut suaminya.
"Makasih ya pak Adrian, jangan lupa kapan - kapan nanti mampir kita ngopi bareng." Kata Riri dengan ekpresi polos tanpa menyadari ketegangan kedua pria dihadapannya.
"Ya, ayo bro, salam buat Abel ya, Assalamu'alaikum." Kata Adrian.
"Waalaikumusalam." Jawab keduanya bebarengan.
Bagaimana bisa Riri sama Ervan, sial kenapa aku keduluan sama dia. Adrian.
Adrian berbalik masuk kedalam mobilnya, Riri tersenyum melambaikan tangan kepada Adrian ketika mobil melewati mereka dan berlalu menjauh.
.
.
.
.
.
.
.Next.......
**Terimakasih readers sudah sabar menunggu up dari author.
mohon dukungannya AUTHOR jangan lupa tinggalkan jejak
LIKEπ
KOMMEnTπ
VOTe VOTE VOTe please yang udah mulai turunπ.
ππππππ
semoga reader selalu sehat dan terhindar dari virus Virus. Amin**
__ADS_1