Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 71 Kakak


__ADS_3

Melewati hari - hari tanpa terasa usia kehamilan Riri sudah memasuki bulan ke empat. Memang belum terlihat buncit seperti yang dibayangkan Riri tapi dia menikmati proses kehamilan dari bulan ke bulan.


Didalam kamar Riri masih fokus didepan laptopnya, mengumpulkan semua data yang di dapat dari penelitiannya. Karena terlalu serius, Riri tidak menyadari suaminya yang masuk ke dalam kamar.


"Minum dulu." Kata Ervan duduk disamping istrinya di atas ranjang. Sambil menyodorkan segelas susu rasa mocca.


Riri meraih segelas susu buatan suaminya. "Makasih Mas," kata Riri meletakkan gelas kosong di atas nakas.


"Sibuk banget sayang sekarang, istirahat dulu." Ervan mengelus perut Riri dan menaruh kepalanya dipundak Riri.


"Sebantar lagi selesai Mas," kata Riri memegang tangan Ervan di perutnya.


"Udah makin gede anak Papa, perutnya Mama udah timbul." Kata Ervan sekarang mencium perut istrinya.


"Ya Pa, makasih susunya....." Balas Riri menirukan suara anak kecil.


"Oh ya Sayang, besok malam kita di undang ke ulang tahun Tiara." Kata Ervan.


"Bu Tiara ulang tahun? Bu Tiara ulang tahun yang ke berapa Mas," tanya Riri.


"Tiga puluh satu," jawab Ervan.


"Tiga puluh satu.. Pasti skin carenya mahal, Riri kira masih umur dua puluhan,"


"Tapi di mata Mas, cuma kamu yang paling cantik." Ervan menghujani istrinya ciuman di pipi bertubi-tubi.


Riri meronta, "Mas udah cukup."


Ervan menutup paksa laptop di depan Riri, menjauhkan dari Riri. Riri sempat protes dengan tindakan suaminya tapi dia tidak bisa membantah.


"Sayang, kata dokter adek bayi udah lewat masa rentan, saatnya si JJ masuk ke sarangnya." Ervan mengoda Riri sambil tangannya mulai meraba-raba bagian atas tubuh istrinya.


Riri mencubit perut Ervan mengerti maksud suaminya. "Mas nakal."


Ervan yang sudah menahan keinginan untuk menjamah istrinya selama dua bulan langsung melancarkan aksinya.


Meraih bibir Riri dengan bibirnya, m**umat lembut yang lama-lama menjadi memanas karena lidah mereka saling bertautan. Ervan melakukannya dengan sangat hati-hati mengingat istrinya yang sedang hamil.


Desahan Riri terus terdengar menikmati hentakan suaminya yang tidak dirasakan 2 bulan. Malam panjang pun berlanjut untuk pasangan suami istri ini menikmati pergulatan yang sudah lama tidak dilakukan 2 bulan terakhir.


******


Keesokan harinya pukul 19.00


Usai melaksanakan sholat magrib, Ervan dan Riri meminta ijin pada Abel untuk pergi ke suatu acara, mereka bersiap pergi ke acara ulang tahun Tiara. Ervan dan Riri melajukan mobilnya menuju ke hotel Pl*tinum tempat undangan Tiara.


Ervan sesekali melihat Riri disampingnya. Bentuk fisik Riri mulai berubahnya lebih berisi.


"Sayang, pipi kamu tambah tembem sekarang." Kata Ervan.


Riri refleks memengangi pipinya. "Bilang aja tambah gendut," Balas Riri.

__ADS_1


"Nggak sayang, tambah gemesin."


"Mas, menyindir Riri secara halus ya." seru Riri lagi.


"Istri Mas ini curigaan terus, Mas seneng badan kamu makin berisi, montok enak dipegang-pegang." Ujar Ervan lagi.


"Ya.. Ya suamiku sayang. Oh ya Mas kita kasih kado apa buat Bu Tiara?."


"Mas hampir lupa, kita belikan aja bunga sama parfum." Jawab Ervan.


Diperjalanan mereka singgah di toko bunga membeli bunga lily putih dan beberapa meter dari toko bunga, mereka berhenti di toko parfum membeli sebuah parfum dengan botol unik.


Beberapa menit di perjalanan, mereka sudah tiba di hotel bintang empat dikota B tempat acara ulang tahun Tiara.


Mereka segera naik lift menuju lantai 11 tempat acaranya. Acara ulang tahun Tiara di adakan di roof top terrace di hotel ini. Setelah sampai di roof top nampak sudah banyak orang yang memadati area tersebut, dekorasi ruang terbuka yang elegan dengan hiasan lampu berwarna biru dan merah serta pemandangan kota B dimalam hari dari ketinggian yang memukau. Riri mengagumi dekorasi acara ini yang terlihat santai menyenangkan dengan iringan musik.


"Mas keren banget ya, syahdu suasananya." Ujar Riri pada suaminya menikmati keindahan nuansa pesta.


"Nanti ulang tahun kamu, Mas buat lebih meriah lagi dari ini kita pakai roof top Born*o bay biar bisa liat pemandangan kota sekaligus laut."


"Ya Allah Mas, kalau Riri ulang tahun lebih baik Riri bermuhasabah kalau jatah umur kita di dunia semakin berkurang"


"Ya, istriku yang cantik."


"Lebih baik lagi kalau kita berbagi rejeki sama orang yang lebih membutuhkan, agar di umur Riri yang semakin bertambah bisa mendapat keutamaan dan keberkahan sedekah." Sambung Riri lagi.


"Subhanallah, hati kamu memang secantik wajah kamu, betapa bersyukurnya Mas bisa jadi orang yang selalu bersamamu." Kata Ervan, Riri tersenyum merangkul tangan suaminya.


Tiara yang mengenakan balutan dress warna merah dan celana hitam serta hak tinggi nampak sangat anggun. Dia berjalan mendekati Ervan dan Riri yang berada di salah satu meja.


"My favorite couple, thanks for your coming...." Kata Tiara ceria pada Ervan dan Riri yang memang sedari tadi mencari keberadaannya.


"Yang dicari datang juga, happy birthday Tiara. semoga di penambahan usia ini apa yang kau inginkan bisa terwujud." Kata Ervan pada Tiara tanpa mengulurkan tangan.


Tiara yang mengerti perubahan Ervan, memaklumi. "Thank you,"


"Selamat ulang tahun Bu Tiara," Ujar Riri menyerahkan bunga Lily dan paper bag pada Tiara.


"Thanks Riri, its beautiful, mulai sekarang jangan panggil aku Bu lagi, panggil saja aku Kakak."


Mata Riri terbelalak mendengar yang baru saja didengarnya begitu pula Ervan.


"Ya Bu.... maksudnya Kak.." Balas Riri belum terbiasa.


Tiara menganguk. "Good, itu terdengar lebih akrab. perut kamu sudah mulai buncit sekarang." Kata Tiara memegangi perut Riri, Riri tersenyum seolah melihat sisi lain dari Tiara


"Alhamdulilah Tiara," balas Ervan yang terus mengembangkan senyum dibibirnya.


Asisten Tiara nampak memanggil Tiara untuk menyapa beberapa orang, Tiara menunjuk orang.


"Ervan Riri, aku pergi dulu ya, enjoy."

__ADS_1


Ervan dan Riri mengiyakan, Tiara melangkah mulai menjauhi mereka.


Ervan dan Riri terlihat sangat bahagia, terutama Ervan aku tidak pernah melihatnya sebahagia itu sebelumnya, apa setelah menikah semua orang bahagia seperti itu??. Batin Tiara.


"Mas, Bu Tiara eh maksud Riri, kak Tiara jadi lebih lembut." Kata Riri pada suaminya masih tidak percaya dengan yang terjadi.


"Ya sayang, Mas juga tahu, semenjak dekat dengan Adrian kakak kamu, jadi lebih lunak." Kata Ervan yang menyindir Riri memulai memanggil sebutan lain untuk Tiara.


Riri mencubit pinggang suaminya, "Ih Mas, mudahan Kak Tiara dibukakan hatinya supaya segera menikah, mendapat jodoh yang baik, yang bisa bimbing dia ke jalan Allah."


"Amiin.. Mas juga berharapnya gitu." Balas Ervan.


"Btw, Pak Adrian mana ya Mas, apa nggak dia undang."


"Tuh dia." Kata Ervan Menunjuk Adrian di meja lain yang berlahan berjalan menuju ke arahnya.


"Hai. Assalamu'alaikum.." Sapa Adrian yang langsung menduduki tempat duduk kosong di meja Riri dan Ervan.


"Wa'alaikumusalam..," jawab Riri dan Ervan bersamaan.


"Bro, makin berisi ya istri." Tanya Adrian melihat seseorang di sampingnya menyindir Riri.


"Alhamdulilah Bro, berarti tandanya bahagia." jawan Ervan.


"Kalian kayak sejarah, senang lihatnya." Balas Adrian.


"Sejarah....." Riri dan Ervan bertanya-tanya.


"Pasangan yang bisa dikenang sepanjang masa." Goda Adrian.


"Ah.... Bapak bisa aja." Goda Riri tersenyum disusul Ervan yang juga tertawa kecil.


Ketiganya bersendau gurau dibawah naungan langit dan iringan suara musik. Acara masih berlangsung suara MC laki-laki mulai menenangkan keributan sekitar 50an lebih orang di acara itu.


.


.


.


.


.


Next .......


sabar Zen lanjutannya sebentar lagi update..😍😍😍


Terima kasih udah sabar nunggu up dari dari author


Jangan lupa LiKe KOMEN VOTe nya

__ADS_1


Author nanti..🙏🙏🙏🙏


__ADS_2