
Raffa
Kita sudah tiba di tanah air setelah hampir dua pekan menghabiskan waktu di Eropa. Setelah berbulan madu menjelajah Ibiza, kita melanjutkan perjalanan ke Amsterdam untuk menjenguk omah yang sedang dalam masa perawatan di salah satu rumah sakit di negara itu.
Saya membuka mata dan tak melihat keberadaan Aline di samping saya. Mungkin dia sedang memasak di dapur. Dengan sedikit malas saya menuju ke kamar mandi karena harus berkerja lagi setelah cuti beberapa minggu.
Betapa terkejutnya saya melihat Aline yang tertunduk lemas di atas wastafel. Ia mengatur nafasnya yang terengah-engah.
"Sayang kamu kenapa?"
"Nggak tahu Mas, bangun tidur kepalaku pusing, terus perut aku rasanya pengen muntah. Sepertinya aku kelelahan pulang dari Eropa kemarin."
Saya jadi panik lihat wajah Aline yang sangat pucat.
"Ya udah kamu istirahat saja Ya, nanti Mas antar ke dokter."
"Nggak usah Mas, paling cuma kelelahan. Kamu kerja aja pasti kamu banyak pekerjaan setelah cuti panjang."
"Tapi kamu pucat begini Sayang," saya panik Aline yang memasang wajah masam seperti menahan rasa sakit.
"Aku nggak apa-apa Mas beneran. Please kamu berangkat kerja aja, aku enggak mau uang belanjaku berkurang besok," jawab Aline sambil memaksa tertawa, saya tahu dia hanya bercanda dan tak ingin merepotkan saya.
"Tapi kalau ada apa-apa, langsung kabari Mas!" perintahku.
"Ya, Suami gantengku," jawabnya ,saya tahu dia memaksa tersenyum tak ingin saya cemas.
"Sekarang kamu istirahat."
"Tapi Mas, aku mau masak sarapan buat kamu dulu."
"Udah enggak usah mikirin Mas, sekarang kamu istirahat." Saya membopong tubuh Aline yang lemah ini ke atas tempat tidur.
...****************...
"Satu lagi."
"Udah Mas, aku udah kenyang," elak Aline ketika saya sodori sendok bubur ayam yang saya pesan lewat aplikasi.
__ADS_1
"Sedikit lagi Sayang." Aline menggeleng dan kembali merebahkan dirinya.
"Mas pergi aja kerja, Mas rapat penting kan, aku enggak apa-apa kok!" ocehnya dari balik selimut.
"Mas nggak bisa tinggalkan kamu sendiri dengan keadaan seperti ini Sayang."
"Mas gak apa-apa. Nanti sore aja kita ke klinik Aunty Nes, sekarang Mas pergi kerja dulu, aku mau istirahat, siapa tahu pusing agak reda."
"Kamu langsung hubungi Mas kalau ada apa-apa."
Aline mengangguk lemah, aneh melihat istri saya yang super berisik jadi lemah dan tak berdaya begini kalau sakit. Saya masih tidak tega harus meninggalkan Aline di rumah sendiri.
"Mas, kenapa belum pergi?" tanyanya dari balik selimut.
"Kita ke klinik dulu ya Sayang, setelah itu Mas berangkat kerja."
"Enggak Mas, aku mau istirahat dulu," kekeh Aline.
"Kalau gitu mau kamu, Mas berangkat kerja dulu. Langsung hubungi Mas kalau ada apa-apa."
"Ya Mas Raffaku Sayang," seru Aline lagi.
...****************...
"Pak, ini surat pemindahan untuk Alesa." Itulah hal pertama yang membuat saya senang ketika tiba di kantor.
Sandra menyerahkan iPad yang harus saya tanda tangani terkait pemindahan Alesa di hadapan saya. Saya senang dengan keputusan yang bijak dari Alesa. Mungkin hanya dengan cara ini saya bisa menjauhkan diri dari Alesa. Saya memberikan pilihan terbaik untuk membuatnya bisa hidup tenang dan tanpa kekurangan dengan memberi tempat di kota T. Semoga gadis suara kapas itu menemukan jodohnya juga di sana. Semoga!
"Sandra kamu boleh keluar," titah saya.
"Permisa Pak!" Sandra mengangguk dan pergi dari hadapan saya.
Saya raih ponsel dan mencari nomor milik Alesa. Tadinya saya ingin menyuruh Alesa langsung menemui saya, tapi saya urungkan niat itu karena lebih baik mengirimikan pesan saja.
Raffa
Keputusan yang bijak Sa, Mas doakan semoga kamu bisa sukses, bahagia dan berkah ditempat yang baru. Jangan pernah sungkan hubungi Mas jika kamu butuh bantuan. Kita akan tetap jadi sahabat meksipun berjarak.
__ADS_1
Saya menghela nafas, hanya bisa berharap yang terbaik untuk Alesa. Tak lama saya melihat pesan balasan dari Alesa.
Alesa: Finance Staf
Terimakasih mas untuk kesempatan yang sudah diberikan pada Esa. Tapi bagi Esa hal yang terbaik sampai saat ini, esa bisa mengenal Mas Raffa dan sempat menjadi bagian dari hidup Mas Raffa. Esa sekarang hanya bisa mendoakan, Semoga Mas selalu menjadi suami yang baik untuk Aline, semoga Allah menjaga rumah tangga kalian selalu Sakinah mawadah warahmah. Segera di berikan keturunan yang Sholeh dan Sholehah untuk jadi jariyah Mas Raffa dan Aline.
Raffa
Amin.
Semoga juga kamu disegerakan mendapat jodoh yang Sholeh dan baik Sa. Yakinlah orang yang baik akan berjodoh dengan orang yang baik pula.
Alesa
Amin.
Akhirnya Alesa bisa memahami semuanya, saya hanya tidak ingin ada kesalahan pahaman antara kita. Saya hanya ingin menatap satu wanita dalam hidup saya yaitu Aline istri yang saya cintai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ........
__ADS_1
Ei bakal tambah Up 😘