Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP26-S2// Resah


__ADS_3

Matahari pagi mulai naik hingga sinarnya menerangi rumah-rumah belahan bumi dikota B. Cahayanya pun mulai menembus celah-celah Jendela kamar.


Davin sudah menggunakan pakaian rapi untuk ke kantor. Ia bergegas ingin segera keluar dari rumah agar tidak bertemu Papanya dan membahas lagi masalah perjodohannya dengan Kayla.


"Bang Davin," Sapa Nolan dari ruang TV yang melihat kakaknya berjalan terburu-buru.


Mendengar panggilan dari adiknya, Davin langsung menoleh ke sumber suara.


"Ada apa, Abang buru-buru mau ke kantor." Ujar Davin.


"Bang Davin nggak sarapan dulu, tunggu Papa sama Mama turun sebentar lagi." Balas Nolan.


"Bang Davin sarapan saja di kantor, No rutin ikuti terapi biar cepat sembuh dan bisa magang lagi. Kata Abel ada yang beda harinya nggak ada kamu." Seru Davin menepuk bahu kanan Nolan yang sehat walafiat.


Nolan hanya tersenyum yang sebenarnya juga merindukan Abel tapi segera ia kesampingkan lagi perasaannya.


"Bang Davin, sabarlah menghadapi Papa, aku yakin kalian berdua akan bisa menghadapi semuanya, tolong pegang janji Bang Davin." Seru Nolan yang tak ingin Abel juga tersakiti.


"Tentu, Abang berangkat dulu assalamualaikum." Kata Davin melangkah keluar rumah menuju mobilnya.


Davin melajukan kendaraannya menembus pagi yang padat dijalankan kota B. Beberapa menit berkendara ia memasuki area perumahan Citr*land. Dalam pikiran Davin bertemu Abel secepat mungkin adalah cara paling ampuh mengobati kekesalannya pada Papanya.


Tin Tin Tin Davin membunyikan klakson, ketika sudah di depan pagar Abel. Seseorang yang diharapkannya muncul dengan cepat, bergerak menghampiri mobil Davin. Abel sudah membawa tas ransel lengkap dengan seragam perusahaan PT PPN. Tak lupa juga tangan kanannya menenteng rantang, masakannya sendiri request dari kekasihnya.


"Bang Davin tumben jemput Abel." Seru Abel masuk ke dalam mobil sambil bersiap memakai seat belt.


"Lagi kangen kamu sayang, pengen cepat ketemu." Balas Davin entah merasa lega melihat Abel.


"Memang nggak kepagian jam segini ke kantor Pak Dirut kayak anak magang aja." Sindir Abel.


Davin pun mecubit hidung Abel, gemas. "Kita jalan ya, sebelum di grebek sama Papa kamu." Ujar Davin yang membuat Abel tertawa.


Mobil Davin pun melaju perlahan meninggal rumah Abel. Diperjalanan hanya ada kebisuan, Abel merasa ada yang berbeda dengan Davin yang lebih pendiam dari biasanya.


Sedangkan Davin berharap Abel jangan dulu mempertanyakan tentang kedatangan orang tuanya.


"Bang Davin, apa semua baik-baik saja?" Tanya Abel memecah keheningan selain suara musik.


"Baik sayang," Jawab Davin singkat.


"Bagaimana keadaan Nolan, kapan dia bisa beraktivitas normal lagi." Seru Abel lagi.


"Sepertinya semakin hari semakin baik, mungkin beberapa hari dia sudah bisa magang lagi seperti kamu sayang." Balas Davin.


"Alhamdulillah kalau gitu, Bang Davin, kapan bang Davin dan keluarga akan nemui Papa, Abel senang banget lihat paman sama sahabat Abel akan segera halal, bayangkan aja kalau itu kita, pasti Abel wanita paling bahagia hari itu." Terang Abel ceplos begitu saja.


Deg, Davin binggung, jawaban apa yang harus ia berikan pada Abel. Pertanyaan yang paling ia hindari akhirnya dilontarkan juga oleh Abel.

__ADS_1


"Sayang, kamu sabar ya, secepatnya." Balas Davin tidak tahu lagi harus berkata apalagi selain menyuruh Abel bersabar.


"Love you, Bang Davin nggak akan kecewain Abel 'kan." Ucap Abel dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.


"Will Never....." Balas Davin menyentuh sekilas pipi Abel.


"Oh ya Bang, nanti Abel mau pulang agak cepat Abel udah ijin sama kak Sony, bang Davin nggak perlu jemput Abel di kantor." Kata Abel.


"Memang mau kemana pulang cepat." Seru Davin merasa curiga dan cemburu.


"Abel mau jemput sepupu Abel di bandara, dia baru datang dari Singapura, namanya Kayla." Ujar Abel santai yang membuat Davin tersontak kaget hingga tanpa sengaja menginjak rem. Dengan seketika mobil berhenti di mendadak.


"Bang Davin kenapa," Tanya Abel panik.


"Nggak apa-apa." Balas Davin mencoba tenang, ia melajukan Kembali kendaraannya, karena suara klakson yang nyaring dari mobil-mobil di belakangnya.


Abel menoleh ke arah Davin, seperti ada yang aneh dengan kekasihnya pagi ini. Tapi buru-buru ia tepis karena dia yakin semuanya baik-baik saja. Mobil pun terus melaju hingga sampai di kawasan industri dan berhenti di depan lobby PT PPN.


"Makan siangnya Abel taruh belakang," Seru Abel.


Davin menarik tangan kanan Abel sebelum menoleh ke arah pintu mobil.


"I love you, selalu." Kata Davin entah kenapa sedikit ada rasa sakit tak seperti biasanya, ia sangat ingin jujur tapi dia lebih takut Abel akan terluka dan kecewa kebenaran orang tuanya.


"Love you too Bang Davin, apa Abel boleh keluar sekarang?" Tanya Abel tersenyum manis. Davin mengangguk merasa konyol dengan cepat melepaskan tangan kekasihnya.


********


Pagi yang cerah berganti siang yang terik, Davin menikmati makan siang dari Abel tanpa ada Abel, dia yang harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum pulang lebih awal karena harus ke Bandara.


Handle pintu terbuka, nampak lelaki paruh baya dengan wajah penuh kekesalan masuk ke dalam ruangan Davin.


"Davin kenapa tadi pagi kamu tidak dirumah, kamu tidak mau ketemu Papa" Seru Pak Hendrawan mengebrak meja kerja Davin.


Dengan cepat Davin menaruh sendok dan garpu menghentikan makannya. "Bukan begitu Pa, ada banyak pekerjaan disini."


"Davin, kita harus segera membicarakan perjodohan kamu dengan Kayla," Seru Pak Hendrawan lagi dengan nada tinggi.


Davin mendengus kesal. "Pa, harus berapa kali aku bilang Pa, aku Nggak Bisa, Davin hanya mencinta Abelia."


"Cinta, cinta, cinta apa, di dunia bisnis untuk apa cinta kalau tidak bisa memberi kita keuntungan." Hardik Pak Hendrawan.


"Pa, tolong, aku akan memilih sendiri wanita yang akan aku nikahi!" Balas Davin dengan nada tinggi.


"Davin! apa ini bakti mu kepada orang tua, perusahaan Adiguna yang dibangun kakekmu akan menambah gurita bisnis kita di sektor kelapa sawit, kerja sama dengan perusahaan Wijaya dan perjodohan ini sudah kita bicarakan sejak lama, apa kau akan membuat malu Papa mu ini." Gertak Pak Hendrawan.


"Pa, Davin tetap tidak bisa Pa, karena Davin hanya mau menikah dengan Abel." Balas Davin.

__ADS_1


"Davin, Apa istimewanya anak Ervan, lagi pula Papa menjodohkanmu dengan Kayla, dia wanita cantik, Anggun, pintar dan berkelas."


"Pa, cukup Pa, Davin tetap menolak apapun alasannya...." ucap Davin dengan nada suara yang keras.


"Pikirkan lagi Davin, Papa masih memberi waktu sebelum kau akan menyesal, kau adalah kebanggaan keluarga besar Adiguna, kau tahu sendiri adikmu tidak bisa melakukan apapun karena gangguan psikis." Kata pak Hendrawan kesal dan pergi meninggalkan ruangan dan meninggalkan sebuah foto di meja.


Davin merebahkan kepalanya di sandaran kursi merasa harinya sangat berat. Ia berharap masalah akan segera berakhir dan segera bersama dengan Abel. Ia meraih foto yang ditinggal Papanya yang tak lain adalah Kayla. Memang sangat cantik, tapi itu sama sekali tak merubah apapun, perasaan Davin masih sangat mencintai Abel dan ingin segera halal bersamanya.


*******


Diwaktu yang Sore dan tempat yang berbeda, Abel langsung menuju bandara dari kantornya. Abel tiba di bandara bersama sopir dari keluarga Wijaya.


Dia segera menuju ke pintu kedatangan karena pesawat yang ditumpangi Kayla sudah landing sejak lima belas menit yang lalu.


Tak lama berselang, wanita dengan rambut panjang dan tubuh semampai dengan senyum bahagia melambaikan tangan ke arah Abel. Abel segera menghampiri dan berpelukan dengan sepupunya.


"Kay, kenapa pulang lebih cepat." Seru Abel.


"Cerita dijalan aja, ayo kita pulang, mulut aku nggak sabar mau cerita...." Cetuk Kayla.


keduanya kini berjalan keluar bandara menunggu mobil mereka datang di lobby.


.


.


.


.


.


NEXT......


Zen : Jadi Panas gini Thor 😀😀


Thor :πŸƒπŸΏβ€β™€οΈπŸƒπŸΏβ€β™€οΈπŸƒπŸΏβ€β™€οΈπŸƒπŸΏβ€β™€οΈ


Kayla Ervina Wijaya, 21 tahun



sumber: @preechaya #Hayalan author


Terima kasih sudah sabar dan setia nunggu up dari authorπŸ™πŸ™πŸ™


Berikan Thor mu semangat Pencet LIKE ketik KOMENT yang punya Poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. loph U ❀️ πŸ™

__ADS_1


__ADS_2