
Hari ke sembilan belas di bulan Desember adalah tanggal ulang tahunnya Tri Retno Handayani.
Tahun ini usianya tepat 45 tahun.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ulang tahun sekarang dia memakai gaun pengantin putih berhiaskan payet-payet dan bordiran yang cantik.
Gaun itu rancangan penjahit putra daerah di kota Tasikmalaya dan saat ini dia sedang melangkah menuju Altar.
Dibalik kerudung tipis yang menutupi wajahnya tampak aura kecantikan yang luar biasa tersirat didalamnya.
Polesan sederhana di wajahnya membuat Retno cantik mempesona.
Ardianto berjalan mendampinginya sebagai pengganti bapaknya.
Setiba di depan Altar dia menyerahkan tangan adiknya kepada Yohan.
Hari itu mereka mengikat janji dihadapan Tuhan untuk selalu saling setia dan saling menjaga sampai maut memisahkan.
Diantara yang hadir tak sedikit yang menitikan air mata terharu karena bahagia akhirnya Retno menemukan seorang yang akan menjaga dan mencintainya selamanya.
Setelah itu resepsi diadakan secara sederhana di suatu hotel berbintang tiga yang cukup terkenal di kota Jakarta.
Acara hanya dihadiri keluarga, kerabat dekat, sahabat dan beberapa rekan kerja.
Stella dan Yanes sudah pasti hadir dan menjadi panitia, acara berlangsung cukup meriah walaupun sederhana.
Malam harinya acara berkumpul hanya keluarga besar saja masih resto hotel yang mereka sewa.
Retno kembali memakai gaun panjang berwarna coklat keemasan yang juga dihiasi payet dan bordiran.
Gaunnya masih karya putra daerah yang sama yang merancang baju pengantinnya.
Stella juga kembali hadir bersama Yanes, rupanya diantara mereka sudah ada kisah asmara.
Nancy malam itu sedang duduk bertiga dengan sepupu barunya yaitu Tina dan Adela anaknya Sanjaya dan Mayang.
Kalau ada Stella otomatis Randi dan Nicopun pasti terlibat.
Sejak siang tadi kedua pria muda ini menguntit Tina dan Adela, jarang-jarang mereka melihat mahluk Tuhan yang imut dan manis.
Sambil tatapannya tak lepas melihat Adela, Nico berkata kepada sahabatnya," Bro suwer dia cantik banget, tapi anak yang punya yayasan, ngeri bro. Merinding badai gue bro".
Lalu Randi menjawab sambil tertawa," santai brother, banyak akses, bentar lagi gue bakal jadi sepupu Nanan, Oom Yanes udah nempel sama emak gue".
"Sekarang kan Nanan otomatis sudah resmi jadi keluarga mereka. Kalau ada acara kan pasti kita terundang dong bro..hahahah...banyak jalan menuju Papua..".
Nico bingung , " Kok Papua?".
Setelah acara makan malam selesai tiba-tiba Yanes punya ide, dia mengajak Nanan dan kedua keponakan barunya untuk jalan-jalan ke puncak.
Dan tentu disambut gembira oleh ketiga gadis itu.
Padahal maksud hati agar tidak mengganggu sang kakak yang mau menuntaskan malam pertamanya.
Hihihihi..huhuii...
Ketiga gadis itu segera minta ijin ke orang tua masing-masing.
Sekarang tentunya Nancy minta ijin ke papa Yohan dan Mama Neno.
Mendengar hal itu tentu kedua pria muda yang sejak tadi sibuk berangan-angan ingin kenal dekat dengan sepupu barunya Nancy pun jadi semangat menjadi driver dan co driver.
Akhirnya ketiga gadis bersepupuan sudah siap mengantongi ijin dan juga tentunya uang saku untuk pergi bersama Oom Yanes.
Sementara Tante Stella sudah pasti masuk daftar peserta, dia belakangan ini selalu haus jalan-jalan.
Sementara Ardianto dan Lulu kembali ke rumah mereka, sedangkan Sanjaya dan Mayang tetap di hotel.
Kebetulan pengantin mendapatkan promo paket wedding berupa 1 kamar pengantin lengkap full dekorasi dan 2 kamar untuk keluarga.
Sehingga lumayan memanfaatkan fasilitas.
(Ehm...horang kaya juga suka fasilitas gratis rupanya)
Tiba-tiba Mayang menyeletuk, " Mas, ngapain kita di hotel mending ikut mereka ke puncak yuk".
Mendengar ajakan istrinya maka Sanjayapun tertarik.
Jalan-jalan ke puncak sampai tengah malam bisa menikmati pemandangan, kuliner jagung bakar dan sebagainya.
Rencananya mereka akan kembali ke hotel besok pagi karena mau menikmati matahari terbit.
Rombongan menuju puncak dibagi 2 mobil.
Yanes mengemudikan mobil Sanjaya beserta dengan Mayang dan Stella.
Sementara rombongan anak muda semua dimobil lain bersama Randi dan Nico yang sedang merasa bahagia sekali.
Harapan untuk bisa pedekate bisa segera terwujud.
Sementara di mobil Sanjaya yang biasanya tenang, sekarang menjadi penuh tawa.
Sepanjang perjalanan Yanes mengemudi sambi dibumbui lawakan-lawakan kocaknya.
Tinggal sepasang pengantin yang tinggal menginap di hotel.
Semua keluarganya ada yang pulang dan sebagian besar sedang jalan-jalan ke puncak.
Keluarga Mila juga sudah kembali ke Tasikmalaya sejak siang tadi sehabis resepsi.
Retno begitu deg-deg an saat masuk ke kamar pengantin.
Masalahnya dia harus berganti pakaian, tapi dia kesulitan membuka seleting gaun yang dipakainya.
Tadi siang dan sore saat berganti gaun banyak gadis-gadis membantu.
Sekarang hanya tinggal Yohan yang bisa dia mintai tolong.
Sementara saat ini Yohan sedang mandi di kamar mandi.
Sambil menunggu Retno menghapus make up wajahnya dan mencabuti hiasan rambutnya satu persatu.
Dia ingat tadi mbak Mayang memberi 1 kotak berisi pakaian katanya harus dipakai malam ini tapi dimana yah kotak pakaian tadi.
__ADS_1
Saat masih membersihkan wajah di kaca meja rias, dia mengingat - ingat kotak tadi disimpan dimana.
Suaminya keluar dari kamar mandi dan hanya berbalut handuk menutupi bagian bawah.
Dada bidangnya terlihat sungguh menggoda, malu-malu dia menatap Yohan.
"Mas minta tolong dong buka seletingnya, tanganku tidak sampai," Retno meminta tolong suaminya.
Lalu sambil tetap memakai handuk Yohan menghampiri Retno dan menarik seleting belakang gaunnya, sambil berkata ," Yuk sekarang mumpung aku belum pakai baju".
Retno dengan wajah merah langsung masuk ke kamar mandi, dia salah tingkah sekali.
Lalu diapun segera membersihkan tubuhnya karena seharian memakai gaun panjang itu dan juga korset ketat membuat tersiksa sangat berkeringat dan lengket.
Setelah selesai mandi baru dia sadar tadi ketika dia salah tingkah di depan Yohan dia lupa membawa baju ganti.
Dia bingung sekarang harus bagaimana, mau minta tolong Yohan malu sekali rasanya.
Saat sedang berpikir cara minta tolong Yohan, matanya tertuju pada kotak pakaian dari mbak Mayang.
Rupanya ada di kamar mandi, dasar pasti tadi mbak Mayang lupa menyimpan di sini pikir Retno.
Ketika kotak dibuka dan tampaklah sepasang pakaian dalam berenda yang seksi dan minim sekali.
Juga gaun tidur panjang dengan kain tipis tembus pandang menerawang.
"Kacau mbak Mayang!" pekiknya tertahan.
Pelan-pelan Retno keluar dari kamar mandi dan merasa sangat malu sekali.
Dan dia melihat Yohan sudah berbaring di kasur dengan hanya memakai celana pendek saja.
Dan saat melihat Retno keluar kamar mandi memakai baju tidur tipis menerawang sontak jantungnya berdetak kencang dan gairahnya bergelora.
Hasrat yang sudah belasan tahun tertunda, hari ini akan bebas dilepaskan.
Terpesona dia melihat kemolekan tubuh istrinya dibalik gerai baju tidur tipisnya.
Kemudian dia menarik Retno untuk berbaring bersama di ranjang.
"Mas..aku malu tahu," kata Retno sambil menutup wajahnya dengan bantal.
Yohan membuka bantalnya dan menatap wajah istrinya.
" Kamu cantik banget sih, aku gemes banget,"
Lalu Yohan mendekatkan wajahnya ke wajah Retno dan mulai menempelkan bibirnya dan dengan malu-malu Retnopun membalas ciuman suaminya.
Sebelum melanjutkan Yohan menyandarkan tubuhnya terduduk dan dia juga menarik Retno untuk bersandar di sebelahnya.
"Sayang kalau aku tanya sesuatu kamu akan marah engga ? kan aku suamimu sekarang".
Lalu Retno menatap Yohan dan bertanya ," Mau tanya apa emang, aku akan jawab apapun juga".
Yohan tersenyum lalu berbisik,
"Dulu kamu sama baj***an itu pernah berapa kali melakukannya.. ayo jawab sayang jangan marah".
Retno terkejut ditanya seperti itu tapi sudah janji tadi tidak akan marah.
Yohan menyeringai lalu berkata," Memang dia cuma memberi sakit saja kepadamu, sekarang suamimu yang akan terus memberikan kenikmatan kepadamu".
Sambil langsung memeluk Retno, lalu Yohan menciumnya lagi bertubi-tubi nafas merekapun menderu.
Entah bagaimana caranya tiba-tiba lenyaplah seluruh kain yang menutupi tubuh mereka sehingga keduanya sudah tidak tertutupi sehelai benangpun.
Tubuh Retno yang masih begitu putih dan mulus membuat Yohan semakin bergairah dan kini tangannya menjelajah menelusuri tubuh istrinya.
Dan ketika dirasakan istrinya sudah siap, maka diapun mulai memasuki tubuhnya istrinya dan Yohan bergerak memberikan kenikmatan kepada sang istri sampai akhirnya terlepas sudah gelora keduanya yang sudah tertahan lama itu.
Keesokan paginya pengantin baru keluar dari kamar mereka menuju tempat sarapan.
Dan ternyata tak ada satupun anggota keluarganya yang tampak di tempat sarapan.
Bahkan setelah selesai sarapanpun tak ada satupun yang muncul.
Mereka mulai khawatir, lalu menuju front office hotel dan meminjam kunci cadangan.
Dan ketika masuk ke kamar yang digunakan oleh keluarganya, tampaklah pemandangan yang menggelikan.
Anak, keponakan, adik dan sahabatnya tidur bergelimpangan.
Sang emak-emak dan tiga gadis tidur berjejer di kasur atas bak ikan asin dijemur.
Yanes tidur di sofa, sementara kedua pria muda tidur di karpet di bawah beralaskan tas sebagai bantal mereka.
Semua masih terlelap dan tampak kelelahan sehabis bergadang dari puncak.
Lalu Yohanpun iseng memfoto adiknya yang saat ini posenya sangat mempesona yaitu menganga sambil ada setitik cairan di sudut bibirnya.
Dan alhasil fotonya dijadikan status di aplikasi chat di handphonenya.
Keesokan harinya semua pulang ke rumah masing-masing.
Pengantinpun kembali ke Bandung. Yohan memboyong istri barunya.
Setibanya di Bandung mereka disambut oleh kerabat dan tetangga dekat yang tidak dapat hadir ke Jakarta.
Karena sudah menjadi istri papanya, maka Retno tinggal di rumah atas.
Nancy sekarang yang pindah ke bawah karena ada Tina dan Adela yang ikut menginap.
Mereka liburan di rumah paman barunya.
Yohan sudah lama tidak lagi menerima penyewa kost baru sejak kejadian Peggy.
Sehingga saat ini penyewa yang tersisa hanya 2 orang dan sekarang keduanya sedang cuti pulang ke kotanya masing-masing.
Kamar bekas Peggy saat ini di isi oleh Yanes, dia juga akan liburan di Bandung sambil akan membantu Stella persiapan memulai bisnis kainnya.
Karena beberapa hari lagi pun akan akhir tahun, jadi mereka merencanakan suatu acara yaitu acara pelepasan Nancy menuju ke Selandia Baru.
Retno diam-diam sudah menghubungi Lena sahabatnya Nancy untuk mengajak beberapa kawan akrabnya hadir di tanggal 31 Desember nanti.
__ADS_1
Karena Nancy tidur di kamar yang dulu ditempati Retno, maka pengantin baru jadi hanya berdua saja diatas.
Yohan mengunci pintu bawah akses dari rumah ke tempat kost. Lalu dia naik ke atas, dilihatnya istrinya sedang nonton tv.
Lalu Yohan memandang ke bawah dari kamarnya. Tampak kamar yang ditempati Nancy sudah gelap.
Yanes juga belum kembali karena dia tadi ijin pergi dengan Stella dan pasti pulang larut malam.
Lalu dia mendekati istrinya dan langsung memeluknya. Yang terpeluk sedang konsentrasi dengan drama koreanya. Dan ketika ada pelukan mendadak, maka diapun menjerit kaget.
Sang pemeluk langsung mencium bibirnya dengan penuh gairah. Lantas yang terpelukpun membalasnya.
Dan terjadilah kegiatan bercinta yang sedari sore tadi sudah Yohan dambakan sejak sore tadi.
Keduanya saling bertatapan, tubuh polos mereka hanya ditutupi selimut.
Sejenak melepas lelah, namun Yohan masih berharap jangan dulu berakhir. Dia minta bonus lagi nanti.
Lalu Retnopun bertanya," Mas aku boleh tahu engga berapa banyak jumlah uang tabunganmu?".
Yohan kaget mendengarnya lalu bertanya balik," boleh saja, tapi untuk apa? Kamu ada keperluan?".
Retno mengangguk," ya ada perlu penting sekali, tapi aku mau tahu dulu berapa jumlahnya. Kan aku istrimu".
Mata Yohan menerawang ke atas dan lalu berbisik," aku punya sekitar 3 M sih. Sebagian masih disimpan deposito, sebagian investasi saham dan sebagian untuk jaga-jaga keperluan Nanan".
Retno terbelalak," waw..banyak juga mas, kok bisa kamu punya sebanyak itu?".
Lalu Yohan menjelaskan bahwa dalam berdagang juga ada trik yang bisa dimainkan.
Biasanya pihak pabrikan membuat semacam lomba untuk pedagang, yang terbanyak menjual produknya dalam 1 tahun maka mendapat imbalan.
Biasanya imbalan atau hadiah berupa jalan-jalan keluar negeri atau kendaraan terbaru.
Namun Yohan sering bernegosiasi minta imbalan dalam bentuk uangnya saja walau akhirnya hanya menerima sekitar 50- 75% dari nilai yang seharusnya didapatkan apabila memilih paket wisata atau kendaraan baru sesuai ketentuan pabrik.
Yohan sering menjual barang kebutuhan yang sedang dipromosikan dan berlomba dengan pedagang grosir lain untuk mendapat imbalan.
Setiap dia memenangkan imbalan seperti itu selalu dikumpulkan sampai bertahun-tahun lamanya tak pernah disentuhnya.
Ditambah ada sebagian uang dari hasil menjual beberapa tanah warisan yang terbengkalai.
"Aku nanti minta uangmu bolehkah?" Retno bertanya.
"Silahkan saja, memang kamu mau beli apa?" tanya Yohan.
"Aku mau renovasi rumah ini," jawab Retno santai.
"Oh tentu saja boleh, kamu mau membuat rumah ini jadi seperti apakah?"tanya Yohan lagi.
"Rahasia dong, nanti saja kalau aku sudah mendapatkan perkiraan nilai atas ide renovasinya baru aku beritahu".
Rupanya diam-diam Retno sudah mempunyai gambaran untuk melakukan renovasi besar- besaran.
Dan dia sudah minta kepada salah satu teman di kampusnya yang dosen sipil dan arsitek untuk membuatkan gambar dan perkiraan dana renovasi.
"Yang pasti terima kasih mas sudah menuruti apa keinginanku selama ini".
"Tidak membeli mobil, mas nurut. Tidak menyewakan lagi kamar kost kosong, mas nurut. Aku mau minta uang, mas nurut. Nah.. satu lagi..aku pingin tahun depan mas kuliah kelas karyawan, nurut yah".
"Waduh kuliah!? Mana bisa aku, tak sanggup ah sayang," jawab Yohan sedikit terkejut.
"Harus sanggup dong, nanti aku bantu pilihkan kampus dan juga jurusan yang cocok untuk mas".
"Sayang yakin deh aku pasti tidak sanggup kalau kuliah lagi".
Lalu Retno melotot sambil mendorong badan Yohan lalu berkata dengan nada ketus-ketus manja,
"minta bonus aja sanggup, hmmm, masa kuliah engga sanggup".
Dan Retno sekarang yang memulai kembali percintaannya malam itu.
Keesokan paginya Retno mengajak ketiga gadis berjalan-jalan ke mall.
Dia berencana membelikan beberapa pakaian dan keperluan lain untuk Nancy nanti disana.
Setelah browsing mempelajari iklim negara tersebut memiliki 4 musim, maka Retno harus mempersiapkan keperluan anak sambungnya ini agar setiba disana bisa langsung fokus belajar.
Berawal di toko pakaian, Retno membelikan cukup banyak pakaian untuk perkiraan keperluan pergantian musim disana.
Lalu sepatu, tas dan berbagai keperluan lainnya.
Dibalik rasa bahagianya Nancy atas perhatian ibu sambungnya, tetapi sesekali terselip rasa iri saat melihat Retno tampak sering berbisik-bisik dan tertawa-tawa kecil dengan kedua sepupu barunya.
Dalam benaknya berpikir mungkin karena Retno sudah mengenal mereka bahkan sejak mereka bayi.
Sedangkan dirinya baru saja dikenal Retno waktu lalu, walaupun memang saat ini posisinya anak sambung Retno tapi mungkin saja kasih sayang Retno lebih besar kepada mereka.
Padahal sesungguhnya Nancy tidak tahu kalau Retno berbisik kepada Tina dan Adela untuk membeli hadiah kejutan untuk diberikan kepada Nancy beberapa hari lagi.
Belanjaan keperluan Nancy disimpan dulu ke mobil imut dan tentunya bungkusan-bungkusannya hampir memenuhi mobil.
Tapi Retno santai saja sambil menumpuk bungkusan, sementara Nancy yang sedari tadi terbawa perasaan merasa tidak enak hati
Lalu mereka makan siang di mall, dan setelah makan Retno kembali membawa mereka ke supermarket besar di lantai dasar mall.
Setelah sebelumnya kembali Retno berbisik-bisik dengan kedua sepupunya, dan kedua gadis tadi berpisah.
Lalu Retno berjalan dengan Nancy berbelanja beberapa kebutuhan untuk Nancy dan juga untuk di rumah.
Sambil berjalan disamping Retno, tampak Nancy mulutnya cemberut.
Retno sesungguhnya mengetahui kalau Nancy sedang cemburu karena tidak diajak berbisik-bisik olehnya.
Tapi dia sengaja karena memang dia sedang mempersiapkan kejutan untuk anaknya itu.
Lalu masuk chat dari Yanes ke handphone Retno.
Y : Bu kokom, yang pesanan sudah siap semua. Sudah Stella beli semua. Apalagi sekarang bu kokom?
R:Hmmm...prajurit sementara itu dulu yah, sekarang bu kokom jelong-jelong dulu.
Y: Siap bu kokom..menunggu titah selanjutnya.
__ADS_1
(Bu kokom alias bu Komandan)