Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP49-S2// Kembali?


__ADS_3

Tatapan mata Abel yang lembut seperti dulu seolah berubah menjadi tatapan penuh amarah dihadapan Davin. Sekarang Abel seperti orang yang berbeda seperti saat pertama Davin bertemu.


“Abel tolong maafkan Abang, jika memang kau merasa Abang pantas mendapatkan maaf darimu. Setelah apa yang sudah Abang lakukan padamu,” ucap Davin.


Abel berbalik membelakangi Davin, seolah tak sanggup menatap mata Davin yang selalu membuatnya luluh. Ada apa lagi ini dengan Bang Davin, kenapa tiba-tiba ia datang meminta maaf. Apa ia lupa akan bertunangan dengan Kayla. Apakah Bang Davin lupa kalau beberapa waktu lalu bersikeras meninggalkan dirinya dan mengumumkan akan bertunangan dengan Kayla. Apakah Bang Davin tidak tahu, bagaimana dalamnya luka yang ia goreskan di hatinya. Begitu sekiranya dipikiran Abel.


“Pak Adiguna aku pikir kau kesini membicarakan masalah bisnis, teryata kau hanya membawa omong kosong,” ujar Abel berpura formal menutupi sisi lemahnya, mengabaikan semua ucapan Davin.


Davin sedikit prustasi dengan sikap ketus Abel, tapi ia berusaha membuat semua menjadi tenang dulu. “Abel tolong sekali ini saja berikan Abang kesempatan menjelaskan semuanya, Abang tahu kata maaf ini nggak mampu untuk menebus kesalahan Abang. Tapi satu hal yang perlu kamu tahu hati Abang selalu untuk kamu.”


Kini Abel galau, sepertinya mulai hatinya mulai mencair. Entah kata yang keluar dari mulut Davin tulus atau hanya ngomong kosong. Tapi hati kecilnya merasa ada sedikit ketulusan dari ucapannya. Apa salah jika dirinya ingin mendengar sesuatu yang akan diceritakan Bang Davin. Abel berbalik menoleh kearah Davin dan berusaha masih menahan emosinya yang hampir menumpahkan air mata.


“Apa lagi yang mau Bang Davin jelaskan sama Abel, semua udah jelaskan. Bang Davin ninggalkan Abel, memilih bertunangan dengan Kayla. Tidak peduli bagaimana perasaan Abel. Yang Bang Davin beri hanya rasa sakit. Apa semudah itu Bang Davin datang pada Abel dan minta maaf. Sekarang alasan apalagi yang Bang Davin akan katakan. APA! Bang Davin. APA!” kali ini Abel mengungkap kekesalnya dengan penuh emosi pada Davin meskipun rasa cintanya pada Davin tetaplah sama.


“Abel alasan utama Abang ninggalin kamu karena Abang tahu kalau Nolan juga mencintai kamu, bagaimana Abang bisa memilih di antara kalian. Sedangkan Abang pernah cerita padamu bagaimana keadaan Nolan sebelumnya. Apakah Abang bisa membiarkan hati Nolan terluka lagi setelah bertahun-tahun ia sembuh dari traumanya dan menemukan cintanya." Davin berusaha menjelaskan.


"Hah. Apalagi ini Bang Davin, Nolan cinta sama Abel. Terus Bang Davin tidak membiarkan Nolan terluka, tapi Abel yang Bang Davin sakiti!" Kata Abel seolah buta dengan kebenaran perkataan Davin yang ingin dia ungkapkan hanya goresan rasa sakitnya.


"Itulah kesalahan Abang sayang," Davin menangkap wajah Abel dengan kedua tangannya, ia tak tahan tidak memegang Abel yang mulai meneteskan air mata.


"Maafkan Abang yang sudah menghianati kepercayaanmu, mengingkari janji Abang. Kalau saja kau tahu, tidak ada yang lebih sakit selain harus dengan paksa berpisah denganmu." Davin mendadak melow matanya mulai berkaca-kaca.


Abel menepis kasar tangan Davin yang memegang pipinya. Hingga membuat Davin tersentak ternyata Abel belum lunak, dia masih marah.


"Apa dengan Bang Davin meninggalkan Abel, Abel akan bisa mencintai Nolan! Apa bang Davin pikir Abel akan semudah itu mencintai seseorang lagi! seperti yang Bang Davin lakukan dengan Kayla!" Abel mulai tidak bisa menahan emosinya berbicara dengan intonasi keras sambil menepis air mata yang keluar.


"Abel, Abang sama sekali nggak bermaksud seperti itu. Abang berusaha memilih yang terbaik untuk semuanya. Meskipun pada akhirnya banyak hati yang tersakiti dan sekarang mereka mengerti dengan memberikan kesempatan pada Abang bisa mendapatkan cinta kamu kembali." Davin masih berusaha membuat Abel mengerti.


"Kenapa cinta ini menyakitkan Bang Davin. Dengan mudahnya Bang Davin meninggalkan Abel dengan harapan agar Abel bisa bersama Nolan. Apa Bang Davin pikir Abel ini boneka yang bisa seenaknya kalian pindah tangankan." Kata Abel yang masih teguh dengan perasaannya dikhianati tanpa mau mengerti penjelasan Davin.


"Abel tolong mengertilah bukan begitu maksud Abang. Bagaimana jika kau diposisi seperti Abang." Davin berusaha meyakinkan Abel agar mengerti alasannya.

__ADS_1


"Abang mohon sekarang, biarkan Abang memperbaiki semuanya, kita mulai lagi kembali seperti dulu."


"Bang Davin, apa Bang Davin pikir sesuatu yang ditumbuhkan kembali dari rasa sakit, rasanya akan sama. Maaf Bang Davin, Abel belum berpikir untuk itu." Abel berjalan beberapa langkah membelakangi Davin lagi menepis air matanya.


Davin mengikuti Abel dan sekarang berdiri dibelakangnya. "Abel, tolong pikirkan lagi semuanya, kasih Abang kesempatan sekali lagi. Abang akan lakukan apapun untuk menebus kesalahan Abang."


"Entahlah Bang Davin, tolong jika tidak ada hal lain, bisakah Bang Davin pergi dan tinggalkan Abel," ucap Abel masih ingin menenangkan diri dengan keadaan yang mengejutkan ini


"Ya Abel, Abang tahu kamu pasti butuh waktu memikirkan semuanya, tapi satu hal yang harus kamu tahu, Abang mencintai kamu dan tak pernah berubah. Abang hanya bisa berharap kita memulai kembali semuanya."


"Tolong Bang Davin pergilah," seru Abel sambil menunjuk pintu.


Davin dengan berat terpaksa melangkah pergi dan tidak mau terlalu memaksa Abel kali ini. Hati Abel yang terluka membutuhkan waktu untuk berpikir memulai kembali cinta yang di khianat. Davin ingin Abel menerima dengan hati yang tenang dan bahagia. Meskipun sekarang masih belum mendapatkan titik terang tentang perasaannya, ia masih bertekad akan terus berusaha mendapatkan cinta abel lagi nanti.


Sementara disisi lain, Abel memang masih mencintai Davin seperti dulu, tapi rasa sakitnya masih menutupi egonya untuk bisa kembali lagi mengulang seperti dulu. Hatinya saat ini masih enggan untuk mengerti semuanya, hatinya seolah tertutup menerima kebenaran apapun. Abel Masih belum siap menitipkan kepercayaannya lagi pada Davin. Entah sampai kapan dia bisa lagi percaya pada Davin kembali. Tapi ketika dia tidak bersama kenapa rasanya menjadi sakit juga.


Ya Allah, kenapa lagi-lagi lemah karena cinta.


Abel mendongak melihat kepergian Davin.


Abel berlari keluar mengejar Davin yang akan masuk mobil. "Bang Davin!"


Mendengar suara memanggilnya Davin menoleh ke sumber suara, entah kenapa hatinya merasa senang. Davin mendekat ke arah Abel.


"Ya, ada apa?" Davin begitu bersemangat.


"Bang Davin setiap orang punya kesempatan. Sebagaimana Allah yang selalu mengampuni dosa hambanya yang bertaubat. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, Abel akan memikirkan keinginan Bang Davin, tapi beri Abel waktu. Apapun nanti keputusan Abel berharap itu yang terbaik untuk kita berdua," ujar Abel. Abel berpikir kali ini akan memberi kesempatan pada Davin dan memikirkan baik-baik bagaimana Langkahnya nanti.


Davin seperti mendapatkan udara segar untuk bernafas mendengar ucapann Abel. Setidaknya ia sekarang masih mempunyai harapan meskipun hanya berbanding 50 persen kembali atau lupakan.


"Bang Davin akan siap menerima apapun keputusan kamu, Abang hanya berharap keputusan kamu nantinya tidak akan menyakiti hati siapapun lagi."

__ADS_1


"Semua urusan hidup kita, pasrahkan pada Allah," jawab Abel singkat.


"Abang akan menunggu dan berusaha memperbaiki diri agar nanti bisa jadi suami yang baik ketika kau bisa percaya pada Abang lagi." Davin mencoba sedikit tersenyum diantara ketegangannya tadi.


Abel mengangguk, tolong jangan berbunga dan luluh untuk saat ini. Biarkan Bang Davin merenungi kesalalaahnyan Isi kepala Abel.


"Maaf Abel harus pergi, Abel akan ada pertemuan!" Kata Abel berpura ketus lagi. Dia berbalik melangkah, kenapa bibirnya ingin tersenyum sekarang setelah matanya tadi menangis.


.


.


.


.


.


.


NEXT........


Sorry author telat Up, lagi banyak lomba berseliweran pikiran author melayang2🙏


Zen : Elu kira layangan Thor


Thor : Cape gue main layangan, perih gue di tarik ulur.


Zen : Ye dia malah curhat.


Thor : 🙄🙄🙄

__ADS_1


Terimakasih udah sabar dan setia nunggu up dari author.🙏🙏 terimakasih kasih juga dukungan kalian level karya IUP tidak menurun 💪.


Beri semangat author pencet LIKE ketik KOMENT yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. selalu loph U ❤️


__ADS_2