Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Season 3 - Belajar


__ADS_3

Aline


Begini banget ya perjuangan princess dapatkan sekotak martabak untuk papi. Ya pemirsa, princess dapat antrian nomor delapan dan princess harus menunggu dengan sabar bersama pembeli yang lain.


Karena semakin mabuk dengan bau asap martabak yang menggelitik hidung. Princess mutusin milih nunggu di mobil, lebih enak cium aroma maskulin calon suami. Eh ...


"Raf!" princess ketok-ketok mobil Raffa tapi nggak ada respon. sepertinya dia pergi ke dalam minimarket dan kebetulan juga tenggorokan princess lagi kemarau.


Aku memasuki minimarket dan langsung menuju rak minuman dingin. Princess pilih minuman isotonik untuk mengganti ion tubuh princess yang terkuras karena emosi meladeni Raffa.


Princess tepuk jidat karena baru sadar tas kulit biawak ada di dalam mobil Raffa. Aku harus keliling menjelajahi setiap rak untuk nemuin Raffa.


Princess mulai menuju rak makanan ringan kemungkinan besar calon suami ada disitu.


Sedikit melenceng dugaan princess, Raffa ada di rak minuman botol.


"Raf! Aku kira kamu di mobil, ternyata kamu disini, Bayarin minuman aku!" ucapku yang akhirnya nemukan calon suami.


"A- line," ucap wanita berhijab yang berbalik ke arahku.


Oh, tenyata kita bertemu dengan incaran calon suami permisa. Dia harus tahu siapa Caroline Shania Bagaskoro.


"Hai, kamu Alisa kan," sapa princess melambaikan tangan sok akrab.


"Mas Raffa, Mas dan Aline ...." Alisa tidak melanjutkan kalimatnya.


Dan si ukhti pergi gitu aja ninggalin troli belanjaannya. Lah! Kenapa dia ngambek?


"Sa, tunggu Sa!" teriak Raffa yang akan berlari ngejar si ukhti.


"Mau kemana kamu Raf?" tanya princess menghalangi langkah Raffa.


"Lin, tolong minggir sebentar, saya mau jelaskan sesuatu sama Alisa."


"Kamu harus bilang sama dia tentang kita Raf," ancamku.


"Ya Lin, tolong kamu minggir sebentar. Alisa keburu jauh!" ucap Raffa sedikit keras.


Seperti melemah dengan sendirinya tubuh princess bergeser memberi jalan untuk Raffa mengejar si kerudung hijau.


Kenapa hati princess kembali teraduk-aduk ya. Princess ikut melangkah menyusul Raffa.


"Permisi Mas Mbak! Bayar dulu!" teriak kasir indoapril melihat princess yang akan buka pintu.


Nih kasir ganggu banget momen princess lagi lihat calon suami kejar-kejaran sama si itu. Princess taruh saja minuman isotonik yang belum terjamah.


"Maaf Mbak nggak jadi!" ucap princess yang yakin setelah ini bakalan nggak haus karena minum dari air mata sendiri.


Princess udah keluar dari minimarket mencari sosok Raffa yang lagi ngejar si Alisa. Raffa sepertinya gagal ngejar Alisa karena aku lihat Raffa cuma bengong duduk di kap Lamborghitu.

__ADS_1


"Raf, ketemu sama Alisa?" tanya princess. Sebenarnya malas untuk bertanya.


Raffa menggelengkan kepala. Terus dia masuk begitu aja ke dalam mobil cuekin princess.


Setelah setengah jam menunggu, akhirnya princess berhasil bawa pulang dua kotak martabak. Kita pun pulang meninggalkan minimarket penuh drama ini.


Di dalam mobil kita berdua cuma diam dan lihat lurus ke arah jalanan. Suara yang terdengar cuma dari stereo mobil yang memutar lagu-lagu religi. Princess sebenarnya udah gatel banget mau tanya hubungan Raffa dengan si kerudung hijau. Bagaimanapun princess adalah calon istri! Princess wajib tahu banyak atau sedikit masa lalu Raffa.


"Raf?" princess membuka pembicaraan terlebih dulu.


"Iya!"


"Aku mau tanya sesuatu tentang kamu sama Alisa," aku jawab jujur.


"Tanya saja," seru Raffa ketus.


"Sejauh apa hubungan kamu dengan Alisa?" tanya princess to the point aja.


"Kamu mau tahu banget ya!" balas Raffa.


"Ya Raf, aku kan calon istri kamu!" Kali aja calon suami hilang ingatan gara-gara si itu.


"Alisa wanita yang berhasil menarik perhatian saya. Dia bekerja di bagian devisi keuangan di perusahaan."


"Kamu suka sama dia?" princess merasakan hawa - hawa panas didalam mobil.


Kenapa mendadak jadi merasa bersalah sama calon suami, aku merasa seolah jadi orang ketiga dari hubungan mereka. Tapi selama jamur kuning belum melengkung, jodoh orang masih ditangan Sang Pencipta Cin ....


"Kamu kecewa?"


"Awalnya, tapi mau bagaimana lagi. Saya nggak bisa nolak keinginan mereka. Sama dengan kamu. Saya nggak mau membuat orang tua saya kecewa. Jalan satu-satunya hanya dengan kita penuhi keinginan mereka kita menikah."


Kenapa aku mendadak sedih ya, apakah akan tubuh rasa cinta seiring berjalanya waktu seperti di dunia perjodohan di sinetron. Apakah Raffa nantinya bisa mencintai aku sepenuhnya. Sedangkan keinginan Raffa untuk menikah hanya memenuhi keinginan orang tua.


"Saya butuh waktu untuk memberi pengertian pada Alisa, saya harap kamu bisa mengerti!" balas Raffa.


"Ya Raf, aku paham. Aku hanya nggak mau calon suamiku lirik kiri kanan sama wanita lain. Aku punya hak untuk cemburu kan."


Princess mau buka-bukaan aja sama Raffa masalah hati. Nanti kalau udah sah baru buka-bukaan masalah lain. Eh ... pikiran princess.


"Kamu nggak perlu kuatir, saya sudah milih kamu jadi calon istri saya. Saya akan memperlakukan kamu dengan baik. Kita juga sudah buat perjanjian kan!"


Perjanjian yang menguntungkan kamu Raf!


"Betul Raf dan aku hanya satu-satunya Istri kamu," ancam princess lagi.


"Ya! Saya kan sudah berusaha akan jadi suami yang baik. Kamu juga harus belajar, gimana caranya bisa jadi istri yang baik menurut kaidah-kaidah dalam agama dan masyarakat."


Princess mengeryitkan dahi, berasa seperti mau sekolah. Memang sih princess tidak banyak tahu menahu masalah tugas ibu rumah tangga. Terutama masak! princess cuma bisa masak mie sama telor, tapi tenang cantik! kan bisa pesan antar! Beres kan!

__ADS_1


Nggak bisa gitu princess! Raffa sangat suka masakan rumah, itu baru benar. Princess bisa belajar dari Mama Riri, beliau orang yang tepat. Sedangkan belajar untuk melayani suami di tempat tidur, princess punya masternya. Aunty. Nesya.


Kalau belajar masalah mengatur belanja rumah tangga, princess bisa belajar dari ibu suri alias Mami tercinta.


Oke, princess sudah punya pakar - pakar hebat! Satu lagi! princess juga bisa belajar masalah agama dan keharmonisan rumah tangga dengan om-om gantengku, calon Papa mertua Om Ervan.


"Ya Raf, aku akan belajar supaya jadi istri yang baik,"


"Good Job, saya juga nanti akan belajar!" jawab Raffa.


"Kamu belajar apa Raff?"


"Belajar supaya malam pertama nanti, kamu pasrah dan nggak berkutik melawan saya!"


Hah!


Bukk


Tas kulit biawak milik princess langsung melayang ke muka ganteng calon suami.


"Aaakh, sakit Lin!" gerutu Raffa memegangi pipinya.


"Kamu omes Raf!" seru princess kesal.


Raffa nyengir bahagia di atas kesalah tingkahan princess.


"Kamu tuh yang mikirnya aneh-aneh," balas Raffa.


Raffa paling bisa buat princess jadi salah tingkah dan malu-malu mual.


Suasana di dalam mobil menjadi lebih hidup. Raffa mulai bisa cegar-cegir dengan perdebatan-perdebatan yang princess timbulkan. Hingga sejenak pembicara masalah Alisa terabaikan.


Sampai mobil berhenti di depan rumah dan sudah menunggu di depan pintu Papi tercinta. Princess turun dari mobil Raffa dengan dua kotak martabak sebagai bentuk suap.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2