Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 85 Akad Adrian dan Tiara


__ADS_3

Ervan sudah bersiap menggunakan menggunakan kemeja berwarna biru muda sesuai dresscode undangan untuk laki-laki. Begitu pula dengan Riri yang mengunakan gamis putih dan kerudung warna senada sesuai dresscode warna putih bagi perempuan. Riri dan Ervan masih bersantai disofa dibalik jendela dalam kamar sambil menikmati panorama menunggu waktu sore acara dimulai.


"Mas udah ah...nanti Riri dandan lagi." Kata Riri mencegah suaminya menciumi wajahnya.


"Kalau diluar nggak perlu dandan Sayang, cukup dandan untuk suami aja, Mas cium adek bayi aja..." Kini Ervan berpindah menciumi perut Riri yang buncit.


"Auuhhb....Gerak Mas." Kata Riri merasakan tendangan dari buah hatinya ketika suaminya mengelus dan mencium perutnya.


"Adek main bolanya jangan kenceng-kenceng kasian mama, nanti main sama Papa ya kalau udah keluar..." Kata Ervan yang juga merasakan gerakan bayinya.


Riri mengelus kepala suaminya yang sibuk dengan perut Riri. Kedua pasangan ini merasa sangat senang kini berbicara dengan perut Riri karena bayi yang didalam perut Riri seolah memberi respon dengan menendang lebih kencang ketika diajak berbicara.


"Kita keluar yuk sayang, ntar lagi juga acara mulai..." Kata Ervan melihat jam Tangannya.


Riri bangkit mengandeng tangan suaminya, keluar dari kamarnya mengikuti langkah Ervan menuju lokasi ijab Qabul dengan pemandangan menawan berupa hamparan biru samudera Hindia langsung dari atas ketinggian villa. Lokasinya yang berada diatas bukit kian menyempurnakan bentukan pemandangan yang elok ini.


Riri dan Ervan duduk barisan terdepan mengisi puluhan deretan kursi putih yang ditata rapi untuk para tamu yang menyaksikan janji suci Adrian dan Tiara. Kursi terpajang mulai diterisi tamu undangan yang hanya keluarga dan kerabat kedua mempelai.


"Mas romantis banget suasananya..." Kata Riri yang merangkul tangan Ervan tak lupa mengambil swafoto bersama suaminya.


"Mau resepsi lagi..." Tanya Ervan.


"Nggak ah Mas untuk apa resepsi berkali-kali, Riri maunya Mas selalu sama Riri aja itu udah cukup..."


*****


Suasana tegang masih menyelimuti dikamar Adrian. Waktu menunjukkan semakin mendekati waktu akad, dia masih bersantai sejenak karena cukup melapisi kemejanya dengan jas pengantin.


Ada yang lain sore ini, meskipun hanya Menganti jas, acara ini cukup mengharukan karena ayahnya turut membantu memakaikan dan merapikan jas yang Adrian kenakan. Meski hubungan dengan ayahnya tidak baik hal sederhana ini membuat cukup terharu karena ayahnya mengantikan peran ibunya yang sudah tiada.


Adrian dan Tiara sengaja memulai acara pada pukul 5 sore. Karena memang kebanyakan pernikahan di pulau ini dilakukan di sore hari untuk menghindari teriknya matahari dan mempertimbangkan kenyamanan tamu selama acara berlangsung.


*****


Waktu bahagia pun tiba di pernikahan konsep ke kebarat-baratan ini. Penghulu sudah duduk di dekorasi terdepan yang sudah di siapkan. kursi tamu pun mulai terisi dengan puluhan laki-laki berbusana biru muda dan perempuan berbusana putih. Adrian sudah duduk didepan penghulu, terlihat dari ekpresi wajahnya yang tampak tegang ketika hendak menunggu mempelainya.


"Mas itu Pak Doni anggara kan, kenapa ada dia, jangan-jangan walikota juga datang..." Kata Riri yang sibuk melihat ayah Adrian yang menemani di tempat akad.


"Ya datang lah sayang, dia kan Bapaknya Adrian.."


"Apa!! berati ibu tirinya pak Adrian Serena dong yang penyiar Tv kota kita..." Riri sangat terkejut.


"Ya...Serena itu mantan pacarnya Adrian juga."


"Apa...!!!" Riri lebih terkejut lagi dan salut dengan keteguhan Adrian.


Dia pun tak ambil pusing dengan fakta baru dari suaminya karena semua mata tertuju pada Tiara yang nampak anggun mengenakan gaun duyung warna kuning muda dengan tatanan rambut simpel yang dihiasi satu bunga ukuran cukup besar dibelakang sanggulan rambutnya.

__ADS_1


Semua tamu berdiri menyambut Tiara yang di dampingi dua wanita, mereka melewati tamu undangan menuju tempat akadnya bersanding dengan Adrian.


Suasana hening mulai tercipta ketika penghulu mulai membacakannya syariat pernikahan dan kedua pengantin satukan dengan selendang renda.


Hembusan angin menambahkan suasana tegang ini. Ekspresi Adrian pun sangat berbeda dengan ekpresi sok manis dan konyolnya seperti biasa.


Ternyata bisa juga deg deg kan pak Adrian acara akad nikah, lucu banget wajahnya ini wajib di abadikanπŸ˜†πŸ˜†. Riri bersiap dengan kamera ponselnya.


Suara pembaca akad nikah di mulai dengan Wali hakim karena Tiara berbeda keyakinan dengan ayah kandungnya.


"Saya terima Nikah dan kawinnya Tiara Amalia Collins binti Bar...." Adrian terdiam, hingga beberapa menit. Tamu undangan ikut cemas, akad pertama salah. dinyatakan batal.


Adrian di minta berlatih lagi sebelum memulai akad kedua.


"Gimana sih sayang...." gumam Tiara.


"A-ku grogi sayang, yang kedua InsyaAllah kita sah..." Balas Adrian.


Semua undangan mulai gaduh dan sibuk membicarakan akad pertama yang gagal. Akad kedua pun dimulai kembali, penghulu mulai membaca lagi kalimat akad nikah.


Tangan Adrian dihentak. "Saya terima nikah dan kawinnya Tiara Amalia Collins binti Ba-ra-rhatte chums Collins dengan mas kawin tersebut TUNAI.!" Kata Adrian lantang meski tersendat di awal.


"Sah.."


"SAH!!!"


"Alhamdulillah..."


Penghulu membacakan doa pernikahan mereka. Kini Adrian dan Tiara sah menjadi suami dan istri meskipun ijab qabul kedua sempat terbata-bata. Penghulu Meninggalkan acara, tinggallah pasangan suami istri baru di atas altar.


Semua tamu merasa sangat senang melihat kedua mempelai yang kini menjalani prosesi tukar cincin. MC memberitahu kalau acara selanjutnya membacakan catatan harapan kedua pengantin karena tersusun di konsep ala barat ini.


Keduanya berhadapan, Tiara ingin membacakan duluan catatan harapannya membuka selembar kertas.


"Aku pakai bahasa Inggris ya...malu pakai bahasa Indonesia." Ujar Tiara.


"My husband thank you for loving me sincerely and accepting me with joy, I never thought I would marry and love someone like I love you very much now, thank you for everything thank you for this happy day, I love you my husband now and forever...."


(suamiku terima kasih telah mencintaiku dengan tulus dan menerima aku dengan sukacita, aku tidak pernah berpikir aku akan menikah dan mencintai seseorang seperti aku sangat mencintaimu sekarang, terima kasih untuk semuanya terima kasih untuk hari bahagia ini, aku mencintaimu suamiku sekarang dan selamanya) dan masih panjang lagi kalimat yang ditulis Tiara............ hingga selesai.


Semua tamu undangan memberikan siulan dan sorakan kebahagian.


"Aduh manis banget nih...." Kata MC.


Adrian kini membuka kertasnya dan menunjukkan kalau kertasnya kosong.


"Maaf kertas aku kosong, aku nggak nulis harapan apa-apa...." Kata Adrian membuat semua heran dan langsung hening menjadi kesal.

__ADS_1


"Untuk apa aku harus menulis harapan kalau semuanya sudah nyata didepan mataku...." Kata Adrian yang menarik istrinya sekarang dalam pelukannya.


Semuanya merasa manisnya suasana pernikahan ini, kini semua menikmati saat terbenamnya matahari sebagai latar pasangan pengantin. acara sore ini ditutup dengan kedua pasangan menempelkan bibir mereka, keduanya berc***an didepan tamu undangan.


Sementara di kursi tamu, Riri kepo dengan apa yang dilihat merasa tidak nyaman karena ini pertama kali menghadiri pernikahan seperti ini.


"Mas, kenapa mereka harus berciuman didepan semua orang sih, nggak malu...."


"Kamu kepo sayang, mereka kan sudah sah, lagian semua tamu disini keluarga sama teman-temannya, dipulau ini juga sudah biasa begitu sayang kamu polos banget..."


"Ya...Ya Mas." Kata Riri.


Kini Adrian dan Tiara turun dari Altar menyalami tamu Undangan yang menyambut keduanya dengan senang. Adrian memeluk Ervan yang memamg duduk di kursi terdepan begitu pula dengan Riri yang memeluk Tiara.


"Selamat ya kak, kakak cantik banget.." Kata Riri.


"Terima kasih Riri, udah datang kesini lagi hamil besar..." Tiara melepaskan pelukannya mengelus perut Riri.


"Inget bro, sekarang jadi suami, jangan main-main lagi dalam berumah tangga..." petuah Ervan sok bijak.


"Ya bro, untuk buat apa main-main dalam berumah tangga bro, mendingan cari tetangga buat main ular tangga.."


"Hahaha, pengantin baru bisa aja.." Kata Riri menyindir Adrian.


Adrian dan Tiara pun melangkah lagi menemui tamu yang lain. Semua saling berpencar berebut berfoto dengan kedua mempelai. Acara berikutnya adalah dinner di taman villa.


.


.


.


.


.


.


.


Next.....


**Sampai sini dulu ya Zen m**g kambuh lagi..... semangat puasanya ya tinggal berapa hari lagi..


Terimakasih jangan lupa like koment vote πŸ™πŸ™


yang mau beri ucapan selamat ke Pasangan Adrian dan Tiara bisa lewat vote ya😁😁😁😁( ngarep si Thor**)

__ADS_1


__ADS_2