Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 102


__ADS_3

Acara penghargaan dimulai pukul 19.30. Camelia, Lucas, dan Liam berangkat dari mansion sekitar pukul 18.00.


Menuju tempat penghargaan tidak membutuhkan waktu yang lama. Tiba di tempat acara, acara karpet merah tengah digelar. Banyak selebritis yang melewatinya silih berganti. Pakaian mereka pun beragam. Para pria kebanyakan formal. Sementara untuk wanita, ada banyak desain yang pastinya dari desainer ternama. Namun, ada beberapa yang terlalu pendek dan juga terkesan nyentrik. Namun, yang namanya fashion, itu pilihan masing-masing.


Camelia, tampil seperti biasa. Terbuka memang, namun masih dalam batas wajar.


Dalam acara ini, ia menggunakan long dress berwarna hitam dengan bagian pinggang terdapat ikat pinggang berwarna putih, campuran yang kontras. Sementara Lucas dan Liam sendiri tampil formal seperti biasa dengan setelan jas mereka.


Begitu Rolls-Royce berwarna biru itu, mobil milik Chris yang sudah menjadi atas Camelia berhenti, perhatian langsung tertuju pada satu titik. Para wartawan dan juga beberapa selebriti yang masih berada di area karpet merah langsung mengenali mobil itu.


"Itu Camelia Shane, bukan?"seru salah seorang wartawan.


"Memang dikonfirmasi hadir. Namun, aku kira tidak hadir karena gosip itu," sahut tak percaya lainnya.


"Ayo wawancarai dia!" Dan mulai menghampiri Camelia.


Bisik-bisik langsung terdengar. Camelia menghela nafasnya pelan sebelum keluar dari mobil.


Kilau lampu flash Camelia langsung menyambutnya. Camelia turun diikuti Lucas dan Liam. Melangkah melewati carpet merah dengan menggandeng Lucas dan Liam di sisinya.


Kedatangan Camelia memang menjadi penantian tersendiri. Karena ini adalah perdana Camelia menghadiri acara setelah vakum beberapa bulan. Terlebih setelah kemarin ada gosip tentangnya.


Berfoto dengan latar papan besar berisi nama penyelenggaraan acara ini beserta sponsornya. Camelia kemudian menerima sesi wawancara.


"Nyonya Camelia Shane, apa tanggapan Anda tentang gosip Anda dengan Presdir Andrean Gong?" Satu pertanyaan meluncur.


"Nyonya Shane, apa Anda benar berhubungan dengan Mr. Andrean Gong?" Pertanyaan kedua.


"Nyonya, apa Anda ada niat untuk menikah lagi?" Pertanyaan ketiga.


"Nyonya, Anda hadir dalam acara ini, apakah Anda akan comeback?"


Ada banyak pertanyaan lagi. Camelia belum menjawabnya. Namun, setelah mendengar pertanyaan comeback itu, Camelia tersenyum.


"Teman-teman wartawan sekalian, mengenai gosip saya, saya sudah menjawabnya pada klarifikasi saya sebelumnya. Kemudian mengenai tentang comeback, benar. Dalam waktu dekat saya akan comeback. Untuk info selanjutnya silahkan tunggu update dari Glory Entertainment," jawab Camelia, hanya menjawab perihal comeback.


Membahas tentang pernikahan dalam acara ini? Ini bukan waktu dan tempatnya. Oleh karenanya Camelia tidak menjawab pertanyaan itu.


"Apa gosip Anda itu untuk mendongkrak popularitas Anda setelah vakum untuk comeback?"


Camelia tidak senang dengan pertanyaan itu. Begitu juga dengan Lucas dan Liam. Namun, di depan kamera, keduanya tetap menunjukkan ekspresi seperti biasa.


Camelia juga tetap tersenyum. "Maaf sebelumnya. Apakah saya butuh hal demikian untuk comeback?"balas Camelia, dengan tersenyum lebar. Bukan sombong. Tapi, itulah kenyataannya.


Wartawan yang bertanya tampak canggung. Kemudian mundur ke belakang.


"Terima kasih atas wawancara. Kami permisi," ucap Camelia, kemudian melangkah menuju aula tempat acara dilaksanakan.


*


*


*


Panggung bersinar dengan penampilan dari penyanyi papan atas. Para tamu menikmati pemandangan itu seraya berbincang, ada pula yang fokus menikmati penampilan.


Selesai penampilan tersebut, MC datang dan mengumumkan pembacaan nominasi selanjutnya.


Pembaca nominasi keluar begitu MC kembali ke tempatnya. Sedikit prakata kemudian membacakan nominasi. Dari nama-nama yang disebutkan, ada nama Camelia Shane di dalamnya.

__ADS_1


Sang pemilik nama, menunggu dengan tenang di tempat duduknya.


"Dan pemenangnya adalah … Camelia Shane dari drama Mysterious Love Detective," ucap pembaca nominasi lantang. Aula tempat acara itu langsung riuh dengan tepuk tangan.


"Selamat, Mom," ucap Lucas dan Liam, bersamaan. Camelia mengangguk.


Camelia berdiri, menyalami beberapa orang yang di dekatnya kemudian melambaikan tangan kepada para tamu.


"Selamat untuk Camelia Shane," ucap pembaca nominasi saat Camelia naik ke atas panggung. Gaun hitam yang ia gunakan tampak bersinar di sorot cahaya.


"Selamat malam semuanya …," sapa Camelia saat menyampaikan sambutannya.


"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada suami saya yang telah tenang di alam sana, karena berkat dukungannya saya bisa sampai di titik ini. Kemudian terima kasih kepada kedua anak-anak Mommy, Lucas dan Liam. Kalian adalah semangat dan kebanggaan Mommy. Kepada Daddy dan Mommy, kepada adikku Dion. Kepada sutradara, kru, dan semua pemain drama Mysterious Love Detective. Dan kepada seluruh penggemar dan pendukung saya, saya ucapkan terima kasih banyak. Karena atas dukungan kalian, saya bisa berada di panggung ini, menerima penghargaan ini," ucap Camelia, menyampaikannya dengan senyum lebar.


"Ini adalah apreasiasi yang sangat membanggakan untuk saya. Saya berjanji akan menghasilkan karya yang lebih dan lebih baik lagi. Sekali lagi, thank you very much!"ucap Camelia kemudian membungkuk singkat.


Tepuk tangan meriah langsung menyambut selesai prakatanya.


Momku tidak butuh gosip untuk mendongkrak popularitasnya. Karena diam pun ia, popularitasnya tetap tinggi.


Liam tersenyum penuh arti. Ini adalah salah satu buktinya. Meskipun vakum, Camelia tetap memenangkan penghargaan. Tidak hanya itu, Lucas dan Liam pun turut memenangkan penghargaan.


Acara award berakhir pukul 22.00. Setelah acara berakhir, sebelum pulang, menyempatkan diri berfoto dengan selebriti lainnya.


"Kami menunggu comeback Anda, Nyonya Shane."


"Terima kasih," jawab Camelia sebelum masuk ke dalam mobil. Perlahan, mobil mewah itu meninggalkan tempat acara, menuju mansion keluarga Shane.


"Mendongkrak popularitas? Wartawan dari mana dia? Seenaknya saja mengatakan Mom mencari sensasi." Lucas langsung mengomel begitu meninggalkan tempat acara award.


"Dia sudah tertampar dengan piala yang kita bawa," sahut Liam.


Model Liam adalah membungkam haters dengan pencapaian.


"Sudah, jangan diributkan lagi. Lebih baik kalian fokus pada proyek kalian," tutur Camelia.


"Benar, juga. Eh iya, Mom, sepertinya smartwatch yang kami modeling nanti bagus. Apa aku boleh memilikinya?"tanya Lucas, menatap harap sang ibu.


"Benarkah? Asalkan bagus dan akan kalian gunakan, Mom tidak masalah," jawab Camelia.


"Itu sepertinya pilihan yang bagus, Mom. Apalagi saat olahraga, kan sulit bagi kami bawa-bawa ponsel. Terlebih waterproof." Liam menimpali. Tampaknya tertarik.


"Baik. Jika kalian ingin dan butuh, belilah," jawab Camelia.


"Yeah!" Lucas berseru. Liam hanya tersenyum simpul.


*


*


*


Memasuki kediaman Shane, suasana kediaman tampak lenggang. Memasuki mansion, di ruang tengah tampak Tuan dan Nyonya Shane, Dion, dan Lina tengah berbincang. Tampaknya sudah akrab. Tidak heran, karena Lina menguasai bahasa Inggris dengan cukup bagus, jadi tidak ada kendala komunikasi.


"Kakak!" Begitu melihat sosok yang sudah lama tidak ia lihat, Camelia langsung berlari dan memeluk wanita itu.


"Lia…." Dipeluk begini, Lina tampak canggung. Bukan canggung karena pelukan, namun karena suasananya.


"Akhirnya kau tiba juga, Kak. Aku sungguh tidak tenang sebelum melihatmu. Terlebih lagi tadi ada kesalahanku dalam memprediksi kau tiba di sini," ujar Camelia dengan mimik wajah senang dan juga sedih.

__ADS_1


"Haha … maafkan aku, Lia. Harusnya aku beritahu jam berapa aku akan tiba. Kasihan Dion yang menjemput di waktu yang tidak pas."


"Hehe." Camelia kemudian tertawa.


"Bagaimana penerbanganmu, Kak?"tanya Camelia.


"Aku mengalami jet lag," jawab Lina. "Sepertinya malam ini aku tidak bisa tidur," lanjutnya.


"Ahh … kalau begitu aku akan menemanimu."


Ehem.


Deheman Dion membuat Camelia menoleh padanya. Dion mengkode, ke arah Tuan dan Nyonya Shane.


"Eh?"


"Hehehe, Mom, Dad," sapa Camelia. Padahal sudah ia lihat namun terlupakan begitu melihat Lina.


"Apa ada masalah selama acara, Lia?" Tuan Shane. Mereka tidak bertanya award apa saja yang didapatkan Camelia karena acara itu disiarkan di televisi.


Saat itu, Lina tak bisa berhenti takjub. Artisnya yang dulu hanya menerima sedikit penghargaan, bak kuda hitam di dalam acara itu.


"Hanya masalah kecil, Dad. Sudah aman," jawab Camelia.


"Baguslah." Tuan Shane mengangguk mengerti.


"Lucas, Liam, kalian pasti lelah. Lekaslah pergi istirahat," tutur Nyonya Shane.


"Baik, Grandma." Menurut dan berlalu menuju kamar mereka.


"Lia juga pamit ke kamar ya," ujar Camelia.


"Istirahatlah. Jangan begadang!"peringat Nyonya Shane.


Camelia tidak menjawab. Menarik Lina menuju kamarnya.


Dion menggeleng pelan. "Kau juga, Dion."


Dion mengangguk. Dan begitu, setelahnya ruang tengah kosong karena semua menuju kamar masing-masing untuk istirahat.


"Lia!" Setelah masuk ke dalam kamar, Lina langsung berseru dan memeluk erat Camelia.


"Aku bangga sekali padamu! Sangat! Sangat!"


"Bagaimana kau sepopuler itu? Ahh … kau benar-benar berlian yang telah diasah! Aku sangat bangga padamu!"


"Hehe, Kakak semua itu tak lepas dari dukungan suamiku dan juga keluarga Shane," jawab Camelia.


"Meskipun begitu, tetap saja karena kemampuanmu!"


"Hahaha … baiklah. Berhenti membicarakan hal ini. Kau membuatku malu, Kak."


"Di mana pialamu, Lia? Aku ingin melihatnya." Lina begitu antusias. Wajar saja, jika di China, ini masih menjelang tengah hari.


"Apakah ini?" Lina berdiri di depan sebuah lemari yang penuh dengan piala, medali, juga piagam penghargaan.


"Itu milik Chris. Katanya itu hasil selama ia sekolah. Untuk piala award lainnya ada di villa kami. Begitu juga dengan pialaku yang lain."


"Villa?"

__ADS_1


"Villa suamiku."


"Astaga. Seandainya saja dia belum pergi, aku sangat ingin bertemu langsung dengan pemilik semua piala ini." Lina menggeleng pelan.


__ADS_2