
Satu berita miring kembali mewarnai dunia entertainment negeri Tirai Bambu itu. Artis dari agensi besar, Starlight Entertainment sekaligus tunangan dari Presdirnya, membuat dunia hiburan terkejut. Banyak reaksi yang ditunjukkan untuk reaksi tersebut. Kebanyakan? Dominan merasa senang. Why? Karena banyak yang tidak menyukai Rose walaupun ia punya status sosial yang tinggi.
Mereka sangat senang walaupun tidak terlalu menunjukkannya. Melihat perilaku buruk Rose terekspos, itu suatu keuntungan dan sebuah jalan keluar bagi pihak produksi di film yang tengah mengontraknya sekarang. Jujur saja, sutradara yang menjadi sutradara akting Rose sekarang menyerah dan merasa kesal dengan Rose. Benar adanya, di lokasi syuting memang ia sok bossy dan cenderung kasar. Jika marah, akan melampiaskan amarahnya pada kru. Ingin mengganti pemain, namun pihak produksi merasa segan dan mengurungkannya karena memandang Andrean.
Namun, sekarang dengan keluarnya berita ini yang disertai dengan bukti yang valid, sangat mudah untuk mengganti Rose tanpa perlu banyak alasan. Bullying, itu kasus pelanggaran berat yang mengarah pada pelanggaran HAM. Untuk beberapa waktu ke depan, Rose pasti akan banjir dengan hujatan.
Hukuman kecilnya adalah menerima hujatan, lebih besar akan di penjara, dan yang paling berat adalah tidak diperbolehkan lagi masuk ke industri hiburan.
Bully, ingatkah bahwa industri hiburan di China itu ketat? Sama halnya dengan industri hiburan Korea Selatan. Di sana, kasus bullying terekspos, maka karir yang bersinar akan langsung meredup. Pencipta drama korea ingatkah dengan kasus aktor Jisoo?
Karena berita ia pernah melakukan bullying di zaman sekolah dulu, brand yang mengontrak dirinya langsung membatalkan kontrak. Dan juga berimbas kepada dunia aktingnya. Kala itu ia tengah menjalani syuting drama dan karena berita itu, ia digantikan aktor lain.
Ya begitulah. Dunia hiburan memang keras. Oleh karenanya, untuk masuk ke dunia hiburan tidak hanya butuh bakat dan kemampuan, akan tetapi juga mental dan fisik yang kuat serta backingnya yang kuat pula.
Backing? Mengapa mereka tidak terlalu menunjukkan rasa senangnya? Tentu saja karena status Rose sebagai tunangan Andrean. Andrean itu backingan Rose. Jika Andrean turun tangan, masalah itu akan usai. Dan Rose, dia akan bersikap seolah tidak terjadi apapun.
Para artis wanita yang belum menikah, merasa bingung dan heran dengan Andrean. Mengapa bertahan dengan Rose? Apa sih yang spesial dan menarik darinya?
Menurut artis atau aktor yang pernah berakting dengan Rose pun kadang sering mempertanyakan kemampuan akting Rose. Lalu sikap kasar, sok bossy, dan sombong. Paket komplet. Atau memang selera Andrean yang 'unik'?
Entahlah. Namun, setidaknya untuk saat ini mereka sangat berterima kasih kepada yang membuat berita itu.
Imbas dari berita itu, Andrean menurunkan perintah untuk merumahkan Rose. Walaupun keputusan itu ditentang oleh Rose namun itu adalah sebuah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat. Jika Rosw tidak di rumahkan atau aktivitasnya tidak diberhentikan sementara, maka dia dikhawatirkan akan membuat masalah tambah besar.
*
*
*
__ADS_1
Sementara di dalam kamar, Liam tersenyum miring.
Ya.
Dia yang menyebarkan berita itu sebagai bentuk balasan karena kemarin harus sudah menyinggung camelia.
Di sisi Liam, Lucas fokus bermain game sementara di ranjang camelia tidur dengan lelapnya.
"Ah … victory." Lucas menaikkan kedua tangannya disusul dengan seruan victory dari ponselnya.
" jika setelah ini namanya langsung pulih aku rasa yang kau lakukan kali ini hal yang sia-sia, Liam," komentar Lucas.
Liam tersenyum simpul, "apakah tahu tentang taktik tarik ulur?"tanya Lucas, menoleh pada Liam dengan senyum simpulnya.
"Maksudmu … kau akan membuatnya merasa lega lebih dulu lalu kau akan menambahkan masalahnya lagi, begitu?"terka Lucas.
"Yups. That's right." Liam menjentikkan jarinya.
"Katakan salah satu kartunya padaku," pinta Lucas.
"Sini …." Liam meminta Lucas mendekat untuk is bisikan jawabannya. Lucas tersenyum miring mendengar bisikan Liam.
"Kalau bisa lakukan dengan cepat, Liam. Aku mulai bosan di sini. Aku ingin kembali ke Kanada. Aku rindu kamar kita," ucap Lucas.
"Tenanglah. Ini tidak akan lama," balas Liam. "Aku juga mulai bosan di sini," lanjut Liam.
*
*
__ADS_1
*
"Camelia, wake up!" Kak Abi menarik selimut yang menutupi tubuh Camelia. Namun, Camelia malah mempertahankan selimut. Camelia hanya mengerang pelan, menggumam tidak jelas, tanda ia terganggu dengan tindakan Kak Abi.
Kak Abi berkacak pinggang. Ia kesal. Tadi malam, Camelia bergadang karena bermain game dan imbasnya, Camelia tidur sampai matahari telah hampir pada puncaknya.
"Camelia, come on, wake up! Ini sudah hampir tengah hari!!" Kak Abi menggoyahkan bahu Camelia.
"Sebentar lagi. Lima menit lagi," jawab Camelia dengan jawaban yang klasik.
Kak Abi mendengus. "Bukankah kemarin kau mengatakan akan mengunjungi agensi lamamu itu siang ini?"
Kak Abi duduk di tepi ranjang. Mendengar itu, Camelia langsung membuka matanya dan duduk. "Jam berapa sekarang?"tanya Camelia.
"Jam 11. 45," jawab Kak Abi.
"Hah?" Camelia terbelalak. Ia langsung melompat dari ranjangnya dan melangkah lebar menuju kamar mandi. Kak Abi menggeleng pelan.
"Jam 11. 45, ya memecah rekor bangun kesiangan," gumam Kak Abi, mulai membereskan ranjang Camelia yang mana selimut telah berada di lantai.
"Umur sudah hampir 28 tahun tapi, terkadang masih seperti anak kecil. Camelia-Camelia."
*
*
*
Pukul 12.30, Camelia telah selesai dan siap untuk berangkat berkunjung ke agensi lamanya. Ia tampil elegan dengan menggunakan dress berwarna biru dengan kalung mutiara berwarna biru laut. Itu dikatakan senada.
__ADS_1
Sebelum berangkat, Camelia makan siang terlebih dulu dengan Lucas, Liam, dan Kak Abi.
"Mom … apa kau ke sana memang benar karena permintaan pria itu?"tanya Liam menyelidik. Camelia tersenyum kemudian menggeleng, "tentu saja tidak," jawab Camelia.