Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 57


__ADS_3

Camelia melangkah keluar dari gedung Phoenix Teknologi dengan senyum mengembang lebar.


Why?


Tentu saja karena ia berhasil mendapatkan proyek yang ia inginkan.


Juri memutuskan dirinya yang mendapatkan proyek ini setelah melewati proses pemotretan.


Camelia segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan parkiran menuju restoran Liang untuk makan siang.


Tak butuh waktu lama, Camelia sudah tiba di restoran Liang. Kak Abi, Lucas, dan Liam sudah berada di dalam, sudah booking ruang makan lebih dulu.


Camelia turun dengan sedikit tergesa. Hal itu membuatnya tidak begitu fokus.


Bruk!!


Camelia menabrak seseorang saat hendak masuk ke dalam restoran.


"Ah … maaf … maaf. Saya tidak sengaja," ucap sesal Camelia dengan cepat.


"Jasmine?" Camelia terhenyak mendengarnya. Ia mengangkat wajahnya,


Itu Tuan Liang!


Untuk beberapa saat mereka bertatapan sebelum akhirnya Camelia menghapus rasa terkejutnya, ia menyunggingkan senyum. "Maaf, Tuan. Siapa yang Anda panggil Jasmine?"tanya Camelia. Itu membuat Tuan Liang gantian terkejut. Pria itu terdiam beberapa detik. Tak lama, sorot matanya berubah sayu.


"Maaf, Nona. Saya salah mengenali orang. Saya kira Anda adalah putri saya," ucap sesal Tuan Liang sebelum meninggalkan Camelia yang kembali terpaku.


Apa aku tidak salah dengar? Ayah masih mengakuiku sebagai putrinya? Camelia membatin.


Di dalam mobilnya, Tuan Liang kembali merenung.


Bagaimana bisa ia secara refleks memanggil Camelia dengan nama Jasmine?


Bagaimana ia bisa keliru mengenali Camelia sebagai Jasmine?


Apa itu?


Apakah itu rindu? Rindu bercampur dengan penyesalan?


Apapun itu, Tuan Liang menitikkan air mata karena mengingat Camelia dan sikapnya dulu.


Hah! Hatiku terguncang karena Ayah memanggilku Jasmine.


Sebelum menuju ruang makan, Camelia lebih dulu ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Menenangkan gejolak hatinya. Tidak perlu ditanya lagi, ia sangat merindukan ayah dan ibunya. Walaupun bukan kandung, namun Camelia sejak bayi diasuh oleh Tuan dan Nyonya Liang. Hubungan itu sudah setara dengan hubungan anak dan ibu kandungnya.

__ADS_1


Calm down, Lia. Tunggu semua selesai baru kau bisa mengungkapkan siapa dirimu. Ayah … mungkin dulu kau mengatakan aku bukan lagi anggota keluarga Liang. Namun, di dalam hatiku, ayah dan ibu adalah keluargaku, orang tuaku. Pertemuan singkat yang cukup berarti.


Camelia kembali tersenyum. Ia sudah memperbaiki riasannya. Setelahnya Camelia meninggalkan kamar mandi menuju ruang makan.


"Kau lama sekali, Mom!"


Baru saja tiba, Camelia disambut dengan protesan Liam.


"Maafkan Mommy, Liam. Tadi Mommy tidak sengaja menabrak orang. Apa kau sudah begitu lapar?"jawab Camelia, mengecup bergantian pipi Lucas dan Liam.


"Sangat. Aku sangat lapar," jawab Liam, mengusap perut kecilnya.


"Ya sudah, ayo kita makan," ujar Camelia dengan mengambilkan beberapa menu ke dalam mangkuk makan Lucas dan Liam.


"Bagaimana casting nya Mom?"tanya Lucas, penasaran.


"Karena doa kalian Mom berhasil mendapatkan. Bagaimana dengan pemotretan kalian? Sudah sampai seri ke berapa?"tanya balik Camelia.


"Direncanakan besok sudah selesai semua, Lia," jawab Kak Abi.


"Lantas kapan penandatanganan kontraknya?"tanya Kak Abi.


"Besok pagi," jawab Camelia.


"Hm, cukup cepat juga." Kak Abi mengangguk kecil.


"Ya. Aku tidak punya tujuan lagi," jawab Camelia.


"Baiklah. Kita juga harus kembali."


"Mom, nanti malam video call dengan Grandpa dan Grandma," ucap Lucas.


"Okay."


Setelah membayar tagihan, mereka meninggalkan restoran dengan tujuan masing-masing. Camelia kembali ke apartemen dan sedangkan Kak Abi dan si kembar kembali ke tempat pemotretan.


*


*


*


Setibanya di apartemen, Camelia mengganti pakaiannya jadi pakaian santai. Camelia berniat untuk nonton drama Cina. Sebelum menuju ruang tengah, Camelia lagi dulu menuju dapur untuk mengambil jus juga cemilan.


Camelia ingin menonton drama aktor favoritnya, yakni Xiao Zhan. Maka drama fantasi Douluo Continent pun menjadi pilihan.

__ADS_1


Setelah selesai satu episode, Camelia mengecek ponselnya. Sudah ada kabar tentang Rose.


"Hm?" Camelia menaikan alisnya membaca judul berita.


Terungkap! Ternyata Rose Liang Tidak Melakukan Bullying! Akan Tetapi Berkelahi Dengan Teman Sekelasnya Karena Orang Tua Diejek. Publik: Jika Aku Berada Di Posisi Itu, Aku Juga Akan Melakukan Hal Yang Sama.


Wow!


Itu berita pembalikan!


Akankah Rose mendapat respon positif dan dukungan dari publik, kembali memulihkan citranya?


Camelia tersenyum tipis membaca setiap komentar yang masuk. Namun, Rose tidak menampik bahwa dirinya merokok.


Setiap orang punya batas tekanan masing-masing. Hidup bergelimang harta tidak menjadi bahwa seseorang hidup tanpa tekanan. Saya memang merokok untuk mengurangi tekanan tersebut. Mohon maaf kepada yang merasa tersinggung dengan sikap buruk saya. Ke depannya saya akan berusaha menjadi lebih baik lagi. Terima kasih telah mendukung saya selama ini. Mari terus bergandengan tangan dan saling mendukung.


"Artis memang pandai memainkan peran. Liam kau melakukan tugasmu dengan baik," gumam Camelia, menutup ponselnya karena tidak ada lagi yang menarik setelah kalimat Rose meninggalkan kantor polisi setelah dinyatakan tidak bersalah. Namun, harus tetap membayar sejumlah denda.


Jika bertanya bagaimana caranya Rose lolos?


Itu karena foto yang tersebar itu aslinya memang sebuah perkelahian Rose dengan salah seorang rekan SMA-nya. Yang menjadi dasar pertengkaran tersebut adalah Rose tidak terima orang tuanya dihina dan dijelekkan oleh rekannya itu hanya karena mereka adalah keluarga yang miskin. Kala itu Rose belum masuk ke keluarga Liang. Masih bersama dengan keluarga angkanya.


Camelia kembali menonton.


*


*


*


"Mengapa kalian melarangku untuk menuntutnya? Dia, sialan itu sudah mencemarkan nama baikku!"protes Rose pada pengacara agensinya saat keluar dari kantor polisi.


"Tujuan pemeriksaan adalah untuk membuktikan Anda bersalah atau tidak. Seharusnya Anda bersyukur atas putusan hakim! Jika Anda bersikeras menuntut, maka takutnya akan muncul masalah baru!"jawab pengacara itu sebelum masuk ke dalam mobilnya.


"CK!" Rose tidak bisa mengatakan tidak untuk hal tersebut.


"Baiklah." Rose pasrah.


"Selain itu perusahaan memutuskan untuk menskors Anda selama satu bulan ke depan," lanjut pengacara, langsung masuk ke dalam mobil di saat Rose masih connecting.


Skors?


Satu bulan?


Apa yang akan ia lakukan?

__ADS_1


"AHH Andrean! Sialan kau!" Selain mengumpat kesal pada Andrean.


__ADS_2