Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 224


__ADS_3

Barang-barang yang dibawa oleh Camelia, Lucas, dan Liam telah dipacking dua hari sebelum keberangkatan. Kecuali untuk beberapa barang seperti laptop, make up, dan juga skincare.


Keberangkatan mereka ke Swiss adalah pukul 10.00 waktu setempat. Peralatan syuting telah dikirim lebih dahulu. Dan penerbangan ini adalah para pemeran, sutradara, dan juga beberapa kru.


Satu pesawat di booking untuk keberangkatan itu. Pesawat yang tidak terlalu besar, cukup untuk menampung semua penumpang.


Sebenarnya Nyonya Shane dan Dion, menyarankan Camelia, Lucas, dan Liam, juga Kak Abi dan Evelin untuk menggunakan pesawat pribadi keluarga Shane saja. Namun, pasti itu akan menjadi gunjingan.


Camelia menginginkan perjalanan dan syuting yang tenang.


Penerbangan itu memakan waktu yang cukup panjang. Dari bandara Ottawa menuju Jenewa, Swiss, itu memakan waktu sekitar 10 jam penerbangan.


Mereka tiba dini hari di Jenewa, kota terpadat kedua di Swiss itu. Perbedaan waktu Ottawa dan Jenewa adalah sekitar 6 jam di mana Swiss lebih cepat.


Tidak semua pemain turun di Jenewa. Hanya Camelia dan rombongannya, termasuk sutradara. Nicholas juga tidak. Sementara yang lainnya melanjutkan melanjutkan penerbangan menuju kota Bern.


Syuting akan dibuka dengan adegan Camelia di Jenewa. Kemudian nanti akan dilanjutkan di kota Bern. Kota yang terkenal dengan banyak bangunan bersejarahnya. Yang mana kota itu juga merupakan ibu kota Swiss secara de facto, pusat politik negara itu.


Syuting akan dimulai lusa. Di mana besok digunakan Camelia untuk meninjau lokasi syuting secara langsung. Sebelum ia sudah melakukan observasi. Namun, secara daring.


*


*


*


Sesuai dengan rencana Camelia yang mana hari pertama di Jenewa digunakan untuk meninjau lokasi syuting secara langsung. Selesai sarapan mereka langsung bergerak menuju lokasi, bersama dengan sutradara. Lucas, Liam, Kak Abi, dan juga Evelin ikut. Rencananya setelah meninjau lokasi mereka akan berkeliling serta ada rencana untuk kuliner juga.


Lokasi syuting pertama adalah sebuah universitas. University of Geneva, lebih tepatnya di ruangan kepala jurusan dan juga perpustakaan.


Camelia nantinya akan berperan sebagai mahasiswa yang tengah menjalani tugas akhir. Ia adalah mahasiswa yang mengambil jurusan ilmu sejarah, yang mengajukan tempat penelitian untuk tugas akhirnya di ibu kota Swiss.


Camelia diceritakan sebagai mahasiswa yang sangat tertarik pada sejarah. Dan itu adalah awal mula dari kisah ini.


Selesai meninjau lokasi, Camelia izin para sutradara untuk berkeliling. Sutradara mengizinkan. Ia tinggal lebih lama di universitas untuk mengurus beberapa hal.


Kak Abi mengemudikan mobil, menuju ke pusat kota. Sementara Evelin, sibuk menikmati suasana kota Jenewa. Ini adalah kali pertama ia ke luar negeri. Dan Evelin sangat senang.


Lucas dan Liam juga begitu excited. Sementara Camelia kembali mengulik sejarah kota ini. Jenewa, adalah kota yang sangat penting tanpa harus menjadi ibukota suatu negara.


"Jenewa adalah kota global, pusat keuangan, dan pusat diplomasi dunia karena kehadiran berbagai organisasi internasional, termasuk markas banyak badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah. Jenewa merupakan kota yang memiliki jumlah markas organisasi internasional tertinggi di dunia. Di sinilah pula Konvensi Jenewa ditandatangani, yang terutama membahas perlakuan terhadap non-kombatan masa perang dan tahanan perang."


Perjanjian Jenewa merupakan perjanjian yang dilaksanakan pada 20 juli 1954. Perjanjian dalam bentuk konferensi ini bertujuan untuk menemukan cara agar dapat menyatukan Vietnam dan mendiskusikan kemungkinan memulihkan perdamaian di Indocina.


Selain itu, konvensi Jenewa adalah termasuk dalam sejarah lahirnya hukum internasional.


Jelas sekali, bukan?


Kota ini juga dijuluki ibu kota perdamaian. Alasannya, karena hal yang telah disebutkan di atas. Kota ini memegang peranan yang sangat penting. Jika di sini adalah pusat perdamaian, maka kota Bern adalah pusat politik.


Tak heran jika Swiss dijuluki sebagai negara yang cinta damai atau negara yang enggan berpihak.


Asisten bangunan yang khas yang masih ada hubungannya dengan arsitektur Gothic yang mana merupakan gabungan arsitektur Romanesque, arsitektur neoklasik.


Mereka juga berkunjung ke rumah ibadah. Setelah dari sana, barulah mereka berkeliling untuk kulineran.


Evelin sibuk memotret setiap sudut, mengabadikannya dalam kamera ponsel. "Kita akan lama di Swiss, Eve. Jika setiap menit kau harus memotret, kau harus membeli ponsel baru untuk itu," lakar Kak Abi.


Evelin tersenyum malu. "Tidak papa, Evelin. Jangan dengarkan Kak Abi. Apa kau ingin aku fotokan?"tawar Camelia.


"Mau! Mau sekali, Nona!"


"Pakai ponselku saja," ucap Camelia. Evelin mengangguk.


"Tahu begini, aku akan membawa kamera," ucap Kak Abi.


"Masih ada besok, Kak," sahut Camelia.


Lucas dan Liam menyimpulkan bahwa bangunan lama di sini, dengan bangunan lama di kota mereka mirip. Mungkin karena menggunakan gaya arsitektur yang sama.


Keduanya sudah memasukan postingan terbaru.


"Mom, lapar," keluh Lucas. Camelia masih sibuk memotret Evelin.


Evelin sontak berhenti berpose. Ia kemudian menundukkan malu.


"Ah? Hahaha. Ayo-ayo."

__ADS_1


"Tidak apa, Evelin. Nanti dilanjutkan lagi," hibur Camelia pada asistennya itu.


"Maafkan saya, Nona. Saya …."


"Kenapa kau minta maaf? Itu sudah lazim. Ayo isi tenaga dulu," ujar Camelia.


Mereka memasuki salah satu restoran. Memesan cukup banyak menu. Di antaranya adalah Fondue- adalah makanan seperti daging, roti, atau kentang yang dipotong kecil kemudian ditusuk dengan garfu, dan dicelupkan ke dalam cairan panas yang biasanya adalah keju yang dilelehkan. Hidangan itu biasanya dimakan pada saat musim dingin. Namun, tetap ada sepanjang musim.


Dan makanan kedua adalah cordon bleu. Hidangan itu berupa potongan daging yang diisi oleh irisan tipis ham dan keju. Umumnya keju yang digunakan keju Gruyère, lalu diberi lapisan tepung roti dan digoreng dalam minyak panas dalam wajan ataupun dipanggang dalam oven.


Dan ada juga menu saffron risotto.


Menu ini adalah hidangan tradisional dari Ticino yang berada di kanton paling selatan Swiss. Ini adalah distrik yang berbatasan dengan wilayah Italia Piedmont serta Lombardy. Uniknya, Ticino juga adalah satu kanton di Swiss yang bahasa resminya yaitu bahasa Italia. Hampir mirip dengan Quebec di Kanada yang menggunakan bahasa negara lain sebagai bahasa resminya.


Dan kebiasaan para wanita kambuh. Sebelum dimakan lebih dulu diabadikan dengan kamera ponsel kemudian di posting ke Instagram story.


Lucas dan Liam yang sudah terbiasa, menunggu dengan sabar ritual itu selesai. Padahal mereka sudah berulang kali menelan air liur, tak sabar merasakan hidangan yang telah tersaji.


"Mom? Belum selesai juga?"rengek Liam.


"Benar, Lia. Perutku sudah terus meronta," imbuh Kak Abi, yang rupanya juga sudah tidak sabar.


Camelia terkekeh pelan. "Sudah, ayo makan," ajak Camelia.


*


*


*


Tak lupa, Camelia juga memberikan kabar pada Andrean. Perbedaan waktu Jenewa dan Beijing tidak bisa mencolok dengan Ottawa. Sama-sama enam jam, yang mana Beijing lebih cepat 6 jam daripada Jenewa.


Setibanya di tempat menginap, Lucas dan Liam langsung tepar. Begitu juga dengan Camelia. Selain karena lelah, juga karena kenyang. Memutuskan untuk istirahat karena besok harus tampil dengan fit.


*


*


*


Keesokan paginya ke Camelia langsung berangkat syuting. Lebih dulu masuk ke ruang ganti pakaian dan tata rias. Gaya busananya adalah yang simple dan dominan mengenakan kemeja dengan dalaman kaos tipis dan celana jeans karet. Rambut dikuncir kuda dan make up yang natural.


Sebelum syuting dimulai, lebih dulu diawali dengan pembukaan. Dan kemudian arahan dari sutradara. Camelia yang sudah mempelajari naskahnya tadi malam, tidak kesulitan untuk akting perdananya dalam film ini.


*


*


*


Syuting hari pertama berlangsung dengan lancar. Rencananya mereka akan resmi selama satu minggu. Adegan yang diambil memang tidak banyak namun cukup sentral. Di mana di awal, sudah diperlihatkan penentangan dari universitas mengenai rencana penelitian Camelia. Namun, Camelia yang cerdik bisa mendapatkan izin tersebut.


Setelah semua adegan Camelia direkam, kru membereskan semua peralatan dan rencananya lusa mereka akan menyusul ke kota Bern.


Hari terakhir di Jenewa, Camelia memutuskan untuk mengunjungi beberapa tempat di kota ini. Termasuk gedung markas besar PBB, meskipun hanya melintas saja. Juga melintasi beberapa gedung penting dunia lainnya.


*


*


*


"Selamat datang di kota Bern, semuanya." Nicholas menyambut rombongan sutradara dan Camelia. Mereka sudah menganggur cukup lama. Dan sebentar lagi akan mulai sibuk.


Dan awal syuting di kota Bern, bukanlah giliran Camelia. Oleh karenanya, Camelia memutuskan untuk mencari tempat tinggal di kota ini, menyewa apartemen untuk Lucas dan Liam. Jika itu jauh lebih efektif ketimbang menyewa hotel.


Dan selama menunggu gilirannya syuting, Camelia berkeliling kota, terutama ke latar tempat adegannya nanti. Banyak bangunan bersejarah yang menjadi latar belakang. Yang mana, penelitian Camelia nanti adalah pada salah satu bangunan bersejarah, mengulik kisah di baliknya, menjadi kebenaran dari apa yang tertulis di dalamnya.


Dan peran Nicholas dalam film itu adalah sebagai seorang perwira muda.


Awal pertemuan Nicholas dan Camelia nantinya adalah di kantor polisi. Sebab Camelia dituduh melakukan pencurian terhadap barang bersejarah.


Camelia menghela nafasnya pelan.


Film ini jika sekilas terlihat biasa saja. Namun, ada banyak hal menarik di dalamnya. Sejarah, percintaan, dan juga final boss.


*

__ADS_1


*


*


Hari demi hari berlalu. Syuting berjalan tanpa kendala berarti. Sejauh ini sutradara sangat puas dengan performa Camelia dan juga Nicholas. Apalagi chemistry di antara keduanya.


Secara keseluruhan, adegan ciuman dalam film ini tidak banyak. Sutradara ingin menunjukkan romantisme tanpa kontak fisik seperti ciuman atau lebih darinya.


Apalagi Nicholas diceritakan sebagai pria yang dingin serta tsundere.


*


*


*


"Mom, bukankah itu Uncle Nic?"tanya Lucas, menunjuk seorang pria yang berdiri di dekat lampu kamar.


"Eh, benar?"


Malam ini semua kru dan juga ke pemeran free. Dan syuting sudah memasuki bulan kedua. 


"Dia sedang bicara dengan siapa?"tanya Lucas penasaran. 


"Ayo kita dengar." Liam melangkah lebih dulu dengan mengendap. Sementara Lucas menyusul. 


Camelia menepuk dahinya pelan. Terlambat mencegah Lucas dan Liam. 


Tapi, apakah ini sebuah kebetulan? Sejujurnya Camelia juga sedikit penasaran dengan Nicholas. Meskipun ramah, ia sangat tertutup mengenai kehidupan pribadinya. 


"Semua berjalan lancar, Sayang. Jika sesuai dengan perkiraan, dua bulan lagi aku akan kembali."


Nicholas tertawa, "aku tahu. Itu juga sangat lama bagiku."


"Aku sangat merindukanmu dan anak kita. Jaga dirimu dan anak kira baik-baik, okay?"


"I love you too." 


Panggilan itu berakhir. Nicholas tersenyum lebar. 


"UNCLE, KAU PUNYA ISTRI DAN ANAK?" Lucas langsung berseru. 


Liam langsung menutup mulut kembarannya. Sementara Nicholas terkejut bukan main. Matanya membulat sempurna, menatap balik Lucas dan Liam yang terkejut dengan apa yang mereka dengar. 


"Kalian? Bagaimana kalian bisa ada di sini?"tanya Nicholas, jantungnya berdebar kencang. 


"Kalian tidak mendengar apapun, bukan?" Nicholas tampak gugup dan tegang. 


"Kau punya istri dan anak, Uncle?"tanya Liam, dengan mata menyelidik. 


Nicholas memejamkan matanya. Ia tampak memikirkan sesuatu kemudian berjongkok, mengeluarkan sesuatu dari jaketnya. Itu adalah permen. 


"Uncle mohon, jaga hal ini dengan baik, okay? Ini adalah rahasia di antara kita," ucap Nicholas, dengan mata memelas, mengajak kedua anak itu bernegosiasi.


"Hm? Apa imbalannya?"tanya Liam. Waktunya berbisnis. "Jangan katakan jika beberapa permen itu. Uncle pikir kami akan mempan dengan sogokan itu?"


"Ah?" Dion terhenyak sendiri. Ia lupa siapa Lucas dan Liam ini. Ia meruntuki kebodohannya. 


"Bukan ini. Kalian bisa meminta 3 hal dari Uncle. Asalkan jangan sebarkan hal ini, bagaimana?"


"3 hal?"


"AUH! APA YANG KAU LAKUKAN?!"pekik Liam, ia mengibaskan jarinya yang terasa sakit akibat gigitan Lucas. 


"KAU YANG APA-APAAN?"


"MENYEBALKAN!"gerutu Liam kemudian. 


"3 hal itu kurang pas. Aku dan Liam akan bertengkar karena 1 hal. Jadi, bagaimana jika 4 hal? 4 pemerintah?"nego Lucas.


"Hei-hei??" Liam tertegun. Lucas menyeringai. Darah yang mengalir di tubuh mereka sama. Tidak menunjukkan, bukan berarti tidak bisa. 


Nicholas menimbangnya. 


"Baiklah. Uncle setuju, 4 permintaan!" Mereka bertiga berjabat tangan. 


"Ini untuk kalian," ucap Nicholas, menyodorkan permen yang tadi ia tarik kembali. 

__ADS_1


Kedua anak itu menerimanya. "Lantas bagaimana denganku, Nicholas?"


Nicholas berbalik. Camelia tersenyum padanya. "A-Anda juga mendengarnya?"


__ADS_2