
Apa ini? Apa mereka berhubungan?
Pelukannya nyata. Mustahil ini editan.
Bukankah ini terlalu cepat?
Apa yang selama ini yang ditampilkan di depan kamera semuanya palsu? Mereka tidak saling mencintai dan harmonis?
Secepat ini? Bukankah dia wanita yang handal dalam merayu? Bahkan baru 100, dia sudah berpaling dan kesepian. Sejak awal, memang dia tidak pantas menjadi istri king Chris. Sayang sekali, kasihan keluarga Shane.
Menurutku pelukan itu wajar. Lihat foto-foto ini. Sebelum king Chris pergi, my queen banyak berpelukan dengan beberapa pria. Apa sebuah pelukan dapat menyimpulkan bahwa mereka berhubungan? Bagaimana dengan foto queen dengan Presdir Glory Entertainment, apa mereka berhubungan? Tentu saja, hubungan artis dengan agensinya. Maksud saya adalah jangan menarik kesimpulan terlalu cepat. Jangan menghakimi tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi! Aku percaya pada queen, bahwa dia benar-benar mencintai king Chris. Dan keluarga Shane beruntung mendapatkan menantu seperti Queen!
Benar. Lebih-lebih ini gosip dari sana. Bisa saja ada yang tidak suka dengan queen, seperti kasus kemarin yang foto queen dan Presdir Starlight Entertainment, padahal hanya foto untuk membacakan pengumuman, namun banyak yang mengartikan berbeda….
Hal seperti ini seperti sudah rahasia umum. Memang, berada dalam sebuah posisi seperti Queen tidak mudah. Ke depannya mungkin akan lebih banyak isu lagi. Jadi, tetap semangat my queen! Kami akan selalu mendukungmu!
Kolom komentar akun gosip yang memposting foto Camelia dengan Andrean sama dengan diskusi para penggemar. Ada yang mendukung ada pula yang mencela, dan itu adalah hal yang lumrah.
Mohon kepada Queen dan Glory Entertainment untuk segera mengklarifikasi gosip tersebut agar tidak terjadi lebih banyak salah persepsi lagi.
*
*
*
Hallo! Ini Camelia Shane. Aku akan mengklarifikasi gosip fotoku dan Tuan Gong yang berpelukan. Aku sangat sedih mengetahui gosip itu. Tepat di hari ke 100 kepergian suaminya, isu aku menjalin hubungan dengan Tuan Gong beredar pesat.
Kami hanya berteman. Seperti yang kalian ketahui, di sana aku mengambil sebuah job dengan Starlight Entertainment yang menaungiku. Jadi, aku dan Tuan Gong termasuk sering bertemu dan kami berteman akrab.
Foto itu benar adanya. Namun, aku tidak menyangka kalau akan terfoto untuk paparazi dan disebarluaskan hingga muncul gosip ini. Foto itu adalah foto pelukan perpisahan karena beberapa hari yang lalu aku kembali ke Kanada.
Aku mohon, teman-teman semua tidak mempercayai gosip di luar sana.
__ADS_1
Dan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para penggemar dan netizen yang mendukung dan mempercayaiku. Aku tidak akan mengecewakan kalian.
Sampai jumpa di lain kesempatan. Bye-bye....
Selesai merekam pernyataannya, Camelia segera mempostingnya. Berharap setelah ini, gosip ini akan mereda dan ia bisa comeback dengan tenang.
"Aku sudah memposting klarifikasiku. Sekarang bagian humas akan mendukung pernyataanku," ucap Camelia pada Kak Abi.
"Baiklah … aku sudah menghubungi Humas. Kata mereka, Tuan David juga memerintahkan mereka lebih dulu untuk ini."
Camelia mengangguk.
"Urusanku sudah selesai. Aku akan pulang sekarang," pamit Camelia. Mendengar ucapan sang ibu, Lucas dan Liam langsung berdiri.
"Baiklah. Ayo kita kembali."
"Tapi, Lia …." Kak Abi mendekati Camelia.
"Apa kau tidak merasa aneh dengan Tuan David?"tanya Kak Abi dengan berbisik.
"Ya, seperti lebih sensitif padamu. Dan wajahnya terlihat tidak suka kau berhubungan dengan Mr. Gong."
Camelia menyipitkan matanya, kemudian menggeleng pelan.
"Entahlah, Kak. Aku tidak ingin membahasnya, ataupun memikirkannya. Aku ingin pulang dan persiapan untuk acara besok," jawab Camelia. Tak mau ambil pusing dengan sikap atasannya itu.
"Kau akan tetap menghadirinya?"
Kak Abi ragu. Ragu, di sana bukan jadi ajang wawancara mengenai acara penghargaan namun wawancara gosip hari ini. Dan takutnya ada beberapa pihak yang akan menyebarkan bahwa gosip ini sengaja disebarkan untuk menaikkan pamor Camelia menjelang comeback.
Camelia menggeleng. "Jika aku tidak datang, haters akan menganggapku takut. Dan kau tahu kak, selama aku benar, aku tidak takut apapun!"
"Baiklah. Aku akan hubungi Tuan David dulu untuk pamitan." Baru saja kak Abi mengangkat ponselnya, Tuan David kembali.
__ADS_1
"Aku sudah memerintahkan Humas untuk menangani gosip itu. Kau tidak perlu cemas."
Camelia mengangguk.
"Kalau begitu kami pamit."
"Hati-hati."
*
*
*
Selama perjalanan menuju mansion keluarga Shane, tidak ada pembicaraan yang tercipta. Kak Abi fokus mengemudi.
Camelia tenggelam dalam pemikirannya sendiri. Sementara Lucas dan Liam seperti tengah diskusi lewat tatapan. Ya, mereka kembar, komunikasi batin pasti paham.
Sekitar sepuluh menit kemudian, mereka tiba di kediaman Shane.
Kediaman tampak lenggang. Hanya pelayan saja yang beraktivitas karena Tuan dan Nyonya Shane, begitu juga dengan Dion masih berada di perusahaan.
Camelia menghela nafas lega. Setidaknya, tidak seperti bayangannya yang saat pulang langsung disambut dengan banyak pertanyaan. Menunggu mereka pulang, Camelia bisa menyiapkan jawaban dengan baik. Ia yakin, mertuanya pasti tidak akan diam menanggapi gosip ini. Berpandangan pada isu tempo hari, Tuan dan Nyonya Shane juga memberi penekanan padanya, bahkan memintanya untuk segera pulang.
"Karena hari ini sudah selesai, aku pulang ya, Lia," pamit Kak Abi.
Camelia mengangguk.
"Sampai jumpa besok, Aunty."
"Ya, sampai jumpa besok, Lucas, Liam, Lia."
Camelia menuju kamarnya, diikuti oleh Lucas dan Liam.
__ADS_1
Saat Camelia membuka kamar, Lucas dan Liam langsung masuk dan duduk di sofa yang terdapat dalam kamar itu.
Camelia tahu maksud kedua anaknya itu. Mereka menagih ucapannya tadi. Kita akan bicarakan hal itu di rumah.