Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 178


__ADS_3

"Maaf, maksud Nona Zhao ini apa, ya?"tanya Camelia. Ia merasa bingung. Darimana jalannya Zhao Ziying berkata demikian. Mereka tidak satu negara, tidak pula satu agensi. Dan tidak ada hubungan karier jika ingin menggunakan jalur pintas.


"Jangan pura-pura dungu! Untuk bisa berjalan di catwalk ini, kau pasti menggunakan tubuhmu untuk panjat sosial! Kau wanita murahan, wanita rendahan, tidak pantas berada di sini!" Zhao Ziying menunjuk Camelia dengan sarkas. Wajahnya begitu sinis. Ketidaksukaan begitu terpancar darinya.


Camelia terhenyak. Apa wanita di depannya ini gila? Menuduh tanpa tahu apapun? Apalagi, itu berkata dengan lantang. Alhasil mereka jadi pusat perhatian.


"Zhao Ziying, apa yang kau katakan?!"


Tampaknya rekan satu negara Zhao Ziying juga terkejut.


"Wanita gila ini! Mengapa cari keributan?!"


"Aku ingin meremas mulutnya!"


Camelia menahan Ascania dan Moana. Ini adalah besar dan universal. Jika mereka membalas dengan kasar, apa bedanya dengan nona yang menghinanya itu?!


"Mengapa kau diam saja? Semua itu benar, kan? Kau menggoda orang penting untuk bisa berdiri di sini. Dulu, di China saja kau melakukan hal yang sama. Kau, janda sialan beraninya menggoda Presdirku!!"


Zhao Ziying menggertakan giginya. Di saat yang sama pula, ia merasa puas. Camelia tidak membantah apa yang ia katakan. Jika begini, wanita itu akan menanggung malu. Dan akan menjadi perbincangan di dunia modelling.


"Lia, mengapa kau diam saja? Dia menghinamu? Aku saja geram mendengarnya," bisik Ascania.


"Benar! Remas saja mulutnya, Lia. Atau beri dia tamparan keras!"bisik Moana pula.


Camelia menarik senyum lebar. Ia begitu tenang. "Sepertinya Anda sangat peduli tentang saya. Saya tidak tahu Anda mendengar semua gosip itu darimana. Tapi, yang pasti, semua itu tidak ada hubungannya dengan Nona Zhao. Saya malah heran, mengapa Anda marah dan membenci saya?" Camelia memiringkan wajahnya. Dahinya mengernyit heran.


"Tentu saja ada hubungannya! Aku tidak menyukai artis yang panjat sosial! Tanganku terasa gatal. Kau harus bersyukur aku tidak memukulmu!"


"Kata-kata Anda sangat menyakiti hati saya. Apakah Anda memiliki bukti bahwa saya melakukan panjat sosial? Ataupun menggoda Presdir Anda?"tanya balik Camelia.


"Saya berkarir di Kanada. Untuk apa saya menggoda Presdir Anda yang jelas lain negara dengan saya? Lalu untuk apa saya melakukan panjat sosial sementara keluarga saya memiliki lingkaran sosial tertinggi? Nona, saya tidak akan kekurangan apapun. Saya juga tidak punya alasan untuk melakukan hal yang Anda sebutkan. Selain itu, urusan saya bukan urusan Anda! Saya harap Anda paham!"


Zhao Ziying tercengang. Wajahnya merah padam. Camelia membalasnya dengan tenang. Tapi, kata-kata begitu dalam. Dan jelas, Zhao Ziying mempermalukan dirinya sendiri.


Bisik-bisik mencela dirimu terdengar. Ia salah langkah.


Sialan!


"Nona Zhao, tolong jaga kata-kata Anda. Jangan sampai Anda celaka karenanya."


"Astaga, baik sekali. Ia tidak marah malah dengan tenang memberi peringatan dan pengertian."


"Kita harus banyak belajar dari Nona Camelia."


"Tapi, seharusnya Nona ini meminta maaf, bukan?"


"Tunggu!" Tahan Zhao Ziying saat Camelia hendak melangkah pergi.


"Ya?"


"Aku menantangmu untuk melakukan pole dance!! Kau mengatakan bahwa kau tidak panjat sosial, artinya kau punya kemampuan, bukan?"


Benar-benar gila! Sudah diberi kesempatan bukan dimanfaatkan. Malah menantang Camelia.


"Anda serius?"tanya Camelia.


"Jika kau takut, ucapanku benar! Kau adalah pengecut!!!"


Camelia menghembuskan nafas pelan. Malas meladeni orang seperti ini. Namun, jika tidak dibungkam pasti akan semakin menjadi.


"Aku akan berganti pakaian dulu."


"Lia?" Ascania dan Moana terkejut.


"Ini terlalu berat untuk pole dance," sahut Camelia.


Zhao Ziying tersenyum lebar. Seperti dia yakin bahwa akan menang dari Camelia.


Pole danceku yang terbaik di Starlight Entertainment. Aku pasti menang dari wanita rendahan itu!


*


Sejujurnya ini membuang waktu. Tapi, aku tidak tahan mendengarnya. Apa sebaiknya aku gunakan saja kuasa Andrean?


Ah tidak. Aku tidak mau menggunakan kekuatan orang.


Pole dance ya? Mari lakukan!


Camelia telah selesai berganti pakaian. Menatap dirinya di pantulan cermin. Meskipun tidak terlalu terbuka tapi itu tetap menunjukkan lekuk tubuhnya.

__ADS_1


Huft!


Tantangan itu dimulai. Camelia dan Zhao Ziying mulai menggerakkan tubuh mereka, menari dengan tiang sebagai tumpuannya.


"Gerakan Lia benar-benar memadukan tari, senam, dan akrobatik. Sangat cantik!"puji Ascania.


"Sementara wanita itu … malah semakin mirip dengan wanita bar. Gerakannya sangat erotis dan menggoda," ucap Ascania.


"Pemenangnya sudah ditentukan, bukan?"sahut Moana.


Pendapat yang sama juga diutarakan oleh banyak model lain yang juga menonton. Kedua orang itu memang melakukan pole dance. Namun, kesan yang diperlihatkan jauh berbeda. Camelia begitu mempesona dengan gerakannya serta ekspresinya. Sementara Zhao Ziying hanya fokus menonjolkan keseksian tubuhnya. Dan melupakan esensi yang sebenarnya.


"Apa?!" Zhao Ziying terperanjat. Ia sudah selesai menari. Dan itu sangatlah melelahkan. Namun, Camelia masih terus menari dengan diiringi tepuk tangan.


"Tidak mungkin!" Zhao Ziying terkejut dengan stamina Camelia.


"Lia sangat keren. Dia membalas dengan kemampuannya! Lihat wajah Nona itu. Seperti kepiting rebus." Moana tertawa. Rasa hormat di hatinya untuk Camelia semakin bertambah. Begitu juga dengan Ascania.


"Bagaimana, Nona Zhao?"tanya Camelia, ia menepuk kedua tangannya. Ia baru saja selesai melakukan pole dance.


"M-maaf! Aku mengaku kalah!" Zhao Ziying menundukkan kepalanya. Ia benar-benar kalah.


Camelia mengangguk singkat. Kemudian mengajak Ascania dan Moana untuk pulang.


*


*


*


"Ada yang membuatmu kesal?"tanya Andrean. Camelia sudah pulang. Ketiga anak sudah tidur.


Andrean menyodorkan susu hangat pada Camelia.


Sejak pulang, wajah Camelia ditekuk.


"Apa Zhao Ziying adalah model di Starlight Entertainment?"tanya Camelia.


"Sebentar. Aku ingat dulu."


"Ya … kalau tidak salah dia ikut dalam acara ini. Dia membuatmu kesal?"


"Sudah beri pelajaran?"


"Kurang puas."


"Andrean, aku bisa menggunakan hakku sebagai pemegang saham, bukan?"tanya Camelia.


"Of course. Dan jangan lupa, aku di belakangmu."


"Kalau begitu aku ingin kau membekukan dia selama enam bulan ke depan," ujar Camelia.


"Bagaimana jika satu tahun?"


"Terserah. Yang penting dibekukan!"


Andrean tersenyum smirk. "Kau benar-benar diciptakan untukku!" Andrean mengecup bibir Camelia.


"Jangan macam-macam!"


"Iya-iya."


*


*


*


"Anak ini!"gemas Kak Abi saat membaca pesan Camelia. Ia baru bangun, dan disuguhi pesan dari Camelia bahwasanya Camelia sudah meninggalkan Paris.


Aku meninggalkan Paris. Kakak, Nia, dan Ana silakan pulang tanpa menunggu. Tenang saja, aku membawa banyak pengawal.


"Tapi, kemana dia pergi?"


Meninggalkan Paris tengah malam terkesan buru-buru. Pasti ada hal penting.


Baiklah. Jaga dirimu.


Hari sudah pagi. Sekitar 3 jam lagi mereka akan kembali ke Kanada. Kak Abi segera mengontak Ascania dan Moana untuk bersiap-siap. Selesai sarapan, mereka akan langsung menuju bandara.

__ADS_1


Ascania dan Moana juga terkejut karena Camelia pergi tengah malam. Padahal niatnya sebelum pulang terpisah mereka ingin saraon bersama. Dan merancang pertemuan jika sudah pulang ke Kanada lagi.


Waktu yang singkat. Namun, sangat bermakna. Pengalaman dan pencapaian yang luar biasa.


Apalagi ditutup dengan penampilan luar biasa dari Camelia tadi malam. Benar-benar berkesan dan tidak akan pernah dilupakan.


Pukul 10.00, pesawat lepas landas dari Paris menuju Ottawa.


Sampai jumpa lagi, Paris.


*


*


*


Kota itu terkenal dengan industri parfumnya sejak abad ke-18. Kota itu tidak terlalu besar. Penduduknya tidak mencapai 45 ribu jiwa. Kota itu bernama Grasse, yang tak lain adalah ibu kota arondisemen di Alpes-Maritimes, Prancis Tenggara.


Arsitektur abad pertengahan dipertahankan. Dengan letak perumahan atau bangunan bertingkat seperti lereng bukit. Langit biru sebagai atapnya. Dikelilingi oleh laut dan bukit yang mempesona.


Kota itu benar-benar layak menjadi tempat wisata. Apalagi dengan julukannya sebagai kota parfum.


Perkebunan bunga dan buah banyak terdapat di sana. Di sana, sari dari buah dan bunga tersebut adalah bahan utama dalam membuat parfum yang aman akan menopang kebutuhan di Prancis.


Dan kota itulah yang Camelia datangi. Pemandangan pagi yang begitu menenangkan. Mata dimanjakan segar dengan birunya laut.


Camelia menikmati pemandangan itu ditemani dengan secangkir susu.


Mengingat ke beberapa jam lalu. Saat hendak tidur, Camelia lebih dulu mengecek ponselnya. Ada email masuk. Dan itu berhubungan dengan perintahnya lalu. Yang mana mencari keberadaan Alexander di Prancis.


Selain menghadiri acara fashion show dan berlibur, menemukan Alexander adalah tujuan lainnya.


Pencarian selama lebih dari satu bulan itu membuahkan hasil. Dan Camelia langsung membawa Andrean, dan ketiga anak untuk terbang ke Grasse.


Kebingungan yang dirasakan oleh Andrean tidak Camelia gubris. Ia hanya fokus pada tujuannya.


Lucas dan Liam yang sudah mengerti, tidak banyak bertanya. Sementara Crystal juga mengikut saja.


Namun, setelah tiba di Grasse, Camelia mengurungkan niatnya untuk langsung menemui Alexander. Melainkan memilih mencari tempat menginap lebih dulu.


Pertanyaan tentang mengapa tiba-tiba atau buru-buru pun belum Camelia jawab. Menyuruh Andrean untuk tidur saja. Sementara Camelia tidak bisa tidur.


Perasaanya rumit. Ia akan segera bertemu dengan ayah kandungnya. Pria yang pamit pergi pada sang ibu namun tidak pernah kembali. Pria yang menyebabkan ibunya meninggal dan ia dibuang.


Rasa geram mendominasi. Camelia memikirkannya. Apa yang akan ia lakukan lebih dulu saat bertemu?


Menangis?


Tentu saja tidak!


Mengingatkan kembali?


Itu harus!


Atau memukul?


Itu terlalu kasar!


Baiklah. Mengingatkan kembali itu yang paling utama. Lalu mendengarkan apa alasannya. Itu adalah tujuan utama Camelia. Ia hanya ingin tahu alasannya!


"Sebenarnya apa yang kau lakukan, Lia? Di mana kita saat ini?"


Di saat Camelia memikirnya, tiba-tiba dikagetkan dengan Andrean yang memeluk dan berbisik padanya.


"Kita ada di Grasse," jawab Camelia.


"Apa ini tempat liburan kita? Sepertinya tidak," bisik Andrean lagi.


"Keduanya. Ini adalah tempat kita akan liburan. Lihat, lautnya sangat indah. Lalu ada banyak perkebunan bunga dan buah. Dan kita bisa melihat produksi parfum. Bukankah itu menyenangkan?"


"Jika bersama denganmu, semuanya akan menyenangkan, Lia."


"Hahaha …."


"Lalu apa yang satu lagi?"


"Aku ingin menemui seseorang."


"Seseorang?"

__ADS_1


"Benar. Seseorang itu adalah ayah kandungku."


__ADS_2