Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Berteman?


__ADS_3

Sementara yang lain keluar, Camelia sibuk pada kegiatannya kembali melihat biodata Rose Liang. Ia merasa ada yang terlewatkan kemarin. Dengan satu tangan memegang ponsel dan satu tangan lagi memegang pena untuk mencatat poin penting. Camelia begitu teliti membuka satu demi satu artikel tentang Rose Liang. 


Sepertinya mereka berdua sangat pandai menjaga hubungan di depan publik, batin Camelia. Agensi memang menutup rapat informasi asmara tentang artisnya.


Eh? Starlight Entertainment? Camelia tercengang dengan nama agensi yang menaungi Rose. 


"Rose pindah agensi? Empat tahun lalu? Keberuntungan apa yang ia miliki sampai bisa masuk ke agensi besar itu?" Bukan merendahkan namun kemampuan Rose memang jauh di bawah dirinya yang jelas menempuh pendidikan perfilman. Starlight Entertainment, namanya sudah melambung tinggi dan menjadi agensi impian setiap publik figur. Bahkan Camelia pernah bermimpi untuk menjadi salah satu bagian dari agensi terbesar dan top 1 di negeri Tirai Bambu itu. Apakah Camelia berniat kembali mewujudkan harapannya?


Ckckck rating dramanya rata-rata sedang cenderung rendah. Apa alasan di baliknya? Tidak disebutkan secara signifikan alasan Rose pindah agensi padahal baru saja tanda tangan kontrak belum mencapai satu tahu. Kontrak minimal tiga tahun, bagaimana cara Rose menutupi biaya penalti? Lagi, baik agensi baru ataupun lama tidak ada yang buka suara hingga menimbulkan banyak isu di khalayak ramai. Namun, isu itu sudah hilang. Oleh karenanya artikel tentang Rose tidak begitu banyak.


Deg! Camelia terkejut sendiri saat melihat hasil pencarian tentang Starlight Entertainment. Wajahnya? Mengapa sangat mirip dengan kedua anakku?


Tidak mungkin kan pria malam itu adalah dia?! Hati Camelia kacau. Dalam benaknya sudah terlintas ingin segera kembali ke Jerman. Namun, akalnya mencegah hal itu. Camelia tidak akan kembali dengan tangan kosong. Memang kenapa kalau pria itu adalah pria malam itu? Toh ia punya suami yang terdaftar secara sah dan disaksikan jutaan mata penggemarnya. Lagi, ada kemiripan antara Lucas dan Chris. Golongan darah juga sama, bukankah itu suatu keuntungan tersendiri? 


Terlebih sekarang ia bukankah Jasmine yang pergi tanpa status apapun. Ia adalah Camelia, artis dan model top Kanada. Mantan suaminya adalah anak tunggal keluarga Shane, pemegang kendali bisnis Kanada. Dan seluruh harta pribadi Chris telah menjadi miliknya. Lagi Liam sudah ditetapkan sebagai pewaris Shane Group. Jikapun Andrean itu benar ayah kandung dari kedua anaknya memangnya kenapa? Sejak lahir nama belakang Lucas dan Liam adalah Shane! Hanya mirip, di dunia ini banyak yang mirip satu sama lain namun bukan keluarga!


Tunggu aku mencium bau konspirasi di dalamnya! Bagaimana cara Rose bisa bertahan dengan kemampuan aktingnya yang Camelia cap payah itu?! 


Apa Rose memiliki sugar Daddy yang punya posisi penting di Starlight Entertainment? Lalu hubungan dengan Jordan? Apa Rose mengkhianati Jordan? Dan Jordan, dia bertahan di agensinya sampai sekarang? Mengapa tak merekomendasikan Jordan masuk ke agensi yang sama?


Kemampuan akting Jordan Camelia akui. Jordan adalah peringkat dua terbaik di bawahnya. Namun, nasib baik tidak berpihak pada Camelia saat meniti kariernya. 


Berakit-rakit ke hulu


Berenang-renang ke tepian 


Bersakit-sakit dahulu


Bersenang-senang kemudian 


Itu sudah Camelia rasakan. Kini ia menikmati jerih payah keringatnya, sukses di dunia entertainment. 


Aku harus mengorek informasi Rose dari Jordan, batin Camelia menutup dan melipat ponselnya. Sebelum keluar kamar, Camelia lebih dulu mencuci wajahnya dan merias wajahnya natural. Setelah selesai merias wajahnya, Camelia terdiam sejenak melihat wajah cantiknya yang terpantul sempurna di cermin rias. 


Kau benar-benar sudah melupakanku, Jordan? Melupakan wajah yang menemanimu selama tiga tahun? Kau sungguh-sungguh sudah mencintaiku, Jordan? 


Hahaha …. Camelia tertawa hambar. Cinta? 


Hati Camelia lalu mencelos. Jika Jordan, cinta pertama benar-benar mencintainya pasti tidak akan tergoda dengan wanita yang lain sekalipun tanpa busana. Namun, Jordan, pria yang sangat ia percaya tega mengirimnya ke ranjang pria tua, pendek, gendut, lagi botak demi sebuah peran. Apa harga dirinya, kehormatannya sebanding dengan peran kecil itu?! Wajah geram Camelia tunjukkan. 


Jordan, Rose, let's start the game!


Camelia berdiri, berbalik dan melangkah keluar kamar. Tubuhnya begitu langsing nan proposional. Rambutnya disanggul asal dengan anak rambut yang sedikit berserak, itu stylenya. Bibir cherry, dengan sorot mata tajam, begitu mengubah image Jasmine yang cukup polos menjadi Camelia yang begitu mempesona, tajam, dan penuh ambisi. 


Entah kebetulan atau memang sudah ditakdirkan, Jordan juga turun ke basement, sepertinya hendak pergi. "Eh … Miss Camelia," sapa Jordan ramah.


"Morning, Mr. Jordan. Anda ingin pergi?"balas Camelia ramah.

__ADS_1


"Ya. Saya mau berangkat kerja," jawab Jordan. "Anda sendiri?"tanyanya ingin tahu.


"Saya juga mau keluar. Tapi, saya lupa kalau mobil dibawa sama adik dan anak-anak saya. Sepertinya saya akan terlambat untuk menghadiri acara penting," terang Camelia dengan nada cemas. Ck padahal itu hanyalah skenario yang Camelia buat. Namun, dengan tampang Camelia jelas sangat meyakinkan Jordan.


"Kalau boleh tahu Anda ingin kemana?"tanya Jordan. Camelia tersenyum samar. Ini sudah menjadi reaksi yang lazim. Melihat wanita yang membuatnya tertarik dalam kesusahan pasti akan ditolong. 


"Beijing University," jawab Camelia. 


"Kebetulan kita searah. Apa Anda berkenan sana antar?"tawar Jordan. 


"Sungguh?" Jordan mengangguk. "Kalau begitu terima kasih," sahut Camelia. 


Cih satu arah kepalamu!umpat Camelia dalam hati, menampilkan ekspresi dingin saat Jordan pergi mengambil mobil.


*


*


*


shi ni rang wo kan jian gan ku sha mo kai chu hua yi duo


shi ni rang wo xiang yao mei tian wei ni xie yi shou qing ge


yong zui lang man de fu ge


ni ye qing qing de fu he


shi ni rang wo de shi jie cong na ke bian cheng fen hong se


shi ni rang wo de sheng huo cong ci dou zhi yao ni pei he


ai yao jing xin lai diao ke


wo shi mi kai lang ji luo


yong xin ke hua zui xing fu de feng ge


Salah satu soundtrack drama yang popular pada tahun 2016 Love 020 yakni A little sweet menemani perjalanan Camelia dan Jordan menuju Beijing University. 


Camelia tercenung mendengar lagu yang lima tahu lalu menjadi lagu favoritnya. Ia sering duet dengan Jordan menyanyikan lagu ini. Sekelebat kenangan manis hadir di ingatan Camelia. Mengapa memilih lagu ini? 


Lagu itu mengingatkan dirinya dengan masa-masa pacaran dulu dengan Jordan, sweet. 


"Ini terdengar seperti lagu pasangan, apa Anda punya kekasih?"


"Ini lagu kenanganku dengan mantan kekasihku," jawab Jordan. 

__ADS_1


"Mantan kekasih?" Bukannya itu dirinya?


"Ya namanya Jasmine. Namun, hubungan kamu kandas karena ia berselingkuh."


Selingkuh? Jordan aku ingin membunuhmu saat ini juga!geram Camelia dalam hati.


"Seseorang yang baik akan menemukan jodoh yang baik juga," sahut Camelia.


"Kau Anda benar."


Beraninya kau memutar balikkan fakta, Jordan! Sebelum membunuhmu aku ingin memotong lidahmu!


"Nona kalau boleh tahu apa yang akan Anda lakukan di Beijing Univesity?"


"Mengisi seminar," jawab Camelia asal. 


"Wow apa Anda seorang pembicara?"


"Bisa dikatakan begitu."


"Lalu di mana suami Anda?"


"Suami?" Wajah Camelia berubah mendung. "Ah saya hanya asal tanya. Tidak perlu dijawab jika Anda tidak ingin memberitahunya. Biar bagaimanapun kita baru kenal."


"Dia sudah pergi meninggalkan kami."


"Meninggalkan Anda dan anak-anak? Ke mana?" 


"Tuhan memanggilnya lebih dulu," jawab Camelia sendu.


"Oh I'm sorry," sesal Jordan. "Saya turut berduka cita." Dan bersuka cita karena ada kesempatan.


"Tidak apa. Sudah takdirnya begitu," sahut Camelia mengusap sudut matanya. Aku tahu apa yang kau pikirkan, Jordan!


"Sudah sampai," ucap Jordan memegang keheningan yang tercipta setelah sahutan Camelia.


Camelia mengedarkan pandang, sudah di depan gerbang Beijing University. Camelia hendak turun namun Jordan menahannya. "Bisakah kita berteman?"


"Tentu," jawab Camelia. "Sesama penghuni satu kawasan harus berteman bukan?" Senyum lebar Jordan berubah menjadi canggung. Ia mengangguk pelan. 


"Kalau begitu boleh saya minta nomor kontak Anda? Atau berteman di wechat?"


"Ah tentu saja. Kita berteman di wechat saja." Nomor Camelia sangat privasi. Jordan mengeluarkan ponselnya lalu. Begitu juga Camelia. Setelah berteman via wechat, Jordan pamit dengan senyum merekah.


Jordan kau murahan!


Camelia menatap dingin mobil Jordan yang menjauhinya. 

__ADS_1


Sepertinya harus beli mobil satu lagi, pikir Camelia. Camelia mencegat sebuah taksi dan menuju ke showroom mobil.


Lebih baik menemui Kak Lina untuk mencari tahu lebih banyak tentang Rose.


__ADS_2