Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 169


__ADS_3

Setiap tiga bulan sekali, pengawal keluarga Shane melakukan sparing. Sparing itu dilakukan untuk melatih tanding anggota setiap tim. Juga sebagai ajang bagi pengawal baru yang belum bertugas untuk masuk tim. Ling Rui adalah salah satunya.


Biasanya, acara sparing itu hanya dihadiri oleh Tuan dan Nyonya. Adapun Dion hanya sesekali. Sementara Camelia, Lucas, Liam tidak pernah menghadirinya. Ini adalah kali pertama.


"Terakhir aku mengunjungi tempat ini, saat itu Chris masih ada," ujar Camelia. Beberapa sudut bangunan yang mereka lewati membangkitkan ingatan Camelia akan Chris. Begitu juga pada Lucas dan Liam.


Dion menatap Camelia sekilas. Sejujurnya, Dion juga kurang mengerti mengapa Chris begitu membekas di hati Camelia. Jika Lucas dan Liam, ia tidak heran. Namun, pada Camelia.


"Berdasarkan pengalaman menghadiri acara ini, akan ada hal unik yang akan membuat kakak tercengang," ujar Dion, mengalihkan pembicaraan. Tak ingin Camelia tenggelam dalam kenangan.


"Aku tak sabar melihatnya," sahut Camelia.


*


*


*


"Mom!"


"Lucas, Liam."


Kedua anak itu langsung menghambur pada Camelia. Kini, Camelia dan Dion telah tiba di tempat keluarga Shane berkumpul. Ini adalah lantai tertinggi dari menara. Dari tempat ini, mereka bisa melihat betapa luasnya wilayah ini. Sepanjang mata memandang, lapangan hijau membentang.


"Kalian baik-baik saja, kan?"tanya Nyonya Shane.


"Tentu, Mom. Putramu ini menyelesaikan masalah tanpa hambatan. Oh iya, Dad. Terima kasih atas bantuannya tadi," ujar Dion. Tuan Shane mengangguk.


"Lain kali, jika ada yang mengusik kalian, gunakan saja kekuatan keluarga Shane. Tunjukkan pada mereka bahwa marga Shane di nama kalian bukan sekadar pajangang," ucap Tuan Shane.


"Benar! Tidak perlu minta izin karena kami akan melindungi kalian!"timpal Nyonya Shane.


Ya, itu sebuah pemberian kebebasan.


Lucas dan Liam saling pandang. Sepertinya mereka tidak tahu apa yang terjadi.


"Tuan Besar, acara akan segera dimulai," ujar Mr. Jhon. Tuan Shane mengangguk.


"Ayo."


Mereka meninggalkan ruangan menuju tempat di mana sparing akan dilakukan.


"Mom, apa Ling Rui ikut dalam sparing itu?"tanya Camelia.


"Untuk anggota baru ini adalah ujian. Hanya untuk yang sudah masuk tim saja namanya sparing," jawab Nyonya Shane. Menjelaskan semuanya dalam dua kalimat.


"Artinya dia sudah menguasai dance dan lagunya?"tanya Camelia lagi. Teringat pembicaraan beberapa minggu lalu.


"Itu akan ditunjukkan nanti."


Astaga. Camelia bertambah excited. Tak sabar melihat acara itu.


"Tuan Besar dan keluarga tiba!"


Pintu dengan daun dua itu terbuka. Sebuah ruangan yang luas. Mirip dengan GOR. Di mana ada bangku penonton dan juga lapangan berbentuk lingkaran, di mana di sanalah kedua pengawal akan dihadapkan untuk sparing.


Para pengawal sudah berkumpul di sana. Mereka duduk berdasarkan tim mereka. Dan untuk yang belum punya tim, juga duduk dalam satu baris.


Keluarga Shane melihat acara itu dari bangku penonton lantai 2. Itu memang dikhususkan untuk anggota keluarga.


"Mom, itu Ling Rui, kan?"tanya Lucas, menunjuk ke arah bangku penonton.


"Iya," jawab Camelia. Penampilan lebih rapi dibandingkan saat terakhir Camelia melihatnya.


Dulu, rambut Ling Rui berantakan. Gondrong tidak jelas juga berkumis. Baru satu bulan, terlihat perubahan yang drastis. Baru dilihat dari segi penampilan. Seragam pengawal yang khas hitam-hitam melekat sempurna di tubuh tegapnya. Meskipun saat ini rambutnya masih gondrong, itu teratur dan ditata dengan rapi. Kumisnya dicukur tipis. Wajah Ling Rui kini garang dan berwibawa. Namun, belum tahu apakah kemampuan meningkat atau tidak.


"Aku menantikan pertunjukannya," gumam Camelia.


"Sekarang lebih enak dipandang," cetus Liam.


Acara dibuka oleh Tuan Shane. Dimana sebelum sparing dilakukan, para pengawal yang akan melakukan sparing menampilkan sesuatu.


"Apa ini pertunjukan bela diri?"tanya Camelia. Matanya berbinar. Menyenangkan jika melihat pembukaan berupa bela diri.


"Lia, pertunjukan ini untukmu," ucap Nyonya Shane.


"For me?" Camelia memiringkan kepalanya. Disusul dengan dahi mengernyit. Mengapa ada musik? Dan … Camelia sedikit Familiar dengan musik itu.


"Jangan katakan?"


Camelia membelalakkan matanya saat para pengawal itu mulai menggerakkan badan. Itu bukan pertunjukan bela diri. Itu adalah tarian. Dan musik itu ….


"KPOP?!"

__ADS_1


"Cover Love Shot oleh peserta Sparing pengawal keluarga Shane!"


"Apa-apaan ini?" Camelia terkejut.


"Menarik." Lucas berdecak. Lihatlah bagaimana para pengawal berbadan kekar dan tegap itu menari. Apalagi, di awal Ling Rui melakukan solo dance, sebelum akhirnya bergabung melakukan grup dance.


"Sudah aku katakan, Kak. Akan ada hal unik. Tapi, mengapa KPop, Mom?"


"Mungkin karena akhir-akhir itu sedang naik daun," jawab santai Nyonya Shane. Ia menikmati pertunjukan itu.


"Tidak sia-sia melatih mereka. Terutama Ling Rui."


Pantas saja sulit untuk menghafal liriknya. Rupanya dalam bahasa Korea. Juga dancenya dalam group. Bagaimana bisa Nyonya Shane kepikiran melakukan hal ini?


"Suara Mr. Ling Rui boleh juga," ucap Liam.


"Astaga. Meskipun ada beberapa yang kaku, ini luar biasa untuk ukuran mereka, Mom!"


Tidak buruk. Ini menarik.


Perlu dicatat bahwa menjadi pengawal keluarga Ling bukan hanya sekadar mengawal. Harus menguasai keterampilan lainnya. Penanganan pertama, mampu menyamar untuk melakukan tugas, dan menghibur tuannya, dalam artian dengan menunjukkan bakat. Tari, vokal, musik, setiap pengawal memiliki bakat yang berbeda.


"Dance dan bela diri ada kemiripan. Keduanya memiliki urutan gerak yang sistematis. Untuk mengingatnya dengan jelas, diperlukan latihan dan ingatan yang kuat. Dengan begini, kita melatih motorik dan psikomotorik secara bersamaan," jelas Tuan Shane. Ternyata bukan dibuat tanpa alasan.


"Hasil sparing nanti, akan ada beberapa pengawal yang masuk dalam tim pengawal kalian. Yang pasti, jika Ling Rui menang, akan menjadi pengawal Lucas dan Liam," lanjut Tuan Shane. Sudah direncanakan.


"Akan menyenangkan jika dia menjadi pengawal kita," sahut Lucas. Setuju dengan keputusan Tuan Shane.


"Khayyiii!"


Camelia memekik kala dance bagian ….


It's the love shot


Na, na-na-na-na-na-na-na (yeah, yeah, yeah, yeah)


Na, na-na-na-na-na-na (oh)


Na, na-na-na-na-na-na-na


Oh-oh-oh-oh-oh


"OMG! Jika aku kirim ke agensi mereka, akan dinotice tidak, ya?"


Itu menakjubkan! Bagian iconik lagu itu dibawakan oleh kumpulan pria berbadan kekar dan berseragam hitam. Itu benar-benar!!


Nyonya Shane tertawa. Dion tersenyum. Suasana hati sang kakak telah kembali sepenuhnya.


Selesai pertunjukan dance itu, acara inti yakni sparing dilakukan.


Pesertanya ada 20 orang. Memakan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.


Hasilnya, seperti keputusan Tuan Shane tadi, Ling Rui menjadi bagian dari tim pengawal Lucas dan Liam. Ada dua tambahan pengawal untuk Camelia dan 3 orang untuk Dion. Mengingat sebentar lagi Dion akan naik jabatan, dikhawatirkan akan ada serangan untuk itu.


Acara sparing itu ditutup dengan partisipasi Dion dan Camelia. Kebetulan mereka ingin menguji kemampuan bela diri.


*


*


*


"Nona Muda." Camelia berbalik saat ada yang memanggilnya.


"Ling Rui?"


Itu Ling Rui. "Boleh berbicara dengan Anda sebentar?"


"Hm … okay."


"Kami menunggu di mobil, Lia."


"Iya, Mom."


Kecuali Camelia, keluarga Shane yang lainnya melanjutkan langkah.


"Ada apa?"


"Itu … aku mendapat kabar kalau nenek sedang sakit. Aku ingin meminta bantuanmu untuk memeriksanya dan memberitahu bagaimana keadaannya. Beberapa hari yang lalu katanya sudah lebih baik. Tapi, aku tetap tidak tenang. Di sini, aku punya batasan untuk menghubungi keluarga. Apalagi beda benua seperti ini," ujar Ling Rui panjang lebar.


Camelia melihat jam tangannya. "Apa kau ingat nomornya?"tanya Camelia, sembari mengeluarkan ponsel. Ling Rui mengangguk.


"Pakai ini untuk menghubunginya. Pikiranmu harus tenang saat menjalankan tugas besok."

__ADS_1


Ling Rui menerimanya. Segera mengetikkan nomor ponsel kemudian memanggil.


Ling Rui tampak tegang. Camelia melihat kecemasan itu. Sepupunya ini menyayangi sang nenek.


"Terima kasih." Camelia tersadar. Ling Rui menyodorkan ponselnya.


"Bagaimana keadaannya?"tanya Camelia. Menerima dan menyimpan ponselnya.


"Sudah lebih baik daripada sebelumnya."


"Baguslah."


"Kalau begitu aku pergi."


"Tunggu, Nona!"


"Ada lagi?"


"Sebelumnya tidak ada perkenalan formal. Saya Ling Rui, generasi kelima keluarga Ling di Xian. Saya siap mengabdi pada keluarga Shane," ucap Ling Rui, membungkuk.


"Ah?"


"Saya Camelia Shane. Senang bekerja sama dengan Anda," balas Camelia.


"Saya tidak akan mengecewakan keluarga Shane."


"Sepertinya kau mempelajari banyak hal," ucap Camelia, menepuk singkat bahu Ling Rui kemudian menyusul keluarga Shane.


Aku tidak menyesali keputusan ini.


*


*


*


"Kau harus menolongku, Joseph!"ucap Alice dengan menangis. Saat ini keduanya berada di kamar bar biasanya. Tempat biasa mereka bertemu dengan melewatkan malam bersama.


"Aku tidak terima dihina dan dihancurkan oleh wanita itu! Aku tidak terima, Joseph!" Alice memekik.


Dalam waktu singkat. Ia hancur. Kariernya, hidupnya. Alice tidak terima! Ia harus membalasnya!


Joseph tidak menjawabnya. Ia merokok dan tenggelam dalam lamunan.


"Joseph, hanya kau yang bisa membantuku. Aku akan melakukan apapun, asalkan kau membantuku!"ucap Alice.


Wanita itu menyeka air matanya kasar. "Joseph, kau mendengarku?!"


Joseph tersadar. Menatap sinis Alice.


"Itu kesalahanmu."


"Kau akan meninggalkanku?"


"Mana mungkin."


Joseph mengalihkan matanya pada tubuh Alice. Ia tersenyum smirk.


"Aku akan memikirkannya setelah melihat kemampuanmu!"


Alice terkesiap. Bahkan di saat seperti ini, pria di hadapannya ini ….


Tapi, tidak masalah. "Dengan senang hati."


Joseph membaringkan tubuhnya. Menatap langit-langit kamar.


Ingatannya kembali pada keributan di lokasi syuting tadi. Adik Camelia jarang muncul. Namun, sekali muncul menyebabkan kehebohan.


Media telah sibuk memberitakan tentang Alice yang kontraknya diputuskan oleh berbagai pihak.


Anak itu masih muda. Tapi, sangat mengintimidasi. Hanya hinaan verbal saja, Alice dihancurkan hingga akar. Bagaimana jika hinaan fisik?


Selain itu, Glory Entertainment, Presdirnya sangat dekat dengan keluarga Shane. Sulit menjatuhkannya dari segi agensi. Sial! Mengapa latar belakang sulit ditembus?!


"Sttt! Jangan menggigitku!"desis Joseph.


"Maaf. Aku lihat kau melamun. Apa kau menikmatinya?"


"Hm."


"Joseph, mengapa wanita sialan itu begitu dilindungi oleh keluarga Shane?"tanya Alice, di sela-sela kegiatannya.


"Padahal sudah ada keturunan, mengapa memelihara wanita itu? Dia menjadi sombong dan semakin menyebalkan. Wanita antah berantah itu menjadi Cinderella. Aku tidak bisa menerimanya! Kita harus menjatuhkannya! Harga dirinya, kesombongannya! Aku ingin membuat wajah itu penuh dengan keputusasaan!"

__ADS_1


"Lakukan tugasmu dengan benar!"jawab Joseph.


Jika begitu … maka cara itu yang paling tepat.


__ADS_2