Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap.35


__ADS_3

"Hei, Lia. Sekretaris Presdir Gong mengirim email," seru Kak Abi dari pintu kamarnya. 


"Apa isinya?"sahut Camelia dari arah dapur. Si kembar Lucas dan Liam tengah bermain game bersama dengan Dion di ruang tengah, sontak menoleh ke arah kamar Kak Abi karena seruanya terdengar sampai ke telinga mereka. Sedang Dion hanya memasang baik-baik telinganya mendengarkan apa yang akan disampaikan Kak Abi selanjutnya.


"Katanya dia setuju untuk menjadi sponsor Lucas dan Liam selama di China. Juga ada surat undangan untuk mengikuti kompetisi mode cilik akan akan jadi brand ambassador fashion TAC, dan itu lusa," beritahu Kak Abi dengan berteriak. 


"Karena itu bisa mengalah dengan egonya, maka kita juga harus menepati ucapan kita. Aku setuju. Tapi, bagaimana dengan anak-anak? Lucas, Liam?" Dari arah dapur, Camelia bertanya pada Lucas dan Liam.


"Okay, Mom!"jawab Lucas yang sudah pasti juga jawaban Liam.


"Setelah sarapan kita ke Starlight Entertainment untuk membahas kerja sama lebih lanjut," ucap Kak AAbi lagi-lagi berteriak.


"Excuse me! This apartement not jungle!"ucap Dion kesal.


"Oh I'm sorry, Dion!"sahut Kak Abi, lagi-lagi berteriak. Dion mendengus kesal. Lucas terkikik pelan sedangkan Liam tersenyum tipis. 


"Ayo kita bersiap, Liam," ajak Lucas, selesai dengan gamenya.


"Kita tampan memakai apapun, Lucas," sahut Liam dengan penuh percaya diri, ia enggan untuk menyudahi gamenya, malah bermain sekali lagi. Dion tersedak mendengar kepercayaan diri Liam, "kenapa, Uncle?"tanya Lucas.


"Tidak, Uncle mau minum," jawab Dion langsung mengambil gelas berisi jus dan menenggaknya hingga tandas. Pengaruh Kak Chris begitu melekat pada mereka. Bahkan keduanya memiliki sifat Kak Chris, sungguh benar-benar suatu keberuntungan, gumam Dion dalam hati.


"Hm, benar juga. Kita juga sudah mandi. Ayo main sekali lagi!" 


"Telat! Tim acak saja sana!"sahut Liam yang sudah memasuki lapangan permainan. Lucas mencembik. 

__ADS_1


"Ayo dengan Uncle!"ajak Dion yang sudah selesai dengan permainannya dan akan memulai permainan baru. "Okay!"


*


*


*


"Aku merasa biasa-biasa saja masuk ke gedung ini. Mengapa orang di luaran sana sangat ingin masuk kemari?"heran Lucas saat tiba di Starlight Entertainment dan mereka diarahkan langsung untuk naik lift ke lantai ruangan Presdir. 


"Bagi kalian, Tuan Muda yang terlahir dengan sendok emas sudah pasti merasa biasa saja. Tapi, yang lain? Yang tidak merasa seperti kalian?"


"Kau ini dungu atau bagaimana? Jelas ini diklaim sebagai agensi terbesar dan terbaik di negara ini, tentu saja banyak orang yang mau memasukinya. Ku rasa, andai kita bukan dari golongan atas, bukan hal yang tidak mungkin kita seperti mereka. Lalu apa kau tidak ingat wajah-wajah kagum, takjub anak-anak panti yang sering kita kunjungi saat melihat mobil dan apa-apa saja yang kita bawa untuk mereka? Ku rasa kita akan seperti itu," terang Liam panjang lebar. 


Kak Abi dan Liam berdecak, "sejak datang ke China, bicaranyamu lebih panjang, Liam."


"Welcome back, Manager Abi, Lucas, Liam," sapa Andrean ramah.


"Uncle, tolong jangan terlalu ramah dan sok kenal dengan kami karena sikap Anda yang demikian membawa dampak buruk bagi Mommy kami! Dan kami sendiri!'tegas Liam, dengan sorot tajamnya pada Andrean. Andrean terhenyak, begitu juga dengan Hans. Keduanya tidak menyangka jika sapaan ramah Andrean dibalas dengan kalimat tegas nan sarkas Liam. 


"Benar, Mr. Gong. Tindakan Anda kemarin membuat Camelia seakan-akan adalah orang ketiga di antara Anda dan tunangan Anda, padahal jelas-jelas kalian punya keluarga masing-masing. Bagi fans yang benar-benar fans sejati tentu tidak akan terpengaruh dengan hal itu. Namun dengan fans fanatik, mereka tak lain adalah haters yang berkedok fans!"tambah Kak Abi tegas. 


Astaga! Sungguh begini orang yang punya latar belakang kuat. Mereka tak segan untuk menegur Presdir yang dicap sombong, dingin, dan tak pandang bulu ini. Ah lupa, keluarga mereka keluarga Shane, agensi mereka lebih bergengsi dari agensi ini, huft nasibmu lah Tuan Muda berhadapan dengan orang yang lebih kuat!batin Hans. Ia segera tersenyum dan membungkuk kecil.


"Manager Abi, Lucas, Liam, masalah kemarin sudah selesai. Janganlah kita ungkit yang lalu. Bagaimana jika kita bahas masalah kerja sama kita?"ucap Hans, mengalihkan topic pembicaraannya. 

__ADS_1


"Itu lebih baik," jawab Kak Abi.


*


*


*


"Night, Mom," sapa Camelia saat melakukan video call dengan Tuan dan Nyonya Shane.


"Morning, Lia," jawab Tuan dan Nyonya Shane dari tempat mereka yang sepertinya adalah ruang keluarga.


"Mana yang lain, Lia?"tanya Nyonya Shane yang tidak menemukan Dion dan dua cucu kembar mereka pada layar video.


"Lucas, Liam, dan Kak Abi ke Starlight Entertainment. Sementara Dion, ia olahraga entah kemana," jawab Camelia.


"Ke agensi yang membuat kau viral di sana, Lia?"tanya Tuan Shane. Tentu saja Tuan Shane mendengar berita tentang Camelia, sekecil apapun itu.


"Untuk apa?"tanya Nyonya Shane.


"Lucas dan Liam tertarik dengan Starlight Entertainment, dan rencana itu sebelum foto kemarin itu viral. Jadi, aku juga tidak bisa membatalkan begitu saja karena sudah mengontak agensiku. Tidak apa, kan?"


"Itu keputusan kalian. Kami hanya bisa mendukung dan memberi kalian nasehat."


"Okay, Dad."

__ADS_1


"Tapi, lebih baik jika kalian memperkecil masalah dan secepatnya kembali ke Kanada. Lia, mansion begitu sepi. Cepatlah pulang, jangan sampai lupa dengan kami karena kau sudah negara di tanah kelahiranmu!"


"Aku usahakan, Mom. Tiga bulan, sesuai dengan janjiku!"jawab Camelia mantap.


__ADS_2