
Lina membeku di tempatnya. Di hadapannya terparkir gagah pesawat tipe airbus yang merupakan salah satu pesawat pribadi keluarga Shane. Pesawat itu tidak kembali ke Kanada setelah mengantarkan Camelia dengan selamat di Beijing.
Alasannya? Simple.
Pesawat itu memang untuk tranportasi Camelia udara Camelia selama di China. Camelia tersenyum simpul. Ia lantas menggandeng jemari Lina, "ayo," ujar Camelia mengajaknya untuk naik dan masuk ke dalam pesawat.
Sementara beberapa staff bandara tengah memasukkan mobil Camelia ke dalam pesawat.
"K-kakiku gemetar, Jasmine," aduh Lina. Seumur-umur baru ini kali pertama Lina menaiki pesawat pribadi.
"Santai saja," sahut Camelia. Kehidupan mewah sudah melekat dalam dirinya.
"K-kau harus menjelaskannya!"tuntut Lina, nadanya masih gemetar gugup.
"Of course, Kak."
Saat memasuki pesawat, Kak Lina bukannya lega malah menahan nafasnya melihat bagian dalam pesawat. Interior bagian dalam yang jauh berbeda dengan pesawat komersial. Mewah, elegan, berkilau, lengkap dengan pramugari yang siaga.
Camelia kembali menarik Lina dan mendudukan dirinya di bangku pesawat yang interiornya didominasi warna coklat muda, termasuk furniturenya.
"Minumlah dulu," ucap Camelia menyodorkan segelas jus buah naga favorit Lina. Lina langsung menerima dan menenggaknya tandas.
"Nona Pesawat akan segera lepas landas," ucap pramugari pada Camelia.
"Aku akan memanggilmu jika membutuhkan sesuatu." Seusai mendengar hal itu, pramugari tersebut undur diri.
"N-nona? Jasmine? A-apa kau masih Jasmine yang aku kenal dulu?"
Lina saat ini terlalu sulit menerima apa yang ia lihat. Pertama mobil mewah seharga milyaran, sandang branded, penampilan baru, lalu pesawat pribadi. Lina tidak lagi menemukan Camelia yang simple.
"Aku bukan Jamisne, Kak," jawab Camelia, menyeruput coklat hangat favoritnya.
"L-lalu siapa kau?"
__ADS_1
"Namaku Camelia, Camelia Shane. Jasmine sudah hilang dari dunia ini lima tahun lalu. Yang duduk di sampingmu ini adalah Camelia!"ucap Camelia memperkenalkan dirinya.
"Ca-Camelia?" Camelia mengangguk.
"Lima tahun lalu aku dan Dion meninggalkan China menuju Kanada. Di sana kami memulai hidup baru. Dan aku juga menemukan cinta sejatiku di sana. Kami menikah dan punya anak kembar. Hidup kami sangat bahagia. Walaupun suamiku super sibuk, ia tidak pernah melewatkan untuk berinteraksi denganku dan kedua anakku walau hanya sebaris pesan. Menjalin hidup yang bahagia berhasil membuatku melupakan masalah yang menimpaku di sini. Hanya saja … sayang kebahagian itu tidak berlangsung panjang."
Mata Camelia memanas mengingat Chris. Wanita itu merindukan Chris.
"Hanya saja?" Hati Lina tidak nyaman dengan ucapan Camelia yang terkesan digantung. Camelia menyeka sudut matanya yang berembun.
"Dia meninggalkanku dan anak-anak untuk selamanya. Aku tahu kami akan berpisah suatu saat nanti. Namun, mengapa begitu cepat Tuhan memanggilnya?"
Ternyata Camelia tak mampu menahan laju air matanya. Ia menangis dalam pelukan Lina. Pelukan yang bisa memenangkan Camelia, pelukan yang sudah lama tidak ia rasakan.
"Aku turut berduka untukmu, L-Lia. Melihatmu seperti ini pasti kau sangat mencintai suamimu. Kau menemukan pengganti yang lebih baik daripada mantan br*engsekmu itu! Kau tahu L-Lia, setiap aku bertemu dengannya dan mantan adik ularmu itu ingin rasanya aku meremas dan menghancurkan wajah mereka berdua!"
Lina masih kaku memanggil nama baru Camelia. Ekspresinya membuat Camelia terkekeh pelan.
"Ya aku sangat beruntung bertemu dengannya."
"Yang terpenting kau baik-baik saja," tukas Lina pada akhirnya.
"I'm sorry. Aku hanya tidak ingin melibatkanmu lagi dalam masalahku," ucap Camelia.
"Itu sedikit meleset, Lia. Sebenarnya sore harinya setelah kau pergi, ada hal penting yang terjadi. Dan itu membawa perubahan besar bagiku. Mereka, agensi sialan itu merebut dan menghancurkan ponselku termasuk sim cardku agar aku tidak bisa menghubungiku begitu juga sebaliknya. Mereka lalu memaksaku untuk menjadi artis yang tunduk dan patuh pada agensi. Sialan! Semuanya bahkan diatur dan aku selama ini hanya bisa jadi peran pendukung! Menyebalkan!"
Camelia merasakan kegeraman Lina yang kental pada agensi lamanya.
"Apa yang terjadi sore itu?"tanya Camelia. Ia harus tahu dampak dari skandalnya setelah ia meninggalkan China.
"Rose dia mencuri apa yang seharusnya menjadi milikmu!"ucap Lina, nadanya begitu dingin saat menyebutkan nama Rose.
"Mencuri? Apa yang ia curi dariku? Justru aku lah si pengganti ini yang mencuri keluarganya cukup lama. Bukankah semua harus kembali pada tempatnya?"sahut Camelia santai. Ia kira yang dimaksud Lina adalah tentang keluarga Liang.
__ADS_1
"Bukan itu! Ini mengenai siapa yang mengambil kehormatanmu tempo hari."
Deg!
Jantung Camelia seakan berhenti berdetak, di detik berikutnya jantungnya berdebar dengan kentang. Bola mata Camelia bergerak gelisah.
"Katakan dengan jelas!"ucap Camelia.
"Sore harinya ada iklan besar yang ditempel di beberapa tempat. Dan iklan itu mencari seorang wanita dengan tanda lahir lotus di dada kanan dan bekas luka pada paha kiri. Bukankah itu dirimu?"
"S-siapa yang memasang iklan itu?"
"Presdir Starlight Entertainment, Andrean Gong!"jawab Lina.
"Rose tahu bahwa kau adalah pemilik tanda lahir dan luka itu. Entah bagaimana caranya ia berhasil memanjat menjadi tunangan Andrean Gong bahkan sudah memberikan anak untuknya," lanjut Lina.
Tunangan? Anak? Camelia menerka ada yang tidak beres. Rose memang tahu tanda lahir dan bekas luka pada tubuhnya. Akan tetapi, untuk menirunya butuh ketelitian dan tingkat duplikat yang tunggu.
"Tapi, anehnya Tuan Gong tak kunjung menggelar pernikahan dengan Rose. Ia seakan tidak ingin menikah dengan Rose. Atau memang tidak ingin memiliki hubungan pernikahan."
"Aku kasihan sekali dengan Rose yang digantung sangat lama. Ia hanya jadi Nona Gong, bukan Nyonya Gong. Hahaha lucu sekali!"
Aku tahu! Marga Gong itu pasti tahu bahwa Rose bukanlah aku. Hanya saja alasannya memilih Rose sebagai tunangan … benar! Rose hanyalah tameng dan anak itu, bukankah anak Marga Gong. Semua demi melindungi nama baiknya juga menghentikan perpecahan dalam keluarga. Andrean Gong, kau itu hampir sama dengan Chris. Hanya saja kau tidak menderita penyimpangan seksual.
Lalu menggantung Rose selama ini apa kau menunggu yang sebenarnya? Betapa sabarnya dirimu!
"Kak Lina aku kembali bukan untuk menetap. Aku kembali untuk membalas perbuatan Rose dan Jordan padaku," ucap Camelia. Ia tidak ingin Lina berharap jika ia akan menetap di China.
"Mengapa tidak tinggal di sini?"tanya Lina.
"Aku hanya ingin membalas dendam kemudian kembali ke Kanada. Kembali berkarier dan membesarkan anak-anakku dengan baik. Dion juga sekarang sudah berkerja di Shane Group. Kak Lina aku berhasil bangkit di Kanada. Aku Camelia Shane adalah istri dari Chris Shane, aktor top Kanada!"terang Camelia
"Apa?"
__ADS_1
"Jika masalahku di sini sudah selesai, kau mau kan ikut denganku ke Kanada?"
"Hah?"