
"Siapa yang membunyikan bel?"tanya Camelia bingung. Ia yang tengah berada di dapur mematikan kompor gas dan melepas apronnya. Camelia berpikir itu bukan Kak Abi, Lucas, Liam, atau Dion karena mereka semua tahu sandi pintu apartemen ini.
"Ya?"jawab Camelia setelah membuka pintu.
"Kau?" Camelia terkesiap mengetahui siapa yang membunyikan bel pintu.
"Kita bertemu lagi!"
"Ya, kita bertemu lagi. Saya penasaran dengan apa yang membawa Nona Gong ke apartemen sederhana saya ini," jawab Camelia dengan senyum manisnya.
Ya, yang menekan bel apartemen Camelia adalah Rose Liang. Jika bertanya dari mana dan bagaimana Rose tahu dan bisa masuk ke unit apartemen yang dikenal paling sebagai unit termahal dan termegah. Rose tahu Camelia tinggal di sini beserta dengan lantai dan unitnya dari Jordan. Sedang caranya bisa masuk ke lantai dan unit ini karena uang. Rose menghabiskan sejumlah besar uangnya yang asalnya adalah black card yang Andrean berikan padanya.
"Segera angkat kaki dari negara ini! Kembali ke negaramu!"ucap Rose tanpa basa basi lagi.
"Hah? Mengapa? Apa alasannya?"tanya Camelia beruntun, bersandar pada pintu yang telah ia tutup. Camelia bersedekap tangan menatap tajam Rose. Rose tampaknya terhenyak.
" Aku punya hak di mana aku ingin berada. Anda bukan pemerintah, Anda juga bukan bagian dari imigrasi yang bisa mendeportasi saya kembali ke Kanada!"lanjut Camelia. Camelia punya paspor, punya visa, punya dokumen lengkap sebagai izin menetap dalam jangka waktu tertentu di negara lain.
Siapa Rose memangnya? Hanya seorang artis, walau punya tunangan hebat, sudah punya anak juga. Di mata Camelia Rose bukan siapa-siapa. Camelia hanya memandang Rose karena Rose adalah anak kandung dari Nyonya dan Tuan Liang sekaligus Kakak kandung dari Dion, itu pun jika Dion mengakuinya.
"Kau! Kau harus angkat kaki dari negara ini secepatnya, Jasmine! Jangan sampai aku bertindak dan membuatmu menyesal!"ucap Rose mengabaikan jawaban Camelia. Rose menunjuk Camelia dengan telunjuknya, matanya melotot tanda ia tengah geram dan memaksakan kehendaknya pada Camelia.
Camelia terkesiap sesaat. Benar dugaannya, musuh mengenali musuhnya. Dan musuh yang bodoh sulit untuk menahan tindakannya.
"Hahahaha …." Camelia terbahak. "Anda memanggil saya siapa tadi, Jasmine? Nona Gong, Anda salah orang. Jelas-jelas identitas saya adalah Camelia, Camelia Shane. Saya tidak tahu apalagi kenal dengan nama yang Anda sebutkan tadi. Tolong, jangan asal merubah nama seseorang! Saya bisa mendakwa Anda atas dasar pelecehan nama baik!"tegas Camelia. Rose kembali tertegun.
__ADS_1
"Jika Anda menemui saya hanya untuk mengatakan hal ini, maka Anda sudah mendapat jawabannya. Anda tidak perlu takut saya menggoda apalagi merenggut tunangan Anda. Saya wanita yang bermartabat. Tidak ada alasan saya untuk menggoda tunangan Anda. Dan kalaupun saya ingin mencari pengganti suami saya, saya akan mencari seseorang lebih-lebih dari suami saya. Namun, itu rasanya mustahil karena suami saya adalah satu-satunya yang sempurna dan terbaik untuk saya dan anak-anak. Ah satu lagi, saya masih memberi toleransi pada Anda, mengingat nama Anda juga terseret akibat postingan netizen beberapa waktu lalu. Namun, Anda sudah sangat dewasa, bisa membedakan mana yang disengaja atau tidak."
Rose entah terdiam mencerna ucapan Camelia atau tidak tahu harus menyerang Camelia dengan perkataan apa lagi.
"Jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, saya izin masuk ya. Sebentar lagi keluarga saya akan pulang, saya harus menyelesaikan masakan saya." Camelia memang sengaja bersikap tenang, mempertahankan ketenangannya dan tetap sopan namun tajam pada Rose. Cukup di dalam hatinya saja Camelia merapalkan berbagai macam umpatan untuk Rose.
Melihat Rose yang tidak menganggapinya, Camelia mengangguk kecil kemudian masuk dan menutup rapat pintu. Ia kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatannya yang tertunda.
"Ada apa lagi?!"erang Camelia kesal karena ada yang menekan bel lagi, padahal ia baru saja menyalakan kompor gas. Camelia menduga itu adalah Rose yang belum selesai.
"A …."
"Eh?" Camelia mengerjap mendapati Kak Abi yang dipapah oleh Jordan.
"Mom, Aunty Abi tadi keseleo di basement. Untung ada Uncle Jordan, jadi kami meminta bantuannya," jelas Lucas menjawab keheranan Camelia.
"Kita masuk dulu. Kasihan Mr. Jordan yang memapahku. Aku ini berat," ujar Kak Abi dan Camelia langsung mempersilakan Jordan masuk.
"Uncle Dion belum pulang?"tanya Liam.
"Mungkin Uncle Dion tengah nostalgia," jawab Camelia seadanya.
"Lia ambilkan es batu, please," pinta Kak Abi sembari memijat pergelangan kakinya.
"Aku saja!" Lucas mengajukan diri dan langsung menuju dapur.
__ADS_1
"Ah, okay."
"Mr. Jordan, terima kasih atas bantuan Anda," ucap Camelia pada Jordan yang berdiri dan tatapannya lekat padanya.
"Eh ah? Sama-sama. Sudah seharusnya," jawab Jordan tergagap karena tertangkap basah menatap Camelia penuh minat.
"Namun, saya tidak bisa menerima tamu pria dewasa seperti Anda tanpa kehadiran adik saya. Mohon maaf, Mr. Jordan. Bukan maksud saya mengusir Anda. Namun, Anda tahu sendiri profesi kita dan cctv selalu ada di mana-mana," ujar Camelia.
Jordan tampaknya enggan meninggalkan ruang tengah apartemen Camelia. Ia mengangguk dengan terpaksa. "Lia antarkan Mr. Jordan sampai lift," titah Kak Abi. Camelia sempat protes namun tatapan tak terbantahkan Kak Abi membuat Camelia menghela nafas pelan.
"Mari, Mr. Jordan." Senyum Jordan mengembang. Camelia melangkah lebih dulu diikuti oleh Jordan.
"Jika Anda ada waktu, apa boleh saya mengundang Anda untuk makan malam bersama?"tanya Jordan tanpa basa-basi. Ia mengambil langkah yang cukup besar.
"Dalam rangka?" Camelia menyipitkan matanya.
"Err dalam rangka … ah sharing, sharing-sharing tentang perkerjaan kita."
"Hanya berdua? Jika iya, saya menolaknya! Karena lebih mirip sebuah kencan daripada sharing tentang pekerjaan," jawab Camelia.
"B-bukan berdua. Tapi, bersama dengan rekan-rekan artis saya yang lain. Anggap saja sebagai kegiatan temu ramah artis dari dua negara yang mana Anda mewakili negara Anda. Begitu maksudnya, Nyonya Camelia."
"Oh, acara formal. Okay. Saya terima," jawab Camelia. Jordan yang tegang langsung sumringah. Ia kemudian segera pamit dan masuk ke dalam lift.
"Agensimu itu, merekapun punya hutang denganku," gumam Camelia.
__ADS_1
"Popularitasku akan menanjak jika berhasil berteman baik dengannya!"gumam Jordan di dalam lift.