
Jadwal wawancara Lucas dan Liam adalah pukul 10.00. Yang mana disiarkan secara live. Sebenarnya itu tidak akan jadi murni wawancara untuk Lucas dan Liam. Namun, juga merembet pada Camelia. Tidak mungkin Camelia hanya menemani tanpa dihampiri dengan pertanyaan.
Sekitar 15 menit sebelum acara live, Camelia, Lucas, dan Liam yang ditemani Kak Abi dan juga Evelin tiba di lokasi yang telah ditetapkan. Outfit Lucas dan Liam untuk menghadiri acara itu adalah kasual. Sementara Camelia menggunakan blazer dengan bawahan celana panjang. Outfit yang simple dan elegan.
Setelah sambutan singkat, acara dimulai. Dibuka dengan menampilkan profil Lucas dan Liam. Dan juga kesuksesan teater "Dandelion" tahun baru lalu.
Di mana di sini Lucas dan Liam belum masuk ke ruang live. "Dan hari ini, di saat yang berbahagia ini, kami berkesempatan untuk mengundang kedua aktor cilik kebanggaan kita. Untuk itu, mari kita sambut dengan meriah aktor cilik Lucas dan Liam!" Pembawa acara berkata dengan penuh semangat.
Lokasi tempat wawancara ini seperti panggilan pertunjukan konser. Layar di panggung itu naik ke atas, menjadi sebuah pintu, Lucas dan Liam muncul dari sana.
Melambaikan tangan. Lucas tersenyum lebar sementara Liam tersenyum tipis. Ah, tidak kelupaan, acara ini juga mengundang tamu, sekitar 50 orang, dan mereka adalah orang yang beruntung.
"Hallo, selamat siang semuanya. Salam dari kami, Lucas." Lucas lebih dulu menyapa.
"Liam," sambung Liam.
Disambut dengan tepuk tangan yang kembali meriah.
Pembawa acara mempersilahkan mereka untuk duduk. "Selamat datang di acara 'One Hour Closer'."
Lucas dan Liam mengangguk. Kedua duduk di sofa yang disediakan. Acara ini adalah talk show. Wawancara berkedok obrolan santai. Yang mana, alumni yang duduk di sofa ini ada banyak, mereka adalah tokoh yang berpengaruh. Tuan Shane, Chris, dan Mom mereka sudah pernah duduk di sofa ini. Tidak hanya artis yang diundang.
Camelia tidak muncul bersamaan dengan Lucas dan Liam. Ia akan ada waktu tersendiri untuk muncul.
Diawali lagi dengan obrolan ringan. "Saya melihat, membaca, dan mendengar banyak tentang kesuksesan Anda berdua dalam teater yang digelar tahun baru. Bisakah ada bagikan perasaan Anda, bagaimana rasanya saat menerima tawaran bermain teater dan apa alasan Anda berdua menerimanya? Secara bermain teater, lebih syuting daripada akting untuk film atau drama," ujar Pembaca acara, mulai memasuki inti dari talk show ini.
Lucas dan Liam saling pandang. Menentukan siapa yang akan bicara untuk menjawabnya.
Lucas mengangguk. Liam menyuruhnya untuk menjawab.
"Perasaan kami saat menerima tawaran bermain teater adalah merasa tertantang dengan tawaran itu. Dan karena perasaan itu, membuat kami menerimanya. Dengan alasan menantang kemampuan kami dengan mencoba hal baru," jawab Lucas, tersenyum. Pembawa acara berdecak.
"Sungguh! Jawaban Anda begitu dalam. Mencoba hal baru? Dan kalian meraih kesuksesan. Saya sangat kagum dengan jawaban Anda. Namun, apakah ada terbesit rasa takut atau khawatir bahwa kalian tidak mampu untuk tampil sempurna?"tanya Pembawa acara lagi.
"Tentu saja ada," jawab Liam. "Saat mencoba sesuatu hal baru, pasti ada kalanya merasa takut dan khawatir akan hasil akhir tidak seperti yang diharapkan," tambah Liam.
Liam menatap tajam Pembawa acara sekilas kemudian kembali menatap lurus ke depan.
Pertanyaan konyol apa itu?gerutu Liam dalam hati.
Pembawa acara itu sedikit terhenyak. Ia menjadi teringat dengan Chris yang juga pernah memberikannya tatapan tajam. Pembawa acara itu kemudian tertawa, mencairkan suasana.
"Anda benar sekali, Liam. Bahkan yang sudah senior di bidangnya saja, pasti ada kalanya merasa takut dan khawatir."
Lucas menganggukinya. "Baiklah. Kita lanjutkan obrolan kita ini. Siapakah pendukung terbesar Anda berdua untuk bermain teater ini?"tanya Pembawa acara.
__ADS_1
"Tentu saja keluarga. Mom, Grandpa, Grandma, Uncle Dion, manager kami, para penggemar, dan semua pemain teater 'Dandelion'. Kami menerima banyak dukungan untuk itu. Dan sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih pada Mom, Grandpa, Grandma, Uncle Dion, Manager kami, dan semua pihak yang namanya tidak bisa kami sebutkan satu-persatu. Thank you very much!!" Lucas yang kembali membawa.
Tepuk tangan meriah kembali terdengar.
"Saya merasa tersanjung. Dan para penonton semua pasti merasakan hal yang sama. Saya adalah salah satu penggemar Anda berdua. Tidak, saya adalah penggemar keluarga Anda," ujar Pembawa acara, tersenyum lebar.
"Lalu bagaimana perasaan Anda berdua saat berlatih dan tampil pada teater lalu? Apakah Anda berdua mengalami kendala? Entah itu pada diri sendiri atau lawan main?"tanya Pembawa acara lagi. Masih ada banyak yang ingin ditanyakan.
"Sejujurnya, kami mengalami kendala. Di mana inikan baru bagi kami berdua. Dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Pasti ada perasaan kaget bagi kami. Dan itu membuat kami butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Namun, tidak begitu lama," jawab Lucas.
"Dan untuk perasan, lebih kepada kebanggan. Rasa takut atau khawatir ditekan dengan rasa bangga karena bisa berada dalam satu panggung dengan para senior yang luar biasa. Beda level pasti bisa tingkat kesulitan. Dan saat ini, kami benar-benar lega, bisa menjalankan peran dengan baik!" Liam menambahi. Sekaligus seolah memberi jawaban untuk pertanyaan selanjutnya.
"Adik saya benar. Di level ini, kami merasa senang karena kami telah menantang diri kami dengan hasil yang memuaskan. Dan tentunya ini membawa kebanggaan tidak hanya untuk kami," timpal Lucas lagi.
Pembawa acara berdecak. Kembali kagum dengan jawaban cepat Lucas dan Liam. Juga dengan jawaban yang formal, tidak ragu sama sekali.
"Baiklah. Menurut Anda berdua, bagaimana kisah 'Dandelion' ini? Dan bagian mana yang paling berkesan di benak Anda berdua?"tanya Pembawa acara.
"Bagaimana kisah 'Dandelion'?"gumam Lucas.
Liam tampak mengangguk kecil.
"Kisah ini menggambarkan perjuangan, kekeluargaan, kasih sayang keluarga yang sangat besar. Yang dihadapkan pada kejamnya intrik keluarga kerajaan serta penghianatan dan rasa kesetiakawanan. Jadi, ini balance. Dan hasilnya merujuk pada kalimat, kebenaran akan selalu menang. Fitnah dan tuduhan tidak berdasar sejatinya seperti sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Dan seperti sesuatu yang busuk, disembunyikan bangkainya, baunya pasti akan tercium juga," jawab Liam, ia mengedarkan pandang kepada penonton yang tampaknya terdiam dengan jawabannya.
"Kisah 'Dandelion' ini mengandung makna arti keikhlasan, kesetiaan, dan kecintaan terhadap tanah. Kita dapat melihatnya di akhir cerita. Meskipun telah difitnah dan diburu. Namun, saat kerajaan terdesak, Dante ikut turun dan berperan besar untuk menstabilkan kerajaan meskipun pada akhirnya ia tewas. Dengan poin pentingnya adalah Dante tewas sebagai pahlawan, bukan pengkhianatan. Dan keluarga Dante dapat hidup dengan tenang. Jauh dari hiruk pikuk kerajaan," tambah Lucas.
"Wow! Saya tidak tahu harus berkata apa. Anda berdua benar-benar menakjubkan dan berbeda!!" Pembawa acara bertepuk tangan. Begitu juga dengan penonton.
"Tapi, jika adegan perpisahan itu menjadi yang paling berkesan, apakah itu mengingat Anda berdua pada Daddy kalian?"
Lucas mengangguk. Liam juga mengangguk. "Ya, kepergian Chris memang membawa rasa sedih dan pedih yang mendalam."
Setelah itu, Pembawa acara mengumumkan break sesaat. Di mana di isi dengan penyanyi yang membawakan lagu yang bertema perjuangan.
"Orang tua adalah pendukung terbesar untuk anak. Hari ini, kami juga mengundang sosok hebat yang sangat berharga dan berarti untuk kedua aktor cilik kita, Camelia Shane!"
Lampu panggung menjadi redup dan tertuju pada satu arah. Di mana Camelia muncul dengan senyum anggunnya, melambaikan tangan menyapa para penonton.
"Selamat datang di 'One Hour Closer', Camelia Shane."
"Terima kasih," jawab Camelia. Ia duduk di samping Lucas.
"Sungguh, suatu kehormatan bagi kami, Anda berkenan hadir di tempat yang kecil ini," ujar Pembawa Acara.
"Ya, tempat yang kecil yang sudah dihadiri banyak tokoh besar," sahut Camelia. Pembawa acara tertawa.
__ADS_1
"Anda bisa saja, Camelia."
*
*
*
Yang ditanyakan oleh Pembawa acara adalah kesan dan pesan Camelia mengenai kesuksesan Lucas dan Liam bermain teater. Di luar pertanyaan itu, Camelia enggan untuk menjawab. Berpegang pada tajuk wawancara yang membahas serba serbi kesuksesan Lucas dan Liam bermain teater. Bukan di luar urusan itu, termasuk mengenai asmara.
Dan setelah satu jam acara itu, wawancara selesai. Ditutup dengan acara berfoto ria.
Setelah benar-benar selesai, mereka meninggalkan studio. Mencari makan siang lebih dahulu sebelum akhirnya melanjutkan jadwal Camelia yang mana masih ada jadwal pemotretan untuk majalah musim dingin. Yang kemarin baru untuk edisi pertama. Majalah musim dingin nanti akan ada tiga edisi. Dan pemotretan hari ketiga akan dilanjutkan minggu depan. Tunggu edisi pertama launching dulu.
*
*
*
Sudah tiga hari sejak Andrean menyampaikan niatnya untuk mempercepat pernikahan melalui pernikahan tersembunyi.
Selama tiga hari itu pula, mereka tidak ada komunikasi. Camelia juga tidak ada menghubunginya. Andrean berpikir bahwa Camelia pasti terkejut dan benar-benar tengah mempertimbangkannya. Namun, mengapa selama ini?
Dan Andrean, juga tidak berani menghubungi Camelia. Dan selama tiga hari itu, Andrean memanfaatkannya untuk merenung. Apakah keputusannya benar? Dan memikirkan alasan mengapa Camelia lama sekali menjawabnya.
Apakah ragu? Atau ada alasan lagi? Atau justru karena dirinya yang terkesan menggebu?
Dan itu cukup berpengaruh pada pekerjaannya. Hans dan Lie dibuat kewalahan karena kegalauan Andrean. Menjadi tangan kanan orang besar, bukan seratus persen senang. Ya, beginilah resikonya.
Hahh
Andrean menghembuskan nafas kasar. Ini sudah jam pulang dan saat ini berada di ruang kerjanya di Gong Group.
Andrean lesu. Sama sekali tidak bersemangat. Tidak ada riak ketertarikan di wajahnya pada berkas yang masih menumpuk di atas meja.
Ia ingin mempercepat pernikahan untuk segera mengikat Camelia. Tidak masalah jika harus menunggu waktu untuk mengumumkannya. Asalkan mereka sudah menikah. Namun, tampaknya itu hal yang sangat berat untuk Camelia. Pada saat ia mengungkapkan niatnya, Camelia sangat terkejut dan menjawab akan mempertimbangkannya. Padahal, sebelumnya ia sangat yakin bahwa Camelia akan langsung menerimanya.
Andrean juga tidak meminta bantuan yang lain. Ia ingin berusaha sendiri. Karena selama ini, ia sudah banyak dibantu untuk hubungannya dengan Camelia.
Jika hubungan kami menjadi dingin karena niatku, lebih baik aku batalkan saja, pikir Andrean. Ya, daripada sepertinya ini, yang tidak tahu sampai kapan?
Andrean segera mengambil ponselnya. Namun, sebelum ia memanggil kontak Camelia, ada panggilan masuk, dan itu dari Camelia.
"Hallo, Lia." Andrean merasa tegang dan gelisah bersamaan. Jantungnya berdegup kencang. Firasatnya mengatakan bahwa Camelia akan menjawab ajakannya kemarin.
__ADS_1
"Sayang, mengenai ajakanmu itu … aku …."