
Menunggu landing di Shanghai yang masih lima belas menit lagi, Dion kembali memeriksa apa yang menjadi tugasnya di Shanghai. Penerbangan mereka tentu saja menggunakan pesawat pribadi. Itu lebih efisien dan dapat mempersingkat waktu penerbangan. Pesawat pribadi itu memang tetap tinggal di China, akan kembali ke Kanada jika Tuan dan Nona Muda akan kembali ke Kanada.
Sementara Camelia mengecek media sosial dan emailnya. Saat mengecek media sosial weibo, Camelia mendapati ada sebuah pengumuman perusahaan game online terlaris asal Negeri Tirai Bambu ini mencari model untuk game mereka.
Kriteria yang dicari adalah seorang model wanita. Camelia membaca lebih detail.
"Model gaming ya?"gumam Camelia, tampaknya ia tertarik untuk mengikuti seleksinya.
Dion mengalihkan pandangnya dari laptop ke arah sang kakak yang bermain ponsel sembari menikmati khas musim gugur, kue bulan.
"Kakak mau ikut andil?"tanya Dion.
"Game online, aku memainkan ini sekarang dan pangkatku sudah cukup tinggi. Aku ingin mencoba menjadi model untuk sebuah game, dan mungkin ini waktunya," jawab Camelia.
Mengingat dan menimbang bahwa selama ini Camelia tidak pernah mengambil job menjadi seorang model perusahaan game, dan kemampuannya dalam bermain game juga cukup baik, membuat Camelia ingin ikut seleksi. Siapa tahu ia akan jadi brand ambassador untuk game ini.
"Jika begitu lekaslah kabari Kak Abi, biar dia memberitahu agensi lalu bisa Kakak bisa mengirimkan form pendaftarannya," ujar Dion.
Camelia mengangguk. Segera ia menghubungi Kak Abi.
"Hello, Kak."
"Aku ingin mengambil bagian dalam pencairan model perusahaan Phoenix Teknologi," ucap Camelia, memberitahu alasannya menghubungi sang manager.
"Ya, aku serius ingin berpartisipasi," jawab Camelia.
"Okay. Thanks, Kak," ujar Camelia sebelum menutup panggilan. Camelia menghela nafas pelan. Kak Abi sebagai manager akan mengatur semuanya.
"Biasanya jika musim panas begini, Kakak akan sibuk dengan job pemotretan. Sejujurnya aku sedikit prihatin dengan merek yang kakak sudah tangani kemarin," ucap Dion, kembali mengalihkan pandangnya ke laptop. Camelia mengeryit, kemudian tersenyum tipis.
"Ada model latar, mereka tidak akan kebingungan mencari pengganti. Lagipula produk mereka telah dikenal. Siapapun modelnya, asalkan brand nya berkualitas, siapa yang bisa menolak? Kecuali jika aku tidak mau atau memutuskan untuk mengakhiri kontrak, itu baru bisa berpengaruh. Aku vakum menyeluruh, dan publik tahu alasannya. Lagipula kontrak yang akan berakhir musim ini diperpanjang sampai musim depan. So, tidak ada yang dirugikan. Menunda sementara bukankah sebuah kerugian. Lain halnya dengan sengaja menunda-nunda," balas Camelia panjang lebar.
__ADS_1
"Eh jika begitu apa tidak masalah Kakak mengambil job di sini. Tapi, job di asa ditangguhkan?"tanya Dion, mencari cemas. Camelia menggelengkan kepalanya.
"Itu lain konteks, Dion. Yang aku ambil adalah sebuah model gaming. Bagi publik itu adalah hal baru untukku. Mengambil suasana baru untuk mengobati rasa sedih dan rindu itu akan dikatakan sebuah cara yang efektif. Kita mengatasi kesedihan tidak dengan serta merta berdiam diri, membuat sebuah karya yang berhubungan dengan kenangan, itu bisa mencari caranya. Banyak bukan para musisi yang menyalurkan rasa sedihnya akibat kehilangan lewat lagunya? Maka para model lewat sesuatu yang disukai oleh yang meninggalkan. Itulah yang akan aku lakukan, Dion," terang Camelia, panjang lebar lagi. Walaupun satu keluarga suka main game, mereka tidak terlalu menunjukkannya di depan publik. Jika di rumah barulah mereka bisa puas main game, bisa solo ataupun group.
"Kakak, sepertinya aku akan cukup lama di Shanghai," ucap Dion.
"Why? Bukankah katamu kemarin cuma dua hari?"heran Camelia. Jika Dion cukup lama di Shanghai maka ia akan pulang sendiri ke Beijing.
"Daddy menyuruhku untuk menjadi direktur cabang sementara di sana sampai musim panas berakhir," jawab Dion. Itu artinya Dion di sini sama waktunya dengan Camelia, tiga bulan. Dari yang semula hanya direncanakan selama satu bulan lalu kembali ke Kanada. Rupanya Tuan Shane mengirimkan email padanya untuk menjadi direktur cabang sementara dipecat karena menyalahi aturan perusahaan dengan terbukti korupsi.
Dan tugas Dion tidak hanya sebagai direktur cabang sementara tetapi juga untuk mencari siapa yang cocok untuk menggantikannya nanti.
"Baguslah. Kalau begitu kita bisa pulang bersama. Dan kita juga tidak akan terpisah terlalu jauh," sahut Camelia. Ia tersenyum.
Benar juga!
Dion ikut melebarkan senyum. Dengan begini ia juga bisa tetap membantu kakaknya sampai akhir. Segera Dion membalas email Tuan Shane tersebut.
Setelah turun dari pesawat, Dion dan Camelia sama-sama menarik nafas, menghirup udara salah satu kota super padat dan sibuk di Negeri Tirai Bambu itu.
"Kita langsung ke Shane Group, Dion?"tanya Camelia.
"Iya, Kak. Setelah penerimaan maka kita bisa berkeliling sesaat saat jam makan siang. Namun, setelahnya Kakak mencari hotel sendiri, tak apa, kan?" Dion merasa tidak enak dengan sang Kakak. Ia yang mengajak untuk menemaninya agar Camelia bisa melepaskan rasa kesalnya atas skandal kemarin. Tapi, malah ia akan sangat sibuk dan mengakibatkan Camelia akan sendirian, kecuali mau menemaninya ke perusahaan, menemaninya meeting dan itu agaknya juga sulit.
"Why? Aku tahu kau akan sangat sibuk. Tenang saja, Kakakmu ini sudah membuat list tempat mana saja yang akan dikunjungi," ujar Camelia, menepuk ringan pundak Dion.
Dion tersenyum, ia merasa lega. "Kakak memang paling mengerti," ucap Dion dengan memeluk Camelia.
"Ayo, Kak," ajak Dion dengan menggandeng lengan Camelia menuju mobil yang telah diturunkan. Koper keduanya sudah masuk ke mobil seharga milyaran itu.
Dion membukakan pintu untuk Camelia, "terima kasih." Dion mengangguk dan segera menuju kursi kemudi.
__ADS_1
Mayback hitam itu kemudian melaju meninggalkan area bandara. "Nanti Kakak tetap pakai mobil ini. Aku akan pakai mobil kantor. Aku juga akan tinggal di tempat tinggal yang disediakan perusahaan," beritahu Dion. Camelia mengangguk mengerti. Pandangannya menikmati lalu lintas kota Shanghai, juga gedung-gedung pencakar langit.
Setelah Dion dan Camelia meninggalkan bandara, seorang pria tampan diikuti dengan pria yang juga tampak di belakangnya turun dari pesawat. Pria itu membuka kacamata hitamnya. Wajah tampan yang dikenali sebagai Andrean Gong dan sekretarisnya, Hans mereka juga tiba di Shanghai.
"Tuan, kasus kecelakaan yang menimpanya cukup parah. Kemungkinan sulit untuk melakukan syuting dalam waktu dekat. Sementara syuting sudah akan berakhir, bagaimana jika memakai peran pengganti? Lagipula untuk adegan akhir tidak mengambil gambar wajah. Adegannya adalah …." Hans berhenti bicara saat Andrean mengangkat tangannya dan menghentikan langkahnya.
"Kau atur saja lalu hasilkan laporkan padaku. Aku ke Shanghai untuk menemui Kakek, bukan mengurus masalah kecelakaan itu!"tegas Andrean dingin.
"Hah? Menemui Tuan Besar? Tapi, Anda sendirian, bagaimana jika Tuan Besar menanyakan tentang Nona Kecil dan Nona Rose? Tuan Besar pasti akan marah jika Anda tidak bersama dengan mereka," cemas Hans.
Hans sama sekali tentang hal ini. Yang ia tahu, dan dalam benaknya mereka terbang ke Shanghai untuk menjenguk artis mereka yang mengalami kecelakaan mobil dan lukanya cukup fatal dan kemungkinan akan butuh waktu lama untuk sembuh. Sekaligus membahas solusinya untuk masalah dengan pihak produksi. Sayangnya, Hans salah.
"Aku datang sendiri bukan atas undangan! Jika kau takut, kau bisa mengurusnya. Lagipula yang akan terkena amarah adalah aku bukan kau!"sengit Andrean dengan pedasnya kemudian melangkahkan kakinya kembali. Di pintu keluar, sudah menunggu mobil yang bertugas untuk menjemput dan mengantar Andrean dan sekretarisnya.
Hans menelan ludah takut, suasana hati tuannya sepertinya sedang tidak baik dan pasti ada hal yang urgent hingga Andrean pulang ke kediaman lama.
*
*
*
Kini Dion dan Camelia telah tiba di perusahaan cabang Shane Group di Shanghai, China. Tiba di depan lobby perusahaan, sudah ada barisan yang seakan telah menunggu dan menantikan dirinya sebagai direktur cabang sementara.
Sayangnya, saat Dion turun, mereka tampak tidak percaya dengan siapa yang turun dari mayback seharga milyaran itu. Seorang pemuda yang anaknya under 20 tahun. Walaupun parasnya rupawan namun karyawan di sini tidak percaya bahwa yang seharusnya baru adalah seorang mahasiswa baru adalah direktur cabang mereka. Apakah ini sebuah lelucon?
Bahkan terdengar bisik-bisik tidak percaya. Dion sedikit banyaknya mendengar. Mungkin mereka menduga Dion tidak mengerti bahasa China. Dan mereka salah duga.
Dion merapikan jasnya, bibirnya melengkungkan senyum tipis. Camelia belum turun. Ia masih duduk dan mengamati dari dalam mobil.
"Maaf jika usia saya tidak meyakinkan. Namun, sayalah direktur cabang perusahaan ini yang diutus oleh Presdir Shane. Sebelumnya perkenalkan nama saya Dion Shane!"ucap Dion memperkenalkan dirinya yang langsung membuat mereka merasa tertampar.
__ADS_1
Mereka melupakan berita terbaru. Camelia Shane berada di China, artinya kemungkinan besar adiknya juga berada di China. Mereka juga sudah mendengar tentang Dion Shane. Sungguh tidak menduga hari ini akan bertemu.