Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 32


__ADS_3

Keesokan paginya.


Camelia memijat pelipisnya melihat berita di weibo yang menuliskan bahwa ia dan Andrean sangat serasi. Satu frame dengan Andrean dengan pakaian putih-putih layaknya pasangan pengantin. Ditambah dengan sudut dan momen pengambilan gambar yang begitu pas, yakni saat keduanya saling pandang sesaat memberi sambutan sebelum membacakan nominasi. Ya, walau faktanya itu hanya suatu kebetulan, tetap saja kabarnya sampai ke agensi Camelia. 


"Lain kali aku harus mengikutimu saat kau keluar rumah!"ucap Kak Abi, menghela nafas pelan setelah berbicara dengan agensi mewakili Camelia. Sebentar lagi, agensinya akan memposting surat pernyataan atas foto Andrean dan Camelia dalam satu frame hingga banyak komentar di weibo yang menjodohkan keduanya. Bahkan langsung menjadi satu satu trending topic. 


"Aku tidak menduga akan seheboh ini. Padahal aku hanya berniat bertemu pandang dengan Rose," keluh Camelia, menghela nafas pelan. 


"Mengapa tidak kita hapus saja postingannya?"saran Dion. Mereka berempat, termasuk Lucas dan Liam melihat penampilan mommy mereka tadi malam. 


"Jika yang dihapus bukan pemostingnya, lalu tidak dibarengi dengan ucapan maaf, maka itu akan menimbulkan spekulasi lainnya. Dan jangan lupakan kalau Rose belum bertindak untuk postingan itu! Dalam pandanganku, dari ekspresinya ia memendam marah pada Mommy," ucap Liam. Ia sedikit cemas dengan Mommynya. Ia juga kesal pada Andrean yang menyebabkan Mommynya menjadi pencarian panas karena dijodohkan oleh netizen. 


Hei-hei, makam Daddy mereka belum kering, seenaknya saja netizen sini main jodohkan. Untung saja fans mereka, Kingdom of Film Kanada langsung menampik dan mengatakan bahwa jika Queen akan menikah lagi, maka Queen tidak akan menikah dengannya! 


Nya merujuk pada Andrean. Artinya fans Camelia tidak fanatik yang seenaknya saja menentukan jalan hidup Camelia termasuk urusan asmara. Fans mendukung segala yang terbaik untuk idolanya. 


"Sudah keluar." Kak Abi menunjukkan postingan agensi mereka tentang foto Camelia dan Andrean.


"Mommy buat saja video klarifikasi, dengan begitu pasti Paman itu akan membuat klarifikasi juga," saran Lucas. 


"Ah benar juga! Mengapa tidak terpikir olehku?" Camelia menepuk dahinya sendiri dan langsung mencari ponselnya yang terlempar entah kemana karena tadi ia begitu kesal melihat postingan itu. Dion dan Kak Abi ikut membantu. Lucas dan Liam saling tatap dan sama-sama memutar bola mata malas. Kebiasaan kalau sudah kesal! Perasaan lebih berkerja ketimbang logika, itulah arti tatapan keduanya.


*


*


*


Sedang Camelia tengah membuat video klarifikasi. Maka Andrean tengah mendengarkan amarah Rose di ruang kerjanya. Saat pagi menemukan berita tentang Camelia dan Andrean, Rose langsung meledak, mengamuk di kamarnya kemudian barulah menemui Andrean. Itu pun setelah menerobos penjaga koridor ruang kerja Andrean. 


Wanita itu meminta penjelasan Andrean, yang tidak ia tanyakan tadi malam karena mereka pulang secara terpisah. Lagi, tadi malam Rose hanya terfokus pada Camelia. 


"Lalu apa maumu?" Andrean sudah pusing dan muak menanggapi ocehan Rose yang sangat berisik di telinganya. 


"Buat video klarifikasi dan umumkan segera tentang pernikahan kita!"ucap Rose lantang. Ia begitu berani menatap mata dingin nan menghunus tajam Andrean.  Hans yang tak pernah jauh dari Tuannya, kecuali malam itu karena ia harus mengerjakan suatu hal, tercengang dengan keberanian Rose. Dalam hatinya langsung mengumpati Rose karena akan memancing amarah singa yang tertidur ini.


"Siapa kau?"tanya Andrean dingin.


"Tunanganmu!"jawab Rose lugas. Memang benar bukan? Dan Rose bangga menyebutkan posisinya. Tunangan Andrean Gong, calon istri Presdir Gong. Walau banyak yang tidak menyukainya, tak memungkiri lebih banyak yang iri padanya. Mereka mengeluhkan takdir, mengapa bukan mereka saja yang jadi wanita malam itu?


"Hans kau tahu kan perbedaan tunangan dan istri?"


Hans mengangguk kecil. 


"Nona Rose, sebelum menjadi seorang istri, Anda sama sekali tidak berhak mengatur apapun tentang Tuan Muda. Seharusnya, Anda sebagai seorang tunangan yang menikmati segala fasilitas dari Tuan Muda, tidak terlalu banyak tingkah! Dan seharusnya Anda bersyukur untuk itu! Jangan lupakan atas dasar apa Anda menjadi tunangan Tuan Muda! Hanya karena Anda adalah ibu dari Crystal!" 

__ADS_1


Rose mengeram kesal. Sekretaris sialan! Beraninya dia mengingat atas dasar apa aku menyandang gelar Nona Gong! Menyebalkan! 


Pihak B dilarang mencampuri urusan pihak A.


Pihak B menikmati fasilitas dari pihak A atas dasar tunangan pihak A.


Anak yang dilahirkan pihak B akan langsung bermarga Gong walau pernikahan belum terjalin. 


Tiga poin di atas ada tiga dari beberapa poin perjanjian yang ditangani oleh Rose dan Andrean sebelum mereka melangsungkan pertunangan. Kala itu, Rose menolak poin tentang anak yang ia lahirkan langsung bermarga Gong walau pernikahan belum dilangsungkan. Artinya belum ada kepastian kapan Andrean akan menikahi Rose. Namun, rugi juga tidak tidak menerima tawaran pertunangan. Dan Rose pada akhirnya mendatanganinya.


" Kau tidak berhak atas diriku!"sarkas Andrean dingin. 


"Aku berhak atas dirimu! Karena aku ibu dari Crystal, aku menuntut pernikahan! Sudah lima tahun aku menjadi tunanganmu, aku butuh kepastian akan hubungan kita! Terlebih tindakanmu tadi malam begitu mencolok! Kau sengaja kan! Kau tertarik pada janda sialan itu kan?! Jawab aku Andrean!!"ucap Rose dengan nada tinggi pada Andrean. Mendengar itu, wajah dingin Andrean berubah menjadi gelap. Suhu udara terasa turun drastis. Namun, Rose tak menunjukkan wajah takut sama sekali. Ya dia hanya menahan rasa takut nan ketar-ketir di dalam hati.


"Beraninya kau mencerca Tuan Muda!!"hardik Hans, memanggil penjaga untuk menarik Rose keluar. Namun, Andrean menghentikannya dengan mengangkat tangan kanannya. Rose merasa Andrean goyah.


"Aku benci seseorang berkata dengan nada tinggi padaku! Kau wanita jelek, beraninya kau berkata seperti itu!" Nadanya seakan menghunus jantung. Bahkan Hans saja seperti menahan nafasnya.


"Aku ingin berhubungan atau menjalin hubungan dengan siapa , bukan urusanmu! Jika kau bosan menjadi tunangan silahkan angkat kaki dari villa ini! Kembalikan semua fasilitas yang aku berikan padamu, pergi. Dan jangan pernah kembali!!!" Andrean memberikan pilihan untuk Rose. Rose membelalakan matanya tidak menduga jika Andrean akan berkata begitu. Andrean sedang mengancam dirinya. 


"T-tidak. Jangan!" Rose berlutut. Wajah mengerikannya tadi berubah menjadi memelas. Hans mendecih dalam hati. "Bagus kalau kau sadar diri. Keluar!!"


Tanpa menunggu perintah dua kali, Rose membawa dirinya keluar dari ruangan Andrean. 


"Wanita jelek itu begitu bodoh!"decih Andrean.


"Saya, Tuan Muda," jawab Hans setelah menghela nafas lega.


"Apa dia sudah ada respon tentang foto itu?"tanya Andrean. Dia adalah Camelia. Sebenarnya hal kecil bagi Andrean menghapus postingan itu. Namun, ia sengaja tidak melakukannya untuk melihat respon Camelia. 


"Agensinya sudah mengeluarkan pernyataan bahwa itu hanyalah sebagai bentuk saling menghargai sesaat orang yang berkecimpung di dunia entertainment. Artis kami, Camelia Shane berada di China untuk mengunjungi makam leluhur dan memenangkan dan menata hati atas kehilangan suami tercinta yang juga artis kami, Chris Shane. Keberadaan artis kami di China diketahui oleh pihak penyelanggara penghargaan ABC, di mana artis kami diundang sebagai tamu khusus dan pembaca nominasi. Artis kami juga sudah meminta izin dari kami sebelum menerima undangan tersebut. Dan kami telah mengkonfirmasinya. Mengenai kesamaan warna pakaian, itu adalah sebuah ketidaksengajaan. Mohon kepada fans ataupun netizen yang berada di China untuk tidak membuat rumor atau kesepahaman yang merugikan kedua belah pihak," ucap Hans, membacakan pernyataan yang dikeluarkan agensi Camelia. 


"Kami juga meminta agar agensi Starlight Entertainment segera mengeluarkan pernyataan!"


"Tuan Muda?"


"Dia sudah mengeluarkan pernyataan?" Andrean tampaknya tidak terlalu tertarik dengan penyataan yang dikeluarkan agensi Camelia.


"Sudah, Tuan Muda," jawab Hans sesaat setelah menggulir layar tabletnya. 


"Apa katanya?" Hans menunjukkan sebuah video, di mana adalah video respon Camelia.


Hallo, semua. Apa kabar? Ini Camelia Shane. Di sini Lily ingin menanggapi tentang foto Lily dan Presdir Gong dan komentar yang tersebar di weibo. Teman-teman semua, tolong jangan asal berkomentar ataupun menyatakan sesuatu yang menimbulkan konflik. Tolong hargai Lily sebagai wanita yang sudah menikah dan memiliki anak. Tolong hormati suami Lily yang baru saja berpulang beberapa waktu lalu. Tolong hargai anak dan tunangan Presdir Gong. Adapun interaksi kami saat menyampaikan nominasi, saya rasa itu hanya percakapan wajar. Tidak mungkin bukan kami saling menujukkan sikap saling membenci? Mengenai kesamaan warna pakaian, itu sama sekali di luar pengetahuan Lily. Mengenai Presdir Gong yang bisa menjadi seorang pembaca nominasi dan berpasangan dengan Lily, Lily juga tidak tahu alasannya. Mungkin alasannya hanya Presdir Gong sendiri yang tahu. 


Lily harap teman-teman semua mengerti. Kami punya kehidupan masing-masing, dan kami sudah berkeluarga. Tolong, sekali lagi jangan asal berkomentar untuk menjodoh-jodohkan kami. Terima kasih! Bye-bye!

__ADS_1


Lily adalah nama yang diberikan fans untuk Camelia. 


Andrean melengkungkan senyum. "Mereka melemparkan apa yang terjadi akulah penyebabnya."


Memang benar, Tuan Muda. Jika jantungku tidak kuat, mungkin aku sudah berada di alam sana, menunggu Tuan Muda menyusul. 


"Baiklah. Mari konfirmasi hal ini karena orang-orang jelek itu sebentar lagi pasti akan mengusikku!"


*


*


*


"Hanya sebatas rasa kagum?"


"Wow kalimat yang bagus. Setelah foto itu panas baru dia mengeluarkan pernyataan?" Camelia kesal dengan lambatnya konfirmasi dari Starlight Entertaiment. Setelah fansnya, agensinya, dan dia sendiri mengeluarkan pernyataan baru Andrean mengeluarkan pernyataan? It's amazing!


"Setidaknya masalah selesai," ucap Kak Abi, menghela nafas lega. 


"Ah ya, Kak bagaimana kelanjutan tentang Lucas dan Liam dengan Starlight Entertainment?"tanya Camelia. Saat ini Camelia tengah melakukan yoga sebagai salah satu olahraga rutinnya. 


"Belum ada kelanjutan. Mungkin dia merasa direndahkan karena perusahaan hanya sebagai tempat berteduh sesaat."


"Tidak terima juga tidak masalah," sahut Camelia tenang. 


"Ah lupakan saja. Terima yang okay, tidak ya no problem. Lia, kau selesaikan yogamu sepuluh menit lagi. Aku akan ke dapur, waktunya memasak makan siang," ujar Kak Abi.


"Hm."


*


*


*


"Kakak," panggil Dion saat Camelia selesai yoga dan kini tengah minum.


"Ada apa?"


"Makan malam nanti, bisakah kita makan malam di restoran Ayah dan Ibu?"tanya Dion penuh harap. 


"Ada alasan khususnya?"


"Aku merindukan Ayah dan Ibu. Lagipula kemarin Ibu mengundang kita untuk makan di restorannya. Aku sudah telanjur mengiyakan. Aku takut Ibu sangat menantikan kita untuk makan di sana lagi," jelas Dion.

__ADS_1


Camelia menghela nafas pelan kemudian tersenyum, "apa aku bisa menolak?"


__ADS_2