Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 97


__ADS_3

Saat Camelia membuka kamar, Lucas dan Liam langsung masuk dan duduk di sofa yang terdapat dalam kamar itu.


Camelia tahu maksud kedua anaknya itu. Mereka menagih ucapannya tadi. Kita akan bicarakan hal itu di rumah.


"Mempublikasikan hubungan?" Lucas memulainya dengan mengatakan point penting percakapan Camelia dengan Andrean tadi.


"Memberi kesempatan?" Liam menimpali.


"Tidak sekejam itu?"


"Dan foto itu real namun beri pernyataan yang berbeda." Lucas menyelesaikannya.


"Dan tadi pagi Mom bertanya andaikata Mr. Gong menjadi ayah kami apa kami akan menerimanya?"imbuh Liam. Masih teringat jelas di benak kedua anak itu akan pertanyaan Camelia.


"Apa maksud semua itu, Mom? Apa Mom menjalin hubungan dengan Mr. Gong? Selain itu … apa semua ini ada kaitannya dengan hasil tes DNA yang Mom robek?"tambah Liam.


"Lucas … Liam …." Memanggil lembut. Semua kata-katanya sudah menggambarkan dengan begitu jelasnya.


"Apa kalian akan membenci Mom jika Mom mengatakan yang sejujurnya?"tanya Camelia, menatap kedua anaknya penuh arti.


"Katakanlah, Mom. Kami akan menerimanya, apapun itu," jawab Lucas, mendekat dan menggenggam tangan Camelia dengan tangan mungilnya. Lucas tersenyum, begitu juga dengan Camelia, meyakinkan sang ibu bahwa mereka bersungguh-sungguh.


Camelia merasa sangat terharu dan juga sedih. Sejujurnya, tentang fakta itu, ialah yang butuh waktu lama untuk menerimanya.


"Sebenarnya … hasil tes DNA itu adalah positif. Mr. Gong, mereka adalah ayah kandung kalian." Setelah mengatakan kalimat penting itu, tangis Camelia pecah seketika dan langsung memeluk Lucas dan Liam.


Sejenak, kedua anak itu membeku. Apa yang mereka duga selama ini benar. Perasaan abu-abu itu akhirnya menemui titik terang.


Namun, pernyataan ini bukan kabar baik menurut mereka. Raut wajah keduanya berubah sedih. Tak lama kemudian, berubah menjadi tangis.


"M-Mommy, hiks … hiks …." Lucas menangis paling keras.


"M-mengapa identitas kami begitu rumit, siapa sebenarnya kami?"tanya Lucas sesenggukan.


"Bukankah sudah jelas?" Liam yang masih menangis menjawabnya dengan ketus.


"Maaf … maafkan Mom, Nak. Ini semua salah Mommy hingga kalian memiliki identitas yang membingungkan."


"Tidak, Mom." Lucas menolak ucapan Camelia.


"Ini semua … bukan salah Mommy. Wanita itu dan takdirlah yang membuat kita seperti ini," imbuh bocah berusia menjelang enam tahun itu. Tangisnya mulai berhenti dan tangannya bergerak menyeka sudut mata Camelia.


"Yang terpenting sekarang, kami sudah tahu siapa sebenarnya kami."


Lucas tersenyum. Kemudian menoleh pada Lucas. "Berhentilah menangis, Lucas!"


Lucas bukannya berhenti, malah semakin menangis keras. "Setelah ini bagaimana kami bersikap, Mom? Kami bukanlah darah daging keluarga ini. Apa Daddy tahu siapa kami sebenarnya?"

__ADS_1


"Sejak awal … Daddy kalian sudah tahu. Karena saat itu, Mom sudah mengandung kalian," jawab Camelia, dengan tersenyum lembut, memeluk dan mencium Lucas.


"Jadi, Daddy sudah tahu. Tapi, kasih sayangnya pada kami begitu besar. Daddy, aku semakin merindukannya. Dan posisinya di hatiku tidak akan berubah meskipun aku tahu aku bukanlah darah dagingnya." Liam berkata dengan datar namun kata-katanya penuh arti. Kembali membuat tangis Lucas yang mulai mereda kembali pecah.


"Daddy…." Meraung memanggil Chris.


Apa keputusanku ini benar? batin Camelia, sambil terus menenangkan Lucas.


"Hei, Lucas! Menangislah hingga air matamu kering!" Liam mulai kesal. Lucas menoleh pada saudaranya.


"Agar setelahnya kau tidak menangis lagi. Tangismu sungguh tidak enak didengar." Berkata dengan ketus.


Lucas membeliak.


"K-kau! Tega sekali kau mengatakan itu!"


"Ada banyak hal penting yang harus dibicarakan selain mendengar tangisanmu!"sahut Liam.


"K-kau!" Lucas menunjuk Liam dengan kesal. Matanya yang merah membuatnya tampak menyeramkan. Liam acuh. Ia memilih menatap sang ibu yang tampaknya tengah memikirkan sesuatu.


"Ibu, jika sejak awal Daddy sudah tahu, bagaimana dengan Grandpa dan Grandma?"


Deg!


Camelia menatap Lucas rumit. Itu … adalah hal yang terpikirkan olehnya selama ini karena Chris mengatakan semua akan baik-baik saja.


Camelia sama sekali tidak tahu tentang hal itu. Karena sikap kedua mertuanya tidak akan perubahan sedikitpun. Tetap hangat padanya, juga pada kedua anaknya.


"Lucas, Liam, Mom tidak tahu apakah Grandpa maupun Grandma kalian tahu mengenai hal ini. Akan tetapi, melihat sikap mereka, meskipun kalian sudah tahu siapa kalian, tetaplah bersikap seperti biasa. Sedikitpun jangan ada perubahan karena sejak bayi, kalian sudah berada di dalam keluarga ini. Kalian, tetaplah anak dan cucu dari keluarga Shane. Meskipun Chris bukan ayah kandung kalian. Namun, apa yang ia lakukan pantas untuk menjadi ayah kandung kalian. Kasih sayangnya, keringatnya untuk kalian, tidak akan pernah terbalaskan. Jadi, Mom mohon, jangan pernah lupakan Daddy kalian …."


"Mom …." Lucas memanggil. Ia sudah berhenti menangis.


"Sampai kapanpun, posisi Daddy di hati kami tidak akan tergantikan." Lucas berkata dengan mantap. Hal itu diangguki oleh Liam.


"Terima kasih, anak-anak." Camelia tersenyum lega. Ibu dan anak itu kembali berpelukan.


"Tapi, Mom … apa benar Mom memberi kesempatan untuk Mr. Gong?"tanya Liam kemudian. Masih ada hal yang harus dibicarakan.


Camelia mengangguk. "Apa dia tahu bahwa kami anaknya?"tanya Lucas, penasaran. Camelia mengangguk, membenarkan kedua pertanyaan Lucas dan Liam.


"Jadi, dia sudah tahu dan Mom memberinya kesempatan?" Lucas memastikan.


"Benar. Namun, jika kalian tidak mau, Mom tidak akan memberinya kesempatan," jawab Camelia.


"Tidak, Mom!" Liam membalasnya.


"Sebagai seorang ayah kandung sudah pasti ia ingin mendapatkan kami. Namun, bisa tidaknya ia harus melalui banyak hal. Selain itu, dia harus membuktikan bahwa dirinya pantas untuk Mom dan untuk menjadi ayah kami!"lanjut Liam.

__ADS_1


Pemikiran Liam sama dengan pemikirannya.


"Aku juga, Mom. Aku ingin melihat perjuangannya," imbuh Lucas.


Hah …


Camelia menghela nafas lega. Untunglah anak-anaknya genius. Mudah diajak bicara, mengerti, bahkan satu pemikiran.


"Kalau begitu, kalian fokus saja pada comeback dan kebahagiaan kalian. Yang lain jangan kalian terlalu pikirkan. Biar Mom yang menanganinya," tutur Camelia.


Lucas dan Liam mengangguk. "Sudah saatnya makan siang. Ayo," ajak Camelia pada Lucas dan Liam.


Ibu dan kedua anaknya itu kemudian meninggalkan kamar menuju meja makan. Di meja makan, sudah tersaji beberapa jenis makanan.


Ada nasi. Dan lauk pauknya. Dari daging hingga seafood. Dan juga sayurnya. Ditambah dengan dessert dan buah. Hidangan di meja makan itu begitu lengkap.


Sikap ketiganya di meja makan seperti biasa. Menebar senyum, tidak canggung karena mereka, terlebih Camelia sejak awal sudah mempersiapkan diri untuk itu. Ditambah dengan pekerjaan mereka, hal ini bukanlah yang sulit. Namun, ini bukan akting, tapi dari hati mereka yang terdalam.


Selesai makan siang, Lucas dan Liam undur diri menuju kamar. Mereka ingin istirahat.


Sementara Camelia keluar mansion, duduk di gazebo di mana gazebo itu terletak di atas kolam ikan hias. Ditemani teh dan cemilan, Camelia menikmati pemandangan, sembari menyegarkan mata dan pikirannya.


Puas menikmati pemandangan, Camelia meraih ponselnya. Melihat waktu telah menunjukkan pukul 14.00.


"Apa Andrean sudah mengklarifikasinya?"gumam Camelia pemasaran.


Segera dibukanya akun media sosial China, Weibo untuk mengeceknya.


Helaan nafas lega. Starlight Entertainment telah mengeluarkan pernyataan yang mendukung pernyataan Camelia.


Hallo! Ini Andrean Gong, Presdir Starlight Entertainment. Di sini aku ingin mengklarifikasi tentang fotoku dengan artis Camelia Shane yang sudah beredar luas bahkan sudah sampai di Kanada.


Aku tekankan bahwa kami hanya teman. Foto itu benar adanya. Kami memang berpelukan. Pelukan sebagai teman dan perpisahan karena pada hari itu, Camelia Shane kembali ke Kanada.


Kami berhubungan baik. Seperti yang kalian ketahui, kami juga ada hubungan kerja sama. Jadi, aku minta jangan salah paham dan menambah bumbu yang tidak jelas!


Jika hal ini terjadi lagi, aku tidak segan membawanya ke ranah hukum!


Tertanda, Andrean Gong.


Klarifikasinya berupa surat dengan tulisan tangan. Dan itu langsung dipenuhi dengan ribuan komentar yang sangat beragam. Camelia berdecak, padahal ini diupload tengah malam. Betapa aktifnya netizen.


Meskipun demikian, banyak yang tetap mendukung Camelia dengan Andrean. Mereka dinilai serasi dan itu datangnya dari fans Andrean. Ya, meskipun Andrean bukan publik figur, ia adalah Presdir nya dengan ketampanan dan kepopuleran yang bisa dikatakan melebihi artisnya sendiri.


"Ya … dia memang tidak buruk. Namun, butuh waktu yang panjang untuk hal itu."


Memandang jauh ke depan. Ada perasaan lega dan takut bersamaan.

__ADS_1


"Ah … sudahlah. Jalani saja dulu." Memutuskan untuk memejamkan matanya. Posisi Camelia bersandar pada pagar gazebo. Tampaknya wanita itu tidur setelah berurusan dengan banyak hal dari pagi hingga sekarang.


__ADS_2