
Pembacaan Nominasi Best Male Lead dan Best Female Lead yang akan disampaikan oleh The Queen of Film Kanada, Camelia Shane dan Presdir Starlight Entertainment, Andrean Gong.
"WTF?!" Camelia terlonjak sendiri saat bersiap untuk naik ke panggung. Camelia langsung menatap kepala penyelenggara yang berada di sampingnya.
"Bukan salahnya, Mrs. Camelia. Saya yang menyuruhnya untuk tidak memberitahu Anda tentang perubahannya," ucap seseorang, berpakaian serba putih, mengulurkan tangan pada Camelia dengan sedikit membungkuk.
Sialan! Dia ini sengaja atau bagaimana? Camelia merasa sangat kesal pada Andrean. Tadi waktu di barisan tempat duduk sok kenal, sekarang sok dekat. Malah sok ada acara bergandengan tangan lagi. Andrean ini mau membuatnya jadi perhatian publik dan menerima komentar buruk, apa?
Huh!
Camelia mendengus kesal. Setelah ini pasti ia akan banyak diwawancarai dan agensinya juga akan meminta konfirmasi. Ia tidak bisa bersikap mesra di depan publik begini dengan pria yang bukan pasangannya, lebih lagi Andrean adalah tunangan Rose, walaupun ini acara formal. Bisa saja nanti Rose melemparkan pada publik bahwa dia adalah wanita penggoda.
Tetapi, ia juga tidak bisa bersikap ketus pada Andrean.
"Kita tidak perlu bergandengan tangan, Mr. Gong," jawab Camelia. Berdiri dan membenarkan gaunnya kemudian bersiap untuk naik.
Semua yang ada di ruangan itu menahan nafas, melihat dan mendengar Andrean ditolak oleh Camelia. Sejauh yang mereka tahu tidak ada yang tidak terpesona dan bisa menolak pesona seorang Andrean Gong. Namun, mereka lupa kalau mantan suami Camelia itu memiliki ketampanan yang lebih dari Andrean. Andrean tersenyum simpul. Hans yang berada tak jauh darinya tidak tahu harus berekspresi bagaimana. Ia menunjukkan ekspresi datar. Andrean berdiri di samping Camelia.
Begitu layar dibuka, keduanya melangkah memasuki panggung tanpa bergandengan tangan dan ada jarak.
Terdengar bisik-bisik yang membicarakan Camelia dan Andrean. Beberapa ada yang melihat ke arah Rose. Rose tak bisa menyembunyikan raut wajah cemburunya. Namun, harus menjaga sikapnya. Rose hanya bisa memaksakan senyumnya dengan kedua tangan mengepal erat.
Hal ini, Andrean menjadi pembaca nominasi bukan hal yang tidak mengejutkan bagi hadirin. Andrean selama ini dikenal sebagai sosok yang jarak menghadiri acara penghargaan. Apalagi sampai membaca nominasi, wow! Belum ada sejarahnya Presdir agensi menjadi pembaca nominasi. Masih beruntung kalau artisnya yang memang, kalau bukan? Hadirin hanya bisa melongo melihat hal yang dirasa mustahil terpampang nyata di hadapan mereka.
Satu-satunya alasan yang terlintas di pikiran hadirin adalah Andrean mengajukan dirinya sendiri untuk menjadi pembaca nominasi bersama dengan Camelia. Karena Best Female dan Best Male Lead dibacakan dalam satu waktu. Melihat Andrean dan Camelia yang berjalan berdampingan, hadirin seperti tengah menyaksikan acara pernikahan. Rose menahan amarahnya, tiada artis atau aktor yang mengajaknya bicara, kecuali hanya sapaan. Rose dikenal sebagai artis yang congkak oleh beberapa lawan mainnya , atau yang pernah satu proyek dengannya.
__ADS_1
Sialan! Pesona apa yang wanita itu miliki sampai Andrean bisa seperti itu?!
Siapa tadi namanya? Camelia Shane? Sialan! Sialan! Queen of Film apaan? Cih!!
Camelia tersenyum lebar, senyum itu ia tujukan untuk hadirin, terlebih Rose yang sedang menahan amarah.
"Hallo, selamat malam semuanya. Perkenalan saya Camelia Shane dari Kanada."
"Hai." Sapaan singkat itu berasal dari Andrean dengan wajah datarnya.
"Sebelum membacakan nominasi Best Female Lead, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang telah mengundang saya menjadi salah satu pembaca nominasi. Bahkan saya dibuat satu frame dengan Mr. Gong. Saya sungguh tidak menduga hal ini. Suatu kehormatan bagi saya bisa berada di panggung ini bersama dengan Mr. Gong." Camelia menyampaikan kata sambutannya tanpa hambatan. Andrean terhenyak dalam hati, benar-benar seorang ratu film, batinnya.
"Saya juga merasa terhormat bisa satu frame dengan Anda, Mrs. Camelia. Sebelumnya saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas apa yang menimpa suami Anda."
Wow mengapa dia membahas hal pribadi? Baiklah jika begitu.
"Ah sebaiknya kita fokus pada hal yang membuat kita berada di sini, Mrs. Camelia." Andrean mencoba mengalihkan pembicaraan dan Camelia mengikutinya.
Sialan, mengapa juga aku membahas tentang suaminya? Ahh ada rasa aneh yang membuatku tak bisa memalingkan pandang darinya. Rose? Siapa wanita jelek itu?
"Anda bacakan bagian Anda lebih dulu, Mr. Gong."
Andrean mengangguk. Ada lima aktor yang masuk dalam nominasi dan salah satunya adalah Jordan Chin.
Dari tempatnya, Jordan menatap penuh minat Camelia.
__ADS_1
Rupanya dia seorang artis besar. Dia benar-benar sasaran empuk! Aku harus mendapatkannya!batinnya berapi-api.
Alangkah baiknya jika aku yang memang, pasti aku akan punya nilai bagus di matanya, harap Jordan saat detik-detik pembacaan pemenang oleh Andrean.
Dan harapan Jordan hanya sekadar harapan. Bukan dia pemenangnya. Hal itu juga berlaku pada Rose. Ia tidak menenangkan nominasi. Camelia menilik ekspresi datar Andrean saat memberikan tropi pada aktor terbaik tahun ini versi penghargaan bergengsi malam ini.
"Wow … Anda hati Anda sungguh besar memberikan tropi pada aktor yang bukan dari agensi Anda. Ini kah yang namanya sportivitas dan soliditas antar agensi? Anda menciptakan sejarah baru, Mr. Gong," ujar Camelia saat mereka kembali ke belakang layar. Andrean menanggapinya dengan senyum simpul.
*
*
*
Brakkk!!
Prang! Prang! Prang! Bunyi benda berjatuhan dan pecah, Rose menggila setiba di kamarnya. Kamarnya tentu saja terpisah dari kamar Andrean. Sejak menginjakkan kaki di villa Andrean ini, Rose belum pernah masuk ke kamar Andrean.
Wajah Rose sungguh gelap, ia duduk di tepi ranjangnya. "Tidak mungkin aku salah." Rose bergumam dengan nada cemas, takut, gelisah.
"Dia kembali. Dia datang untuk balas dendam padaku!"gumamnya lagi.
"B-bagaimana bisa ia berubah drastis? Bagaimana bisa ia mendapatkan hidup yang baik setelah hancur? Bagaimana caranya?!"
"Sedang aku! Sedang aku ck! Kalau bukan karena kekayaan dan ketampanannya, tidak sudi aku dengan Andrean itu!"
__ADS_1
Rose kemudian berdiri, mondar mandir sesaat lalu menatap cermin riasnya. "Ya, aku harus membuka siapa dia sebenarnya!"
Seorang musuh akan mengenali musuhnya walaupun sudah lama tidak bersua. Orang lain mungkin tidak mengenali Camelia sebagai Jasmine. Namun, Rose, yang mempunyai iri dengki, kebencian mendalam pada Camelia pasti akan mengenalinya.