Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 46


__ADS_3

Kak Abi menatap lurus ke depan, menatap jalanan yang ramai lancar, dan saat ini tengah berhenti di lampu merah. Kedua tangannya mencengkeram kemudi dengan erat, lebih erat dan kuat daripada sebelum ia menerima dua panggilan telepon. 


Lucas dan Liam yang duduk di belakang menyadari perubahan ekspresi manager mereka itu. Wajah Kak Abi kini tampak suram, ada kegeraman yang terasa lewat aura yang keluar dari tubuhnya. 


Lucas dan Liam tidak tahu pasti apa yang terjadi hingga membuat Kak Abi begitu kesal. Yang pasti, mereka tahu Kak Abi menerima panggilan dari agensi mereka juga dari sekretaris Hans. 


"Ada apa, Aunty? Apa sesuatu yang penting terjadi?"tanya Lucas. 


"Andrean sialan itu menempatkan Mommy kalian dalam masalah!!"desis Kak Abi.


"Bagaimana bisa? Mommy kan di Shanghai, dan Pria itu di Beijing, apa yang dilakukan olehnya?" Baik Lucas ataupun Liam belum tahu kalau Andrean terbang ke Shanghai tadi pagi.


"Intinya Pria itu menetapkan Mommy kalian sebagai pemeran pengganti salah satu artis utama Starlight Entertainment yang terkena musibah, dan itu tanpa seizin Mommy Kalian, apalagi Aunty dan agensi."


"Itu melanggar kebijakan privasi. Pria itu akan dipenjara jika dilaporkan ke polisi." Liam berkata dengan dingin. Sorot matanya memancarkan amarah.


 Lucas mendengus sebal. Mengapa Pria yang mirip dengannya dan Liam itu mencari masalah lagi dengan Mommy mereka? Padahal sudah diperingatkan untuk tidak mencari masalah lagi?!


"Lalu apa Mommy setuju atau melaporkannya ke polisi?"tanya Liam. 


"Mommy kalian setuju. Agensi juga sudah mengkonfirmasikan. Dengan alasan sebagai bentuk mempererat hubungan kedua negara. Kita juga di negeri orang. Dan jika sampai benar-benar ke meja hijau, itu akan membuat masalah semakin rumit. Mommy kalian mengambil keputusan yang tepat." Walaupun Kak Abi kesal pada Andrean yang seenak jidatnya saja. Namun, ia setuju dengan keputusan yang Camelia ambil. 


"Artinya kita harus mempersiapkan rencana untuk mengantisipasi reaksi yang akan terjadi jika hal itu diumumkan, bukan? Terutama reaksi Rose dan artis Starlight Entertainment," tukas Lucas. Ia yakin Mommynya mengambil keputusan setelah melakukan pertimbangan. Di sana Mommynya juga tidak sendirian, ada Uncle Dion mereka. 


"Tapi, aku akan tetap memberinya pelajaran," gumam Liam yang terdengar oleh Lucas.


Lucas langsung bertanya dan menerka dalam benaknya, hal apa yang akan kembarannya itu pada Andrean dan Starlight Entertainment?


Pemotretan seri pertama sudah tuntas dalam waktu satu hari. Dan kini mereka dalam perjalanan pulang. Yang seharusnya hari panjang yang lelah telah selesai, seharusnya bersantai dengan ditemani rona jingga di cakrawala, menikmati swastamita yang sangat memanjakan mata. Namun, hati mereka di sore yang indah ini malah dibuat dongkol.


Dua puluh menit kemudian, Kak Abi, Lucas, dan Liam tiba di basement apartemen mereka. 


Kak Abi keluar dengan menenteng tas berisi keperluan Lucas dan Liam. 


Lucas dan Liam turun dari mobil. Liam memakai menutup kepalanya dengan hoddy. Lucas merapikan rambutnya sejenak sebelum ketiganya menuju lift. 


Saat lift terbuka dan mereka hendak masuk, ada sebuah panggilan yang ditujukan pada mereka, terima pada Kak Abi. Ketiganya berbalik, rupanya Jordan yang menuju ke arah mereka melambaikan tangan dengan tersenyum. 


"Mr. Jordan, ada hal apa?"tanya Kak Abi to the point. 


Lucas dan Liam menunjukkan wajah datar mereka. Rasanya malas untuk melihat Jordan, "Aunty kami naik duluan, ya," ucap Liam. 


"Baiklah. Ini …," jawab Kak Abi dengan menyerahkan kartu akses pada Liam. Lucas dan Liam kemudian masuk ke dalam lift dan naik ke lantai unit apartemen mereka, meninggalkan Kak Abi dan Jordan berdua.


"Miss Abi, apa Mrs. Camelia tidak bersama dengan kalian?" 


"Camelia tengah menemani adiknya ke Shanghai. Mengapa, Mr. Jordan? Ada hal yang ingin Anda sampaikan padanya? Sampaikan saja pada saya karena saya adalah perwakilannya!!"tegas Kak Abi. 


"Ke Shanghai? Ada urusan apa?" Jordan malah kepo.


"Tidak ada urusannya dengan Anda, apa saya ataupun keluarga ini harus melaporkannya kepada Anda?" Kalimat sarkas yang menegaskan bahwa Jordan dilarang menanyakan apapun tentang kegiatan Camelia. 


"Ah … saya terlalu lancang." Jordan merasa canggung dan malu. Dalam hati meruntuki dirinya sendiri.

__ADS_1


"Jika hanya ingin menanyakan hal itu, saya pamit," ucap Kak Abi.


"Eh tunggu, sebenarnya bukan hal itu yang ingin saya sampaikan," tahan Jordan dengan menggerakkan tangannya.


"Lantas?"


"Emm saat saya membantu Anda kemarin waktu kaki Anda terkilir, saat Mrs. Camelia mengantar saya sampai di depan lift, saya meminta pada beliau untuk berkunjung ke agensi saya dan beliau setuju," jelas Jordan dengan runtut.


"Lalu?"


"Saya ingin tahu kapan beliau ada waktu untuk itu. Agensi kami sangat mengharapkan kunjungan beliau. Saya harap secepatnya," jawab Jordan. Wajahnya penuh harap, berharap Kak Abi memberikan jawabannya sekarang secara pasti.


"Untuk itu saya akan membicarakannya dulu dengan Camelia. Jika tidak ada halangan, mungkin setelah dia pulang dari Shanghai, itu bisa dilakukan. Anda tenang saja, dia bukan seorang yang ingkar janji. Marga Shane, memegang teguh janji yang telah diucapkan!" Walaupun belum dipastikan hari, tanggal, dan jamnya, jawaban Kak Abi membuat Jordan tersenyum lebar.


"Saya percaya," ujar Jordan. Kak Abi mengangguk kecil kemudian undur diri. 


"Shanghai? Urusan apa? Menemani adiknya?" Jordan masuk ke lift biasa sembari menerka dan mengingat.


"Shane? Camelia Shane, Dion Shane, Shane Group?" Mata Jordan membulat.


"Benar! Di Shanghai ada Shane Group, pasti keduanya ke sana!" Senyum Jordan lebar dan mengandung ambisi. Tekadnya untuk bisa menaklukkan Camelia semakin besar. Namun, agaknya dia tidak menguasai cara mengejar seorang wanita yang sudah menjadi janda, terlebih sudah memiliki anak. 


*


*


*


Keesokan paginya, dunia entertainment dikejutkan dengan informasi yang dikeluarkan oleh Starlight Entertainment tentang pemeran pengganti untuk artis mereka yang mengalami kecelakaan.


Apa hal ini ada hubungannya ke berita panas sebelumnya yang mengatakan bahwa Andrean dan Camelia itu dekat dan ada hubungan spesial? 


Sungguh, sejak kehadiran Camelia, Andrean aktif membuat publik tercengang.


Walaupun tertera alasannya sebagai bentuk mempererat hubungan dua negara dalam bidang entertainment, tetap saja dugaan Andrean dan Camelia ada hubungan menjadi tagar kedua terbanyak.


Camelia tersenyum miring membaca berita di weibo itu. Agensi sudah mengeluarkan surat persetujuan, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Malah Camelia menunggu, sangat menantikan reaksi satu orang yakni Rose.


Dan di lain sisi, amarah Rose langsung meledak. Kamarnya bak kapal pecah akibat amukkannya. Dan ia terus menggumamkan, "bagaimana bisa? Bagaimana bisa dia yang menjadi pemeran pengganti? Itu harusnya aku!!"


Drama itu adalah drama kelas S+, kelas tertinggi yang menarik banyak investor. Mengapa bukan Rose? Dia tidak pernah memainkan drama kelas tersebut. Statusnya hanya berguna untuk menggunakan harta Andrean. Statusnya hanya berpengaruh pada sutradara menengah, sedangkan untuk sutradara top, mereka di bawah perintah Andrean, tidak bisa diganggu gugat.


Dan Andrean, sebagai tunangannya mengapa memberikan peran pengganti pada Camelia? Seharusnya dirinya, bukan? Dirinya yang lebih berhak bukan? Sebagai artis Starlight Entertainment dan juga tunangan Andrean. Sungguh tidak adil!! Rose merasa dirinya tidak dianggap. 


Dia sangat marah. Dia sangat kesal, dan pelampiasannya adalah apa saja yang dalam jangkauannya.


"Camelia aku membencimu! Jasmine aku membencimu!"erangnya frustasi. Rambut Rose berantakan dan kini ia duduk di lantai dengan bersandar pada ranjang. 


Wajahnya dingin, terlihat menyeramkan. Matanya memerah karena amanat dan kebencian yang semakin besar. 


"Aku akan menghancurkanmu lagi, Jasmine! Aku akan membunuhmu! Tersenyumlah selagi bisa!!"


*

__ADS_1


*


*


Di saat publik tengah membicarakan dirinya, aktris top Kanada itu malah sedang mengambil foto selfie dirinya yang sudah mengenakan kostum hanfu kerajaan dan beberapa kali mengambil foto lokasi syuting. Ya, menjelang siang, Camelia langsung memulai syuting setelah mendengar sekilas dan membaca naskah bagiannya. 


Camelia kemudian memasukkan foto yang ia ambil ke media sosialnya. Tak lupa sebuah caption singkat ditambah dengan emoji.


Aku rasa aku sudah kembali💜💜


Postingan itu disambut dengan respon baik fansnya. 


My Queen kami menunggu Anda comeback.


Banyak yang menantikannya dan memberinya semangat. Camelia tersenyum lembut. 


"Mrs. Camelia, syuting akan segera dimulai, mohon bersiap-siap." Para Kru, bahkan Andrean sendiri tidak menyangka bahwa Camelia sungguh cocok mengenakan kostum tradisional itu. Wajahnya yang memang Asia, begitu menyentuh. 


Pemeran utama pria bahwa sampai terdiam cukup lama, "apa aku sedang berhadapan dengan seorang dewi? Anda begitu mempesona, Mrs. Camelia," ucap Pemeran utama pria sesaat sebelum syuting dimulai.


"Terima untuk pujian, Anda. Anda juga tampan," balas Camelia. 


Hans kembali merasa bergidik karena Andrean kembali mengeluarkan aura kesal dan cemburu melihat Camelia yang sedang beradu akting dengan adegan akhir drama.


Dalam adegan penutup, wajah Camelia tidak ditayangkan semuanya nanti, cukup potongan ekspresi saja. Pengambilan gambar pun lebih banyak dari belakang kedua pemain. Adegan penutup mengambil suasana saat pernikahan. Oleh karenanya, Camelia memakai hanfu berwarna merah. 


Ending drama ditutup dengan adegan ciuman. Pemeran utama pria mencium Camelia langsung? Ya, itu untuk sebuah profesionalisme. Oleh karenanya ekspresi Andrean gelap. 


Setelah syuting berakhir, diadakan ucapan penutup dan foto bersama. Setelahnya Camelia langsung undur diri.


"Mrs. Camelia!" Hans memanggil saat Camelia hendak masuk ke dalam mobilnya.


"Ya? Ada apa lagi, Tuan Hans? Tugas saya sudah selesai, bukan?"tanya Camelia.


"Tuan Andrean mengundang Anda makan malam …."


"Saya sangat menghargai niat beliau, namun saya tidak bisa. Saya akan langsung pulang ke Beijing," tolak Camelia.


"Kami juga akan kembali ke Beijing setelah ini. Bagaimana jika Anda kembali bersama dengan kami?"tawar Hans. Agaknya ia sedang menjalankan peran sebagai mak comblang.


Camelia menggeleng," saya punya pesawat pribadi. Terima kasih atas tawarannya. Mohon maaf, saya harus segera pergi. Selamat sore, Tuan Hans," pamit Camelia. 


Hans terpaksa mengangguk. Camelia masuk ke dalam mobil dan menjauh dari lokasi syuting. 


"Bagaimana?" Rupanya Andrean menunggu di dalam mobil.


"Mrs. Camelia akan kembali ke Beijing, dia dalam perjalanan ke bandara," jawab Hans.


"Tidak kau tawarkan pulang bersama kita?"


"Dia punya pesawat pribadi."


"Tck!!"

__ADS_1


"Pulang ke Beijing!!"


__ADS_2