Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 202


__ADS_3

Keluarga Shane dan Andrean merayakan natal bersama secara daring. Jarak yang jauh menjadi kendala dan alasan terbesarnya.


Perbedaan waktu yang sangat mencolok. Andrean merayakan natal dua kali. Satu kali di mengikuti waktu negara sendiri dan satu lagi, mengikut waktu Kanada.


Malam harinya diwarnai dengan video call dengan Andrean serta membuka banyak kado.


Kesedihan dan kekosongan natal tahun kemarin terobati dengan kehadiran Andrean. Setidaknya ada sosok ayah untuk kedua anak itu.


Dan begitulah, hari natal telah berlalu, namun perayaan tidak selesai di hari tersebut. Ditambah lagi dengan menyambut tahun baru. Seharusnya itu menjadi libur yang cukup panjang. But, itu tidak berlaku untuk karyawan Shane Group.


Satu Minggu sebelum tahun baru, disitulah banyak hal yang harus diselesaikan.


Keesokan paginya, Dion langsung memimpin rapat, bersama dengan Tuan Shane.


Lucas dan Liam berangkat latihan ditemani oleh Camelia. Pada konser tahun baru di alun-alun nanti, Camelia hanya akan membawakan lagu yang sebelumnya ia bawakan pada acara penghargaan.


Acara teater itu akan diadakan di tanggal 1 Januari. Acaranya digelar di gedung pertunjukan terbesar di kota ini.


Camelia mengamati Lucas dan Liam yang tengah latihan. Semakin intens dan dimantapkan mendekati hari H. Camelia tidak meragukan kemampuan kedua anaknya. Kedua anaknya diberkahi dengan ingatan yang kuat, begitu juga dengan kecerdasan.


Drttt…


Camelia mengambil ponsel saat merasakan getaran. Ada pesan masuk. Dari Andrean.


Tahun baru akan segera tiba. Aku harap di tahun yang baru, membawa kebahagiaan untuk kita.


Begitu isi pesan Andrean.


Ada banyak hal yang ingin aku capai di tahun yang baru. Semoga semuanya tercapai.

__ADS_1


Camelia membalasnya. Ada banyak hal. Salah satunya syuting film di Swiss nanti berjalan dengan lancar tanpa gangguan berarti. Kemudian hubungan dengan Andrean tidak renggang meskipun seandainya ada badai yang menerpa.


Apa ada hari yang spesial?


Pertanyaan balasan dari Andrean itu membuat Camelia mengeryit.


"Hari apa?"gumam Camelia.


Maybe ada


Camelia menjawab dengan tidak pasti.


Hm, baiklah.


Jawaban dari Andrean itu seperti kecewa.


Haha … pasti ada.


Camelia mengingat-ingat. Hari apa?


*


*


*


Tanggal 30 Desember, semua aktivitas di Starlight Entertainment telah selesai. Para karyawan libur selama tiga hari. Tanggal 3 Januari, mereka akan kembali bekerja. Hal yang sama juga terjadi di Gruop Gong.


Memang libur yang tidak begitu lama. Namun, itu sudah sangat berarti untuk karyawan perusahaan berskala besar, apalagi sampai internasional.

__ADS_1


Malam harinya pula, Andrean dan Crystal meninggalkan Beijing, terbang ke Shanghai.


Tiba di kediaman Gong sekitar pukul 10.00.


Crystal yang sudah tidur digendong oleh Andrean. Pengasuh Crystal tidak ikut. Begitu juga dan Hans dan Lie. Mereka menikmati masa liburan mereka. Sebelum kembali digempur dengan jadwal yang padat.


"Sudah datang?" Kakek Gong menyambut mereka.


"Ayo-ayo, masuk dan istirahat lah, besok akan jadi hari yang sibuk," ujar Kakek Gong.


Andrean mengangguk kecil. Mereka langsung menuju kediaman Andrean. Setibanya di kamar, Andrean langsung menidurkan Crystal di ranjang.


"Besok akan banyak tamu yang datang," ujar kakek Gong.


"Kakek mengundang banyak orang?"tanya Andrean, tampak kesal.


"Ya, biar bagaimanapun kau adalah cucu utama dan calon kepala keluarga," sahut Kakek Gong, mengangkat bahunya.


Andrean menghela nafas kasar. Kakek Gong kemudian meninggalkan kamar, menuju ke kediamannya sendiri.


Andrean mendudukkan tubuhnya kasar di sofa. Melihat waktu, menunjukkan pukul 22.30.


Di Kanada ini masih pukul 10.30.


"Apa benar-benar lupa?"gumam Andrean.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2