Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 82


__ADS_3

"Hal penting apa sehingga ada berpakaian seperti ini, Mr. Jordan?"


Yap! Dia Jordan. Berpakaian seperti petugas kebersihan khusus untuk membersihkan area apartemen bagian teratas ini.


Jordan tersenyum kik-kuk. Kalimat yang Camelia lemparkan adalah sebuah sindiran untuknya. "S-saya ingin berpamitan pada Anda," ucap Jordan dengan terbata.


Sialan! Mengapa semuanya hilang? runtuk Jordan dalam hati karena kata-kata yang sudah ia rangkai saat hendak menemui Camelia hilang begitu berhadapan dengan wanita di depannya ini. Camelia menaikkan alisnya.


"Berpamitan?" Camelia mengulang kata itu. Rasanya janggal.


"Maaf, saya tidak paham maksud Anda. Berpamitan pada saya? Memang saya siapa Anda dan Anda siapa saya? Selain itu, kata itu lebih kepada Anda akan pergi dari dunia ini." Kalimat sarkas itu Camelia lontarkan pada Jordan.


Jordan, pria itu mematung. Matanya bergerak bingung. Ia hanya mengikuti perasaannya. Berpamitan pada Camelia sebelum ia meninggalkan Beijing. "A-aku juga tidak tahu."


"Apa kasus yang menimpa Anda itu membuat Anda putus asa?" Camelia menyelidik. Benarkah mantan kekasihnya itu berniat bunuh diri?


Ah, tidak!


Camelia tidak bisa menerimanya! Ini baru permulaan dan Jordan tidak bisa bertahan?


"Hehehe. Itu terlalu berlebihan. Saya tidak ada niat untuk bunuh diri." Jordan menangkap maksud Camelia. Itu adalah ejekan untuknya.


"Lantas?"


"Saya hanya ingin menenangkan diri, jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan semua hal tentang industri hiburan," jawab Jordan. Wajahnya berubah menjadi sendu.


Camelia mengangkat satu alisnya. Menerka apa yang hendak disampaikan mantan kekasihnya itu.


"Sejujurnya saya juga tidak tahu mengapa saya berpamitan pada Anda. Padahal kita hanya bertemu beberapa kali. Dan Anda benar, memang saya siapanya Anda. Namun, bagi saya, Anda mengingatkan saya pada seseorang. Dulu, saya sangat mencintainya namun, dia pergi entah kemana," ujar Jordan. Ia menghela nafas kasar.

__ADS_1


Camelia mendecih pelan. Jujur, sulit untuk menahan dirinya. Secara tersurat ia menyalahkan Camelia.


"Dia pergi karena saya melakukan kesalahan fatal. Namun, nasi sudah jadi bubur. Saya ingin meminta maaf namun tidak tahu keberadaannya. Andai kata saya tahu pun, saya tidak punya keberanian untuk menemuinya," lanjut Jordan.


Camelia tertegun. Ia bahkan sampai mengerjapkan matanya.


"Ahhh … apa yang aku lakukan?" Tiba-tiba saja Jordan terduduk di lantai sambil menjambak rambutnya kasar. Camelia hanya melihatnya dengan bersandar pada dinding.


"Mengapa aku bercerita padamu? Aku sudah gila! Benar - benar gila!!"runtuk Jordan, ia menunduk dalam. Melihat itu, Camelia menghela nafasnya.


Terbesit sedikit kenangan masa lalu. Namun, ia tidak akan bersimpati untuk itu.


"Kesalahanmu pasti begitu fatal sehingga dia meninggalkanmu. Entahlah, meskipun di mata penggemarmu kau bak pangeran yang suci. Tapi, bagiku kau tak lebih baik daripada seorang brengs"k! Kau kira aku tidak menyukaimu tanpa alasan? Jika kau mengira aku tidak menyukaimu karena aku sangat mencintai suamiku, maka kau salah besar. Aku bukan hanya tidak menyukaimu. Akan tetapi, aku membencimu Jordan Chin!!"


Camelia berkata lantai pada kalimat terakhir. Sorot matanya yang tadi masih tampak sabar kini membara dengan api kemarahan dan kebencian. Camelia menatap tajam Jordan.


Sebelum Camelia menjawabnya, ponsel Jordan berdering. Banyak panggilan dan notifikasi yang masuk ke ponselnya. Sementara Camelia mengalihkan wajahnya ke dalam apartemen.


Beberapa waktu setelah kasus tuduhan pelecehan seksual yang menyeret nama aktor Jordan Liang selesai, kasus baru kembali menyeret namanya dan kini bahkan lebih besar daripada kasus sebelumnya.


Suara pembawa berita terdengar jelas. Disambut dengan wajah Jordan yang pucat pasi.


Tidak hanya satu kasus. Kali ini aktor Jordan Chin tersandung beberapa kasus, di antaranya penggelapan pajak dan yang mengejutkan adalah skandal asmaranya. Dari bukti yang beredar, lima tahun lalu aktor Jordan Chin adalah kekasih dari Jasmine Liang. Namun, setelah Jasmine Liang menghilang karena kasus jual diri yang nyatanya tidak terbukti, aktor Jordan tertangkap berkencan dengan Rose Liang yang tak lain adalah adik dari Jasmine Liang.


Dan yang membingungkan adalah beberapa bulan kemudian, Rose Liang malah menjadi tunangan dari Presdir Gong. Kasus ini bisa dikaitkan dengan kasus perselingkuhan yang menimpa artis Rose Liang.


Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana sebenarnya hubungan mereka? Apakah benar, Rose Liang suka berselingkuh? Atau Jordan Chin juga begitu? Mari kita tunggu pernyataan dari yang bersangkutan!


Dan kasus ini juga menjadi sebuah pertanyaan. Bukankah malam ini baru dikeluarkan untuk hadiah besok pagi?

__ADS_1


Flashback beberapa saat lalu.


"Ya aku berubah pikiran," jawab Andrean.


"Berubah pikiran untuk memberikan mereka tidur nyenyak malam ini. Besok pagi, itu terlalu lama!"ucap Andrean lagi.


Camelia tertegun di tempatnya. Dahinya mengeryit. "Apa maksudmu?" Camelia membalas ragu.


"Benar. Sore ini kita hancurkan pria itu, besok pagi, baru wanita itu!"jawab Andrean.


"Ah … aku kira." Camelia tidak menyangka.


"Luar biasa! Aku setuju kalau begitu!"seru Camelia kemudian.


"Aku tahu itu."


Flashback off.


"Jordan Chin, apa masih ada niatmu untuk menenangkan diri?"tanya Camelia dengan senyum tipisnya. Ia kemudian melangkah untuk melihat ke luar.


"Sementara di luar sana, baris wartawan menahanmu? Kau terjebak, Jordan. Bahkan agensimu juga tidak bisa berbuat apa-apa," lanjut Camelia. Ia begitu puas.


Kehancuran Jordan sudah didepan mata. Kali ini, tidak ada alasan bukti tidak kuat karena semua bukti telah konkrit. Bahkan rekaman yang dulu menjatuhkan Tuan Jerry bisa menjadi bukti dalam kasus Jordan ini.


"S-siapa kau?" Jordan tidak tahu harus berkata atau berbuat apa. Matanya hanya menatap rumit Camelia yang kini membelakangi.


Camelia berbalik. "Bukankah kau sudah tahu?"jawab Camelia santai.


"Kau?" Jordan tertegun. Matanya menyipit. Wajahnya berubah semakin rumit.

__ADS_1


__ADS_2