Kesayangan Presdir

Kesayangan Presdir
Kesayangan Presdir Chap. 226


__ADS_3

Kurang lebih 5 bulan Andrean dan Camelia menjalani hubungan jarak jauh setelah menikah.


Andrean menahan Camelia dari siang kedatangannya sampai malam hari, mendekati jam makan siang.


"Padahal belum ada sehari Ayah datang. Tapi, kami sudah harus memasak sendiri," ucap pedas Liam, sebagai sindiran untuk kedua orang tua mereka yang baru keluar dari kamar.


Di meja makan, telah terhidang makan malam. Menu yang sangat sederhana. Mie instan dan juga telur rebus, serta ada beberapa menu frozen food seperti nugget dan juga ada sosis.


Lucas, Liam, dan Crystal makan lebih dulu. Raut wajah mereka datar karena kesal, kecuali Crystal yang biasa saja.


Camelia tertawa pelan. Segera berdiri di antara kedua anaknya. "Maafkan Mom. Mom janji, akan menggantinya besok. Katakan, kalian ingin makan apa, akan Mom buatkan."


"Ayah juga akan ikut membuatnya. Katakan saja," imbuh Andrean. Berbeda dengan Camelia yang merasa bersalah, Andrean malah biasa-biasa saja malah tersenyum lebar. Tentu saja itu semakin membuat kedua anak laki-laki itu semakin kesal.


Crystal asyik dengan makanannya.


"Mom, Ayah, ayo makan. Masakan Kak Lucas dan Kak Liam sangat enak," ajak Crystal.


"Tentu saja, mie instan adalah menu terenak di saat darurat!"turur Lucas. Lagi, itu adalah sindiran untuk kedua orang tuanya.


"Baik. Baiklah. Besok Mom akan buatkan makanan kesukaan kalian, okay?"


Lucas mengangguk. Sementara Liam, lanjut makan.


*


*


*


Pagi harinya. Camelia terbangun saat alarm yang telah ia atur berbunyi. Menyingkirkan lengan Andrean yang memeluk pinggangnya.


Bergegas bangun dan kunci wajah kemudian menuju dapur. Beberapa hari yang lalu Camelia belanja untuk stok makanan. Dan pagi ini, ia akan menggunakan bahan-bahan itu untuk membuat makanan kesukaan anggota keluarganya.


Ada pangsit, menu sarapan khas Kanada, dan juga beberapa menu lainnya. Total, Camelia membuat lima macam menu. Dan untuk minumnya, Camelia membuat jus apel, juga ada teh putih.


*


*


*


Setelah sarapan, mereka packing barang. Hari ini, mereka akan berlibur ke desa Murren.


Murren merupakan desa yang terletak di wilayah Bernese Oberland. Desa itu terkenal seperti negeri dongeng dan merupakan desa tanpa kendaraan bermotor. Desa itu berada di pegunungan Walser.


Camelia dan Andrean berencana mengumumkan pernikahan mereka setelah tiba di sana.


Setelah makan siang, mereka meninggalkan kota Bern, menuju ke kawasan Bernese Oberland yang mana masih berada dalam wilayah Bern. Jadi, perjalanan ditempuh dengan mobil. Namun, untuk menjangkau desa cantik itu, tidak bisa menggunakan mobil.


Untuk mencapai desa ini, menggunakan Cable Car atau semacam kereta gantung. Hal ini dikarenakan Murren berada di ketinggian 1650 meter. Tentu saja, karena desa itu adalah desa di pegunungan.


Swiss terkenal dengan negara yang indah, dikelilingi dengan pegunungan yang menawan. Maka, desa Murren adalah tempat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan itu. Gugusan pegunungan di Swiss, seperti Eiger, Jungfrau dan Monch, dapat dinikmati dari desa ini.


Mereka menikmati perjalanan. Setelah turun dari cable car, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Mencari penginapan lebih dulu. Barang-barang mereka dibawa oleh para pengawal yang juga ikut. Dan Ling Rui adalah salah satunya. Hari demi hari, tak terasa sudah hampir mau satu tahun ia ikut dengan keluarga Shane.


Fisiknya semakin bagus, percayalah Ling Rui adalah idaman banyak wanita. Selain karena fisiknya, wajahnya juga mendukung. Wajah khas Asia yang oriental.


Matahari tenggelam terlihat sangat indah dari restoran tempat mereka makan. Apalagi disuguhkan dengan pemandangan yang begitu ciamik. Rasanya seperti berada di surga dunia. Namun, yang paling utama adalah karena mereka lengkap. Canda tawa mewarnai sore ke malam itu.


*


*


*


Pemandangan matahari terbit juga tak kalah jauh dari matahari terbenam kemarin.


Hari yang cerah. Cocok sekali untuk rencana mereka.


Pagi harinya, setelah sarapan, mereka berkeliling desa. Dengan berjalan kaki. Lucas, Liam, dan Crystal mereka sangat aktif, berjalan di depan. Tak jarang, mereka saling ejek dan saling kejar.


Andrean dan Camelia bergandengan tangan.


Perumahan desa yang masih klasik, menjadi icon tersendiri. Dan jangan lupakan bahwa desa ini pernah menjadi lokasi syuting James Bond bagian On Her Majesty’s Secret Service. Di desa ini, didapati banyak sekali simbol dari James Bond, yaitu angka 007 di setiap sudutnya.

__ADS_1


Sebagai penggemar film action dan film James Bond adalah film legendaris yang disukai banyak orang, tentu saja tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto dengan simbol angka 007 itu.


Matahari bersinar begitu terang. Namun, karena ini pegunungan, udara begitu sejuk. Apalagi bebas dari polusi.


Dengan latar gugusan pegunungan, mereka mengambil foto bersama. Setelah itu, Camelia dan Andrean duduk di hamparan rumput. Lucas, Liam, dan Crystal dengan aktivitas mereka.


"Aku akan mengumumkannya sekarang," ujar Camelia.


Andrean menoleh. "Kalau begitu aku juga." Andrean merogoh ponselnya.


"Foto mana saja yang akan dimasukkan? Kirimkan padaku," ujar Andrean.


Camelia mengirim beberapa foto pada Andrean.


Camelia kemudian khidmat menuliskan pengumuman yang akan diposting di akun media sosial pribadinya, Instagram.


Penggemarku tercinta, hallo! Ini Camelia Shane. Bagaimana kabar semua orang?


Hari ini, aku berada di Murren. Aku liburan setelah syuting panjang.


Suasana di sini sangatlah tenang dan damai. Aku harap semua juga merasakan hal yang sama. Aku juga ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukungku dan juga terima kasih atas kirimannya di tempat syuting. Aku sangat berterima kasih untuk semuanya.


Berkat cinta dan dukungan yang selalu kalian berikan, aku dan semua kru merasa sangat bersemangat hingga syuting berakhir dengan baik. Terima kasih dengan tulus. Tolong jaga diri kalian, sebentar lagi kita akan bertemu.


Penggemarku terkasih, apa kabar kalian semua? Aku ingin mengatakan isi hatiku. Aku memikirkannya. Aku menyadari sesuatu. Aku tidak bisa terjebak dalam kenangan bersama dengan suamiku, Chris yang telah pergi mendahului kita semua.


Life goes on. Anak-anakku juga membutuhkan sosok seorang Ayah. Dan aku, hanyalah wanita lemah yang membutuhkan tempat bersandar.


Penggemarku tercinta! Besar harapanku kalian mendukung keputusanku ini.


Untuk memutuskan hal ini juga bukan hal yang mudah bagiku. Aku telah melampaui banyak pertimbangan.


Penggemarku tercinta! Aku merasa senang dan juga terharu. Aku menemukan seseorang, tempatku kembali melabuhkan hati.


Untuk itu, aku mengumumkan hal ini.


Ini hari yang baik.


Kita akan segera bertemu.


Satu hari yang baik di April.


Camelia menghela nafasnya sedikit lega dan tegang sekaligus. Dan kemudian menyimpan ponselnya.


Andrean juga telah selesai memposting rencana pernikahan mereka di akun Weibonya.


Bisa dibayangkan bukan, betapa hebohnya kabar itu? Jelas akan menggemparkan dunia industri entertainment, baik di Kanada maupun di China. Tidak hanya industri entertainment namun juga industri bisnis.


Karena alasan itu pula, Camelia dan Andrean kemudian menonaktifkan ponsel mereka. Fokus menikmati kebersamaan.


*


*


*


"AHHHH!"


"Ada apa, Lina?" David muncul dengan wajah cemas. Ia langsung datang begitu mendengar teriakkan Lina.


Lina yang duduk di sofa, wajahnya shock. "I-ini apa?"tanya Lina, menunjukkan postingan terbaru Camelia.


"Akun Lia dibajak?"tanya Lina lagi.


Ia memegang erat tangan David.


"Lina, itu benar. Ternyata diumumkan hari ini," ucap David.


"Benar?"


David mengangguk. "Tapi, mengapa aku tidak tahu sebelumnya? Mengapa kau tidak cerita padaku?"rajuk Lina.


Matanya berkaca-kaca.


David tersenyum lembut. Usia kandungan Lina sudah 7 bulan. Artinya tidak lama lagi, David akan menjadi seorang ayah. Dan mood Lina sering berubah-ubah. Terkadang David kewalahan menghadapi tingkah istrinya. Ada kalanya Lina sangat sensitif, ada kalanya juga sangat aktif, kadang pendiam, dan lainnya.


"Aku sudah memberitahumu," ucap David, duduk di samping Lina, kemudian membawa sang istri agar bersandar padanya.

__ADS_1


"Kau saja yang ketiduran saat aku mengatakannya," lanjut David.


Lina menatap David tidak percaya. "Sungguh, Lina. Itu kabar yang sangat penting, mana mungkin aku tidak memberitahumu," jelas David.


David memang sudah menceritakannya pada Lina. Dan ya, karena pengaruh kehamilan, Lina mudah sekali untuk tidur.


Hiks


Hiks


Hiks


"Mengapa kau menangis, Lina?"tanya David, cemas.


"A-aku kesal pada diriku sendiri. Bagaimana bisa aku tidur saat kau mengatakan kabar penting," isak Lina. David menepuk pelan punggung Lina.


"It's okay. Don't cry, okay?"


"Kau tidak suka aku menangis?"


David memejamkan matanya. "Okay. Silahkan menangis, bahuku siap menjadi sandaranmu."


Hiks


Hiks


Huwaahh!! "Kau jahat sekali, David!" Tangis Lina malah semakin pecah.


Astaga, pekik David dalam hati. Serba saja jadinya. "Teganya kau menyuruhku menangis. Kau ingin membuat mataku sakit, hah? Air mataku kering? Kau ingin membuat anak kita juga sedih? Kau jahat sekali!" Lina memukul dada David.


Pukulan itu, tidak terasa sakit. Namun, David pura-pura mengaduh sakit. "Lina, apa kau mau membunuh suamimu ini?"


"Huwahhh!"


Pukulan Lina berhenti. Kesempatan itu David gunakan untuk mendekap Lina dalam pelukannya. "Menangis dan berhentilah jika kau ingin. Aku akan selalu ada untukmu."


"Lia benar-benar berani," ucap Lina, setelah hening beberapa saat.


David membenarkannya.


Lina melepas pelukannya, kembali meraih ponselnya.


"Lihat, kolom komentarnya penuh," ucap Lina, menunjukan komentar pada postingan terbaru Camelia.


Ada berbagai macam komentar.


Apa ini? Aku tidak salah lihat, kan?


Anda akan menikah lagi? Selamat!


Meskipun aku sangat menyukai Camelia dan Chris sebagai pasangan suami istri. Namun, takdir berkata lain. Camelia menikah lagi adalah sebuah kewajaran. Aku mendukungmu, kejarlah kebahagiaanmu. Selamat!


Ini sesuatu yang mengejutkan! Padahal sebelumnya ada banyak rumor kedekatan Camelia dengan lawan mainnya. Nyatanya, semua itu hanyalah rumor. Ini yang asli. Semoga bahagia selalu!


Wait, apakah calon suaminya duda? Anak perempuan itu?


Calon suaminya, aku merasa familiar. Pria itu tidak asing. Dan apa mereka lamaran di Murren? Itu sangat menakjubkannya!


Prince Lucas dan Liam terlihat begitu akrab dan bahagia. Pria itu terlihat sangat cocok untuk menjadi ayah sambung. Aku merestuinya!


Apa? Apa ini? Sejak kapan mereka berhubungan? Apakah Camelia sudah move on?


Itu, bukankah itu Presdir dari China? Pernah terlibat rumor dengan Camelia juga. Apakah hubungan ini berawal dari rumor?


Dan banyak komentar lainnya. Itu hanya sebagian kecil. Selain positif, ada juga yang acuh, turut bahagia tanpa mempermasalahkan dengan siapa Camelia menikah. Toh, yang mereka nikmati adalah karyanya. Dan ada beberapa komentar negatif, menuduh Camelia begitu mudah melupakan Chris. Ya, namanya juga penggemar, pasti ada yang benar-benar tulus mendukung ada pula yang fanatik karena disertai dengan obsesi.


"Jangan dibaca terus. Kasihan anak kita," ujar David.


"Denganku tidak?"


"Tentu saja. Ayo, waktunya tidur siang. Kau harus istirahat dengan baik!"


Lina mengangguk. "Di ranjang, Lina."


"Bantalnya kamu, ya?" Memasang wajah memelas.


David mengangguk. Dan lengan David menjadi bantal tidur Lina.

__ADS_1


Aku harap semua berjalan dengan lancar, gumam David, ia meraih ponselnya. Menghubungi divisi komunikasi dan informasi untuk membenarkan postingan Camelia itu.


__ADS_2