
Nicholas, kehidupan pribadinya sangat tertutup. Yang publik tahu adalah Nicholas adalah aktor pendatang baru yang berasal dari provinsi Manitoba, yakni provinsi yang terletak di bagian tengah Kanada.
Mendengar bahwa Nicholas sudah memiliki istri dan anak jelas membuat Camelia terkejut. Namun, bukan berarti Camelia heran dengan hal tersebut. Sebab menyembunyikan kehidupan pribadi apalagi yang berkaitan dengan asmara bagi artis merupakan hal yang lazim.
Benar. Nicholas sudah menikah. Namun, untuk mengejar cita dan karirnya, ia tidak menggunakan cincin pernikahannya.
Nicholas juga sudah memiliki seorang anak. Dan mungkin karena alasan itu pula, ia menjaga batas wajar dengan Camelia.
*
*
*
"Menurutmu?"tanya balik Camelia.
Wajah Nicholas pucat. Ia takut interaksinya dengan Camelia akan berubah canggung karena hal ini. Itu akan sangat mempengaruhi hasil rekaman.
Nicholas sudah overthinking. Ia sudah memikirkan banyak hal yang negatif. Lucas dan Liam melangkah dan kini berdiri di samping Camelia.
Camelia tersenyum tipis. "Itu hakmu, privasimu, aku tidak akan mengatakan apapun," ujar Camelia.
Terpancar kelegaan dari wajah Nicholas. "Omong-omong aku penasaran siapa pemilik hatimu?"
Ya, namanya juga jiwa wanita, rasa penasarannya sangatlah tinggi. "Dia, seorang ibu rumah tangga biasa," jawab Nicholas dengan senyum yang begitu lembut. Dari itu saja Camelia sudah dapat melihatnya, Nicholas benar-benar mencintai istrinya.
"Dan putriku sangat mirip dengannya," tutur Nicholas.
"Aku rasa belum terlambat. Aku ucapkan atas pernikahanmu juga atas kelahiran anak perempuanmu," ucap Camelia tulus.
"Terima kasih," jawab Nicholas. Ia lega, dipertemukan dengan lawan main yang tidak mengurusi urusan orang lain.
"Kalau begitu kami pergi ke sana dulu," ujar Camelia. Nicholas mengangguk, menatap punggung ketiga orang itu yang menjauh.
"Tidak terduga ya, Mom?"ujar Lucas, kini mereka menyusuri sungai yang terkenal dengan keindahannya, sungai Aare.
"Mom kagum pada mentalnya," ucap Camelia.
Menyusuri sungai Aare di malam hari sangatlah menyebabkan. Pemandangan malam di sekitarnya sungguh memikat.
*
*
*
Adegan demi adegan direkam. Begitu juga dengan adegan ciuman. Semuanya berlangsung dengan baik dan lancar.
Semenjak mengetahui bahwa Nicholas telah menikah dan memiliki anak, Camelia tidak cemas lagi, tidak takut jika Nicholas itu seperti Joseph.
Dan tidak terasa, syuting juga di penghujung adegan. Yang mana, akhir dari film ini adalah Camelia yang menjadi sejarawan termuda, dan Nicholas menjadi kepala polisi termuda di negara itu. Tak lupa, mereka juga jatuh cinta dan menikah setelah melewati banyak hal.
"Selamat, Selamat untuk kita semua! Kerja bagus, semuanya!" Sutradara berkata dengan lantang, mengangkat gelasnya ke atas. Seperti biasanya, Camelia datang ke acara itu, namun tidak ikut minum-minum.
"Aku sangat yakin, film ini akan mencetak rekor baru!!"
"Aku berharap juga demikian," jawab Camelia.
Film ini dibuat tanpa green screen. Jadi, ada adegan di mana menjatuhkan mobil dari lantai gedung, itu benar-benar sebuah mobil.
Ada juga bagian Camelia tenggelam di sungai, ia juga diambil langsung di sungai. Lebih tepatnya sungai Aare.
Film ini bergenre action. Tentu saja ada adegan baku tembaknya. Pemeran utama pria nya saja adalah seorang perwira polisi.
*
*
*
"APA?!" Kak Abi berteriak kaget saat Camelia menyampaikan sesuatu.
"Secepat itu? Kau serius, Lia? Apa keluarga Shane sudah tahu dan apa agensi menyetujuinya?!"
"Di agensi bukan kesepakatanya satu tahun setelah kepergian Chris? Aku masih memegang kesepakatannya, Kak!"tegas Camelia, menunjukkan dokumen yang dimaksud di layar ponselnya.
"Tapi, bukankah itu terburu-buru?"tanya Kak Abi lagi.
"Kami sudah merencanakan ini sejak pertengahan musim dingin. Dan lihat ini, cincin ini bukan cincin hubunganku dengan Chris, melainkan dengan Andrean," ucap Camelia, menunjukkan cincin nikah dari Andrean itu.
"Dan aku juga sudah menjadi istri Andrean," ucap Camelia, menunjukan buku nikahnya dengan Andrean.
Kak Abi langsung terduduk. Ia sangat terkejut. Itu, kejutan yang luar biasa. "Lia, kau?"
Tidak berkata apapun selain itu. Menatap Camelia rumit. Camelia membalas dengan tatapan seriusnya.
Kak Abi lantas mengusap wajahnya kasar. "Mengapa tidak cerita padaku?"tanyanya, kesal dan juga kecewa.
"Aku pikir, aku punya hak untuk memprivasinya," jawab Camelia tenang. Ia sudah punya persiapan untuk hari ini.
"Tapi, astaga! Kau mengambil keputusan yang sangat besar, Lia!"
Kak Abi berseru. Namun, apalah arti seruannya karena cincin di jari Camelia adalah bukti nyata. Ia kembali mengusap wajah kasar. "Apakah … semua sudah setuju? Kalian akan mengumumkan bahwa kalian sudah menikah?"tanya Kak Abi, berganti dengan raut wajah cemas.
__ADS_1
"Aku tidak berani berharap semuanya adalah sambutan yang baik. Namun, asalkan keluarga dan pihak terdekatku setuju, komentar negatif apapun di luar sana bukanlah masalah," jawab Camelia.
Apalagi Camelia menikah dengan Andrean yang berbeda kewarganegaraan dengannya. Tentu, akan banyak orang yang mengulas awal dan bagaimana bisa mereka memutuskan untuk mereka? Sementara faktor jarak begitu jauh.
"Kami memang sudah menikah namun kami belum melakukan upacara pemberkatan. Jadi, rencana pernikahan ini adalah pernikahan sesungguhnya," ujar Camelia lagi. Kak Abi menggeleng pelan.
"Ini terlalu mendadak bagiku, Lia. Jika kau menikah, aku …."
"Sepertinya Kakak lupa. Glory Entertainment mana mungkin melepasku. Aku tetap di agensiku. Hanya saja, kegiatan artisku tidak di tanah ini. Tenang saja, Kak. Kita tidak akan berpisah," ujar Camelia menenangkan seakan tahu apa yang Kak Abi ingin katakan.
"Jadi, aku juga butuh restumu, Kak. Sebentar lagi, aku akan mengumumkannya," ujar Camelia, menatap Kak Abi penuh harap.
Mata Kak Abi memanas. Ia tidak peduli lagi, apakah ia yang pertama tahu atau yang terakhir, yang pasti Kak Abi sangat terharu.
Kak Abi menggenggam kedua tangan Camelia. "Aku berharap kau bahagia dengan keputusanmu, Lia. Dan apapun yang terjadi, aku akan selalu di sisimu," ucap Kak Abi.
Itu adalah restu. Camelia tersenyum. Artis dan manager itu kemudian saling berpelukan.
*
*
*
Rencana pernikahan telah dimulai sejak Camelia mengajak Andrean menikah di akhir musim panas.
Di minggu pertama Maret, Andrean meminta restu dan persetujuan dari keluarga Shane dan juga keluarga Liang. Itu dilakukan secara online, saling tatap di layar ponsel atau laptop. David juga turut disertakan dalam rapat itu. .
Awalnya memang tidak mendapatkan persetujuan dari keluarga Shane, sebab jika berkaca pada kesepakatan, itu masihlah 18 bulan lagi. Sementara David tidak berkomentar banyak atau mempermasalahkannya. Karena, sesuai kesepakatan, di agensi adalah satu tahun semenjak kepergian Chris. Dan ini sudah lebih 6 bulan.
Namun, dengan argumen, juga bantuan dari Lucas dan Liam, serta juga Dion, Tuan dan Nyonya Shane akhirnya luluh. Lagipula Camelia dan Andrean sudah menikah.
Setelah mendapatkan restu itu, persiapan pernikahan yang telah disiapkan dimulai. Dari gedung, undangan, souvenir, dan lainnya.
Sementara gaun, itu belum dibuat. Namun, Camelia sudah memiliki sketsa, seperti apa gaun yang ingin digunakan.
Urusan gereja untuk tempat pemberkatan juga sudah diurus. Jadi, Camelia kembali ke Ottawa nanti hanya tinggal mengurus mengenai gaun pengantin.
Mengenai status kewarganegaraannya, Camelia memutuskan untuk tidak mengubahnya lagi. Cukup satu kali Camelia mengubahnya.
Dan itu juga tidak menjadi masalah, baik untuk keluarga ataupun untuk pekerjaannya. Camelia tetap bisa berkarier di China meskipun ia berasal dari agensi luar.
*
*
*
Camelia memilih untuk pulang terpisah. Ia ingin lebih lama lagi di Swiss. Tidak, lebih tepatnya Camelia menunggu Andrean. Rencananya, mereka akan mengumumkan pernikahan setelah bertemu.
Kak Abi dan Evelin kembali duluan bersama dengan rombongan sutradara.
"Saya sangat senang, kerja sama dengan Anda berlangsung dengan lancar. Jika ada kesempatan lagi, saya berharap dapat kembali satu proyek dengan Anda lagi," ucap Nicholas. Hari ini adalah hari kepulangan Sutradara dan rombongan, dan Nicholas adalah salah satunya.
"Semoga saja," sahut Camelia. Hanya formalitas. Karena, kemungkinannya sangatlah kecil. Satu negara saja sulit dipertemukan lagi dalam satu proyek, apalagi nanti jika sudah beda negara?
"Sampai jumpa lagi. Hati-hati semuanya."
"Sampai jumpa lagi. Sukses selalu."
"Senang bertemu dengan kalian semua."
Camelia melambaikan tangannya. Melepas kepulangan rombongan itu.
Drttt….
Camelia mengecek ponselnya.
Mengernyit melihat pesan yang masuk.
Nona, ini adalah alamat pribadi saya. Istri saya adalah penggemar berat Anda. Besar harapan saya, Anda dapat mengunjungi kediaman kecil kami.
Begitulah isi pesan dari Nicholas. Camelia terhenyak sesaat. Nicholas ini, menaruh kepercayaan besar padanya?
Aku pasti akan ke sana.
Camelia membalasnya dengan positif.
*
*
*
Ting
Tong
Ting
Tong
Ini adalah hari kedua setelah rombongan sutradara dan Nicholas kembali ke Kanada.
__ADS_1
Ada yang membunyikan bel apartemen yang Camelia sewa.
Camelia segera membuka pintu apartemennya. "Sayang!" Camelia berseru. Langsung memeluk erat orang yang membunyikan bel apartemen tadi. Orang itu tak lain adalah Andrean.
"Aku sangat merindukanmu, Lia," ucap Andrean, mendekap erat Camelia pula. Tak lupa mencium pucuk kepala Camelia. Rindu sudah menggebu.
"Indah sekali," ucap Camelia, pada bucket camelia yang dibawakan oleh Andrean.
"Lebih indah lagi dirimu, Lia. Kau yang terindah."
Camelia tersipu.
"Mom!" Crystal juga ikut. Lima bulan tidak bertemu, ia terlihat bertambah tinggi. Gaya rambutnya masih sama, berponi.
"Crystal, aahhh kau semakin cantik!" Camelia berjongkok.
"Mom juga semakin cantik," puji Crystal.
"Ahh, manisnya."
Kedua orang itu kemudian berpelukan.
"Bagaimana sekolah dan juga kegiatan modelingmu?"tanya Camelia. Crystal memang sudah masuk sekolah dasar. Dan Crystal masuk ke sekolah publik, tidak homeschooling. Hanya saja, ia tidak mengungkap siapa identitasnya. Hanya kepala sekolah dan orang tertentu saja yang tahu bahwa Crystal adalah putri dari Presdir yang sangat berkuasa.
"Semua aman, Mom! Kak Lucas dan Kak Liam selalu membantu Crystal."
"Syukurlah." Camelia kembali berdiri.
Andrean melangkah masuk, berdiri di samping Camelia. "Aku sangat merindukanmu," bisik Andrean kemudian. Suaranya rendah dan sedikit serak.
"Kau belum menyapa anak-anak, tahanlah sebentar lagi," balas Camelia, memalingkan wajahnya yang kembali merah padam.
Crystal menatap itu dengan polosnya.
"Di mana mereka?"tanya Andrean.
"Di kamar." Dengan polosnya, Camelia menunjuk kamar kedua anaknya.
"Crystal, ke kamar kedua kakakmu sana," ujar Andrean, itu usiran secara halus. Dan Crystal menurut saja.
"Hei!! Kan aku bilang!"
"Aku tidak bisa menahannya lagi, Lia!"balas Andrean, membungkam Camelia dengan ciuman. Menggendong Camelia ala bridal style menuju kamar yang ia yakini adalah kamar sang istri.
*
*
*
"Aku mendengar suara Ayah," ucap Lucas, mengalihkan pandangannya di layar ponsel. Anak itu tengah bermain game mewarnai.
"Hm," sahut Liam. Ia juga mendengar. Juga suara Mom mereka.
"Ayo temui Ayah!" Lucas turun dari ranjang.
"Apa kau sepolos itu?" Disambut dengan ketus oleh Liam.
"Maksudmu?"tanya Lucas.
"Maybe, mereka tengah mencetak adik untuk kita," ucap Liam.
Lucas mengerjap. Okay, kepolosannya kembali ternoda oleh adiknya sendiri.
"Ah, aku lupa. Hehehe." Lucas kembali naik ke atas ranjang.
"Kakak!"
Terdengar suara Crystal dari luar, diikuti dengan suara ketukan pintu.
Liam menyuruh Lucas untuk membuka pintu.
"Kakak!" Dan begitu pintu dibuka Crystal langsung menghambur memeluk Lucas.
"What?"
"Aku sangat merindukan kalian. Apa kalian juga merindukan Crystal?"
Liam mendekati kedua saudaranya itu.
"Auh!" Crystal mengaduh sakit saat Liam menyentil dahinya.
"Apa itu perlu ditanyakan?"tanya Liam ketus.
Lucas terkekeh tanpa suara. "Hanya dia yang diberi pelukan?"tanya Liam, kali ini dengan nada galak.
"Peluk dia juga, Crystal," suruh Lucas. Dan Crystal, tentu saja dengan senang hati memeluk Liam.
"Ingat ini, kau punya dua Kakak, dan kau harus adil pada pada kami!"tegas Liam.
"Iya, Kakak."
"Dasar Tuan Cemburu!"ledek Lucas dengan tertawa lepas. Liam tidak menggubrisnya.
__ADS_1