
*
"Aku akan ikut dalam rapat itu, Kak!"tegas Camelia pada David.
Sebentar lagi, sponsor dan penanam saham dalam drama Split Love akan mengadakan rapat darurat bersama dengan media penyiaran. Rapat itu akan membahas kelanjutan mengenai penanganan drama Split Love. Batal tayang atau pengunduran jadwal tayang. Itulah yang akan dibahas nanti.
"Biar management saja yang ikut. Kau tunggu saja hasilnya, Lia," tolak David.
"Aku bertanggung jawab pada hal tersebut. Aku akan ikut dan memberikan saran untuk masalah ini. Kak, aku tidak mau dramaku batal tayang, okay?!"kekeh Camelia.
David memijat pelipisnya. "Alright!" Menyerah dengan kekukuhan Camelia.
*
*
*
"Jika Joseph bukan pemeran utama, penayangan akan sesuai pada rencana. Karena yang bermasalah adalah pemerannya, bukan dramanya. Namun, jika seperti ini, kita harus menunda penayangan."
"Kasus memakai narkoba bukan pertama kalinya. Publik akan memakluminya, karena seorang artis bekerja di bawah tekanan. Meskipun tidak dibenarkan, alasannya tidak bisa diabaikan. Aku setuju. Kita undur penayangan, sampai berita ini mereda."
Kalau tentang ****, itu sudah dianggap lazim. Apalagi di negara liberal.
"Namun, meskipun tayang, hasilnya tidak akan seperti harapan kita. Apa Anda tidak masalah, Nona Camelia?"
Camelia mendongak. Ia sudah mendengarkan diskusi itu dengan baik.
"Menurut saya, tidak masalah. Drama ini akan tetap tayang. Karena yang pertama, yang bermasalah adalah pemerannya, bukan dramanya. Kedua, kasus seperti ini adalah hal biasa. Yang ketiga, justru ini akan menarik perhatian publik. Jadi, menurut saya, penayangan dipercepat saja!"
"Lia?"
"Bagaimana?"tanya Camelia.
Bisa dikatakan berita Joseph dan Alice itu adalah promosi gratis yang menaikkan sensasi drama Split Love.
"Tidak saya sangka, Anda pandai dalam hal ini."
"Keluarga saya adalah pebisnis. Sedikit banyaknya, saya mewariskan kemampuan mereka," jawab Camelia.
"Baiklah. Penayangannya kita percepat. Besok, drama Split Love akan tayang!" Keputusan itu disambut dengan tepuk tangan.
__ADS_1
*
*
*
"Lia, meskipun begitu, bagaimana dengan ratingnya?"tanya David, masih khawatir dengan rating drama Split Love.
"Kakak meremehkan kemampuan penggemarku?"tanya balik Camelia.
"Aku ini ratu film. Lagipula ceritanya menarik. Itu yang dinilai. Dan dramaku belum pernah gagal!"
David mendengus senyum. "Baiklah. Kita lihat saja besok," sahut David. Jujur saya, ia masih ragu.
"Kalau begitu aku pulang," pamit Camelia.
Hari ini ia free, begitu juga dengan besok dan lusa. Minggu depan baru Camelia sibuk.
"Ah … titip salam untuk Kak Lina. Omong-omong kapan kabar baiknya turun?"
"Maksudmu?"
"Tentu saja David kecil," sahut Camelia, kemudian segera meninggalkan ruangan David.
"Sepertinya aku harus berusaha keras."
*
*
*
Setelah berpamitan pada Lucas, Liam, dan Kak Abi, Camelia meninggalkan gedung Glory Entertainment. Camelia berniat menghabiskan waktunya dengan istirahat.
Sementara di sisi lain, Joseph mengurung diri di kamar apartemennya.
Kejadian tadi malam begitu teringat di benaknya. Saat ia dan Alice diikat, dan terkena obat perangsang, nafsu mereka meningkat drastis. Di bawah ikatan itu, mereka berusaha untuk memuaskan diri.
Tubuh yang panas juga ikatan yang tidak begitu kuat, membuat keduanya lepas dan bertarung panas di ranjang. Aroma dupa yang terus ada, membuat keduanya bak kesurupan.
Dan tiba-tiba, saat sudah di puncak, pintu kamar terbuka. Sorot lampu kamera langsung menyorot keduanya yang masih berada di puncak.
__ADS_1
Sadar, keduanya langsung menutup diri dengan selimut. Berteriak jangan memotret dan keluar dari kamar mereka. Namun, yang namanya wartawan, semakin dilarang semakin besar rasa penasaran mereka.
Beberapa menyorot ruangan dan menemukan obat-obatan terlarang. Mulut Joseph dan Alice hanya bisa berteriak seperti itu.
Dan inilah hasilnya. Pagi harinya mereka langsung menjadi trending topic dan berita panas.
"Camelia!" Joseph mengeram. Ia tahu itu perbuatan Camelia. Jika bukan, bagaimana mungkin wartawan tahu di mana kamarnya berada dan bisa masuk ke dalam.
"Camelia!!" Kembali mengeram. Amarah merasuk di hatinya.
Rencananya untuk menjatuhkan harga diri Camelia gagal. Malah ia yang kehilangan harga dirinya. Belum lagi kerugian material yang harus ia terima. Dan pagi tadi, ia juga menerima surat menonaktifkannya sampai berita mereda. Joseph dirumahkan.
Selain itu, Joseph tidak berani membawa nama Camelia dalam masalahnya. Akan lebih fatal nantinya. Why?
Camelia tidak sebodoh yang ia pikirkan. Tidak selemah yang ia perkirakan. Dan latar belakang yang tidak bisa ia sentuh.
Menyesal? Sudah terlambat.
Meminta maaf, mana mungkin Camelia memaafkannya.
Lantas? Bagaimana nasib masa depannya?
Meskipun salah satu pemerannya terkenal masalah, drama Split Love akan tetap tayang dan penayangan dimajukan menjadi besok.
Joseph mengalihkan wajahnya ke arah televisi. Sedari tadi ia berdiam diri seraya mendengarkan pembicaraan di televisi membahas tentangnya.
"Apa mereka serius?" Joseph terbelalak. Hari ini kasusnya pecah dan besok drama Split Love tayang?
"Sial! Apa dia menjadikanku promosi gratis?" Rupanya Joseph menyadari hal itu.
Jarinya mengepal dengan buku jari memutih. Ia terlampaui geram. Namun, sama sekali tidak bisa melawan.
Tapi, apa pula halnya untuk melarang hal itu?
"Sialan!!"
Hanya bisa mengumpat sendiri.
*
*
__ADS_1
*